Jumat, 24 Juli 2015

Cerita Sex: Deden, Cepet Masukin ! Aq Sudah Gak Tahaaannn

Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum Terbaru – Cerita Sex: Gejolak Nafsu Terpendam – Ini adalah pengalamanku yang kesekian kalinya bersetubuh dengan wanita setengah baya   Kejadiannya pada saat kenaikkan kelas, aku mendapat liburan satu bulan dari sekolah   Untuk mengisi waktu liburanku, aku mengiyakan ajakan Mas Iwan sopir Pak RT tetanggaku untuk berlibur dikampungnya   Disebuah desa di Jawa Barat   Katanya, sekalian mau nengok istrinya   Aku tertarik omongan Mas Iwan bahwa gadis-gadis di kampungnya cantik-cantik dan mulus-mulus   Aku ingin buktikan omongannya 

Cerita Sex: Deden, Cepet Masukin ! Aq Sudah Gak Tahaaannn

Dengan mobil pinjaman dari ayahku, kami berangkat ke sana   Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya sekitar jam 5 sore kami tiba di kampungnya   Rumah Mas Iwan berada cukup jauh dari rumah tetangganya   Rumahnya cukup bagus, untuk ukuran di kampung, bentuknya memanjang   di rumah Mas Iwan kami disambut oleh Mbak Irma, istrinya dan Tante Sari mertuanya   Ternyata Mbak Irma, istri Mas Iwan, seorang perempuan yang sangat cantik  agen poker

Kulitnya putih bersih dan bodynya sangat seksi   Sedangkan Tante Sari tak kalah cantiknya dengan Mbak Irma   Meskipun sudah berumur 40an, kecantikannya belum pudar   Bodinya tak kalah dengan gadis remaja   Oh ya, Tante Sari bukanlah ibu kandung Mbak Irma   Tante Sari kawin dengan Bapak Mbak Irma, setelah ibu kandung Mbak Irma meninggal   Tapi setelah lima tahun menikah, bapak Mbak Irma yang meninggal, karena sakit   Jadi sudah sepuluh tahun Tante Sari menjanda 

Sekitar jam 20  00 WIB, Mas Iwan mengajakku makan malam ditemani Mbak Irma dan Tante Sari   Sambil makan kami ngobrol diselingi gelak tawa   Walaupun kami baru kenal, tapi karena keramahan mereka kami serasa sudah lama kenal   Selesai makan malam Mas Iwan dan Mbak Irma permisi mau tidur   Mungkin mereka sudah tak sabar melepaskan hasrat yang sudah lama tak tersalurkan   Tinggal aku dan Tante Sari yang melanjutkan obrolan   Tante Sari mengajakku pindah ke ruang tamu   Pas di depan kamar Mas Iwan 

Saat itu Tante Sari hanya mengenakan baju tidur transparan tanpa lengan   Hingga samar-samar aku dapat melihat lekuk-lekuk tubuhnya yang sexy   Tante Sari duduk seenaknya hingga gaunnya sedikit tersingkap   Aku yang duduk dihadapannya dapat melihat paha mulusnya, membangkitkan nafsu birahiku   Penisku menegang dari balik celanaku   Tante Sari membiarkan saja aku memelototi paha mulusnya   Bahkan dia semakin lebar saja membuka pahanya 

Semakin malam obrolan kami semakin hangat   Tante Sari menceritakan, semenjak suaminya meninggal, dia merasa sangat kesepian   Dan aku semakin bernafsu mendengar ceritanya, bahwa untuk menyalurkan hasrat birahinya, dia melakukan onani   Kata-katanya semakin memancing nafsu birahiku   Aku tak tahan, nafsu birahiku minta dituntaskan   Akupun pergi kekamar mandi   Sampai di kamar mandi, kukeluarkan penisku dari balik celanaku   Kukocok-kocok sekitar lima belas menit   Dan crot! crot! crot! Spermaku muncrat kelantai kamar mandi   Lega sekali rasanya 

Setelah menuntaskan hasratku, aku balik lagi ke ruang tamu   Alangkah terkejutnya aku   Disana di depan jendela kamar Mas Iwan yang kordennya sedikit terbuka kulihat Tante Sari sedang mengintip ke dalam kamar, Mas Iwan yang sedang bersetubuh dengan istrinya 

Nafas Tante Sari naik turun, tangannya sedang meraba-raba buah dadanya   Nafsu birahiku yang tadi telah kutuntaskan kini bangkit lagi melihat pemandangan di depanku   Tanpa berpikir panjang, kudekap tubuh Tante Sari dari belakang, hingga penisku yang sudah menegang menempel hangat pada pantatnya, hanya dibatasi celanaku dan gaun tidurnya   Tanganku mendekap erat pinggang rampingnya   Dia hanya menoleh sekilas, kemudian tersenyum padaku   Merasa mendapat persetujuan, aku semakin berani   Kupindahkan tanganku dan kususupkan kebalik celana dalamnya   Kuraba-raba bibir vaginanya 

“Ohh     Don     Enakk,” desahnya, ketika kumasukkan jari-jariku ke dalam lubang vaginanya yang telah basah   Setelah puas memainkan jari-jariku dilubang vaginanya, kulepaskan dekapan dari tubuhnya   Kemudian aku berjongkok di belakangnya   Kusingkapkan gaun tidurnya dan kutarik celana dalamnya hingga terlepas   Kudekatkan wajahku ke lubang vaginanya   Kusibakkan bibir vaginanya lalu kujulurkan lidahku dan mulai menjilati lubang vaginanya dari belakang, sambil kuremas-remas pantatnya   Tante Sari membuka kedua pahanya menerima jilatan lidahku   Inilah vagina terindah yang pernah kurasakan 

“Oohh     Don     Nik     mat,” suara Tante Sari tertahan merasakan nikmat ketika lidahku mencucuk-cucuk kelentitnya   Dan kusedot-sedot bibir vaginanya yang merah   “Ohh     Don     Luarr     Biasaa     Enakk     Sedott     terus,” pekiknya semakin keras 

Cairan kelamin mulai mengalir dari vagina Tante Sari   Hampir setiap jengkal vaginanya kujilati tanpa tersisa   Tante Sari menarik vaginanya dari bibirku, kemudian membalikkan tubuhnya sambil memintaku berdiri   Dia mendorong tubuhku ke dinding   Dengan cekatan ditariknya celanaku hingga terlepas, maka penisku yang sudah tegang, mengacung tegak dengan bebasnya 

“Ohh     Luar biaassaa     Don     Besar sekali,” serunya kagum   “Isepp     Tante, jangan dipandang aja,” pintaku 

Tante Sari mengabulkan permintaanku   Sambil melepaskan gaun tidurnya, dia lalu berjongkok dihadapanku   Wajahnya pas di depan selangkanganku   Tangan kirinya mulai mengusap-usap dan meremas-remas buah pelirku   Sedangkan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal penisku dengan irama pelan tapi pasti   Mulutnya didekatkan kepenisku dan dia mulai menjilati kepala penisku   Lidahnya berputar-putar dikepala penisku   Aku meringis merasakan geli yang membuat batang penisku semakin tegang 

“Ohh     Akhh     Tan     Te     Nikk     matt,” seruku tertahan, ketika Tante Sari mulai memasukkan penisku kemulutnya   Mulutnya penuh sesak oleh batang penisku yang besar dan panjang   penisku keluar masuk di mulutnya   Tante Sari sungguh lihai memainkan lidahnya   Aku dibuatnya seolah-olah terbang keawang-awang 

Tante Sari melepaskan penisku dari kulumannya setelah sekitar lima belas menit   Kemudian dia memintaku duduk dilantai   Dia lalu naik kepangkuanku dengan posisi berhadapan   Diraihnya batang penisku, dituntunnya ke lubang vaginanya   Perlahan-lahan dia mulai menurunkan pantatnya   Kurasakan kepala penisku mulai memasuki lubang yang sempit   Penisku serasa dijepit dan dipijit-pijit   Mungkin karena sudah sepuluh tahun tidak pernah terjamah laki-laki   Meski agak susah, akhirnya amblas juga seluruh batang penisku ke dalam lubang vaginanya 

Tante Sari mulai menaik-turunkan pantatnya, dengan irama pelan   Diiringi desahan-desahan lembut penuh birahi   Sesekali dia memutar-mutar pantatnya, penisku serasa diaduk-aduk dilubang vaginanya   Aku tak mau kalah, kuimbangi gerakkannya dengan menyodok-nyodokkan pantatku ke atas   Seirama gerakkan pantatnya 

Oh, senangnya melihat penisku sedang keluar masuk vaginanya   Bibirku menjilati buah dadanya secara bergantian, sedangkan tanganku mendekap erat pinggangnya   Semakin lama semakin cepat Tante Sari menaik turunkan pantatnya   Nafasnya tersengal-sengal   Dan kurasakan vaginanya berkedut-kedut semakin keras 

“Ohh     Don     Aku     Mau     Keluarr,” pekiknya   “Tahan     Tan     Te     Akuu     Belumm     Mauu,”sahutku   “Akuu     Tak     Tahann     Sayang,” teriaknya keras   Tangannya mencengkeram keras punggungku   “Akuu     Ke     Ke     Luarr     Sayangg,” jeritnya panjang 

Tante Sari tak dapat menahan orgasmenya, dari vaginanya mengalir cairan yang membasahi seluruh dinding vaginanya   Tante sari turun dari pangkuanku lalu merebahkan tubuhnya dipangkuan   Kepalanya berada pas diselangkanganku   Tangannya mengocok-ngocok pangkal penisku   Dan mulutnya mengulum kepala penisku dengan lahapnya 

Perlakuannya pada penisku membuat penisku berkedut-kedut   Seakan-akan ada yang mendesak dari dalam mau keluar   Dan kurasakan orgasmeku sudah dekat   Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya keselangkanganku   Hingga penisku semakin dalam masuk kemulutnya 

“Akhh     Tante     Akuu     Mau keluarr,” teriakku   “Keluarin     Dimulutku sayang,” sahutnya   Tante sari semakin cepat mengocok dan mengulum batang penisku   Diiringi jeritan panjang, spermaku muncrat ke dalam mulutnya   “Ohh     Kamu     Hebatt     Don, aku puas,” pujinya, tersenyum ke arahku   Tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati dan menelan sisa-sisa spermaku 

Suara ranjang berderit di dalam kamar, membuat kami bergegas memakai pakaian dan pergi ke kamar mandi membersihkan badan   Kemudian masuk ke kamar Masing-masing   Beberapa menit kemudian kudengar langkah kaki Mbak Irma ke kamar mandi   Dari balik jendela kamarku dapat kulihat Mbak Irma hanya mengenakan handuk yang yang dililitkan ditubuhnya   Memperlihatkan paha mulus dan tubuh sexynya   Membuatku mengkhayal, alangkah senangnya bisa bersetubuh dengan Mbak Irma 

Sekitar jam 02  00 dinihari, aku terbangun ketika kurasakan ada yang bergerak-gerak di selangkanganku   Rupanya Tante Sari sedang asyik mengelus-elus buah pelirku dan menjilati batang penisku 

“Akhh     terus     Tante     terus,” gumanku tanpa sadar, ketika dia mulai mengulum batang penisku   Dengan rakus dia melahap penisku   Sekitar sepuluh menit berlalu kutarik penisku dari mulutnya   Kusuruh dia menungging, dari belakang kujilati lubang vaginanya, bergantian dengan lubang anusnya   Setelah kurasa cukup, kuarahkan penisku ke lubang vaginanya yang basah dan memerah   Sedikit demi sedikit penisku memasuki lubang vaginanya   Semakin lama semakin dalam, hingga seluruh batang penisku amblas tertelan lubang vaginanya 

Aku mulai memaju mundurkan pantatku, hingga penisku keluar masuk lubang vaginanya   Sambil kuremas-remas pantatnya 

“Ooh     Don     Nikk     Matt     Bangett,” rintihnya 

Aku semakin bernafsu memaju mundurkan pantatku   Tante sari mengimbangi gerakkanku dengan memaju mundurkan juga pantatnya, seirama gerakkan pantatku   Membuat buah dadanya bergoyang-goyang   Semakin lama semakin cepat gerakkan pantatnya 

“Don     Donnii     Akuu     Tak     Tahann,” jeritnya   “Akuu     Mauu     Ke     Keluarr,” imbuhnya 

Kurasakan vaginanya berkedut-kedut dan menjepit penisku   Tangannya mencengkeram dengan keras diranjang 

“Ooh     Oo     Aku     Keluarr,” lolongnya panjang 

Dan kurasakan ada cairan yang merembes membasahi dinding-dinding vaginanya   Tante Sari terlalu cepat orgasme, sedangkan aku belum apa-apa   Aku tak mau rugi, aku harus puas, pikirku   Kucabut penisku dari lubang vaginanya dan kuarahkan ke lubang anusnya 

“Akhh     Donn     Jangann     Sakitt,” teriaknya, ketika kepala penisku mulai memasuki lubang anusnya   Aku tak memperdulikannya   Kudorong pantatku lebih keras hingga seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya   Dan kurasakan nikmatnya jepitan lubang anusnya yang sempit   Perlahan-lahan aku mulai menarik dan mendorong pantatku, sambil memasukkan jari-jariku ke lubang vaginanya   Tante sari menjerit-jerit merasakan nikmat dikedua lubang bawahnya 

“Enak khan Tante?” tanyaku   “Hemm     Enakk     Banget     Sayang,” sahutnya sedikit tersipu malu 

Semakin lama semakin cepat kusodok lubang anusnya   Sambil kutepuk-tepuk pantatnya   Kurasakan penisku berkedut-kedut ketika orgasmeku akan tiba dan crott! crott! crott! Kutumpahkan spermaku dilubang anusnya 

“Penismu yang pertama sayang, memasuki lubang anusku,” katanya sambil membalikkan tubuhnya dan tersenyum padaku   “Kamu luar biasa Don, belum pernah kurasakan nikmatnya bersetubuh seperti ini,” imbuhnya   “Tante mau khan, setiap malam kusetubuhi?” tanyaku   “Siapa yang menolak diajak enak,” sahutnya seenaknya 

Sejak saat itu, hampir setiap malam kusetubuhi Tante sari   Ibu tiri Mbak Irma yang haus sex, yang hampir sepuluh tahun tidak dinikmatinya, sejak kematian suaminya 

Tak terasa sudah lima hari aku berada di rumah Mas Iwan   Selama lima hari pula aku menikmati tubuh Tante Sari, mertuanya yang haus sex   Tante Sari yang sepuluh tahun menjanda, betul-betul puas dan ketagihan bersetubuh denganku   Meski telah berusia setengah baya, tapi nafsu birahinya masih meletup-letup, tak kalah dengan gadis remaja 

Sore itu, sehabis mandi dan berpakaian, Mas Iwan mengajakku jalan-jalan   Katanya mau ketemu seorang teman yang sudah lama dirindukannya   Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, sampailah kami di rumah teman Mas Iwan   Sebuah rumah yang berada dikawasan yang cukup elite   Kedatangan kami disambut dua orang wanita kakak beradik, Mbak Rina dan Mbak Vira   Keduanya sama-sama cantik dan sexy   Mas Iwan memperkenalkanku pada kedua teman wanitanya 

“Mas Iwan, aku kangen banget,” katanya sambil memeluk Mas Iwan   “Aku juga Rin,” sahut Mas Iwan 

Sambil meminum kopi susu yang disuguhkan Mbak Rina, kami bercakap-cakap   Mbak Rina duduk dipangkuan Mas Iwan   Dan Mas Iwan merangkulnya dengan mesra   Mbak Rina tanpa malu-malu menceritakan, kalau Mas Iwan adalah pacar pertamanya dan Mas Iwanlah yang membobol perawannya 

Mbak Vira hanya tersenyum mendengar cerita kakaknya yang blak-blakan   Makin lama kelakuan Mbak Rina makin mesra saja   Tanpa malu-malu, dia mengecup dan melumat bibir Mas Iwan dan Mas Iwan menyambutnya dengan sangat bernafsu   Aku jadi risih menyaksikan kelakuan mereka   Sekitar sepuluh menit mereka bercumbu di depan kami 

“Kita lanjutin di kamar aja say,” kata Mbak Rina pada Mas Iwan   Mas Iwan mengangguk tanda setuju, sambil membopong tubuh Mbak Rina ke dalam kamar   “Kalian jangan ngintip ya,” kata Mas Iwan pada kami sambil tersenyum 

Aku dan Mbak Vira hanya bengong melihat kemesraan mereka   Tanpa menghiraukan larangan Mas Iwan, Mbak Vira beranjak dari tempat duduknya sambil meraih tanganku menuju kamar Mbak Rina   Kami kemudian berdiri di depan pintu kamar Mbak Rina yang terbuka lebar   Dari situ aku dan Mbak Vira melihat Mas Iwan merebahkan tubuh Mbak Rina diatas ranjang dan mulai melepaskan gaun Mbak Rina   Aku terkesima melihat mulusnya dan sexynya tubuh Mbak Rina, ketika seluruh pakaiannya dibuka Mas Iwan 

Nafsu birahiku tak tertahankan lagi, penisku menegang dibalik celanaku   Tanpa sadar kupeluk tubuh Mbak Vira yang berdiri di depanku   Mbak Vira diam saja dan membiarkanku memeluknya   Malah tangan dibawa ke belakang dan disusupkan ke balik celanaku   Mendapat perlakuan seperti itu, nafsuku semakin memuncak dan penisku semakin menegang   Apalagi saat Mbak Vira menggerak-gerakkan tangannya mengocok-ngocok batang penisku 

Sementara di dalam kamar, Mas Iwan menarik tubuh Mbak Rina ketepi Ranjang   Kedua paha Mbak Rina dibukanya lebar-lebar   Maka terpampanglah vagina Mbak Rina yang indah, dihiasi bulu-bulu yang dicukur rapi   Mas Iwan kemudian berjongkok dan mendekatkan mulutnya kebibir vagina Mbak Rina 

“Ohh     Say     Yang     Nikk     Mat,” desah Mbak Rina tertahan, ketika Mas Iwan mulai menjilati vaginanya   Lidah Mas Iwan menari-nari dan mencucuk-cucuk vagina Mbak Rina   Pantat Mbak Rina terangkat-angkat menyambut jilatan Mas Iwan   Kedua pahanya terangkat dan menjepit kepala Mas Iwan 

“Sudah     Say     Aku     nggak tahan     Masukin punyamu say,” pinta Mbak Rina penuh nafsu   Mas Iwan kemudian berdiri dan melepaskan semua pakaiannya 

Dengan sedikit membungkukkan badannya, Mas Iwan memegang penisnya dan mengarahkannya ke lubang vagina Mbak Rina yang telah basah dan merah merekah   Slepp! Kepala penis Mas Iwan mulai memasuki vagina Mbak Rina 

“Aow     terus     Say     terus     Genjot,” seru Mbak Rina, ketika Mas Iwan mulai mendorong pantatnya naik turun   Penisnya keluar masuk dari vagina Mbak Rina 

Melihat Mas Iwan dan Mbak Vira sedang bersetubuh di depanku, membuat nafsu birahiku semakin tinggi   Kususupkan tanganku ke balik celana dalamnya   Dapat kurasakan vaginanya yang telah basah, pertanda Mbak Vira juga bangkit nafsu birahinya   Kucucuk-cucuk vaginanya dengan jari-jariku   Dia mendesah penuh nafsu   Mbak Vira mengimbangi dengan semakin cepat mengocok-ngocok penisku   Sekitar sepuluh menit Mbak Vira mengocok penisku   Mbak Vira kemudian menyudahi kocokkannya dan membalikkan badannya, menghadap ke arahku   Ditariknya celanaku hingga terlepas 

Setelah celanaku terlepas, keluarlah penisku yang tegang penuh dan mengacung-acung dengan bebasnya   Mbak Vira terpukau melihat penisku yang besar dan panjang   Mbak Vira kemudian berjongkok dikakiku, wajahnya berada pas di depan selangkanganku   Mbak Vira mendekatkan mulutnya kebatang penisku   Mula-mula dia menjilati penisku dari kepala hingga pangkalnya   Terus dia mulai mengulum dan menghisap kepala penisku 

Kemudian sedikit demi sedikit batang penisku dimasukkannya ke dalam mulutnya sampai kepala penisku menyodok ujung mulutnya   Dan mulutnya penuh sesak oleh batang penisku   Dengan lihainya, Mbak vira mulai memaju-mundurkan mulutnya, membuat penisku keluar-masuk dari dalam mulutnya   Mataku merem-melek merasakan nikmat dan badanku serasa panas dingin merasakan kulumannya 

Mbak Vira sangat lihai mengulum penisku   Kudorong maju pantatku dan kujambak rambutnya, membenamkan kepalanya ke selangkanganku   Sekitar lima belas menit berlalu Mbak Vira menyudahi kulumannya, dan melepaskan seluruh pakaiannya   Kemudian dia berdiri menghadap ke dinding 

“Oohh     Akhh     Akuu     nggak tahann     Don,” serunya tertahan   “Entot aku     Entott     Don,” imbuhnya 

Kutarik sedikit tubuhnya dari belakang, hingga dia menungging   Kuraih batang penisku dan kuarahkan pas ke lubang vaginanya   Dan aku mulai mendorong maju pantatku, hingga kepala penisku masuk ke lubang vaginanya 

“Aow     Pelan-pelan Don,” pekiknya, ketika seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya yang masih sempit   Pekikkan yang keluar dari mulutnya membuatku semakin bernafsu dan pelan-pelan kumaju-mundurkan pantatku 

“Akhh     Enakk     Don     Enakk     Banget,” desahnya sambil menoleh ke belakang sambil tersenyum padaku   “Akhh     Akuu     Ke     luarr, Rin,” teriakkan Mas Iwan dari dalam kamar mengejutkanku, namun tak menghentikan sodokkanku pada Mbak Vira   “Aku     jugaa     Sayang,” sahut Mbak Rina pada Mas Iwan 

Sedetik kemudian Mas Iwan dan Mbak Rina mencapai orgasme bersamaan   Mas Iwan menumpahkan spermanya di dalam vagina Mbak Rina   Kemudian Mas Iwan merebahkan tubuhnya disamping tubuh Mbak Rina, dan tertidur pulas 

Sementara itu, aku semakin cepat memaju-mundurkan pantatku, membuat Mbak Vira berteriak-teriak saking nikmatnya   Kurasakan vaginanya berkedut-kedut semakin lama semakin cepat dan menjepit penisku 

“Donn     Donii     Akuu     Mauu     Keluarr,” teriaknya panjang   “Tahann     Mbak     Aku     Belum     Apa-apa,” sahutku   “Akhh     Akuu     Tak     Tahan     Don     Akuu,” jawabnya terputus dan vaginanya semakin keras menjepit penisku 

Tak lama kemudian Mbak Vira mencapai orgasme   Kurasakan ada cairan-cairan yang merembes didinding vaginanya   Kucabut penisku dari lubang vaginanya dan kusuruh dia berjongkok dihadapanku   Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya keselangkangku   Mbak Vira mengerti maksudku   Dia mulai menjilati dan menghisap-isap penisku lalu mengulumnya   Sambil tangan kirinya mengusap-usap buah pelirku 

Sedetik kemudian Mbak Rina datang membantu, dan langsung berjongkok dihadapanku   Lidahnya dijulurkan untuk menjilati buah pelirku   Tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal penisku   Secara bergantian, kakak beradik, Mbak Rina dan Mbak Vira, mengocok-ngocok, menjilati dan mengulum penisku   Penisku keluar dari mulut Mbak Vira kemudiam masuk ke mulut Mbak Rina, kemudian keluar dari mulut Mbak Rina lalu masuk kemulut Mbak Vira, begitulah seterusnya   Hingga kurasakan penisku berkedut-kedut 

“Mbakk     Akuu     Mauu     Ke     Keluarr,” jeritku   “Keluarin di mulutku Don,” sahut mereka hampir bersamaan 

Dan crott! crott! crott! Spermaku muntah dimulut Mbak Vira yang sedang kebagian mengulum   Mbak Vira menelan spermaku tanpa rasa jijik sedikitpun   Kemudian Mbak Rina merebut penisku dari Mbak Vira dan memasukkan ke mulutnya   Dan tak mau kalah dengan adiknya, sisa-sisa spermaku dihisap dan dijilatinya sampai bersih 

“Kamu puas Don,” kata Mbak Vira   “Puas sekali Mbak, Mbak berdua luar biasa,” sahutku   “Kamu mau yang lebih seru nggak,”kata Mbak Rina   “Mau, mau Mbak,”sahutku 

Mereka kemudian mengajakku ke kamarnya, dimana Mas Iwan sedang tertidur pulas sehabis bersetubuh dengan Mbak Rina   Mbak Rina menyuruhku tidur terlentang diranjang   Mbak Rina kemudian menarik kakiku, hingga pantatku berada ditepi ranjang dan kakiku menjuntai kelantai   Lalu Mbak Rina berjongkok dilantai dengan wajah berada pas di depan selangkanganku   Mbak Rina mulai mengusap-usap dan mengocok-ngocok batang penisku yang masih layu, sehabis orgasme   Kurasakan sedikit ngilu tetapi kutahan 

Mbak Rina menyudahi usapan dan kocokannya   Dan mulai menjilati dan menghisap-isap penisku dimulai dari kepala hingga pangkal penisku dijilatinya   Lidahnya berputar-putar dan menari-nari diatas batang penisku   Puas menjilati penisku, Mbak Rina kemudian memasukkan penisku ke mulutnya   Hampir seluruh batang penisku masuk kemulutnya   Dan kurasakan sedikit demi sedikit penisku mulai menegang didalam mulutnya, hingga mulutnya penuh sesak oleh batang penisku yang sudah tegang penuh   Mbak Rina sangat pintar membangkitkan birahiku   Mulutnya maju mundur mengulum penisku   Pipinya sampai kempot, saking semangatnya mengulum penisku 

Melihat kakaknya yang sedang menjilati dan mengulum batang penisku, Mbak Vira nafsunya bangkit lagi   Dia meraba-raba dan memasukkan jari-jari tangan kirinya ke dalam vaginanya sendiri, sedangkan tangan kanannya meremas-remas buah dadanya hingga mengeras dan padat   Diiringi desahan-desahan penuh birahi 

Puas bermain-main dengan vagina dan buah dadanya sendiri, Mbak Vira kemudian naik ke atas tubuhku   Dan mengangkangi wajahku   Lubang vaginanya berada pas diatas wajahku   Dia menurunkan pantatnya, hingga bibir vaginanya menyentuh mulutku   Kujulurkan lidahku untuk menjilati vaginanya yang telah basah   Kucucuk-cucuk dan kusedot-sedot klitorisnya, dia mengerang-erang merasakan nikmat   Mbak Vira menarik rambutku, membenamkan wajahku diselangkangannya   Kepalaku dijepit dengan kedua paha mulusnya 

Kini kami bertiga, aku dan kakak beradik sedang berlomba mencari kepuasan   Mbak Vira sedang kujilati vaginanya, sedangkan pada bagian bawah tubuhku Mbak Rina dengan asiknya mengulum batang penisku   Beberapa waktu berlalu Mbak Rina melepaskan kulumannya, dan berjongkok diatas selangkanganku   Dengan tangannya, diraihnya batang penisku dan diarahkannya ke lubang vaginanya   Bless! Dengan sekali dorongan pantatnya, masuklah seluruh batang penisku ke dalam vaginanya yang basah tapi hangat 

Lalu Mbak Rina menaik turunkan pantatnya, sambil mengeluarkan desahan-desahan nikmat dari mulutnya   Sesekali pantatnya diputar-putar hingga penisku serasa dipelintir   Saat menikmati goyangan Mbak Rina, aku terus menjilati vagina Mbak vira sambil memasukkan jari-jariku ke lubang anusnya   Sedang asiknya aku menjilati vagina Mbak Vira, kurasakan vaginanya berkedut-kedut 

Beberapa detik kemudian ada cairan yang keluar dari dalam vaginanya   Mbak Vira mencapai orgasme   Pahanya makin keras menjepit kepalaku   Tanpa rasa jijik kusedot dan kutelan cairan vaginanya   Dan dalam waktu yang hampir bersamaan, Vagina Mbak Rina juga berkedut-kedut, otot-otot vaginanya menegang 

“Ohh     Don     Aku     Keluar,” teriak Mbak Rina 

Air maninya mengaliri deras dan membasahi batang penisku   Kemudian dia terkulai lemas sampingku   Membuat penisku yang masih tegang terlepas dan mengacung-acung   Mbak vira yang kondisi sudah pulih sehabis orgasme, kemudian berjongkok diatas selangkanganku, menggantikan kakaknya   diraihnya penisku dan diarahkannya ke lubang anusnya   Mbak Vira menurunkan pantatnya sedikit demi sedikit hingga seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya   Kurasakan penisku seperti dijepit dan dipijit-pijit oleh sempitnya lubang snusnya 

“Oohh     Mbak     Nikk     Matt     Enakk,”teriakku, ketika Mbak Vira mulai menaik turunkan pantatnya, membuat penisku keluar masuk dari lubang anusnya   Sesekali dia menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan, membuatku merasakan nikmat yang luar biasa   Sekitar tiga puluh menit Mbak Vira menggenjot tubuhku 

“Mbakk     Akuu     Ke     Keluarr,” jeritku 

Kurasakan penisku berkedut-kedut dan crott! crott! crott! kutumpahkan seluruh spermaku di dalam lubang anusnya   Mbak Vira kemudian merebahkan tubuhnya diatas tubuhku   Sambil menindihku dia tersenyum puas   Malam itu, aku dan Mas Iwan menginap disana   Dan berpesta sampai pagi, sampai kami sama-sama puas dan kelelahan 

Panasnya sinar matahari yang menerobos jendela kamarku, membangunkanku dari tidurku yang lelap   Setelah hampir semalam penuh aku merasakan nikmatnya bersetubuh dengan Mbak Rina dan Mbak Vera   Dan aku baru pulang dari rumahnya kerumah Mas iwan jam 05  00 dinihari 

Dengan sedikit bermalas-malasan, aku pergi ke kamar mandi membersihkan badan   Selesai mandi badan rasanya segar sekali   Siang itu kurasakan lain dari biasanya, rumah Mas Iwan tampak sepi sekali   Oh ya, aku baru ingat kalau hari ini, Mas Iwan mengantar Tante Sari kondangan ke kampung sebelah   Jadi yang ada di rumah hanya Mbak Erna dan Aku 

Dengan hanya mengenakan handuk yang kulilitkan dipinggangku, aku pergi ke dapur   Membuat secangkir kopi   Sampai didapur kudapati Mbak Erna sedang mencuci piring 

“Pagi Mbak,” sapaku 

Mbak Erna tak menjawab sapaanku   Mukanya cemberut   Aku heran, tumben Mbak Erna begitu, biasanya dia sangat ramah padaku 

“Ada apa sih Mbak, kok cemberut begitu,” tanyaku lagi   “Mbak marah sama aku? atau Mbak nggak senang ya, aku disini,” imbuhku 

Mbak erna masih diam saja, membuatku tak enak hati dan bertanya-tanya dalam hati 

“Ok, Mbak   Kalau Mbak nggak senang, aku pulang aja deh,” “Jangan-jangan pulang Don, aku nggak marah sama kamu,” sahutnya sambil menarik tanganku   “Habis Mbak marah sama siapa? Boleh tahu kan Mbak?” tanyaku lagi   “Ok, Mbak akan kasih tahu, tapi jangan bilang sama siapa-siapa ya!,” jawabnya   “Aku janji Mbak,” kataku meyakinkannya   “Don, aku lagi kesal sama Mas Iwan,” kata Mbak sari   “Kesal kenapa Mbak,” selaku   “Belakangan ini, Mas Iwan dingin sekali padaku Don,” katanya sambil merebahkan kepalanya didadaku   “Setiap aku pingin begituan, dia selalu menolak,” imbuhnya sambil tersipu malu   “Mungkin Mas Iwan lagi lelah Mbak,” hiburku sambil kuusap-usap rambutnya   “Ah, masak setiap malam lelah,” sahutnya   “Mungkin ada yang bisa aku bantu, untuk menghilangkan kekesalan Mbak,” pancingku 

Mbak Erna tak menjawab pertanyaanku   Sebagai orang yang cukup berpengalaman soal sex, aku tahu Mbak Erna sangat kesepian dan menginginkan hubungan sexsual   Maka dengan memberanikan diri, kukecup lembut keningnya   Dan kurasakan remasan halus tangannya yang masih memegang tanganku   Merasa mendapat respon positif, kugerakkan bibirku menciumi kedua pipinya dan berhenti dibelahan bibir mungilnya 

Mbak Ernapun membalas kecupanku pada bibirnya dengan kuluman yang hangat, penuh gairah   kukeluarkan lidahku, mencari lidahnya   Kuhisap-hisap dan kusedot-sedot   Kulepaskan tanganku dari genggamannya dan kugerakkan menggerayangi tubuh Mbak Erna   Dan perlahan-lahan kususupkan tangan kananku kebalik gaun tidurnya   Dan kurasakan halusnya punggung Mbak Erna   Sementara tangan kiriku meremas-remas pantatnya yang padat   Mbak Erna melepaskan seluruh pakaiannya   Agar aku lebih leluasa menggerayangi tubuhnya 

Setelah semua terlepas maka terpampanglah pemandangan yang luar biasa   Dengan jelas aku bisa melihat buah dadanya yang montok, perutnya yang ramping dan vaginanya yang dicukur bersih   Membuat nafsu birahiku semakin menjadi-jadi dan kurasakan penisku menegang   Akupun melepaskan kulumanku pada bibirnya dan dengan sedikit membungkukkan badanku   Aku mulai menjilati buah dadanya yang mulai mengeras, secara bergantian 

Puas menjilati buah dadanya, jilatanku kupindahkan ke perutnya   Dan kurasakan halusnya kulit perut Mbak Erna   Mbak Erna tak mau ketinggalan, ditariknya handuk yang melilit dipinggangku   Dengan sekali sentakan saja, handukku terlepas 

“Aow, besar sekali don penismu,” decaknya kagum, sambil memandangi penisku yang telah menegang dan mengacung-ngacung setelah handukku terlepas   Mbak Erna menggerakkan tangannya, meraih batang penisku   Diusap-usapnya dengan lembut kemudian dikocok-kocoknya, membuat batang penisku semakin mengeras 

Tak terasa sudah dua puluh menit berlalu, Kusudahi jilatanku pada perutnya   Kuangkat tubuhnya dan kududukkan diatas meja dapur   Kedua pahanya kubuka lebar-lebar   Dan terpampanglah di depanku bukit kecil yang dicukur bersih   Bibir vagina yang memerah dengan sebuah daging kecil yang tersembul diatasnya   Kubungkukkan tubuhku dan kudekatkan wajahku ke selangkangannya   Dan aku mulai menjilati pahanya yang putih mulus, dihiasi bulu-bulu halus   Sambil tanganku meraba-raba vaginanya 

Beberapa menit berlalu, kupindahkan jilatanku dari pahanya ke vaginanya   Mula-mula kujilati bibir vaginanya, terus kebagian dalam vaginanya   Lidahku menari-nari didalam lubang vaginanya yang basah 

“Ohh     terus     Don     terus     Nik     Matt,” serunya tertahan   Membuatku semakin bersemangat menjilati lubang vaginanya   Kusedot-sedot klitorisnya   Pantat Mbak Erna terangkat-angkat menerima jilatanku   Ditariknya kepalaku, dibenamkannya pada selangkangannya 

“Ohh     Don     Aku     Tak     Tahan     Masukin Don     Masukin penismu,” pintanya menghiba 

Kuturuti kemauannya   Aku kemudian berdiri   Kuangkat kedua kakinya tinggi-tinggi, hingga ujung jari kakinya berada diatas bahuku   Kudekatkan penisku keselangkangannya   Mbak Erna meraih penisku dan menuntunnya ke lubang vaginanya   Kudorong maju pantatku hingga kepala penisku masuk ke lubang vaginanya 

Aku diam sejenak mengatur posisi supaya lebih nyaman, lalu kudorong pantatku lebih keras, membuat seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya   Kurasakan penisku dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang sempit   Vaginanya penuh sesak karena besarnya batang penisku 

“Aow     Pelan-pelan     Don     penismu gede sekali,” pekiknya, ketika aku mulai memaju mundurkan pantatku, membuat penisku keluar masuk dari lubang vaginanya 

Tak terasa sudah tiga puluh menit aku memaju mundurkan pantatku   Dan kurasakan vagina Mbak Erna berkedut-kedut   Dan otot-otot vaginanya menegang 

“Ohh     Don     Aku     Keluarr     Sayang,” teriaknya lantang   Sedetik kemudian kurasakan cairan hangat keluar dari vaginanya   Dan Mbak Erna mencapai orgasmenya   Mbak Erna tahu kalau aku belum mencapai puncak kenikmatan   Dia turun dari atas meja dapur   Kemudian berjongkok dihadapanku   Diraihnya penisku dan dikocok-kocok dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya meremas-remas buah pelirku 

“Akhh     Mbak     Enak     Nikk     Mat     terus,” seruku, ketika Mbak Erna mulai menjilati batang penisku   Dari kepala hingga pangkal penisku dijilatinya   Mataku merem melek merasakan nikmatnya jilatan Mbak Erna   Aku semakin merasa nikmat ketika Mbak Erna memasukkan penisku ke mulutnya yang mungil   Dan mulai mengulum batang penisku   Mbak Erna memaju mundurkan mulutnya, membuat penisku keluar masuk dari mulutnya   Sementara tangannya mengocok-ngocok pangkal penisku 

“Oohh     Mbak     Akuu     Tak     Tahan,” teriakku 

Dan kurasakan penisku berkedut-kedut semakin lama semakin cepat   Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya diselangkanganku 

“Mbak     Akuu     Ke     Luarr,” teriakku lagi lebih keras   Mbak Erna semakin cepat memaju mundurkan mulutnya   Dan crott! crott! crott! penisku memuntahkan sperma yang sangat banyak di mulutnya   Mbak Ernapun menelannya tanpa ragu-ragu   Dan tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati sisa-sisa spermaku sampai bersih 

“Terimakasih Don, kamu telah memberiku kepuasan,” pujinya sambil tersenyum   “Sama-sama Mbak, aku juga sangat puas,” sahutku   “Mbak masih mau lagi kan,” tanyaku   “Mau dong, tapi kita mandi dulu yuk,” ajaknya 

Kemudian kami meraih pakaian masing-masing untuk selanjutnya bersama-sama pergi ke kamar mandi membersihkan badan   Sehabis mandi, masih sama-sama telanjang, kubopong tubuhnya menuju taman disamping rumah   Aku ingin melaksanakan impianku selama ini, yaitu bersetubuh ditempat terbuka 

“Don     Jangan disini sayang, nanti dilihat orang,” protesnya   “Kan nggak ada siapa-siapa di rumah Mbak,” sahutku 

Mbak Ernapun tidak protes lagi, mendengar jawabanku   Sambil berdiri kupeluk erat tubuhnya   Kulumat bibirnya   Mbak Erna membalas lumatan bibirku dengan pagutan-pagutan hangat   Cukup lama kami bercumbu, kemudian aku duduk dikursi taman   Dan kusuruh Mbak Erna berjongkok dihadapanku   Mbak Erna tahu maksudku   Diraihnya batang penisku yang masih layu   Dielus-elusnya lembut kemudian dikocok-kocok dengan tangannya 

Setelah penisku mengeras Mbak Erna menyudahi kocokkannya, dia mendekatkan wajahnya ke selangkanganku   Lidahnya dijulurkan dan mulai menjilati kepala penisku   Lidahnya berputar-putar dikepala penisku, kemudian turun kepangkalnya 

“Oohh     terus     Mbak     Nikmat banget,” desahku   “Isepp     Mbak     Isep,” pintaku   Mbak Erna menuruti kemauanku 

Dimasukkannya penisku kemulutnya   Hampir sepertiga batang penisku masuk ke mulutnya   Sambil tersenyum padaku, dia mulai memaju mundurkan mulutnya, membuat penisku maju keluar masuk dimulutnya 

“Mbak     Aku     Tak     Tahan,” seruku   Mbak Erna kemudian naik ke pangkuanku   Vaginanya pas berada diatas selangkanganku   Diraihnya penisku dan dibimbingnya ke lubang vaginanya   Mbak Erna mulai menurunkan pantatnya, sedikit demi sedikit batang penisku masuk ke lubang vaginanya semakin lama semakin dalam   Hingga seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya   Sesaat kemudian Mbak Erna mulai menaik turunkan pantatnya   Sesekali digoyang-goyangkan pantatnya kekiri-kekanan   Aku tak mau kalah, kusodok-sodokkan pantatku ke atas seirama dengan goyangan pantatnya 

“Ohh     Don     Aku     Mauu     Ke     luarr,” teriaknya setelah hampir tiga puluh menit menggoyang tubuhku   Dan kurasakan otot-otot vaginanya menegang   Tangannya mencengkeram dadaku dengan keras   Sesaat kemudian kurasakan cairan hangat merembes dilubang vaginanya 

“Aku tak ingin mengecewakanmu Don,” katanya sambil tersenyum   Dia menarik penisku keluar dari lubang vaginanya, kemudian memasukkannya ke lubang anusnya   Mbak Erna rupanya tahu kesenanganku   Meski agak susah, akhirnya bisa juga seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya   Perlahan tapi pasti Mbak Erna mulai menaik turunkan pantatnya   Membuatku merasakan nikmat yang tiada taranya 

Cukup lama Mbak Erna menggoyang-goyangkan pantatnya, kemudian kami berganti posisi   Kusuruh dia menungging, membelakangiku dengan tangan bertumpu pada kursi taman   Kugenggam penisku dan kuarahkan tepat ke lubang anusnya   Kudorong sedikit demi sedikit, sampai seluruhnya amblas tertelan lubang anusnya   Lalu kudorong pantatku maju mundur   Kurasakan nikmatnya lubang anus Mbak Erna   Sambil kucucuk-cucuk lubang vaginanya dengan jari-jariku   Membuat nafsu birahi Mbak Erna bangkit lagi   Mbak Erna mengimbangi gerakkanku dengan mendorong-dorong pantatnya seirama gerakkan pantatku 

Aku semakin mempercepat gerakkan pantatku, ketika kurasakan akan mencapai orgasme   Demikian juga jari-jariku semakin cepat mencucuk vaginanya 

“Mbak     Mbak     Akuu     Mau     Keluar,” seruku   “Akuu     Juga     Don,” sahutnya 

Dan dalam waktu yang hampir bersamaan, kami mencapai orgasme   Kutarik penisku dari lubang anusnya, dan kutumpahkan spermaku dipunggungnya   Mbak Erna kemudian membalikkan badannya dan berdiri, sambil memintaku duduk kursi taman   Didekatkannya selangkangannya kewajahku   Ditariknya rambutku dan dibenamkannya kepalaku keselangkangannya   Dan akupun mulai menjilati vaginanya sambil duduk   Kuhisap dan kusedot-sedot cairan hangat yang keluar dari lubang vaginanya   Mbak Erna sangat puas dengan perlakuanku 

Hari itu kami melakukan persetubuhan sampai puas, dengan berbagai macam gaya   Sungguh luar biasa Mbak Erna, meskipun tinggal dikampung   Tapi dalam soal bersetubuh dia tak kalah dengan orang kota   Memang sungguh nikmat istri Mas Iwan   Vagina dan lubang anusnya sama nikmatnya   Membuatku ketagihan menyetubuhinya 

Tak terasa sudah satu bulan aku berlibur dikampung Mas Iwan   Malam-malam yang kulewati bersama Mbak Erna dan Tante Sari membuat waktu satu bulan terasa cepat sekali   Sudah saatnya aku kembali kekotaku, karena tiga hari lagi aku harus ke sekolah 

Saat berangkat dari kampung Mas Iwan, aku tidak sendirian   Ada Vivi, anak kandung Tante Sari menemaniku   Gadis cantik berkulit putih dan bertubuh langsing ini, baru tamat SMP dan akan melanjutkan SMU di kota   Tante sari meminta tolong padaku agar mengantarkan Vivi, mencari rumah kost di dekat sekolah 

Dengan menempuh dua jam perjalanan, sampailah kami di kota   Dan setelah berpuar-putar cukup lama, akhirnya kudapatkan rumah kost untuk Vivi   Pemilik rumah adalah seorang janda cantik berusia sekitar 32 tahun, namanya Yeni   Setelah memberikan kunci kamar pada Vivi, Tante Yeni meninggalkan kami berdua 

Sehabis membantu Vivi mengangkat barang-barangnya ke dalam kamar, aku merasa haus   Kusuruh Vivi ke warung untuk membeli minuman   Sambil duduk menunggu kedatangan Vivi, iseng-iseng kunyalakan VCD   Ngawur aja kusetel salah satu film   Aku terkejut, ternyata isinya film porno 

Adegan-adegan difilm itu, membangkitkan nafsu birahiku   Kurasakan batang penisku mengeras dan berdiri tegak di balik celanaku   Kuturunkan celanaku, dan kukeluarkan batang penisku   Kuelus-elus dan kukocok-kocok batang penisku   Saking asiknya aku mengocok-ngocok batang penisku, sampai kedatangan Vivi tak kurasakan 

“Mas, Doni lagi ngapain,” suara Vivi mengejutkanku   “Akh, nggak ngapa-ngapain,” sahutku   “Itu apa?” tanyanya lagi sambil memandangi celanaku 

Astaga! Aku lupa menaikkan celanaku   Sehingga Vivi dengan jelas melihat penisku yang sedang berdiri tegak   Merasa sudah kepalang basah, kulanjutkan saja mengocok penisku 

“Kamu bisa membantuku Vi?,” tanyaku   “Bantu apa Mas?,” katanya balik bertanya   “Kocokkin penisku Vi,” pintaku 

Vivi menganggukkan kepalanya tanda setuju   Kutarik tangannya dan kuletakkan diatas penisku   Vivi yang juga sudah terangsang akibat ikut nonton film porno, menggenggam batang penisku   Dengan lembut dia mengelus-elus dari kepala sampai kepangkal penisku   Aku merasa seperti melayang 

Aku melepaskan seluruh pakaianku sambil memeluk tubuh Vivi yang sedang mengocok penisku   Kutarik kaosnya dan kususupkan tanganku kebalik BHnya   Kuraba-raba buah dadanya   Perlahan-lahan buah dadanya mengeras   Cukup lama aku meraba-raba buah dadanya, kemudian kutarik Bhnya hingga terlepas   Setelah terlepas, terlihatlah buah dadanya yang padat dan mengeras   Aku melanjutkan lagi meremas-remas buah dadanya   Vivi mendesah-desah merasakan nikmat, tangannya semakin cepat mengocok penisku 

Sekitar lima belas menit berlalu kami berganti posisi   Sambil menarik rok mininya, kodorong tubuhnya hingga terlentang diranjang   Hanya celana dalamnya saja yang melekat menutupi selangkangannya   Kutindih tubuhnya dari atas lalu kukecup bibirnya, kujulurkan lidahku mengisi rongga mulutnya yang terbuka   Vivi menyambutnya dengan hisapan yang tak kalah hebatnya 

Setelah cukup lama berpagutan, kuputar tubuhku   Membentuk posisi 69   Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan selangkangannya berada dibawah wajahku   Kujulurkan lidahku menjilati bagian bawah perutnya, sambil tanganku melepas celana dalam Vivi   Vivi mengangkat pantatnya memudahkan aku melepaskan celana dalamnya dan meleparkannya ke lantai kamar   Lidahku bergerak turun menyapu bibir vaginanya yang ditumbuhi bulu-bulu tipis 

“Ohh     Mas don     Enakk,” desahnya ketika aku mulai menjilati vaginanya yang basah, membuatku semakin bersemangat menjilati vaginanya   Kucucuk-cucuk dan kusedot-sedot klitorisnya yang sebesar biji kacang 

Saat aku menjilati lubang vaginanya, Vivi juga sedang asyik menjilati penisku   Sambil tangan kirinya mengocok-ngocok pangkal penisku sedangkan tangan kanannya mengelus-elus buah pelirku dengan lembut   Sesaat kemudian Vivi memasukkan penisku ke mulutnya   Hampir seluruh batang penisku masuk ke mulutnya   Kudorong pantatku ke atas dan ke bawah, sehingga penisku keluar masuk dimulutnya 

Tak terasa sudah dua puluh menit berlalu   Aku bangkit dan berdiri dilantai kamar   Kutarik tubuhnya, hingga pantatnya berada ditepi ranjang   Kedua pahanya kubuka lebar-lebar   Kuarahkan penisku tepat ke lubang vaginanya 

“Ja     Jangan     Mas, aku masih perawan,” katanya 

Aku tak memperdulikan kata-katanya   Kudorong maju pantatku hingga kepala penisku menyeruak masuk   Vivi berteriak lebih keras ketika aku mendorong lebih keras dan penisku menembus selaput daranya   Akupun lebih bersemangat mendorong pantatku dan amblaslah seluruh batang penisku ke lubang vaginanya yang sangat sempit   Penisku serasa dijepit sempitnya lubang vaginanya   Beberapa detik kubiarkan penisku di dalam vaginanya 

Kupandangi wajahnya yang meringis menahan sakit   Dengan perlahan-lahan kuangkat pantatku lalu kuturunkan lagi   Membuat penisku keluar masuk dilubang vaginanya   Aku merasakan nikmat yang luar biasa   Beginikah rasanya menyetubuhi seorang perawan 

“Ohh     Mas     Enakk,” desahnya yang mulai merasakan

Nikmatnya disetubuhi   Pantatnya digerakkan naik turun seirama gerakkan pantatku   Rasa sakitnya telah hilang berganti dengan rasa nikmat   Sekitar tiga puluh menit berlalu, kurasakan vaginanya berkedut-kedut dan otot-otot vaginanya menegang   Tangannya mencengkeram seprei dengan keras 

“Ohh     Mas     Akuu     Mauu,” desahnya terputus   “Mau keluar sayang,” sahutku   Vivi mengangguk sambil tersenyum   “Aku juga Vi,” imbuhku   Semakin cepat kudorong-dorong pantatku   “A     Akuu     Ke     Luarr,” teriaknya lantang 

Kurasakan cairan hangat merembes didinding vaginanya   Sedetik kemudian kurasakan penisku berkedut-kedut   Dan Crott! crott! crott! Kutumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang vaginanya   Dan tubuhku ambruk menindih tubuhnya 

“Kamu menyesal Vi,” tanyaku sambil tersenyum puas, karena baru kali ini aku menyetuBHi seorang perawan   “Nggak Mas, semua sudah terjadi,” sahutnya   “Kamu mau lagi khan,” godaku   Vivi tersenyum padaku, senyum penuh arti 

Kira-kira satu jam kami tertidur   Akupun terbangun dan bergegas ke kamar mandi membersihkan badan   Mengingat kejadian tadi, bersetubuh dengan Vivi, membuat nafsu birahiku bangkit lagi   penisku yang tadi telah layu, kini tegang dan mengeras   Setelah mengelap tubuhku dengan handuk akupun bergegas ke kamar, dimana Vivi sedang tertidur pulas   Dan ia terbangun ketika aku lagi asyik menjilati lubang vaginanya 

“Oh     Mas     Apa yang kamu lakukan,” tanyanya   “Aku pingin setubuhi kamu lagi sayang,” sahutku sambil tersenyum 

Vivi membuka kedua pahanya lebar-lebar, sehingga aku lebih leluasa menjilati vaginanya   Beberapa menit berlalu kusuruh dia menungging   Aku mengambil posisi dibelakangnya   Dari belakang, aku menjilati lubang anusnya, sambil tanganku mencucuk-cucuk lubang vaginanya 

Setelah kurasa cukup, kuarahkan penisku ke lubang vaginanya   Dan aku mulai mendorong maju pantatku   Sedikit demi sedikit penisku masuk ke lubang vaginanya   Semakin lama semakin dalam penisku memasukinya, sampai seluruhnya amblas, tertelan lubang vaginanya   Akupun mendorong pantatku maju mundur, membuat penisku keluar masuk dari lubang vaginanya 

“Ohh     Nikk     Matt     Mas     Enakk,” jeritnya tertahan   Sekitar tiga puluh menit berlalu, kutarik penisku dari lubang vaginanya hingga terlepas   Kemudian kugenggam penisku dan kuarahkan ke lubang anusnya 

“Jangan, Mass sakitt, ja     “jeritnya sambil meringis   Belum habis dia bicara, kudorong pantatku dengan keras   Dan Bless! Seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya   Kukocok lubang anusnya dengan irama pelan semakin lama semakin cepat, sambil tanganku mencucuk-cucuk lubang vaginanya   Dan Vivipun merasakan sensasi yang luar biasa dikedua lubangnya   Jeritan-jeritannya berganti dengan desahan-desahan nikmat penuh nafsu 

Aku semakin bersemangat mendorong-dorong pantatku, ketika kurasakan akan mencapai orgasme   Sepuluh menit kemudian penisku menyemburkan sperma didalam anusnya   Dan tak lama berselang Vivi menyusul, tubuhnya mengejang hebat   Kemudian Vivi terkulai lemas dan tertidur 

Aku kemudian berdiri dan mengenakan celanaku   Saat aku akan mengambil handuk ke dalam almari, tanpa sengaja aku menoleh keluar jendela   Samar-samar aku melihat sesosok bayangan wanita yang sedang berdiri dibalik jendela kamar   Rupanya orang itu sedang mengitip aku dan Vivi yang sedang bersetubuh dari balik korden yang lupa aku tutup 

Saat aku keluar mencarinya, wanita itu bergegas pergi   Aku membuntuti wanita itu   Melihat potongan tubuhnya dari belakang aku yakin kalau wanita itu adalah Tante Yeni, ibu kostnya Vivi   Dan aku keyakinanku semakin kuat, saat wanita itu masuk kekamar tidur Tante Yeni dan langsung menutup pintu   Aku berjalan mendekat dan berdiri di depan pintu kamarnya 

Aku mengintip dari lubang kunci   Dan memang benar, wanita yang tadi mengintipku adalah Tante Yeni   Sampai didalam kamar Tante Yeni melepaskan seluruh pakaiannya   Aku terkesima melihat tubuh Tante Yeni yang putih mulus dan sexy, meski sudah berumur sebaya ibuku   Membuat jantungku berdetak kencang   Nafsu birahiku yang baru saja tersalurkan bersama Vivi, perlahan-lahan bangkit lagi 

Pemandangan selanjutnya lebih seru lagi   Tante Yeni merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan kedua kaki terbuka lebar-lebar, memperlihatkan indahnya bentuk vaginanya   Tante Yeni meremas-remas buah dadanya sendiri dengan tangan kirinya   Perlahan buah dadanya mulai mengeras   Sedangkan tangan kanannya meraba-raba selangkangannya   Desahan-desahan nikmat keluar dari bibirnya, membuatku semakin tak tahan   Batang kemaluanku sudah berdiri tegak 

Dengan sangat hati-hati, aku membuka pintu kamarnya   Dan ternyata tidak terkunci   Sambil melepaskan celanaku, aku berjalan mengendap-endap mendekatinya   Tante Yeni yang sedang asyik meraba-raba tubuhnya sendiri, tidak tahu kalau aku masuk ke kamarnya 

Tanpa pikir panjang lagi, aku segera menindihnya   Tante Yeni sangat terkejut melihat kehadiranku   Aku segera menyumpal mulutnya yang sedang Terbuka saat dia hendak berteriak dengan mulutku   Dan aku langsung melumatnya   Tante Yeni yang sedang dirasuki nafsu birahi, membalas lumatanku dengan pagutan-pagutan yang tak kalah hebatnya 

Cukup lama aku melumat bibirnya, kemudian aku menjilati lehernya, terus turun ke buah dadanya yang sudah mengeras   Kedua buah dadanya aku jilati secara bergantian, membuat desahannya semakin keras   Aku menyudahi jilatanku pada kedua buah dadanya, kemudia aku berlutut ditepi ranjang, diantara kedua kakinya   Tanganku yang nakal mulai meraba-raba bibir vaginanya yang dicukur bersih 

Tanpa berfikir lama, aku menjulurkan lidahku, menjilati, menghisap dan sesekali kumasukkan lidahku ke lubang vagina Tante Yeni dan lidahku menari-nari di dalam lubang vaginanya   Tante Yeni mengangkat-angkat pantatnya, menyambut jilatanku   Rintihan-rintihan kecil keluar dari mulutnya setiap kali lidahku menghujam lubang vaginanya   Disaat dia sedang menikmati jilatanku, aku memasukkan jari-jariku ke dalam lubang vaginanya   Sambil sesekali aku menjilati lubang anusnya   Tante Yeni sangat menikmati perlakuanku, dia menekan kepalaku dan membenamkannya diselangkangannya 

Sepuluh menit berlalu, aku menyudahi jilatanku   Aku kemudian berdiri, sambil menarik pinggulnya ketepi ranjang, kedua kakinya kubuka lebar-lebar   Tanpa membuang waktu lagi, batang kemaluanku yang sudah tegang dari tadi langsung kuhujamkan ke lubang vaginanya   Tante Yeni menjerit saat batang kemaluanku yang besar dan panjang menerobos masuk ke lubang vaginanya   Aku merasakan jepitan bibir vaginanya yang begitu seret   Aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur   Tante Yeni sangat menikmati setiap gerakkan pantatku, dia menggeliat dan mendesah disetiap gerakan kemaluanku keluar masuk dari lubang vaginanya 

Aku semakin mempercepat memaju mundurkan pantatku saat Tante Yeni memperlihatkan tanda-tanda orang yang mau orgasme 

“Ohh    , Don    , akuu    , mau    , keluarr,” jeritnya cukup keras   Tante Yeni menggelinjang hebat, kedua pahanya menjepit pinggangku   Rintihan panjang keluar dari mulutnya saat klitorisnya memuntahkan cairan kenikmatan   Aku merasakan cairan hangat yang meleleh disepanjang batang kemaluanku   Aku membiarkan Tante Yeni beristirahat sambil menikmati orgasmenya   Setelah Tante Yeni berhasil menguasai dirinya, tanpa membuang waktu lagi aku membalikkan tubuhnya dalam posisi menungging 

Lalu aku menciumi pantatnya   Tante Yeni mengeliat menahan geli saat lidahku menelusuri vagina dan anusnya   Kemudian aku meludahi lubang anusnya beberapa kali   Setelah kurasakan daerah itu benar-benar licin, aku membimbing batang kemaluanku dengan tangan kiriku sementara tangan kananku membuka lubang anusnya   Tante tak bereaksi apa-apa dan membiarkan saja apa yang kulakukan   Perlahan kudorong pantatku   Tante Yeni merintih sambil menggigit bibirnya menahan rasa perih akibat tusukan kemaluanku pada lubang anusnya yang sempit   Setelah beberapa kali mendorong dan menarik akhirnya seluruh batang kemaluanku masuk ke lubang anusnya 

Sambil menikmati jepitan lubang anusnya, aku mendiamkan sebentar batang kemaluanku disana untuk beradaptasi   Tante Yeni menjerit saat aku mulai menghujamkan kemaluanku   Tubuhnya terhentak-hentak ketika sodokkanku bertambah kencang dan kasar   Sambil terus meningkatkan irama sodokkan, tanganku dengan kasar mencucuk-cucuk lubang vaginanya   Akibat menahan sensasi nikmat ditengah-tengah rasa ngilu dan perih pada kedua lubang bawah tubuhnya, Tante Yeni sampai menangis   Setiap kali aku menyodokkan kemaluanku ke lubang anusnya, dia mengaduh namun dia tak mau aku menyudahinya   Sampai akhirnya kurasakan suatu perasaan yang sangat nikmat mengaliri sekujur tubuhku 

Aku mengerang panjang, saat mengalami orgasme yang pertama   Tanganku mencengkeram keras pantatnya   Aku menumpahkan seluruh spermaku didalam lubang anusnya   Tubuhku menegang beberapa saat, kemudian terkulai lemas   Tak lama kemudian Tante Yeni menyusul, dia mengeram sambil tangannya mencengkeram bantal kuat-kuat   Cairan hangat dan kental meleleh dari lubang vaginanya 

Dengan nafas yang masih memburu dan tubuh yang masih lemas, Tante Yeni bangkit kemudian duduk ditepi ranjang   Dia meraih batang kemaluanku lalu memasukkan ke mulutnya   Tante Yeni menjilati sisa-sisa sperma yang masih blepotan dibatang kemaluanku sampai bersih tanpa tersisa setetespun   Tante Yeni tersenyum puas merasakan nikmat yang sudah cukup lama tidak dirasakannya, sejak dia bercerai dengan suaminya 

Film Bokep Klik Disini

Tanpa malu-malu dia meminta aku agar menyutubuhinya lagi   Aku menuruti permintaannya, kami bersetubuh sampai pagi   Sampai kami benar-benar kelelahan   Pagi-pagi sekali aku meninggalkan Tante Yeni yang masih tidur tanpa busana dan masuk kekamar Vivi   Dimana Vivi juga sedang tidur pulas   Aku mengenakan seluruh pakaianku, kemudian pergi tanpa pamit   Meninggalkan kenangan-kenangan nikmat untuk mereka berdua   Sekali waktu aku mengunjungi Tante Yeni dan Vivi untuk menikmati lagi tubuh mereka   – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum Terbaru
Like This Article ?

Pelanggan Sms Massal Web Betting

www.pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya 1 web 4 permainan Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15%join now!
Pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15% dapatkan jutaan rupiah setiap harinya
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Bola Jaya
www.bolajaya.com (Bonus deposit SPORTBOOK 25%; 5% Casino+Cashback 5%, Rollingan 0.5%) INFO BBM( 2B4C158D ); SMS( 081360284177 ) SMS balasan ke 081360284177
Master138
www.master138.com Situs Taruhan Bola Online Terpercaya, Promo Bonus : Member Baru 30% SBO / IBC / CASINO Join now! Pin BB : 2B5AF93F
MejaVip
Dapatkan bonus deposit dan turnover untuk permainan poker HANYA di WWW.MEJAVIP.COM/news.php?id=518
Togel Nusa
Bingung mau pasang togel? Dapatkan bonus deposit 30%!! Daftar di WWW.TOGELNUSA.COM
Bola Online
Kunjungi WWW.BOLAONLINE.COM dan dapatkan cashback untuk sportbook 6.2%, dan 0.6% untuk casino SELAMANYA..!!!
 
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork