Sabtu, 25 Juli 2015

Cerita Sex Nafsu Tinggi Sex Seorang Pembantu

Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru – Cerita Sex:Nafsu Tinggi Seorang Dosen – Sebut saja namaku Rudi, Aku adalah mahasiswa tingkat akhir di sebuah universitas di Surabaya 
Di kampus aku mempunyai seorang dosen yang cantik dan lembut   Namanya Bu Via   Berkenaan dengan Bu Via, ada sesuatu yang membuat kehidupanku lebih indah dan menyenangkan selama hampir tiga bulan ini 

Cerita Sex Nafsu Tinggi Seorang Pembantu

Bermula pada suatu siang ketika aku melakukan bimbingan suatu tugas akhir   Di jurusanku sebelum masuk ke skripsi, seorang mahasiswa harus mengambil tugas akhir mengerjakan sebuah desain   Bu Via adalah pembimbingku untuk tugas tersebut   Bimbingan berlangsung singkat saja, karena Bu Via ada tugas lain di luar kampus saat itu   Ketika selesai, Bu Via bilang padaku agar datang ke rumahnya saja pada malam harinya untuk melanjutkan bimbingan   Malamnya aku datang 

Rumahnya ada di sebuah kompleks perumahan yang sepi dan tenang   Bu Via sudah bercerai dari suaminya   Ia berumur sekitar 37 tahun, dengan seorang anak yang masih bersekolah TK   Meskipun sudah berumur 37 tahun, namun Bu Via masih kelihatan seperti baru lepas ABG saja   Kulitnya putih, bersih dan segar   Bodinya langsing, meskipun tidak terlalu tinggi   Pada kaki dan tangannya ditumbuhi bulu-bulu halus, tapi cukup lebat, yang kontras dengan kulitnya yang putih itu   Saat itu merupakan liburan TK-SD dan anaknya sedang berlibur di rumah sepupunya yang seumur dengan dia 

Aku dan Bu Via sebenarnya memang sudah cukup akrab   Dia pernah menjadi dosen waliku dan beberapa kali aku pernah datang ke rumahnya, sehingga aku tidak canggung lagi   Apalagi dalam banyak hal selera kami sama, misalnya soal selera musik   Setelah bimbingan selesai, kami hanya mengobrol ringan saja   Kemudian Bu Via minta tolong padaku 

“Rud, slot lemari pakaian di kamarku rusak, bisa minta tolong diperbaiki?”, begitu katanya malam itu 

Kemudian aku dibawa naik ke lantai dua, ke kamarnya   Kamarnya wangi   Penataan interiornya juga indah   Kurasa wajar saja, sejak semula aku tahu ia punya selera yang bagus   Itu pula yang membuat kami akrab, kami juga sering memperbincangkan soal-soal seperti itu, selain soal-soal yang berkaitan dengan kampus   Aku tersenyum ketika melihat sebagian isi lemari pakaiannya 

Lingerie-nya didominasi warna hitam   Aku juga menyukai warna seperti itu   Warna seperti itu sering pula kusarankan pada Kiki cewekku untuk dipakainya, karena dengan pakaian dalam seperti itu membuatku lebih bergairah   Bu Via hanya tersenyum melihatku “terkesan” menyaksikan tumpukan lingerie-nya   Dengan serius kuperbaiki slot pintu lemarinya yang rusak   Ia keluar meninggalkanku sendirian di kamarnya   Sesaat kemudian pekerjaanku selesai   Saat itu Bu Via masuk   Tiba-tiba tanpa kusangka, ia melap peluh di dahiku dengan lembut   AC di kamarnya memang dimatikan, sehingga udara gerah 

“Panas Rud? Biar AC-nya kuhidpkan”, begitu katanya sambil menghidupkan AC 

Saat kekagetanku belum hilang, ia kembali melap keringat di dahiku   Dan kali ini bahkan dengan lembut ia mendekatkan wajahnya ke wajahku   Segera aku menyambar aroma wangi dari tubuhnya hingga membuat jantungku berdetak tidak seperti biasanya   Bahkan kemudian ia melanjutkan membuat detak jantungku semakin kencang dengan mendekatkan bibirnya ke bibirku   Sesaat kemudian kusadari bibirnya dengan lembut telah melumat bibirku   Kedua tangannya dilingkarkan ke leherku dan semakin dalam pula aroma wangi tubuhnya terhirup napasku, yang bersama tindakannya melumat bibirku, kemudian mengalir dalam urat darahku sebagai sebuah sensasi yang indah 

Ia terus melumat bibirku   Lalu tangannya pelan-pelan membuka satu persatu kancing kemejaku   Saat itu aku mulai mampu menguasai diriku   Maka dengan pelan-pelan pula kubuka kancing blusnya   Setelah kemejaku lepas, ia menarik resliting jeansku   Begitu pula yang kulakukan dnegan roknya, kutarik resliting yang mengunci rokya   Kemudian ia melepaskan bibirnya dari bibirku dan membuka matanya 

Saat itu aku terbelalak melihat keindahan yang ada di depan mata   Payudaranya sedang-sedang saja, tapi indah dan terlihat kencang dibungkus bra hitam bepotongan pendek berenda yang membuat barang indah itu tampak semakin indah   Payudaranya seolah “hanging wall” yang mengundang seorang climber untuk menaklukkannya dengan hasrat yang paling liar   Dan menengok ke bawah, aku semakin dibuat terkesan serta jantungku juga semakin berdetak kencang   Di balik celana dalam dengan potongan yang pendek yang juga berwarna hitam berenda yang indah, tersembul bukit venus yang menggairahkan   Di tepi renda celana itu, tampak rambut yang menyembul indah melengkapi keindahan yang sudah ada 

Kulihat Bu Via juga tersenyum menatap lonjoran tegang di balik celana dalamku   Tangannya yang lembut mengelus pelan lonjoran itu   Sensasi yang menjelajahi aliran darahku kemudian menggerakkan tanganku mengelus bukit venusnya   Ia tampak memejam sesaat dengan erangan yang pelan ketika tanganku menyentuh daging kecil di tengah bukit venus itu   Ia kemudian melanjutkan tindakannya melumat bibirku dengan lembut   Bibirnya yang lembut serta napasnya yang wangi kembali membuatku dialiri sensasi yang memabukkan   Ia rupanya memang sabar dan tidak terburu-buru untuk segera menuju ke puncak kenikmatan 

Bibirnya kemudian ia lepaskan dari bibirku dan ia menyelusuri leherku dengan bibirnya   Napasnya membelai kulit leherku sehingga terasa geli namun nikmat   Kadang-kadang ia mengginggit leherku namun rupanya ia tidak ingin meninggalkan bekas   Ia tahu bahwa aku punya pacar, karena belum lama, Kiki kuperkenalkan padanya saat kami bertemu di sebuah toko buku 

Ia kemudian turun ke dadaku dan mempermainkan puting susuku dengan mulutnya, yang membuat aliran darahku dialiri perasaan geli tapi nikmat   Semakin ke bawah ia diam sesaat menatap batang yang tersembunyi di balik celana dalamku, yang waktu itu juga berwarna hitam   Sesaat ia mempermainkannya dari luar   Ia kemudian dengan lembut menarik celana dalamku   Ia tersenyum ketika menyaksikan penisku yang tegak dan kencang, seperti mercu suar yang siap memandu pelayaran gairah libido kewanitaannya 

Dengan lembut ia kemudian mengulum penisku   Maka aliran hangat yang bermula dari permukaan syaraf penisku pelan-pelan menyusuri aliran darah menuju ke otakku   Aku serasa diterbangkan ke awan pada ketinggian tak terukur   Bu Via terus mempermainkan lonjoran daging kenyal penisku itu dengan kelembutan yang menerbangkanku ke awang-awang   Caranya mempermainkan barang kejantananku itu sangat berbeda dengan Kiki cewekku   Kiki melakukannya dengan ganas dan panas, sedangkan Bu Via sangat lembut seolah tak ingin melewatkan seluruh bagian syaraf yang ada di situ   Cukup lama Bu Via melakukan itu 

Ketika perjalananku ke awang-awang kurasakan cukup, kutarik penisku dari dekapan mulut lembutnya   Giliran aku yang ingin membuat dia terbang ke awang awang   Maka kubuka bra yang menutupi payudara indahnya   Semakin terperangahlah aku dengan keindahan yang ada di depan mataku   Di depanku bediri dengan tegak bukit kembar yang indah sekaligus menggairahkan   Di sekitar puncak bukit itu, di sekitar putingnya yang merah kecoklatan, tumbuh bulu-bulu halus   Menambah keindahan buah dadnya   Tapi aku tidak memulainya dari situ   Aku hanya mengelus putingnya sebentar   Itupun aku sudah menangkap desah halus yang keluar dari bibir indahnya 

Kumulai dari lehernya   Kulit lehernya yang halus licin seperti porselen dan wangi kususuri dengan bibirku yang hangat   Ia mendesah terpatah-patah   Apalagi ketika tanganku tak kubiarkan menganggur   Jari-jariku memijit lembut bukit kenyal di dadanya dan kadang-kadang kupelintir pelan puting merah kecoklat-coklatan yang tumbuh matang di ujung buah dadanya itu   Kurasakan semakin lama puting itu pun semakin keras dan kencang   Setelah puas menyusuri lehernya, aku turun ke dadanya   Dan segera kulahap puting yang menonjol merah coklat itu   Ia menjerit pelan   Tapi tak kubiarkan jeritannya berhenti 

Kusedot puting itu dengan lembut   Ya, dengan lembut karena aku yakin gaya seperti itulah yang diinginkan orang seperti Bu Via   Mulutku seperti lebah yang menghisap kemudian terbang berpindah ke buah dada satunya   Tapi tak kubirakan buah dada yang tidak kunikmati dengan mulutku, tak tergarap   Maka tangankulah yang melakukannya   Kulakukan itu berganti-ganti dari buah dada satu ke buah dadanya yang lain 

Setelah puas aku turun bukit dan kususuri setiap jengkal kulit wanginya   Dan saat aku semakin turun kucium aroma yang khas dari barang pribadi seorang perempuan   Aroma dari vaginanya   Semakin besarlah gairah yang mengalir ke otakku   Tapi aku tidak ingin langsung menuju ke sasaran   Cara Bu Via membuatku melayang rupanya mempengaruhiku untuk tenang, sabar dan pelan-pelan juga membawanya naik ke awang-awang   Maka dari luar celana dalamnya, kunikmati lekuk bukit dan danau yang ada di situ dengan lidah, bibir dan kadang-kadang jari-jemariku   Kusedot dengan nikmat bau khas yang keluar dari sumur yang ada di situ 

Setelah cukup puas, baru kutarik celana dalamnya pelan-pelan   Aku tersentak menyaksikan apa yang kulihat   Bukit venus yang indah itu ditumbuhi rambut yang lebat   Tapi terkesan bahwa yang ada di situ terawat   Meski lebat, rambut yang tumbuh di situ tidak acak-acakan tapi merunduk indah mengikuti kontur bukit venus itu   Walaupun aku pernah membayangkan apa yang tumbuh di situ, tapi aku tidak mengira seindah itu 

Ya, aku dan teman-temanku sering bergurau begini saat melihat Bu Via: jika rambut di tempat yang terbuka saja subur, apalagi rambut di tempat yang tersembunyi   Dan ternyata aku bisa membuktikan gurauan itu   Ternyata rambut di tempat itu memang luar biasa   Bahkan aku yang semula berpikir rambut yang menghiasai vagina Kiki luar biasa karena subur dan indah, kemudian menerima kenyataan bahwa ada yang lebih indah, yaitu milik Bu Via ini   Dari samping keadaan itu seperti taman gantung Raja Nebukadnezar saja :-) 

Segera berkelebat pikiran dalam otakku, betapa menyenangkannya tersesat di hutan teduh dan indah itu   Maka aku segera menenggelamkan diri di tempat itu, di hutan itu   Lidahku segera menyusuri taman indah itu dan kemudian melanjutkannya pada sumur di bawahnya   Maka Bu Via menjerit kecil ketika lidahku menancap di lubang sumur itu   Di lubang vaginanya   Bau khas vagina yang keluar dari lubang itu semakin melambungkan gairahku   Dan jeritan kecil itu kemudian di susul jeritan dan erangan patah-patah yang terus menerus serta gerakan-gerakan serupa cacing kepanasan   Dan kurasa ia memang kepanasan oleh gairah yang membakarnya 

Aku menikmati jeritan itu sebagai sensasi lain yang membuatku semakin bergairah pula menguras kenikmatan di lubang sumur vaginanya   Lendir hangat khas yang keluar dari dinding vaginanya terasa hangat pula di lidahku   Kadang-kadang kutancapkan pula lidahku di tonjolan kecil di atas lubang vaginanya   Di klitorisnya   Maka semakin santerlah erangan-erangan Bu Via yang mengikuti gerakan-gerakan menggelinjang   Demikian kulakukan hal itu sekian lama 

Kemudian pada suatu saat ia berusaha membebaskan vaginanya dari sergapan mulutku   Ia menarik sebuah bangku rias kecil yang tadi menjadi ganjal kakinya untuk mengangkang   Aku dimintanya duduk di bangku itu   Begitu aku duduk, ia kembali memagut penisku dengan mulutnya secara lembut   Tapi itu tidak lama, karena ia kemudian memegang penisku yang sudah tidak sabar mencari pasangannya itu 

Bu Via membimbing daging kenyal yang melonjor tegang dan keras itu masuk ke dalam vaginanya dan ia duduk di atas pangkuanku   Maka begitu penisku amblas ke dalam vaginanya, terdengar jeritan kecil yang menandai kenikmatan yang ia dapatkan   Aku juga merasakan kehangatan mengalir mulai ujung penisku dan mengalir ke setiap aliran darah   Ia memegangi pundakku dan menggerakkan pinggulnya yang indah dengan gerakan serupa spiral   Naik turun dan memutar dengan pelan tapi bertenaga 

Suara gesekan pemukaan penisku dengan selaput lendir vaginanya menimbulkan suara kerenyit-kerenyit yang indah sehingga menimbukan sensasi tambahan ke otakku   Demikian juga dengan gesekan rambut kemaluannya yang lebat dengan rambut kemaluanku yang juga lebat   Suara-suara erangan dan desahan napasnya yang terpatah-patah, suara gesekan penis dan selaput lendir vaginanya serta suara gesekan rambut kemaluan kami berbaur dengan suara lagu mistis Sarah Brightman dari CD yang diputarnya 

Barangkali ia memang sengaja ingin mengiringi permainan cinta kami dengan lagu-lagu seperti itu   Ia tahu aku menyukai musik demikian   Dan memang terasa luar biasa indah, pada suasana seperti itu   Apalagi lampu di kamar itu juga remang-remang setelah Bu Via tadi mematikan lampu yang terang   Dengan suasana seperti itu, rasanya aku tidak ingin membiarkan setiap hal yang menimbulkan kenikmatan menjadi sia-sia   Maka aku tidak membiarkan payudaranya yang ikut bergerak sesuai dengan gerakan tubuhnya menggodaku begitu saja   Kulahap buah dadanya itu   Semakin lengkaplah jeritannya 

Matanya yang terpejam kadang-kadang terbuka dan tampak sorot mata yang aku hapal seperti sorot yang keluar dari mata Kiki saat bercinta denganku   Sorot matanya seperti itu   Sorot mata nikmat yang membungkus perasaannya   Sekian lama kemudian ia menjerit panjang sambil meracau   

“Ah     Aku     Aku orgasme, Rud!”

Sesaat ia terdiam sambil menengadahkan wajahnya ke atas, tapi matanya masih terpejam   Kemudian ia melanjutkan gerakannya   Barangkali ia ingin mengulanginya dan aku tidak keberatan karena aku sama sekali belum merasakan akan sampai ke puncak kenikmatan itu   Sebisa mungkin aku juga menggoyangkan pinggulku agar dia merasakan kenikmatan yang maksimal   Jika tanganku tidak aktif di buah dadanya, kususupkan di selangkangannya dan mencari daging kecil di atas lubang vaginanya, yang dipenuhi oleh penisku 

Meskipun Bu via seorang janda dan sudah punya anak, aku merasa lubang vaginanya, seperti seorang ABG saja   Tetap rapat dan singset   Otot vaginanya seakan mencengkeram dengan kuat otot penisku   Maka gerakan pinggulnya untuk menaik turunkan bukit venus vaginanya menimbulkan kenikmatan yang luar biasa   Dan sejauh ini aku tidak merasakan tanda-tanda lahar panasku akan meledak 

Bu Via memang luar biasa, ia seperti tahu menjaga tempo permainannya agar aku bisa mengikuti caranya bermain   Ia seperti tahu menjaga tempo agar aku tidak cepat-cepat meledak   Memang sama sekali tidak ada gerakan liar   Yang dilakukannya adalah gerakan-gerakan lembut, tapi justru menimbulkan kenikmatan yang luar biasa, terutama karena aku jarang bercinta dengan perempuan lembut seperti itu   Sekian lama kemudian aku mendengar lagi ia meracau   

“Ah     Ah     Ini yang kedua     Rud, aku orgasme     Uhh!” Di susul jeritan panjang melepas kenikmatan itu 

Tapi kemudian ia memintaku mengangkatnya ke ranjang, tanpa melepaskan penisku yang masih menancap di lubang vaginanya   Ia memintaku menidurkannya di ranjang tapi tak ingin melepaskan vaginanya dari penisku, yang sejauh ini seperti mendekap sangat erat   Kulakukan pemintaannya itu   Maka begitu ia telentang di ranjang, aku masih ada di atasnya   Penisku pun masih masuk penuh di dalam vaginanya 

Kami melanjutkan permainan cinta yang lembut tapi panas itu   Kini aku berada di atas, maka aku lebih bebas bermanuver   Maka dengan gerakan seperti yang sering kulakukan jika aku berhubungan seks dengan Kiki, cepat dan bertenaga, kulakukan juga hal itu pada Bu Via   Tapi sesaat kemudian ia berbisik dengan mata yang masih terpejam   

“Pelan-pelan saja, Rud   Aku masih ingin orgasme” 

Aku tersadar apa yang telah kulakukan   Maka kini gerakanku pelan dan lembut seperti permintaan Bu Via   Kini erangan dan desahan patah-patahnya kembali terdengar   Ia menarik punggungku agar aku lebih dekat ke badannya   Aku maklum   Tentu ia ingin mendapatkan kenikmatan yang maksimal dari gesekan-gesekan bagian tubuh kami yang lain   Dan Bu Via memang benar, begitu dadaku bergesekan dengan buah dadanya, semakin besarlah sensasi kenikmatan yang kudapat   Kurasa demikian juga dengannya, karena jeritannya berubah semakin santer   Apalagi saat aku juga melumat bibir merahnya yang menganga, seperti bibir vaginanya sebelum aku menusukkan penisku di situ   Meskipun jeritannya agak bekurang karena kini mulutnya sibuk saling melumat bersama mulutku, tapi aku semakin sering mendengar ia mengerang dan terengah-engah kenikmatan   Hingga beberapa saat kemudian aku mendengar ia meracau seperti sebelumnya   

“Aku     Ah     Aku     Uh     Yang ketiga     Aku orgasme, Rud     Ahh”

Setelah jeritan panjang itu, matanya terbuka   Tampak sorot matanya puas dan gembira   Kemudian ia berbisik terengah-engah   

“Aku     Aku     Sudah cukup, Rud   Saatnya untuk kamu” 

Aku tahu yang dia maksudkan, maka kemudian pelan-pelan semakin kugenjot gerakanku dan semakin bertenaga pula   Ia kini membiarkanku melakukan itu   Kurasa Bu Via memang sudah puas mendapatkan orgasme sampai tiga kali   Sekian lama kemudian kurasakan lahar panasku ingin meledak   Penisku berdenyut-denyut enak, menandai bahwa sebentar lagi akan ada ledakan dahsyat yang akan melambungkanku ke awang-awang   Maka aku berusaha menarik penisku dari lubang vaginanya yang nikmat itu   Tapi Bu Via menahan penisku dengan tangan lembutnya 

“Biarkan     Biarkan     Saja di vaginaku, Rud     Aku ingin merasakan sensasi cairan hangat itu     Di vaginaku     Uhh     Uhh” 

Maka ketika lahar panas dari penisku benar-benar meledak, kubiarkan ia mengendap di sumur vagina milik Bu Via, dengan diiringi teriakan nikmatku 

Setelah itu, Bu Via memintaku untuk tetap berada di atas tubuhnya barang sesaat   Dengan lembut ia menciumi bibirku dan tangannya mengusap-usap puting susuku   Aku juga melakukan hal yang sama dengan mengusap-usap buah dadanya yang saat itu basah karena keringat   Dan memang sensasi yang kurasakan luar biasa 

Cooling down yang diinginkan Bu Via itu membuatku merasa seakan-akan aku sudah sangat dekat dengan Bu Via   Aku merasa ia seperti kekasihku yang sudah sering dan sangat lama bermain cinta bersama   Aku merasa sangat dekat   Maka begitu aku merasa sudah cukup, aku menarik penisku yang sebenarnya masih sedikit tegang dari lubang vaginanya   Tampak air muka Bu Via sedikit kacau   Wajahnya berkeringat dan anak rambutnya satu dua menempel di dahinya   Kami kemudian pergi ke kamar mandi pribadinya di kamar itu   Kamar mandinya juga wangi   Sambil bergurau, aku menggodanya   

“Ibu     Justru kelihatan cantik setelah bercinta”   Ia hanya tertawa mendengar gurauanku 
“Memang setelah bercinta denganmu tadi, seluruh pori-poriku seperti terbuka   Aku sedikit capai tapi merasa segar”, jawabnya dengan berbinar-binar 

Ia tampaknya memang puas dengan permainan cinta kami   Di bawah shower, kami membersihkan diri dengan mandi bersama-sama   Kadang-kadang kami saling membersihkan satu sama lain   Ia membersihkan penisku dengan sabun dan aku membersihkan sekitar vaginanya juga   Ia tertawa geli saat aku dengan halus mengusap-usap vaginanya dan rambut kemaluannya yang lebat itu 
Setelah itu, kami duduk-duduk saja di sofa di depan TV   Kami menonton TV, sambil mengobrol dan menikmati kopi panas yang ia buat   Tapi ia masih membiarkan pemutar CD-nya hidup   Kali ini suara Deep Forest yang juga mistis mengisi suasana ruangan itu 

“Kamu tadi luar biasa, Rud  ” katanya memujiku 
“Meskipun masih muda, kamu bisa bercinta dengan sabar   Aku sampai mendapat orgasme tiga kali”   Ia tersenyum   Matanya berbinar-binar 
“Ah, itu juga karena Ibu   Gerakan Ibu yang sabar dan lembut membuat saya juga terpengaruh  ”

Kami mengobrol sampai malam 

Ia kemudian berkata, “Menginap di sini saja, Rud   Ini sudah malam   Besok pagi-pagi sekali kamu bisa pulang  ” Setelah berpikir sejenak aku mengiyakan sarannya 
“Kalau begitu masukkan saja motormu di garasi” katanya sambil memberikan kunci garasi 

Maka aku turun untuk memasukkan motor tigerku ke garasi seperti yang di sarankan Bu Via   Ketika aku naik kembali ke atas, ia sudah berganti pakaian dengan gaun tidur terusan yang tipis dan halus, sehingga potongan tubuhnya tampak 

“Kopinya tambah lagi, Rud?” tanyanya 

Aku mengiyakan saja   Saat ia meraih cangkir kopi di meja, aku menangkap pemandangan indah di balik pakaiannya yang tali pinggangnya tidak diikat dengan ketat   Ia tidak memakai bra-nya, sehingga buah dadanya yang tadi kunikmati, tampak dengan jelas   Mulus dan indah   Pemandangan itu membuat aliran darahku berdesir kembali   Apalagi saat aku mencium aroma parfum dari tubuhnya, lembut dan menggairahkan   Beda dengan aroma yang dia pakai sebelum kami berhubungan seks tadi 

Sesaat kemudian ia telah kembali sambil membawa dua cangkir kopi   Tali pinggang pakaiannya yang semakin longgar membuat pemandangan indah di baliknya semakin tampak   Apalagi saat ia duduk, pakaiannya yang tersingkap menampakkan paha putih mulusnya, yang ditumbuhi bulu-bulu halus   Serta sedikit bukit venus yang di pinggir celana dalamnya tersembul rambut yang menggairahkan   Kami kembali mengobrol 

Ia kemudian menatapku lama, sambil bertanya, “Kau tidak capek, Rud?” 
“Tidak”, jawabku 

Sekali lagi ia menatapku lama lalu tangannya merangkul leherku dan sesaat kemudian ia telah melumat bibirku kembali dengan lembut   Kali ini tanganku segera meraba buah dada di balik pakaiannya yang longgar yang sejak tadi sudah menggodaku   Ia masih melumat bibirku saat tangannya pelan-pelan membuka kancing kemejaku dan kemudian melanjutkannya dengan menarik resliting celanaku 

Begitu aku tinggal mengenakan celana dalam, ia juga melepas gaun tidurnya   Tinggallah kami berdua hanya memakai celana dalam   Kemudian aku menyambar buah dadanya   Maka semakin lama, seiring dengan jeritan kecilnya yang terpatah-patah, buah dadanya semakin kenyal dan mengeras   Ia menarik payudaranya dari mulutku   Kemudian tangannya menarik celana dalamku   Sejenak kemudian ia telah mengulum penisku yang sejak tadi juga sudah tegang dan keras   Tapi yang dilakukannya tidak lama 

Ia memintaku untuk tidur telentang di sofa   Lalu ia melepas celana dalamnya dan telungkup di atasku   Ia membelakangiku   Vaginanya yang sudah mulai basah berlendir dan kelihatan merah didekatkannya di atas mulutku   Sedangkan ia segera menangkap penisku yang berdiri tegak dan mengulumnya   Maka kami bedua saling mengulum, saling menjilati dan saling menyedot   Kadang-kadang ia berhenti melakukan aksinya   Barangkali karena ia lebih dikuasai oleh perasaan nikmat karena lubang vaginanya yang merah segar serta klitorisnya kupermainkan dengan mulut dan lidahku   Ia mendesah mengerang terpatah-patah 

Setelah ia puas dan ingin segera memulai aksi puncak, ia menggeser pinggulnya menjauh dari mulutku, menuju penisku yang semakin lama kurasakan semakin keras   Tangannya menangkap penisku dan membimbingnya memasuki vaginanya   Dengan masih membelakangiku, ia menggoyang pinggulnya dengan lembut   Tapi sesaat kemudian, ia berbalik menghadapku 

Gerakannya saat ia berbalik menimbukan gesekan pada penisku yang luar biasa   Membuat sensasi yang semakin nikmat   Maka dengan menghadapku ia melanjutkan gerakan spiral pinggulnya tetap dengan halus   Naik turun, maju mundur dan memutar   Aku juga berusaha menggerakkan pinggulku agar menimbulkan sensasi yang lebih nikmat   Maka semakin santerlah erangan dan desahan dari mulutnya yang terbuka, sambil matanya terpejam 

Suara-suara itu beriringan dengan lagu Deep Forest dari CD yang terus mengalun mistis   Tanganku yang semula memegangi pinggulnya di bawanya naik ke atas agar mempermainkan buah dadanya yang bergoyang-goyang mengikuti gerakan pinggulnya   Maka kemudian tanganku mempermainkan buah dadanya itu   Kuelus dan kupelintir kedua putingnya yang coklat kemerahan   Sekian lama kemudian ia menjerit sambil meracau   

“Uhh     Uhh     Aku orgasme     Aku orgasme, Rud     Ah     Ahh    ”

Setelah ia menjerit panjang menandai orgasmenya, ia membuka mata   Kemudian ia tidur menelungkup dengan beralaskan bantal sofa, dengan kedua kaki mengangkang terbuka, sehingga belahan vaginanya yang indah, merah dan basah berlendir tampak sangat menggairahkan   Ia memintaku juga untuk menelungkup di atasnya 

Dengan kedua tanganku yang memegangi kedua buah dadanya sekaligus sebagai penahan berat badanku, aku menelungkup di atasnya   Dan kusodokkan dengan lembut penisku yang masih tegang dan keras ke lubang vaginanya dari arah belakang   Kini aku yang harus lebih aktif, maka kugerakkan pinggulku maju mundur, naik turun   Bu Via masih terus mengerang dan mendesah terpatah-patah dengan mata yang terpejam   Tanganku juga tetap aktif mempermainkan buah dada dan puting susunya   Sedangkan mulutku kupakai untuk menelusuri lehernya yang jenjang dan halus   Sekian lama kemudian terasa lahar panasku akan meledak 

“Uhh     Ahh sebentar lagi     Sebentar lagi hampir    !”, kataku terbata-bata 
“Uhh     Uhh     Aku juga, Rud   Jangan kau cabut penismu   Kita sama-sama     Ahh     Ahh”

Sesaat kemudian kami sama-sama menjerit kecil, menandai puncak kenikmatan yang kami capai bersamaan   Seperti sebelumnya, Bu Via memintaku tidak segera mencabut penisku   Matanya masih terpejam, tapi wajahnya tersenyum   Aku juga masih mempermainkan buah dadanya dengan lembut   Ia dengan lembut berkata   

“Aku bahagia sekali malam ini, Rud    ”, yang kemudian kujawab dengan kalimat yang sama 

Ia kemudian memintaku mencabut penisku dari lubang vaginanya   Lalu ia telentang dan mencium bibirku dengan lembut   Ia seterusnya meneguk kopi yang sudah mulai dingin   Tampak bahwa ia kehausan setelah permainan seks yang indah itu   Dengan masih bertelanjang bulat, ia berjalan ke luar ruangan itu dan sesaat kemudian membawa sebuah lap dan semprotan air untuk membersihkan spermaku dan lendir vaginanya yang tumpah di atas sofa   Aku membantunya membersihkan noda itu 

Setelah itu, seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta, ia menuntunku menuju kamar mandi pribadinya untuk bersama-sama membersihkan diri   Karena kecapaian dan memang sudah cukup malam, kami kemudian memutuskan untuk tidur   Saat aku kebingungan karena aku memakai jeans dan kemeja yang tentu saja tidak nyaman, Bu Via menyarankanku untuk tidur dengan celana dalam saja 

“Sudah, pakai celana dalam saja, biar suhu AC-nya kuminimalkan”, demikian katanya 

Aku menyetujuinya   Ia memintaku tidur di ranjangnya   Kulihat Bu Via juga hanya memakai gaun tidur halus dan tipis saja serta celana dalam tanpa mengenakan bra 

“Aku memang biasa begini, Rud   Rasanya lebih nyaman dan bebas bernapas”, katanya 

Di balik selimut, Bu Via memelukku dan menyandarkan wajahnya di dadaku   Maka aku tersenyum saja saat buah dadanya yang hangat dan lembut, yang menyembul keluar dari gaun tidurnya yang tidak ditalikan dengan erat, sering terasa bergesekan dengan dadaku   Demikian juga dengan Bu Via 

Esoknya, pagi-pagi sekali HP-ku sudah berbunyi   Kiki menghubungiku   Memang begitu kebiasaannya, yang membuatku sering jengkel   Tapi jika kutegur, ia hanya akan tertawa-tawa saja   Kangen katanya   Begitu aku selesai bicara, Bu Via bertanya   

“Siapa, Rud? Pacarmu, ya?”

Ia hanya tersenyum ketika aku mengiyakan pertanyaannya   Kemudian ia bangkit dari ranjang   Tali gaun tidurnya yang terlepas memperlihatkan payudaranya yang mulus putih, serta bukit venusnya yang menonjol indah mengundang gairah   Ia membenahinya dengan tenang, sambil tersenyum melihatku terpana melihat pemandangan itu   Kemudian ia ke kamar mandi   Segera terdengar suara yang mendesis, mengalahkan suara kran yang mengalir lambat   Bu Via sedang pipis rupanya   Mendengar suara seperti itu timbul gairahku   Sesaat kemudian ia keluar dari kamar mandi   Kemudian ia berbisik kepadaku   

“Kau tidak ingin mengulang kenikmatan semalam, Rud?” Aku tersenyum memahami yang ia maksudkan 
“Sebentar, Bu    ”, jawabku sambil menuju ke kamar mandi, karena ingin kencing 

Setelah itu kami mengulangi percintaan kami semalam   Badanku yang segar karena tidur yang nyenyak semalam, membuatku bersemangat melayani gairah Bu Via yang juga tampak segar   Aku merasakan vaginanya lebih hangat dan justru beraroma lebih menggairahkan pada pagi setelah bangun tidur seperti itu   Dan bau badannya juga lebih natural 

Kami bercinta sampai Bu Via mendapat orgasme tiga kali   Jadi selama bercinta denganku, Bu Via menikmati orgasme sebanyak delapan kali   Maka siangnya, ketika aku bertemu dengannya di kampus ia tampak sangat gembira   Wajahnya berbinar dan kelihatan sangat bergairah menjalani aktivitasnya hari itu 

Begitulah, kini hampir setiap akhir pekan aku selalu mendapat SMS dari Bu Via yang bunyinya begini: “Kau tidak sibuk malam nanti kan, Rud? Bisa datang ke rumah?” Maka setiap mendapat SMS seperti itu segera selalu terbayang sesuatu yang menyenangkan yang akan kami lakukan bersama 

Setiap akhir pekan anaknya selalu bermalam di rumah sepupunya di luar kota sehingga Bu Via sendirian di rumah   Dan pembantunya juga pulang karena hanya datang pada siang hari saja   Setiap aku mendapat SMS itu, aku juga segera menghapusnya agar tidak terbaca oleh Kiki   Di kampus aku juga berusaha bersikap biasa saja dengan Bu Via 

Tontonan Khusus Dewasa 18++ –> Film Bokep 2015

Ia dosen yang baik dan dihormati oleh semua orang di kampus   Aku sedikitpun tidak ingin merusak citranya   Dan ia pun seorang yang professional, meskipun di luar kami sering bercinta, ia tetap menghargaiku sebagai mahasiswanya dan ia tetap membimbing tugasku dengan serius   Sesuatu yang sangat aku sukai   Bercinta dengannya bukan sekedar mendapat kepuasan libido, aku merasakan sesuatu yang lain   Entah apa itu   – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru
Like This Article ?

Pelanggan Sms Massal Web Betting

www.pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya 1 web 4 permainan Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15%join now!
Pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15% dapatkan jutaan rupiah setiap harinya
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Bola Jaya
www.bolajaya.com (Bonus deposit SPORTBOOK 25%; 5% Casino+Cashback 5%, Rollingan 0.5%) INFO BBM( 2B4C158D ); SMS( 081360284177 ) SMS balasan ke 081360284177
Master138
www.master138.com Situs Taruhan Bola Online Terpercaya, Promo Bonus : Member Baru 30% SBO / IBC / CASINO Join now! Pin BB : 2B5AF93F
MejaVip
Dapatkan bonus deposit dan turnover untuk permainan poker HANYA di WWW.MEJAVIP.COM/news.php?id=518
Togel Nusa
Bingung mau pasang togel? Dapatkan bonus deposit 30%!! Daftar di WWW.TOGELNUSA.COM
Bola Online
Kunjungi WWW.BOLAONLINE.COM dan dapatkan cashback untuk sportbook 6.2%, dan 0.6% untuk casino SELAMANYA..!!!
 
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork