Jumat, 24 Juli 2015

Cerita Sex Ngewe Bareng Temen Ibu Tiriku

Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru – Cerita Sex: Di Gilir TemenTemen Ibu Tiriku – Namaku Bernas dan aku tinggal di Jakarta   Di saat aku menulis cerita ini, aku baru saja menginjak umur 25 tahun   Aku bekerja di sebuah perusahaan marketing ternama di kawasan daerah Kuningan (Jakarta Selatan)   Perusahaan kami ini adalah anak dari perusahaan marketing Inggris yang mana Head Office untuk Asia Pasific berada di negeri Singapore   Aku bisa bekerja di perusahaan ini atas bantuan ibu tiriku yang memiliki banyak kolega perusahaan-perusahaan ternama di Jakarta  

Cerita Sex: Ngewe Bareng Temen Ibu Tiriku

Ibu tiriku tergolong orang yang terpandang dan kaya raya   Bekas suaminya adalah pengusaha distributor minyak bumi dalam negeri yang punya akses mudah ke instansi-instansi pemerintah   Ibu tiriku cerai dengan bekas suaminya karena bekas suaminya memiliki banyak ’selir-selir’ di beberapa kota di pulau Jawa dan beberapa lagi di luar pulau Jawa   Karena tidak tahan dengan situasi yang dia hadapi, dia memutuskan untuk bercerai dengan bekas suaminya  

Menurut cerita ibu tiriku, urusan perceraiannya sangatlah rumit, berbelit-belit, dan memakan waktu berbulan-bulan   Seperti biasa
pembagian harta gono-gini yang membuat urusan cerai menjadi lebih panjang   Sampai pada akhirnya hasil dari penceraian tersebut, ibu
tiriku mendapat 30% dari seluruh aset dan kekayaan mantan suaminya   Namun setelah itu, ibu tiriku tidak diperbolehkan lagi untuk meminta jatah lagi kekayaan bekas suaminya setelah penceraiannya final di pengadilan  

Bisa para pembaca membayangkan seberapa besar warisan kekayaan ibu tiriku   Bagaimana dengan keluarga asliku? Ayah bercerai dengan ibu kandungku saat aku masih berumur 7  tahun   Masalah dari penceraian tersebut, aku masih kurang tau sampai sekarang ini   Ayah lebih memilih untuk tidak menceritakan masalah tersebut, dan aku pun tidak pernah lagi bertanya kepadanya   Aku mengerti perasaan ayah, karena saat itu kehidupan ekonomi keluarga masih sangat sulit dan ayah pada saat itu hanya seorang pegawai toko di daerah Mangga Besar   Meskipun hanya pegawai toko biasa, ayah memiliki bakat dan hobi mekanik yang berhubungan dengan mesin motor  

Pendidikan ayah hanya sampai pada tamatan SD, dan dia mendapat ilmu montirnya dari kakek yang dulu sempat bekerja di bengkel reparasi mobil   Ayah selalu memiliki cita-cita untuk membuka bengkel sendiri   Setelah bercerai dengan ibu kandungku, aku dan ayah sering berpindah-pindah rumah kontrak   Ekonomi ayah juga tidak juga membaik   Sering istilah kehidupan kami bak ‘gali lubang tutup
lubang’   Setiap tahun gaji ayah naik hanya sedikit saja, dan kebutuhan ekonomi selalu meningkat  

Namun ayah tidak pernah menyerah untuk berusaha lebih demi menyekolahkan aku   Untungnya aku tergolong anak yang suka sekolah dan belajar, oleh karenanya ayah tidak pernah mengenal lelah mencari uang tambahan agar aku menjadi orang yang berilmu dan mencapai karir indah di masa depanku   Cita-cita ayah membuka bengkel reparasi mobil sendiri bermula dari keisengannya melamar
kerja di bengkel mobil dekat rumah kontrakan kami   Ayah kerja di toko hanya selama 6 hari seminggu bergantian, tapi ayah menetapkan untuk mengambil hari Sabtu libur agar dia bisa bekerja di bengkel mobil tersebut   Karena bakat dan cinta ayah terhadap mesin mobil dan motor, ayah menjadi tukang favorit di bengkel tersebut  

Perlahan-lahan ayah mengurangi hari kerja ayah sebagai pegawai toko menjadi 5 hari seminggu, kemudian 4 hari seminggu, dan terakhir 3 hari seminggu   Sampai pada akhirnya bengkel menarik banyak pelanggan tetap, dan ayah diminta untuk bekerja sebagai pegawai tetap di bengkel itu   Gaji ayah naik 3 kali lipat dari gaji sebagai pegawai toko plus bonus dan tip-tip dari pelanggan   Lebih bagusnya lagi ayah hanya bekerja 5 hari saja dari hari Senin sampai Jumat  

Ayah sengaja tidak memilih hari Sabtu dan Minggu demi menghabiskan waktu berdua denganku   Setiap hari Sabtu ayah suka menjemputku sepulang sekolah, maklum biasanya sekolahku hanya masuk 1/2 hari di hari Sabtu dan kami berdua suka jajan di luar
sebelum pulang ke rumah   Sejak bekerja di bengkel itu, aku menjadi dekat dengan ayah   Dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik dari hari ke hari, kini ayah mampu untuk membeli rumah sendiri meskipun tidak besar   Malaikat keberuntungan sedang berada disamping ayah   Ayah orang yang baik, tekun dan jujur, maka dari itu ayah diberi banyak rejeki dari yang di atas   Bengkel itu menjadi
tumbuh pesat pula berkat kedatangan ayah  

Demi menjaga hubungan baik antara ayah dengan bos bengkel itu, ayah diberi komisi 15% dari setiap pembayaran service/reparasi mobil/
motor yang dia urus plus bonus tahunan dan belum lagi tip-tip dari pelanggan   Nama bengkel menjadi terkenal karena rekomendasi dari mulut ke mulut, sampai pada suatu hari ibu tiriku ini menjadi pelanggan tetap bengkel itu   Ibu tiriku mendengar nama bengkel dan nama ayahku dari teman dekatnya   Saat itu ibu tiriku memiliki 3 buah mobil   Seingatku waktu mitu ada BMW, Mercedes, dan mobil kijang   Ibu
tiriku sering mengunjungi bengkel ayah dengan alasan untuk check up antara mobil BMW-nya atau Mercedes-nya   Mobil kijangnya hanya
datang dengan supir  

Sebut saja nama ibu tiriku adalah Tina (nama singkatan)   Saat itu aku memanggilnya tante Tina   Umur tante Tina 4 tahun lebih muda dari
ayah   Kerutinan tante Tina ke bengkel menjadi awal dari romansa antara dia dan ayah   Ayah sering kencan berdua dengan tante Tina, dan
terkadang mereka mengajakku pergi bersama- sama pula   Terus terang sejak bersama tante Tina, wajah ayah lebih tampak berseri-seri dan lebih segar   Mungkin saat itu dia menemukan cinta keduanya setelah bertahun-tahun berpisah dengan ibu kandungku   Melihat perubahaan positif ayah, aku pun menjadi ikut senang   Aku juga senang bila tante Tina datang berkunjung, karena dia sering membawa oleh-oleh berupa makanan atau minuman yang belum pernah aku liat sebelumnya   Belakangan aku baru tau bahwa bingkisan itu adalah pemberian dari kolega bisnisnya  

Salah satu rumah Tante Tina berada di daerah Jakarta Selatan, dan tentu banyak orang tau bahwa kawasan ini adalah kawasan elit  
Setelah bercerai, tante Tina membuka beberapa bisnis elit di sana seperti salon/spa kecantikan, dan butik   Para pelanggannya juga dari kalangan kaliber atas seperti pejabat dan artis   Dia menyewa beberapa prajurit terpecaya untuk menjalankan usaha-usaha bisnisnya  

Dalam singkat cerita, ayah dan tante Tina akhirnya memutuskan untuk menikah   Setelah menikah aku disuruh memanggilnya ‘mama’  
Perlu waktu beberapa minggu untuk memanggilnya ‘mama’, tapi lama-lama aku menjadi biasa untuk memanggilnya ‘mama’  

Untuk lebih singkatnya dalam cerita ini, aku akan menyebut ‘ibu tiriku’ sebagai ‘ibu’  

Sejak setelah menikah, ibu tinggal di rumah kecil kami beberapa bulan sambil menunggu bangunan rumah baru mereka selesai   Lagi-lagi,
rumah baru mereka tidak jauh dari bengkel ayah   Ayah menolak tinggal di rumah tante Tina karena alasan pribadi ayah   Setelah banyak
process yang dilakukan antara ayah dan ibu, akhirnya bengkel tempat ayah bekerja, kini menjadi milik ayah dan ibu sepenuhnya   Ayah
pernah memohon kepada ibu agar dia ingin tetap dapat bekerja di bengkel, dan terang saja bengkel itu langsung ibu putuskan untuk dibeli
saja   Maklum ibu adalah ‘business-minded person’   Aku semakin sayang dengan ibu, karena pada akhirnya cita-cita ayah untuk memiliki bengkel sendiri terkabulkan  

Kini bengkel ayah makin besar setelah ibu ikut berperan besar di sana   Banyak renovasi yang mereka lakukan yang membuat bengkel ayah tampak lebih menarik   Pelanggan ayah makin bertambah, dan kali ini banyak dari kalangan orang-orang kaya   Ayah tidak memecat pegawai-pegawai lama di sana, malah menaikkan gaji mereka dan memperlakukan mereka seperti saat dia diperlakukan oleh pemilik bengkel yang lama   Kehidupan dan gaya hidupku & ayah benar- benar berubah 180 derajat   Kini ayah sering melancong ke luar negeri bersama ibu, dan aku sering ditinggal di rumah sendiri dengan pembantu   Alasan aku ditinggal mereka karenaaku masih harus sekolah  

Ibu sering mengundang teman-teman lamanya bermain di rumah   Salah satu temannya bernama tante Ani   Tante Ani saat itu hanya 15
tahun lebih tua dariku   Semestinya dia pantas aku panggil kakak daripada tante, karena wajahnya yang masih terlihat seperti orang
berumur 20 tahunan   Tanti Ani adalah pelanggan tetap salon kecantikan ibu, dan kemudian menjadi teman baik ibu   Wajah tante Ani tergolong cantik dengan kulitnya yang putih bersih   Dadanya tidak begitu besar, tapi pinggulnya indah bukan main   Maklum anak
orang kaya yang suka tandang ke salon kecantikan   Tante Ani sering main ke rumah dan kadang kala ngobrol atau gossip dengan ibu
berjam-jam   Tidak jarang tante Ani keluar bersama kami sekeluarga untuk nonton bioskop, window shopping atau ngafe di mall  

Aku pernah sempat bertanya tentang kehidupan pribadi tante Ani   Ibu bercerita bahwa tante Ani itu bukanlah janda cerai atau janda apalah   Tapi tante Ani sempat ingin menikah, tapi ternyata pihak dari laki-laki memutuskan untuk mengakhiri pernikahan itu   Alasan-nya tidak dijelaskan oleh ibu, karena mungkin aku masih terlalu muda untuk mengerti hal-hal seperti ini   Pada suatu hari ayah dan ibu lagi-lagi cabut dari rumah   Tapi kali ini mereka tidak ke luar negeri, tapi hanya melancong ke kota Bandung saja selama akhir pekan   Lagi-lagi hanya aku dan pembantu saja yang tinggal di rumah  

Saat itu aku ingin sekali kabur dari rumah, dan menginap di rumah teman   Tiba-tiba bel rumah berbunyi dan waktu itu masih jam 5:30 sore di hari Sabtu   Ayah dan ibu baru 1/2 jam yang lalu berangkat ke Bandung   Aku pikir mereka kembali ke rumah mengambil barang yang ketinggalan   Sewaktu pintu rumah dibuka oleh pembantu, suara tante Ani menyapanya   Aku hanya duduk bermalas-malasan di sofa ruang tamu sambil nonton acara TV   Tiba-tiba aku disapanya  

“Bernas kok ngga ikut papa mama ke Bandung?”tanya tante Ani  
“Kalo ke Bandung sih Bernas malas, tante   Kaloke Singapore Bernas mau ikut  ” jawabku santai  
“Yah kapan-kapan aja ikut tante ke Singapore  
Tante ada apartment di sana” tungkas tante Ani  
Aku pun hanya menjawab apa adanya “Ok deh  

Ntar kita pigi rame-rame aja   Tante ada perlu apa dengan mama? Nyusul aja ke Bandung kalo
penting  ”  

“Kagak ada sih   Tante cuman pengen ajak mamamu makan aja   Yah sekarang tante bakalan makan sendirian nih   Bernas mau ngga
temenin tante?”  
“Emang tante mau makan di mana?”
“Tante sih mikir Pizza Hut  ”
“Males ah ogut kalo Pizza Hut  ”
“Trus Bernas maunya pengen makan apa?”
“Makan di Muara Karang aja tante   Di sono kan banyak pilihan, ntar kita pilih aja yang kita mau  ”
“Oke deh   Mau cabut jam berapa?”
“Entaran aja tante   Bernas masih belon laper   Jam 7 aja berangkat   Tante duduk aja dulu  ”

Kami berdua nonton bersebelahan di sofa yang empuk   Sore itu tante Ani mengenakan baju yang lumayan sexy   Dia memakai rok ketat sampai 10 cm di atas lutut, dan atasannya memakai baju berwarna orange muda tanpa lengan dengan bagian dada atas terbuka (kira- kira antara 12 sampai 15cm kebawah dari pangkal lehernya)   Kaki tante Ani putih mulus, tanpa ada bulu kaki 1 helai pun   Mungkin karena dia rajin bersalon ria di salon ibu, paling tidak seminggu 2 kali   Bagian dada atasnya juga putih mulus   Kami nonton TV dengan acara/channel
seadanya saja sambil menunggu sampai jam 7 malam   Kami juga kadang-kadang ngobrol santai, kebanyakan tante Ani suka bertanya
tentang kehidupan sekolahku sampai menanyakan tentang kehidupan cintaku di sekolah  

Aku mengatakan kepada tante Ani bahwa aku saat itu masih belum mau terikat dengan masalah percintaan jaman SMA   Kalo
naksir sih ada, cuma aku tidak sampai mengganggap terlalu serius   Semakin lama kami berbincang-bincang, tubuh tante Ani semakin mendekat ke arahku   Bau parfum Chanel yg dia pakai mulai tercium jelas di hidungku   Tapi aku tidak mempunyai pikiran
apa-apa saat itu  

Tiba-tiba tante Ani berkata, “Bernas, kamu suka dikitik-kitik ngga kupingnya?”  
“Huh? Mana enak?” tanyaku  
“Mau tante kitik kuping Bernas?” tante Ani menawarkan/
“Hmmm…boleh aja   Mau pake cuttonbud?” tanyaku sekali lagi  
“Ga usah, pake bulu kemucing itu aja” tundas tante Ani  
“Idih jorok nih tante   Itu kan kotor   Abis buat bersih-bersih ama mbak  ” jawabku spontan  
“Alahh sok bersihan kamu Bernas   Kan cuman ambil 1 helai bulunya aja   Lagian kamu masih belum mandi kan? Jorok mana hayo!” tangkas tante Ani  
“Percaya tante deh, kamu pasti demen   Sini baring kepalanya di paha tante  ” lanjutnya  

Seperti sapi dicucuk hidungnya, aku menurut saja dengan tingkah polah tante Ani   Ternyata memang benar adanya, telinga ‘dikitik-kitik’ dengan bulu kemucing benar-benar enak tiada tara   Baru kali itu aku merasakan enaknya, serasa nyaman dan pengen tidur aja jadinya   Dan memang benar, aku jadi tertidur sampe sampai jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat   Suara lembut membisikkan telingaku  

“Bernas, bangun yuk   Tante dah laper nih  ” katatante  
“Erghhhmmm … jam berapa sekarang tante  ” tanyaku dengan mata yang masih setengah terbuka  
“Udah jam 7 lewat Bernas   Ayo bangun, tante dah laper   Kamu dari tadi asyik tidur tinggalin tante   Kalo dah enak jadi lupa orang kamu yah  ” kata tante sambil mengelus lembut rambutku  
“Masih ngantuk nih tante … makan di rumah aja yah? Suruh mbak masak atau beli mie ayam di dekat sini  ”
“Ahhh ogah, tante pengen jalan-jalan juga kok   Bosen dari tadi bengong di sini  ”
“Oke oke, kasih Bernas lima menit lagi deh tante  ” mintaku  
“Kagak boleh   Tante dah laper banget, mau pingsan dah  ”

Sambil malas-malasan aku bangun dari sofa   Kulihat tante Ani sedang membenarkan posisi roknya kembali   Alamak gaya tidurku kok jelek sekali sih sampe-sampe rok tante Ani tersingkap tinggi banget   Berarti dari tadi aku tertidur di atas paha mulus tante Ani, begitulah aku berpikir   Ada rasa senang juga di dalam hati   Setelah mencuci muka, ganti pakaian, kita berdua berpamitan kepada pembantu rumah kalau kita akan makan keluar   Aku berpesan kepada pembantu agar jangan menunggu aku pulang, karena aku yakin kita pasti bakal lama   Jadi aku membawa kunci rumah, untuk berjaga-jaga apabila pembantu rumah sudah tertidur  

“Nih kamu yang setir mobil tante dong  ”
“Ogah ah, Bernas cuman mau setir Baby Benz tante   Kalo yang ini males ah  ” candaku   Waktu itu tante Ani membawa sedan Honda, bukan
Mercedes-nya  
“Belagu banget kamu   Kalo ngga mau setir ini, bawa itu Benz-nya mama  ” balas tante Ani  
“No way … bisa digantung ogut ama papa mama  ” jawabku  
“Iya udah kalo gitu setir ini dong  ” jawab tante Ani sambil tertawa kemenangan  

Mobil melaju menyusuri jalan-jalan kota Jakarta  

Tante Ani seperti bebek saja, ngga pernah stop ngomong and gossipin teman-temannya   Aku jenuh banget yang mendengar   Dari yang cerita pacar teman-temannya lah, sampe ke mantan tunangannya   Sesampai di daerah Muara Karang, aku memutuskan untuk makan bakmi bebeknya yang tersohor di sana   Untung tante Ani tidak protes dengan pilihan saya, mungkin karena sudah terlalu lapar dia  

Setelah makan, kita mampir ke tempat main bowling   Abis main bowling tante Ani mengajakku mampir ke rumahnya   Tante Ani tinggal sendiri di apartemen di kawasan Taman Anggrek   Dia memutuskan untuk tinggal sendiri karena alasan pribadi juga   Ayah dan ibu tante Ani sendiri tinggal di Bogor   Saat itu aku tidak tau apa pekerjaan sehari-hari tante Ani, yang tante Ani tidak pernah merasa kekurangan materi   Apartemen tante Ani lumayan bagus dengan tata interior yang classic   Di sana tidak ada siapa- siapa yang tinggal di sana selain tante Ani   Jadi aku bisa maklum apabila tante Ani sering keluar rumah  

Pasti jenuh apabila tinggal sendiri di apartemen  
“Anggap rumah sendiri Bernas   Jangan malu-malu   Kalau mau minum ambil aja sendiri yah  ”
“Kalo begitu, Bernas mau yang ini  ” sambil menunjuk botol Hennessy V  S  O  P yang masih disegel  
“Kagak boleh, masih dibawah umur kamu  ”
cegah tante Ani  
“Tapi Bernas dah umur 17 tahun   Mestinya ngga masalah” jawabku dengan bermaksud membela diri  
“Kalo kamu memaksa yah udah   Tapi jangan buka yang baru, tante punya yang sudah dibuka botolnya  ”  

Tiba-tiba suara tante Ani menghilang dibalik master bedroomnya   Aku menganalisa ruangan sekitarnya   Banyak lukisan-lukisan dari dalam dan luar negeri terpampang di dinding   Lukisan dalam negerinya banyak yang bergambarkan wajah-wajah cantik gadis-gadis Bali   Lukisan yang berbobot tinggi, dan aku yakin pasti bukan barang yang murahan  

“Itu tante beli dari seniman lokal waktu tante ke Bali tahun lalu” kata tante Ani memecahkan suasana hening sebelumnya  
“Bagus tante   High taste banget   Pasti mahal yah?!” jawabku kagum  
“Ngga juga sih   Tapi tante tidak pernah menawar harga dengan seniman itu, karena seni itu mahal  

Kalo tante tidak cocok dengan harga yang dia tawarkan, tante pergi saja  ” Aku masih menyibukkan diri mengamati lukisan-
lukisan yang ada, dan tante Ani tidak bosan menjelaskan arti dari lukisan-lukisan tersebut   Tante Ani ternyata memiliki kecintaan tinggi terhadap seni lukis  

“Ok deh   Kalo begitu Bernas mau pamit pulang dulu tante   Dah hampir jam 11 malam   Tante istirahat aja dulu yah  ” kataku  
“Ehmmm … tinggal dulu aja di sini   Tante juga masih belum ngantuk   Temenin tante bentar yah  ” mintanya sedikit memohon  

Aku juga merasa kasihan dengan keadaan tante Ani yang tinggal sendiri di apartemen itu   Jadi aku memutuskan untuk tinggal 1 atau 2 jam lagi, sampai nanti tante Ani sudah ingin tidur  

“Kita main UNO yuk?!” ajak tante Ani  
“Apa itu UNO?!” tanyaku penasaran  
“Walah kamu ngga pernah main UNO yah?” tanya tante Ani   Aku hanya menggeleng- gelengkan kepala  
“Wah kamu kampung boy banget sih  ” canda tante Ani   Aku hanya memasang tampak cemburut canda  

Tante Ani masuk ke kamarnya lagi untuk membawa kartu UNO, dan kemudian masuk ke dapur untuk mempersiapkan hidangan bersama
minuman   Tante Ani membawa kacang mente asin, segelas wine merah, dan 1 gelas Hennessy V  S  O  P on rock (pake es batu)   Setelah mengajari aku cara bermain UNO, kamipun mulai bermain-main santai sambil makan kacang mente   Hennesy yang aku teguk benar-benar keras, dan baru 2 atau 3 teguk badanku terasa panas sekali   Aku biasanya hanya dikasih 1 sisip saja oleh ayah, tapi ini skrg aku minum sendirian  

Kepalaku terasa berat, dan mukaku panas   Melihat kejadian ini, tante Ani menjadi tertawa, dan mengatakan bahwa aku bukan bakat peminum   Terang aja, ini baru pertama kalinya aku minum 1 gelas Hennessy sendirian  

“Tante, anterin Bernas pulang yah   Kepala ogut rada berat  ”
“Kalo gitu stop minum dulu, biar ngga tambah pusing  ” jawab tante Ani  

Aku merasa tante Ani berusaha mencegahku untuk pulang ke rumah   Tapi lagi-lagi, aku seperti sapi dicucuk hidung-nya, apa yang tante Ani minta, aku selalu menyetujuinya   Melihat tingkahku yang suka menurut, tante Ani mulai terlihat lebih berani lagi   Dia mengajakku main kartu biasa saja, karena bermain UNO kurang seru kalau hanya berdua   Paling tepat untuk bermain UNO itu berempat  

Tapi permainan kartu ini menjadi lebih seru lagi   Tante mengajak bermain blackjack, siapa yang kalah harus menuruti permintaan pemenang   Tapi kemudian tante Ani ralat menjadi ‘Truth & Dare’ game   Permainan kami menjadi seru dan terus terang aja tante Ani sangat menikmati permainan ‘Truth & Dare’, dan dia sportif apabila dia kalah   Pertama-tama bila aku menang dia selalu meminta hukuman dengan ‘Truth’ punishment, lama-lama aku menjadi semakin berani menanyakan yang bukan-bukan  

Sebaliknya dengan tante Ani, dia lebih suka memaksa aku untuk memilih ‘Dare’ agar dia bisa lebih leluasa mengerjaiku   Dari yang disuruh pushup 1 tangan, menari balerina, menelan es batu seukuran bakso, dan lain-lain   Mungkin juga tidak ada pointnya buat tante Ani menanyakan the ‘Truth’ tentang diriku, karena kehidupanku terlihat lurus-lurus saja menurutnya   Ini adalah juga kesempatan untuk menggali the ‘Truth’ tentang kehidupan pribadinya   Aku pun juga heran kenapa aku menjadi tertarik untuk mencari tahu kehidupannya yang sangat pribadi   Mula-mula aku bertanya tentang mantan tunangannya, kenapa sampai batal pernikahannya   Sampai pertanyaan yang
menjurus ke seks seperti misalnya kapan pertama kali dia kehilangan keperawanan  

Semuanya tanpa ragu-ragu tante Ani jawab semua pertanyaan-pertanyaan pribadi yang aku lontarkan   Kini permainan kami semakin wild dan berani   Tante Ani mengusulkan untuk mengkombinasikan ‘Truth & Dare’ dengan ‘Strip Poker’   Aku pun semakin bergairah dan menyetujui saja usul tante Ani  

“Yee, tante menang lagi   Ayo lepas satu yang menempel di badan kamu  ” kata tante Ani dengan senyum kemenangan  
“Jangan gembira dulu tante, nanti giliran tante yang kalah   Jangan nangis loh yah kalo kalah  ” jawabku sambil melepas kaus kakiku  

Selang beberapa lama … “Nahhh, kalah lagi … kalah lagi … lepas lagi … lepas lagi  ”   Tante Ani kelihatan gembira sekali   Kemudian aku melepas kalung emas pemberian ibu yang aku kenakan  

“Ha ha ha … two pairs, punya tante one pair   Yes yes … tante kalah sekarang   Ayo lepas lepas …” candaku sambil tertawa gembira  
“Jangan gembira dulu   Tante lepas anting tante  ” jawab tante sambil melepas anting-anting yang dikenakannya   Aku makin bernapsu untuk bermain   Mungkin bernapsu untuk melihat tante Ani bugil juga   Aku pengen sekali menang terus  

“Full house … yeahhh … kalah lagi tante   Ayo lepas … ayo lepas …”   Aku kini menari-nari gembira  

Terlihat tante Ani melepas jepit rambut merahnya, dan aku segera saja protes “Loh, curang kok lepas yang itu?”  

“Loh, kan peraturannya lepas semuanya yang menempel di tubuh   Jepit tante kan nempel di rambut dan rambut tante melekat di kepala   Jadi masih dianggap menempel dong  ” jawabnya membela  

Aku rada gondok mendengar pembelaan tante Ani   Tapi itu menjadikan darahku bergejolak lebih deras lagi  

“Straight … Bernas … One Pair … Yes tante menang   Ayo lepas! Jangan malu-malu!” seru tante Ani girang   Aku pun segera melepas jaket
aku yang kenakan   Untung aku selalu memakai jaket tipis biar keluar malam   Lihatlah pembalasanku, kataku dalam hati  
“Bernas Three kind … tante … one pair … ahhh … lagi-lagi tante kalah” sindirku sambil tersenyum  

Dan tanpa diberi aba-aba dan tanpa malu-malu, tante melepas baju atasannya   Aku serentak menelan ludah, karena baju atasan tante telah terlepas dan kini yang terlihat hanya BH putih tante   Belahan payudara-nya terlihat jelas, putih bersih   Bernas junior dengan serentak langsung menegang, dan kedua mataku terpaku di daerah belahan dadanya  

“Hey, lihat kartu dong   Jangan liat di sini  ” canda tante sambil menunjuk belahan dadanya   Aku kaget sambil tersenyum malu  
“Yes Full House, kali ini tante menang   Ayo buka … buka”   Tampak tante Ani girang banget bisa dia menang   Kali ini aku lepas atasanku, dan kini aku terlanjang dada  

“Ck ck ck … pemain basket nih   Badan kekar dan hebat   Coba buktikan kalo hokinya juga hebat  ” sindir tante Ani sambil tersenyum  

Setelah menegak habis wine yang ada di gelasnya, tante Ani kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju ke dapur dengan
keadaan dada setengah terlanjang   Tak lama kemudian tante Ani membawa sebotol wine merah yang masih 3/4 penuh dan sebotol
V  S  O  P yang masih 1/2 penuh  

“Mari kita bergembira malam ini   Minum sepuas- puasnya  ” ucap tante Ani   Kami saling ber-tos ria dan kemudian melanjutkan kembali permainan strip poker kami  

“Yesss … ” seruku dengan girangnya pertanda aku menang lagi  

Tanpa disuruh, tante Ani melepas rok mininya dan aduhaiii, kali ini tante Ani hanya terliat mengenakan BH dan celana dalam saja   Malam itu dia mengenakan celana dalam yang kecil imut berwarna pink cerah   Tidak tampak ada bulu-bulu pubis disekitar selangkangannya   Aku
sempat berpikir apakah tante Ani mencukur semua bulu-bulu pubisnya  

Muka tante Ani sedikit memerah   Kulihat tante Ani sudah menegak abis gelas winenya yang kedua   Apakah dia berniat untuk mabuk malam ini? Aku kurang sedikit perduli dengan hal itu   Aku hanya bernafsu untuk memenangkan permainan strip poker ini, agar aku bisa melihat tubuh terlanjang tante Ani  

“Yes, yes, yes …” senyum kemenangan terlukis indah di wajahku  

Tante Ani kemudian memandangkan wajahku selang beberapa saat, dan berkata dengan nada genitnya “Sekarang Bernas tahan napas yah   Jangan sampai seperti kesetrum listrik loh”   Kali ini tante Ani melepaskan BH-nya dan serentak jatungku ingin copot   Benar apa kata tante Ani, aku seperti terkena setrum listrik bertegangan tinggi   Dadaku sesak, sulit bernapas, dan jantungku berdegup kencang   Inilah pertama kali aku melihat payudara wanita dewasa secara jelas di depan mata   Payudara tante Ani sungguh indah dengan putingnya yang berwarna coklat muda menantang  

“Aih Bernas, ngapain liat susu tante terus   Tante masih belum kalah total   Mau lanjut ngga?” tanya tante Ani   Aku hanya bisa menganggukkan kepala pertanda ‘iya’  
“Pertama kali liat susu cewek yah? Ketahuan nih  

Dasar genit kamu  ” tambah tante Ani lagi   Aku sekali lagi hanya bisa mengangguk malu   Aku menjadi tidak berkonsentrasi bermain, mataku sering kali melirik kedua payudaranya dan selangkangannya   Aku penasaran sekali ada apa dibalik celana dalam pinknya itu   Tempat di mana menurut teman-teman sekolah adalah surga dunia para lelaki   Aku ingin sekali melihat
bentuknya dan kalo bisa memegang atau meraba-raba  

Akibat tidak berkonsentrasi main, kali ini aku yang kalah, dan tante Ani meminta aku melepas celana yang aku kenakan   Kini aku terlanjang dada dengan hanya mengenakan celana dalam saja   Tante Ani hanya tersenyum-senyum saja sambil menegak wine-nya lagi   Aku sengaja menolak tawaran tante Ani untuk menegak V  S  O  P-nya, dengan alasan takut pusing lagi   Karena kami berdua hanya tinggal 1 helai saja di tubuh kami, permainan kali ini ada finalnya  

Babak penentuan apakah tante Ani akan melihat aku terlanjang bulat atau sebaliknya   Aku berharap malam itu malaikat keberuntungan
berpihak kepadaku   Ternyata harapanku sirna, karena ternyata malaikat keberuntungan berpihak kepada tante Ani   Aku kecewa sekali, dan wajah kekecewaanku terbaca jelas oleh tante Ani  

Sewaktu aku akan melepas celana dalamku dengan malu-malu, tiba-tiba tante Animencegahnya  
“Tunggu Bernas   Tante ngga mau celana dalam mu dulu   Tante mau Dare Bernas dulu   Ngga seru kalo game-nya cepat habis kayak begini”
kata tante Ani  

Setelah meneguk wine-nya lagi, tante Ani terdiam sejenak kemudian tersenyum genit  
Senyum genitnya ini lebih menantang daripadayang sebelum-sebelumnya  

“Tante dare Bernas untuk … hmmm … cium bibir tante sekarang  ” tantang tante Ani  
“Ahh, yang bener tante?” tanyaku  
“Iya bener, kenapa ngga mau? Jijik ama tante?” tanya tante Ani  
“Bukan karena itu   Tapi … Bernas belum pernah soalnya  ” jawabku malu-malu  
“Iya udah, kalo gitu cium tante dong   Sekalian pelajaran pertama buat Bernas  ” kata tante Ani  

Tanpa berpikir ulang, aku mulai mendekatkan wajahku ke wajah tante Ani   Tante Ani kemudian memejamkan matanya   Pertamanya aku hanya menempelkan bibirku ke bibir tante Ani   Tante Ani diam sebentar, tak lama kemudian bibirnya mulai melumat-lumat bibirku perlahan-lahan   Aku mulai merasakan bibirku mulai basah oleh air liur tante Ani   Bau wine merah sempat tercium di hidungku   Aku pun tidak mau kalah, aku berusaha menandinginya dengan membalas lumatan bibir tante Ani  

Maklum ini baru pertama, jadi aku terkesan seperti anak kecil yang sedang melumat-lumat ice cream   Selang beberapa saat, aku kaget dengan tingkah baru tante Ani   Tante Ani dengan serentak menjulurkan lidahnya masuk ke dalam mulutku   Anehnya aku tidak merasa jijik sama sekali, malah senang dibuatnya   Aku temukan lidahku dengan lidah tante Ani, dan kini lidah kami kemudian saling berperang di dalam mulutku dan terkadang puladi dalam mulut tante Ani  

Kami saling berciuman bibir dan lidah kurang lebih 5 menit lamanya   Nafasku sudah tak karuan, dah kupingku panas dibuatnya   Tante Ani seakan-akan menikmati betul ciuman ini   Nafas tante Ani pun masih teratur, tidak ada tanda sedikitpun kalau dia tersangsang  

“Sudah cukup dulu   Ayo kita sambung lagi pokernya” ajak tante Ani   Aku pun mulai mengocok kartunya, dan pikiranku masih terbayang saat kita berciuman  

Aku ingin sekali lagi mencium bibir lembutnya   Kali ini aku menang, dan terang saja aku meminta jatah sekali lagi berciuman dengannya  
Tante Ani menurut saja dengan permintaanku ini, dan kami pun saling berciuman lagi   Tapi kali ini hanya sekitar 2 atau 3 menit saja  

“Udah ah, jangan ciuman terus dong   Ntar Bernas bosan ama tante  ” candanya  
“Masih belon bosan tante   Ternyata asyik juga yah ciuman  ” jawabku  
“Kalo ciuman terus kurang asyik, kalo mau sih …” seru tante Ani kemudian terputus   Kalimat tante Ani ini masih menggantung bagiku, seakan-akan dia ingin mengatakan sesuatu yang menurutku sangat penting   Aku terbayang-bayang untuk bermain ‘gila’ dengan tante Ani
malam itu  

Aku semakin berani dan menjadi sedikit tidak tau diri   Aku punya perasaan kalo tante Ani sengaja untuk mengalah dalam bermain poker malam itu   Terang aja aku menang lagi kali ini   Aku sudah terburu oleh napsuku sendiri, dan aku
sangat memanfaatkan situasi yang sedang berlangsung  

“Bernas menang lagi tuh   Jangan minta ciuman lagi yah   Yang lain dong …” sambut tante Ani sambil menggoda  
“Hmm … apa yah  ” pikirku sejenak  
“Gini aja, Bernas pengen emut-emut susu tante Ani  ” jawabku tidak tau malu  

Ternyata wajah tante Ani tidak tampak kaget atau marah, malah balik tersenyum kepadaku sambil berkata “Sudah tante tebak apa yang ada di dalam pikiran kamu, Bernas  ”  

“Boleh kan tante?!” tanyaku penasaran  

Tante Ani hanya mengangguk pertanda setuju   Kemudian aku dekatkan wajahku ke payudara sebelah kanan tante Ani   Bau parfum harum yang menempel di tubuhnya tercium jelas di hidungku   Tanpa ragu-ragu aku mulai mengulum puting susu tante Ani dengan lembut   Kedua telapak tanganku berpijak mantap di atas karpet ruang tamu tante Ani, memberikan fondasi kuat agar wajahku tetap bebas menelusuri payudara tante Ani   AKu kulum bergantian puting kanan dan puting kiri-nya  

Kuluman yang tante Ani dapatkan dariku memberikan sensasi terhadap tubuh tante Ani  
Dia tampak menikmati setiap hisapan-hisapan dan jilatan-jilatan di puting susu-nya   Nafas tante Ani perlahan-lahan semakin memburu, dan terdengar desahan dari mulutnya   Kini aku bisa memastikan bahwa tante Ani saat ini sedang terangsang atau istilah modern-nya

‘horny’  
“Bernasss … kamu nakal banget sih! … haahhh … Tante kamu apain?” bisik tante Ani dengan nada terputus-putus   Aku tidak mengubris kata-kata tante Ani, tapi malah semakin bersemangat memainkan kedua puting susunya   Tante Ani tidak memberikan perlawanan sedikitpun, malah seolah-olah seperti memberikan lampu hijau kepadaku untuk melakukan hal-hal yang tidak
senonoh terhadap dirinya  

Aku mencoba mendorong tubuh tante Ani perlahan-lahan agar dia terbaring di atas karpet  
Ternyata tante Ani tidak menahan/menolak, bahkan tante Ani hanya pasrah saja   Setelah tubuhnya terbaring di atas karpet, aku menghentikan serangan gerilyaku terhadap payudara tante Ani   Aku perlahan-lahan menciumi leher tante Ani, dan oh my, wangi
betul leher tante Ani   Tante Ani memejamkan kedua matanya, dan tidak berhenti-hentinya mendesah   Aku jilat lembut kedua telinganya,
memberikan sensasi dan getaran yang berbeda terhadap tubuhnya   Aku tidak mengerti mengapa malam itu aku seakan-akan tau apa
yang harus aku lakukan, padahal ini baru pertama kali seumur hidupku menghadapi
suasana seperti ini  

Kemudian aku melandaskan kembali bibirku di atas bibir tante Ani, dan kami kembali berciuman mesra sambil berperang lidah di dalam mulutku dan terkadang di dalam mulut tante Ani   Tanganku tidak tinggal diam   Telapak tangan kiriku menjadi bantal untuk kepala belakang tante Ani, sedangkan tangan kananku meremas- remas payudara kiri tante Ani  

Tubuh tante Ani seperti cacing kepanasan   Nafasnya terengah-engah, dan dia tidak berkonsentrasi lagi berciuman denganku   Tanpa
diberi komando, tante Ani tiba-tiba melepas celana dalamnya sendiri   Mungkin saking ‘horny’-nya, otak tante Ani memberikan instinct
bawah sadar kepadanya untuk segera melepas celana dalamnya  

Aku ingin sekali melihat kemaluan tante Ani saat itu, namun tante Ani tiba-tiba menarik tangan kananku untuk mendarat di kemaluannya  

“Alamak …”, pikirku kaget   Ternyata kemaluan/ memek tante Ani mulus sekali   Ternyata semua bulu jembut tante Ani dicukur abis olehnya   Dia menuntun jari tengahku untuk memainkan daging mungil yang menonjol di memeknya  

Para pembaca pasti tau nama daging mungil ini yang aku maksudkan itu   Secara umum daging mungil itu dinamakan biji etil atau biji etel atau itil saja   Aku putar-putar itil tante Ani berotasi searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam   Kini memek tante Ani mulai basah dan licin  

“Bernasss … kamu yah … aaahhhh … kok berani ama tante?” tanya tante Ani terengah-engah  
“Kan tante yang suruh tangan Bernas ke sini?” jawabku  
“Masa sihhh … tante lupa … aahhh Bernasss … Bernasss … kamu kok nakal?” tanya tante Ani lagi  
“Nakal tapi tante bakal suka kan?” candaku gemas dengan tingkah tante Ani  
“Iyaaa … nakalin tante pleasee …” suara tante Ani mulai serak-serak basah  

Aku tetap memainkan itil tante Ani, dan ini membuatnya semakin menggeliat hebat   Tak lama kemudian tante Ani menjerit kencang
seakaan-akan terjadi gempa bumi saja   Tubuhnya mengejang dan kuku-kuku jarinya sempat mencakar bahuku   Untung saja tante Ani
bukan tipe wanita yang suka merawat kuku panjang, jadi cakaran tante Ani tidak sakit buatku  

“Bernasss … tante datangggg uhhh oohhh …” erang tante Ani   Aku yang masih hijau waktu itu kurang mengerti apa arti kata ‘datang’ waktu itu  

Yang pasti setelah mengatakan kalimat itu, tubuh tante Ani lemas dan nafasnya terengah-engah   Dengan tanpa di beri aba-aba, aku lepas celana dalamku yang masih saja menempel   Aku sudah lupa sejak kapan batang penisku tegak   Aku siap menikmati tubuh tante Ani, tapi sedikit ragu, karena takut akan ditolak oleh tante Ani   Keragu- raguanku ini terbaca oleh tante Ani   Dengan lembutnya tante Ani berkata,

“Bernas, kalo pengen tidurin tante, mendingan cepetan deh, sebelon gairah tante habis   Tuh liat kontol Bernas
dah tegak kayak besi   Sini tante pegang apa dah panas  ”  

Aku berusaha mengambil posisi diatas tubuh tante   Gaya bercinta traditional   Perlahan-lahan kuarahkan batang penisku ke mulut vagina tante Ani, dan kucoba dorong penisku perlahan-lahan   Ternyata tidak sulit menembus pintu kenikmatan milik tante Ani   Selain mungkin karena basahnya dinding-dinding memek tante Ani yang memuluskan jalan masuk penisku, juga karena mungkin sudah beberapa batang penis yang telah masuk di dalam sana  

“Uhhh … ohhh … Bernasss … ahhh …” desah tante Ani  

Aku coba mengocok-kocok memek tante Ani dengan penisku dengan memaju-mundurkan pinggulku   Tante Ani terlihat semakin ‘horny’,
dan mendesah tak karuan  

“Bernasss … Bernasss … aduhhh Bernasss … geliiii tante … uhhh … ohhhh …” desah tante Ani   Di saat aku sedang asyik memacu tubuh tante Ani, tiba-tiba aku disadarkan oleh permintaan tante Ani, sehingga aku berhenti sejenak  

“Bernasss … kamu dah mau keluar belum … ” tanya tante Ani  
“Belon sih tante … mungkin beberapa saat lagi …
” jawabku serius  
“Nanti dikeluarin di luar yah, jangan di dalam  
Tante mungkin lagi subur sekarang, dan tante lupa suruh kamu pake pengaman   Lagian tante ngga punya stock pengaman sekarang   Jadi
jangan dikeluarin di dalam yah  ” pinta tante Ani  
“Beres tante  ” jawabku  
“Ok deh … sekarang jangan diam … goyangin lagi dong …” canda tante Ani genit  

Tanpa menunda banyak waktu lagi, aku lanjutkan kembali permainan kami   Aku bisa merasakan memek tante Ani semakin basah saja, dan aku pun bisa melihat bercak-bercak lendir putih di sekitar bulu jembutku   Aku mulai berkeringat di punggung belakangku   Muka dan telingaku panas   Tante Ani pun juga sama   Suara erangan dan desahan-nya makin terdengar panas saja di telingaku   Aku tidak menyadari bahwa aku sudah berpacu dengan tante Ani 20 menit lama-nya   Tanda-tanda akan adanya sesuatu yang bakalan keluar dari penisku
semakin mendekat saja  

“Bernasss … ampunnn Bernasss … kontolnyakok kayak besi aja … ngga ada lemasnya dari tadi… tante geliii banget nihhh …” kata tante Ani  
“Tante … Bernasss dah sampai ujung nih …” kataku sambil mempercepat goyangan pinggulku  

Puting tante Ani semakin terlihat mencuat menantang, dan kedua payudara pun terlihat mengeras   Aku mendekatkan wajahku ke wajah
tante Ani, dan bibir kami saling berciuman   Aku julur-julurkan lidahku ke dalam mulutnya, dan lidah kami saling berperang di dalam   Posisi bercinta kami tidak berubah sejak tadi   Posisiku tetap di atas tubuh tante Ani  

Aku percepat kocokan penisku di dalam memek tante Ani   Tante Ani sudah menjerit-jerit dan meracau tak karuan saja  

“Bernasss … tante datangggg … uhhh …ahhhhhh …” jerit tante Ani sambil memeluk erat tubuhku   Ini pertanda tante Ani telah ‘orgasme’  

Aku pun juga sama, lahar panas dari dalam penisku sudah siap akan menyembur keluar  
Aku masih ingat pesan tante Ani agar spermaku dilepas keluar dari memek tante Ani  

“Tante … Bernassss datangggg …” jeritku panik   Kutarik penisku dari dalam memek tante Ani, dan penisku memuncratkan spermanya di perut tante Ani   Saking kencangnya, semburan spermaku sampai di dada dan leher tante Ani  

“Ahhh … ahhhh … ahhhh …” suara jeritan kepuasanku  
“Idihhh … kamu kecil-kecil tapi spermanya banyak bangettt sih …” canda tante Ani   Aku hanya tersenyum saja   Aku tidak sempat
mengomentari candaan tante Ani  

Setelah semua sperma telah tumpah keluar, aku merebahkan tubuhku di samping tubuh tante Ani   Kepalaku masih teriang-iang dan nafasku masih belum stabil   Mataku melihat ke langit- langit apartment tante Ani   Aku baru saja menikmati yang namanya surga dunia  
Tante Ani kemudian memelukku manja dengan posisi kepalanya di atas dadaku   Bau harum rambutku tercium oleh hidungku  

“Bernas puas ngga?” tanya tante Ani  
“Bukan puas lagi tante … tapi Bernas seperti baru saja masuk ke surga” jawabku  
“Emang memek tante surga yah?” canda tante Ani  
“Boleh dikata demikian  ” jawabku percaya diri  
“Kalo tante puas ngga?” tanyaku penasaran  
“Hmmm … coba kamu pikir sendiri aja … yang pasti memek tante sekarang ini masih berdenyut-denyut rasanya   Diapain emang ama Bernas?” tanya tante Ani manja  
“Anuu … Bernas kasih si Bernas Junior … tuh tante liat jembut Bernas banyak bercak-bercak lendir   Itu punya dari memek tante tuh   Banjir keluar tadi  ” kataku  
“Idihhh … mana mungkin …” bela tante Ani sambil mencubit penisku yang sudah mulai loyo  
“Bernas sering-sering datang ke rumah tante aja  
Nanti kita main poker lagi   Mau kan?” pinta tante Ani  
“Sippp tante  ” jawabku serentak girang  

Malam itu aku nginap di rumah tante Ani   Keesokan harinya aku langsung pulang ke rumah   Aku sempat minta jatah 1 kali lagi
dengan tante Ani, namum ajakanku ditolak halus olehnya karena alasan dia ada janji dengan teman-temannya   Sejak saat itu aku menjadi teman seks gelap tante Ani tanpa sepengetahuan orang lain terutama ayah dan ibu   Tante Ani senang bercinta yang bervariasi dan dengan lokasi yang bervariasi pula selain apartementnya sendiri  

Kadang bermain di mobilnya, di motel kilat yang hitungan charge-nya per jam, di ruang VIP spa kecantikan ibuku (ini aku berusaha keras untuk menyelinap agar tidak diketahui oleh para pegawai di sana)   Tante Ani sangat menyukai dan menikmati seks   Menurut tante Ani seks dapat membuatnya merasa enak secara jasmani dan rohani, belum lagi seks yang teratur sangatlah baik untuk kesehatan   Dia pernah
menceritakan kepadaku tentang rahasia awet muda bintang film Hollywood tersohor bernama Elizabeth Taylor, yah jawabannya hanya singkat saja yaitu seks dan diet yang teratur  

Tante Ani paling suka ‘bermain’ tanpa kondom   Tapi dia pun juga tidak ingin memakai sistem pil sebagai alat kontrasepsi karena dia sempat alergi saat pertama mencoba minum pil kontrasepsi   Jadi di saat subur, aku diharuskan memakai kondom   Di saat setelah selesai masa menstruasinya, ini adalah saat di mana kondom boleh dilupakan untuk sementara dulu dan aku bisa sepuasnya berejakulasi di dalam memeknya   Apabila di saat subur dan aku/tante Ani lupa menyetok kondom, kita masih saja nekat bermain tanpa kondom dengan
berejakulasi di luar (meskipun ini rawan kehamilannya tinggi juga)  

Hubungan gelap ini sempat berjalan hampir 4 tahun lamanya   Aku sempat memiliki perasaan cinta terhadap tante Ani   Maklum aku masih
tergolong remaja/pemuda yang gampang terbawa emosi   Namun tante Ani menolaknya dengan halus karena apabila hubunganku dan tante Ani bertambah serius, banyak pihak luar yang akan mencaci-maki atau mengutuk kami  

Tante Ani sempat menjauhkan diri setelah aku mengatakan cinta padanya sampai aku benar-benar ‘move on’ dari-nya   Aku lumayan patah
hati waktu itu (hampir 1  5 tahun), tapi aku masih memiliki akal sehat yang mengontrol perasaan sakit hatiku   Saat itu pula aku cuti ‘bermain’ dengan tante Ani  

Saat ini aku masih berhubungan baik dengan tante Ani   Kami kadang-kadang menyempatkan diri untuk ‘bermain’ 2 minggu sekali atau kadang-kadang 1 bulan sekali   Tergantung dari mood kami masing-masing   Tante Ani sampai sekarang masih single   Aku untuk sementara ini juga masih single   Aku putus dengan pacarku sekitar 6 bulan yang lalu   Sejak putus dengan pacarku, tante Ani sempat menjadi pelarianku, terutama pelarian seks   Sebenarnya ini tidak benar dan kasihan tante Ani, namun tante Ani seperti mengerti tingkah laku lelaki yang sedang patah hati pasti akan mencari seorang pelarian  

Jadi tante Ani tidak pernah merasa bahwa dia adalah pelarianku, tapi sebagai seorang teman yang ingin membantu meringkankan beban
perasaan temannya   – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru
Like This Article ?

Pelanggan Sms Massal Web Betting

www.pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya 1 web 4 permainan Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15%join now!
Pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15% dapatkan jutaan rupiah setiap harinya
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Bola Jaya
www.bolajaya.com (Bonus deposit SPORTBOOK 25%; 5% Casino+Cashback 5%, Rollingan 0.5%) INFO BBM( 2B4C158D ); SMS( 081360284177 ) SMS balasan ke 081360284177
Master138
www.master138.com Situs Taruhan Bola Online Terpercaya, Promo Bonus : Member Baru 30% SBO / IBC / CASINO Join now! Pin BB : 2B5AF93F
MejaVip
Dapatkan bonus deposit dan turnover untuk permainan poker HANYA di WWW.MEJAVIP.COM/news.php?id=518
Togel Nusa
Bingung mau pasang togel? Dapatkan bonus deposit 30%!! Daftar di WWW.TOGELNUSA.COM
Bola Online
Kunjungi WWW.BOLAONLINE.COM dan dapatkan cashback untuk sportbook 6.2%, dan 0.6% untuk casino SELAMANYA..!!!
 
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork