Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum Terbaru – Cerita Sex: Pengalaman Gigolo Ku Dengan Banyak Tante – Kisah ini berawal dari nafsuku yang boleh dibilang ugal-ugalan Bagaimana tidak, disaat usiaku yang mencapai 29 tahun, sekarang iniinginnya /ML/ (bersetubuh) terus tiap hari dengan istriku (inginnya 3 kali sehari) Dan para netters duga, pasti seorang istri tidak hanya menginginkan kepuasan seksual setiap waktu, akan tetapi juga kerja mengurus rumah lah, mengurus anak lah dan lain-lain banyaknya Sehingga nyaris istriku juga sering keberatan kalau tiap malam bersetubuh terus, dan aku juga kasihan padanya
Cerita Sex: Pengalaman Muhidin Dengan Banyak Tante
Setiap kali bercinta, istriku bisa 3 kadang 4 kali orgasme dan aku sendiri kadang tidak ejakulasi sama sekali karena istriku keburu lelah duluan Paling setelah istriku tertidur pulas kelelahan, aku langsung pindah ke meja kerjaku dan menyalakan PC, lalu memutar /Blue Film/ dan aku lanjutkan dengan /self service/ Setelah puas, aku baru menyusul istriku yang tertidur, dan jika tengah malam aku terjaga dan kudapati “pusakaku” berdiri, aku ulangi lagi hingga aku benar-benar lelah dan tertidur
Aku sendiri sangat bergairah apabila melihat tante-tante yang umumnya mereka lebih dewasa, lebih pintar dan telaten dalam urusan ranjang Bahkan aku dalam melakukan onani sering membayangkan dengan tante-tante tetanggaku yang umumnya genit-genit Begitu hingga suatu saat, aku mendapat pengalaman bercinta yang amat berkesan dalam sejarah kehidupan seksualku Ceritanya berawal pada saat temanku mengajak karaoke di kawasan wisata prigen dan sebelumnya aku belum pernah masuk ke kawasan semacam itu Kami bertiga pesan ruang utama yang mempunyai pintu sendiri dan ruangan itu terpisah dengan yang lainnya selama tiga jam penuh
“Eh, Eko emangnya Elo udah booking cewek untuk nemenin Kita ?” tanyaku pada Eko, salah seorang dari kawanku
“Sabaarr Boss, entar Adi juga bawain tuh cewek ” tukasnya
Sepuluh menit kemudian, saat aku akan menyulut Djarum 76-ku, merapatlah sebuah Kijang dan Civic Wonder berjejeran ke hadapanku dan Eko Kalau Kijang itu aku kenal, itu adalah Kijang-nya si Adi dan keluar dua orang
ABG yang berdandan Ahooyy Berdesir darah lelakiku melihat dua orang ABG itu Bagaimana tidak, pakainnya super ketat dan sangat menonjolkan bukit-bukit indah di dada dan pantatnya Akan tetapi, aku tidak kenal dengan Civic itu Aku melihat di dalamnya ada seorang cewek ABG dan seorang lagi wanita sekitar 35 tahun (menurut taksiranku dari raut wajahnya)
Eko yang rupanya kenal baik dengan kedua wanita itu langsung menyambut dan membukakan pintu, lantas memperkenalkannya kepadaku
“Lisa ” seru tante itu disambut uluran tangannya padaku
“Inneke ” sahut gadis manis disampingnya
Singkat cerita, kami sudah mulai bernyanyi, berjoget dan minum-minum bersama, entah sudah berapa keping VCD Blue Dangdut yang kami putar Aku melihat Eko dan Adi mulai mendekati sudut ruangan, dan entah sudah berapa lama ceweknya orgasme karena oral yang mereka lakukan Sementara aku sendiri agak kaku dengan Lisa dan Inneke Kami pun tetap bernyanyi-nyanyi, meskipun syairnya awur-awuran karena desakan birahi akibat pertunjukan BF di depan kami
Aku sendiri duduk di dekat Lisa, sementara Inneke serius menyanyikan lagu-lagu itu Tante Lisa sendiri sudah habis satu Pak A-mild-nya, sementara aku melihat wajah Inneke yang merah padam dan kadang nafasnya terengah pelan karena menahan gejolak yang ia saksikan di layar 29 inch itu Tiba giliranku untuk mengambil /mike/ dari Inneke, aku bangkit mengambil mike itu dari tangan Inneke dan mengambil duduk di antara Inneke dan Lisa Pengaruh minumanku dan XTC yang mereka telan membuat kami jatuh dalam alunan suasana birahi itu
“Boy , I want your sperm tonight Honey ” bisik Lisa lirih di telingaku, sementara tangan kirinya meraba selangkanganku
Inneke yang sudah meletakkan /pet aqua/-nya mengambil sikap yang sama padaku Dia malah mulai memainkan ujung lidahnya di telinga Hangat nafas dan harum kedua wanita itu membuatku terbuai dalam alunan melodi birahi yang sudah aku rasakan menjalar menelusuri selangkanganku Perlahan namun pasti, kejantananku menegak dan kencang, sehingga /Lee Cooper/-ku rasanya tidak muat lagi, apalagi saat meneganggnya salah jalur dan sedikit melenceng
“Lho kok bengkok punyamu Say ?” tanya Lisa padaku pura-pura seperti seorang amatiran saja
Belum sempat aku menjawab, buru-buru Inneke membuka zipper dan CD-ku, lantas mengeluarkan isinya
“Gini lho Tan mintanya dilurusin, Mas Boy ini ” kata Inneke diikuti penundukkan kepalanya ke arah selangkanganku
“Aaakkhh ” pekikku tertahan saat Inneke spontan mulai mengulum kepala penisku ke dalam mulutnya dikombinaksikan dengan sedotan dan jilatan melingkar lidah
Spotan kedua kakiku menegang dan membuka lebih lebar lagi untuk memudahkan oral Ineke
“Oookh My Godd sshh aakk ” desahku
Seluruh tubuhku bergetar dan terasa disedot seluruh sumsun tulangku lewat lubang penisku Permainan Inneke betul-betul professional, sampai-sampai dentuman musik itu sepertinya tidak kudengar lagi, karena telingaku juga berdesir kencang Ujung penisku betul-betul ngilu, hangat, geli dan perasaan birahi bercampur jadi satu disana Lisa lantas membuka kancing kemeja Hawai-ku dan mundaratkan mulut indahnya di puting susu kiriku, sementara puting kanan dimainkan oleh telunjuk dan jempol kirinya agen poker
“Aaakk mmhh ” desahku tidak menentu
Aku betul-betul tidak tahan menikmati sensasi ini
“Gila , inilah penyelewenganku yang pertama dan dimanja oleh dua orang wanita sekaligus ” bisikku dalam hati
Aku semakin tidak tahan saja, lalu kurengkuh leher Lisa dan kudekatkan bibirku, kujulurkan lidahku menyapu seluruh rongga mulutnya dan sesekali kuhisap dalam-dalam bibir bawahnya yang sangaat menawan itu Ini karena
jujur saja, aku lebih bergairah dengan Tante Lisa, meskipun sudah hampir mencapai kepala 4 itu (dalam perbincangan kami, akhirnya aku tahu juga umur Lisa, meskipun tidak pasti segitu bahkan bisa lebih)
Badanku lantas kumiringkan dan bersandar pada sofa
Bukit indah Tante Lisa adalah tujuanku dan benar saja, berapa saat kemudian, “Oookkhh Nimaatthh Sayy seddootthh terruusshh ” desah Lisa terengah-engah
Sedotanku kukombinasikan dengan pelintiran jempol dan telunjuk kiriku, sesekali kuputar-putar putingnya dengan telapak tanganku
“Ssshh terusshh Sayy ” Lisa mendesis seperti ular
Tiba-tiba, “Teett ,” suara bel mengejutkan kami, pertanda sepuluh menit lagi akan berakhir
Aku melihat Adi dan Eko tersandar kelelahan, dan kulihat ada sisa sperma menentes dari ujung penis-nya yang mulai mengkerut
“Udahan dulu ya Tante , In ,” pintaku pada mereka
“Emmhh Oke ” jawab mereka dengan nada sedikit keberatan
Kami pun turun, aku berpisah dengan Adi dan Eko, entah kemana mereka melanjutkan petualangan birahinya Dan kami pun sudah masuk ke Civic Lisa
“Kemana Kita nich ?” tanyaku sok bloon seraya menghidupkan mesin
“Kita lanjutin di hotel yuk Ke !” ajak Tanta Lisa kepada Inneke
“Baik Tan Kita ke hotel **** (edited) yang punya /whirpool/ di kamarnya ” sahut Inneke
Rupanya Tante Lisa adalah seorang eksekutif, karena itu ia pesan salah satu President Suit Room yang mana seumur-umur aku baru mesuk ke dalamnya Kamarnya luas, kurang lebih 6 x 8 meter, beralaskan permadani coklat muda kembang-kembang dan dilengkapi /whirpool/ yang menghadap ke arah kehijauan lembah Kamar itu juga mempunyai sofa panjang di sebelah /whirpool/
Begitu masuk, Tante Lisa lalu mengunci pintu, aku dan Inneke mengambil tempat duduk di sofa sebelah /whirpool/ Aku melingkarkan lenganku ke pundak Inneke, alunan musik malam pun semakin menambah romantis suasana
“Inn ” bisikku mesra kepada Inneke mengawali percumbuanku
Inneke yang sudah /on/ berat itu langsung menyambut kecupanku, nafasnya terengah-engah, menandakan bahwa dia sangat menginginkan kehangatan, kenikmatan dan mengisi kekosongan ruang vaginanya yang terasa menggelitik dan lembab Dengan sedikit tergesa, aku melepas CD-nya, lalu kurebahkan kepalanya di sandaran sisi sofa dan keletakkan pinggulnya tepat diselangkanganku
“Sreett ” penisku mulai bereaksi saat pantatnya yang dingin menyentuh /Lee Cooper/-ku dan kulihat Inneke terpejam, sementara tangannya membetulkan rambutnya yang tergerai di sofa
Aku mulai memainkan jari telunjukku di bibir luar vaginanya yang sudah mulai melelehkan cairan bening dari hulunya Tidak ketinggalan, bibirku menghisap dalam-dalam dan sesekali kujepit putingnya dengan kedua bibirku lalu kutarik-tarik, sesekali kupilin-pilin dengan kedua bibirku
“Wuuaahh sshh terusshh nikkmatthh ” desah Inneke keras-keras saat kuperlakukan seperti itu
Tubuhnya kejang panas dan seluruh aliran darahnya kini memuncak Sengaja aku tidak memasukkan telunjukku, karena untuk menstimulasi lebih intens lagi Kami bercumbu dan sudah tidak ingat lagi apa yang dilakukan Lisa di kamar mandi yang begitu lama
“Bentar Inn , Aku pispot dulu yach ?” kataku sambil melepaskan cumbuanku
“Emmhh ” desah Inneke sedikit kesal
Akan tetapi, aku melihat Inneke melanjutkan birahinya dengan dua jari
Aku sendiri berlari kecil menuju ke kamar kecil dan sesampai di pintu, aku kaget karena mendapati Tante Lisa lagi meregang orgasmenya
“Aaakkhh sshh sshh ” desah Tante Lisa, matanya mendelik merem melek
Tampaknya vibrator mutiara itu masih bekerja, sehingga saat aku kencing, Lisa pun tidak melihatku
“Boyy ” sebuah panggilan lembut mengagetkan aku saat hendak meninggalkan kamar mandi itu
“I ii yaa Tan ?” sahutku agak kaget
“Sini doongg ! Hangatin vagina Lisa dengan penis Kamu yang , ookkhh ”
Tante Lisa terpekik saat vibrator itu ia cabut dari liang vaginanya
Aku hampiri Tante Lisa di Bath tub itu dan aku baringkan tubuhku disana
“Oh , nikmat sekali mandi air hangat dikelonin tante seksi ini ” bisikku dalam hati
Aku rengkuh lehernya dan kuberikan /french kiss/ yang begitu mesra dan Tante Lisa pun membalas dengan ganas seluruh rongga mulutku, leher dan kadang puting susuku di hisapnya Penisku yang terendam kehangatan air itu semakin maksimal saja Selama tiga menit kami bercumbu, Tante Lisa nampaknya tidak dapat mengendalikan nafsunya
“Mmmpphh ookkhh setubuhi aku Boy ! Cepeetthh !” pinta Tante lisa sambil menggeliat seperti cacing kepanasan
“Baik Liss Terima penisku yang panjaangg ” bisikku sambil memasukkan seluruh batang penisku pelan sekali
“Oohh mmpphh nikmatthh ” gumannya saat batang kejantananku mili per mili mulai menjejali rongga rahimnya
“Kocokkhh yaacchh terusshh aakhh nimat bangeetthh !” serunya ketika aku mulai mengosok-gosok pelan penisku
Aku keluarkan kira-kira empat senti, lalu kukocok lima atau enam kali dengan cepat dan kusodokkan dalam-dalam pada kocokan ke tujuh Rupanya usahaku tidak sia-sia untuk menstimulasi /G-spot/-nya
“Aaakkhh oohh nimatthhnyaa ookkhh Godd !” teriaknya mengawali detik-detik orgasmenya
Sepuluh detik kemudian, “Nngghh aakkhh sshhff ookkhh Boyy kocokk lebih intens lagi Yannk !” jerit Tante Lisa diiringi geliat liar tubuh indahnya
Payudaranya diremas-remasnya sendiri, sementara aku tetap berpegangan pada sisi /bathtub/ sambil mengocok lembut vaginanya
“Akkhh ” teriakku pelan saat Tante Lisa menggigit pundakku karena aku masih saja mengocok penisku di vaginanya
Rupanya Lisa sudah mulai ngilu
Aku memeras tegang otot lenganku dan Tante Lisa sepertinya minta /time out/ untuk mengatur nafas dan menghilangkan kengiluan di liang sengamanya Aku meraih lehernya, lalu aku berdiri pada dua lututku dan
Tante Lisa diam mengikuti apa yang akan kulakukan Aku memondong Lisa dan tetap menjaga penisku tertanam dalam-dalam di vagina Tante Lisa yang mengapit kedua tungakainya ke pinggangku Kami menghampiri Inneke yang juga lagi meregang orgasmenya dan Inneke tampaknya lebih liar dari pada Lisa, mungkin karena pengaruh XTC dan suasana yang penuh hawa birahi itu
“Aaaookkhh sshh aakkhh aakkhh ” jerit Inneke keras sambil menghujam-hujamkan kedua jari kanannya
Sementara tangan kirinya meremas dan memilin payudaranya dan sesekali ditekan serta diputar Aku terkesima sejenak dengan pemandangan yang diciptakan Inneke itu dan aku mebayangkan akan lebih histeris lagi pasti
jika yang keluar masuk itu adalah 15 cm penis kebanggaanku
“Booyy ayyook terusinn !” pinta Tante Lisa diiringi goyangan lembut pinggulnya
Ia tampaknya mulai bergairah kembali setelah melihat Inneke yang begitu histeris dan aku pun demikian ketika penisku hampir mengendor di Vagina Lisa Aku maju selangkah dan mendudukkan Tante Lisa dari arah belakang
sofa Aku sendiri mengambil posisi berdiri untuk memudahkan eksplorasiku Di lain pihak, Inneke yang sudah mengakhiri masturbasinya itu mengetahui kehadirna kami dan mengambil tempat di belakang Tante Lisa
“Ookkhh Terusin Kee !” pinta Tante Lisa saat Inneke menyibakkan rambutnya dan mulai mencumbui leher Tante Lisa
Tidak ketinggalan, kedua telapak tangan Inneke menggoyang, memutar puting dan kadang-kadang dipilin lembut
Aku sepertinya merasakan apa yang Tante Lisa rasakan, darahnya mulai hangat, birahinya sudah memanas
Tubuh lisa bagaikan daging /burger/ di antara aku dan Inneke, pinggulnya masih aktif menggoyang-goyang, kadang menghentak-hentak lembut
“Oooaakkhh nngghh ohh nngghh Kocok terushh yaa iyaa teruss !” desah Tante Lisa keras saat aku tepat menstimulasi /G-Spot/-nya
Nafasnya tersengal-sengal disela-sela lenguhan-lenguhan panjangnya, tubuh Tante Lisa menggeliat-geliat liar
Inneke masih aktif membantu Tante Lisa menggapai surgawinya, kecupan-kecupan di belakang tubuh, leher, pinggang dan tiba-tiba Tante Lisa melenguh panjang diiringi percepatan hentakan pinggulnya Aku semakin penasaran saja apakah yang dilakukan Inneke hingga Tante Lisa tampak lebih histeris lagi dari yang tadi Kuraba raba punggung Lisa sambil kukulum mesra bibirnya, tanganku mulai turun ke arah pantatnya, kutekan kedua sisi bokongnya yang padat itu dan kuulir-ulir Berawal dari situlah aku tahu rupanya telunjuk dan bibir Inneke memainkan peran di lubang anus Tante Lisa, telunjuknya yang berlumur vaselin itu keluar masuk lembut di vagina Tante Lisa
“Oookkhhghh Goddhh Ke truuss Yanng ookkhh, kontholl akkhh sshh ” ceracau Tante Lisa tidak beraturan, menjemput ambang orgasmenya
Kedua lubang Tante Lisa terasa pejal dan hangat Aku malah semakin terangsang oleh imajinasiku sendiri, aku lantas memeluk erat-erat Tante Lisa saat ia mulai mengencangkan lingkaran tangannya di tubuhku Darahku juga mulai bergerak cepat menuju ke ujung syaraf di kepalaku, kupingku tidak lagi menghiraukan lenguhan dan desahan-desahan Tante Lisa
“Oookkhh Lisshh nikmathh vaginamu Akkhh !” desahku saat birahiku kurasakan menjalar di seluruh tubuhku
“Booyy Akuu mmhh mauu ” seru Tante Lisa menyambut orgasmenya
Tubuhnya menegang, wajahnya merah merona, menambah cantiknya Tante kesepian ini, sementara bibirnya terkatup rapat
“Sssebentar Liss Kita keluar bareng ” bisikku yang kuiringi tempo kocokanku secara maksimal, yaitu kukeluarkan hampir sepanjang batangnya dan kubenamkan dalam-dalam di rahimnya
Rupanya darahku tidak bertahan lama di syaraf-syarafku, hingga berdesir kencang meluncur melalui seluruh nadiku dan bermuara pada sebuah daging pejal di selangkanganku
“Liss Aku nyammppaaii uuaakkhh aakkhh , aakhh ,” desahku sambi memutar-mutar penisku yang tertanam maksimal di vagina Tante Lisa, sehingga rambut-rambutku yang disana juga menggelitik klitoris Tante Lisa
“Sseerr serr ” kurasakan cairan Tante Lisa mendahului orgasmeku, dan seditik kemudian, aku dan Lisa meregang nikmat
Kami menjerit-jerit sensasional dan tidak khawatir orang lain mendengarnya Tante Lisa histeris seperti orang kesetanan ketika telunjuk Inneke juga mempercepat kocokan di anusnya
“Aaakkhhggh ” desah kami bersamaan mengakhiri nikmat yang tiada tara tadi dan juga baru kurasakan seumur hidupku
Maniku meleleh di sela-sela pejalnya bnatang kejantananku yang masih manancap dalam di rahim Tante Lisa Inneke tampaknya puas dengan hasil kerjanya, lalu ia memeluk Tante Lisa erat dan berbisik, “Enak khan Tann ?”
Tante Lisa sendiri sudah lemas dan terkulai di atara aku dan Inneke, aku mengecup mesra Tante Lisa dan beralih kepada Inneke untuk memberikan stimulan birahi dalam dirinya yang juga mulai mendidih
Kedua wanita itu memang hebat, yang tua histeris dan mampu menguasai diri dan yang muda histeris juga dan menuruti jiwa mudanya yang bergejolak Tante Lisa tampaknya tidak dapat menahan rasa di tubuhnya, sehingga lunglai lemas tidak bertenaga Inneke lantas membimbingnya melepas gigitan vaginanya dari penisku yang mulai mengendor ke arah ujung sofa untuk beristirahat Kulihat wajah Tante Lisa amat puas bercampur dengan letih, akan tetapi semua beban birahinya yang tertahan selama dua minggu meledak lah sudah
“Oookkhh sshh ” desis Tante Lisa saat penisku kutarik pelan dari gigitan vaginanya
Aku melangkahi sofa dan duduk di sandarannya, lalu kubuka kedua pahaku
Tampaklah oleh Inneke sebuah /meriam/ yang berlumur sperma masih setengah tegak
“Oookkhh gellii sshh teruss Kee !” pintaku pada Inneke saat ia mulai mengulum penisku dan hampir semuanya terkulum di mulutnya yang sedikit lebar namun seksi
“Oaakhh aakkhh sshhsshshh ” desisku saat aku mulai merasakan lagi
denyutan penisku di mulutnya
Inneke masih menghisap habis seluruh sperma yang tersisa dan kocokkannya semakin cepat, hingga kedua kakiku bergetar menahan ngilu bercampur nikmat
“Oookkhh teruss hisapphh Sayy !” pintaku sambil mendorong kepala Inneke untuk melakukan lebih dalam lagi
“Ooouakghh Plop ” tiba-tiba mulut Inneke melepas kulumannya dan langsung berdiri menjilat leher dan kedua telingaku bergantian
“Aku ingin di /whirpool/ Sayy !” bisik Inneke
/Whirpool/ itu sendiri sudah dilengkapi semacam sofa untuk berbaring, sehingga jika berbaring di situ, maka mulai dada sampai kaki akan terendam air hangat bercampur semburan air di sisi-sisi kolamnya Aku merebahkan Inneke disana dan memulai percumbuan kami, tubuh kami terasa hangat dan seperti di pijat-pijat, sehingga penisku yang sempat layu mulai menegang kembali Inneke tampak menikmati sensasi ini dan aku tahu bahwa Inneke akan menginginkan /melodi/ yang berbeda dengan Lisa
“Mass sshh ookkhh masukin Aku ookkhh mmpphh ” pinta Inneke sambil membuka pahanya lebar-lebar
Sejenak aku memainkan kehangatan air, kuayun-ayun tanganku di dalam air ke arah vagina Inneke yang membuatnya segera menarik tubuhku untuk menaikinya Kami memang sudah diselimuti nafsu sehingga rasanya
pemanasan Inneke melihat orgasme dari Tante Lisa sudah lebih dari cukup Tubuh kami hangat oleh air dan kehangatan dari pasangan kami serta semburan-semburan air dari sela-sela kolam membuat kami semakin terbuai
jauh ke awang-awang
“Bless ” 10 cm dari penisku mulai menjejali vagina Ineke diiringi desahan, “Aaakkhh mmpph ” guman Inneke yang membuat Tante Lisa tersadar dan menyusul kami di kolam
Kuhentakkan pelan, sehingga seluruh penisku mendesak dinding-dinding vaginanya yang terasa lebih perat dan berdenyut Lisa mengambil posisi memangku kepala Inneke di paha kanannya dan membelai lembut kening Inneke
“Aaawww ookkhh gelli Massh ” teriak Inneke saat aku memainkan otot lelakiku di leher rahimnya
“Mass dikocok pelaann yacch !” pintanya sambil membelai rambutku, membuatku jadi teringat saat-saat romantis dengan pacar-pacarku dulu
Aku mengangguk dan kuikuti apa yang Inneke mau, lalu kukocok perlahan dengan cara sepuluh senti aku kocok lima atau enam kali dan kubenamkan dalam-dalam, lalu kuputar pada kocokan ke-7 Cara ini efektif untuk menstimulasi /G-Spot/ seorang wanita Kurang lebih lima menit kemudian, Inneke mengangkat kepalanya dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di mulut dan leherku bergantian Tubuhnya sedikit menegang dan lebih hangat
kurasa, lalu aku memberi isyarat Tante Lisa untuk menyingkir ke arah bagian belakang kami
“Oookhh Masshh aakuu hammppirr !” bisik Inneke saat aku mulai menaikkan ritme kocokanku
“Tahan Ke !” pintaku, lalu aku memberi isyarat kepada Tante Lisa lagi
“Akkhhgghh sshh mmpphh ” desahku dan Inneke bersamaan saat telunjuk
Tante Lisa mulai memasuki lubang pantatku dan anusnya Inneke
Rasanya hangat mengelitik, apalagi jika di kocokkan di kedalaman anusku dan aku bisa membayangkan sensasi yang dialami Inneke Pasti akan terasa pejal dan nikmat serta sensasional pada kedua lubangnya
“Oookkhh Taan aakk kuu tak kuu atthh ” teriak Inneke mulai mengawali detik-detik orgasmenya
Para netters yang budiman, sudah bisa diduga, kami pun terbuai dengan alunan sensai jari Tante Lisa dan hisapan vagina Inneke bersamaan
Demikian pula Inneke Panasnya penisku dan gelitik telunjuk Tante Lisa membuatnya lupa daratan
“Aaagghh ookkhh ookkhh aakkhhg mm sshshh awww sshh ” ceracauku dan Inneke tidak beraturan
Dan kurang lebih sepuluh detik kemudian, aku dan Inneke meregang birahi yang dikenal dengan nama orgasmus secara bersamaan Aku memancarkan spermaku Terasa lebih banyak dari pada dengan Tante Lisa dan aku juga merasakan aliran mani Inneke dari rahimnya Aku menghempaskan tubuhku ke samping Inneke dan Tante Lisa mengambil tempat di sisi lainnya Hangat tubuh mereka dan kami becumbu seolah tiada hari esok Kami lanjutkan tidur mesra diapit dua tubuh sintal nan hangat berselimutkan sutra lembut Dan saat salah satu dari kami terjaga, kami mengulanginya lagi hingga spermaku betul-betul terasa kering
Khusus Dewasa 18++ Film Bokep Klik Disini
Minggu siang, kami baru terbangun, lantas kami mandi bersama dan kemudian sarapan pagi Kami meluncur ke Surabaya dan janji akan kencan lagi entah dengan Tante Lisa ataupun Inneke atau kadang mereka minta barengan lagi Aku akhirnya terlibat kisah asmara yang penuh birahi, namun aku puas karena dapat melampiaskan nafsuku yang meletup-letup itu Beberapa kali aku ditawari dan berkencan dengan teman Tante Lisa dan kadang ada yang aku tolak, karena prinsipku bukan jual cinta seperti gigolo, akan tetapi sebuah prinsip petualangan – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum Terbaru
Cerita Sex: Pengalaman Muhidin Dengan Banyak Tante
Setiap kali bercinta, istriku bisa 3 kadang 4 kali orgasme dan aku sendiri kadang tidak ejakulasi sama sekali karena istriku keburu lelah duluan Paling setelah istriku tertidur pulas kelelahan, aku langsung pindah ke meja kerjaku dan menyalakan PC, lalu memutar /Blue Film/ dan aku lanjutkan dengan /self service/ Setelah puas, aku baru menyusul istriku yang tertidur, dan jika tengah malam aku terjaga dan kudapati “pusakaku” berdiri, aku ulangi lagi hingga aku benar-benar lelah dan tertidur
Aku sendiri sangat bergairah apabila melihat tante-tante yang umumnya mereka lebih dewasa, lebih pintar dan telaten dalam urusan ranjang Bahkan aku dalam melakukan onani sering membayangkan dengan tante-tante tetanggaku yang umumnya genit-genit Begitu hingga suatu saat, aku mendapat pengalaman bercinta yang amat berkesan dalam sejarah kehidupan seksualku Ceritanya berawal pada saat temanku mengajak karaoke di kawasan wisata prigen dan sebelumnya aku belum pernah masuk ke kawasan semacam itu Kami bertiga pesan ruang utama yang mempunyai pintu sendiri dan ruangan itu terpisah dengan yang lainnya selama tiga jam penuh
“Eh, Eko emangnya Elo udah booking cewek untuk nemenin Kita ?” tanyaku pada Eko, salah seorang dari kawanku
“Sabaarr Boss, entar Adi juga bawain tuh cewek ” tukasnya
Sepuluh menit kemudian, saat aku akan menyulut Djarum 76-ku, merapatlah sebuah Kijang dan Civic Wonder berjejeran ke hadapanku dan Eko Kalau Kijang itu aku kenal, itu adalah Kijang-nya si Adi dan keluar dua orang
ABG yang berdandan Ahooyy Berdesir darah lelakiku melihat dua orang ABG itu Bagaimana tidak, pakainnya super ketat dan sangat menonjolkan bukit-bukit indah di dada dan pantatnya Akan tetapi, aku tidak kenal dengan Civic itu Aku melihat di dalamnya ada seorang cewek ABG dan seorang lagi wanita sekitar 35 tahun (menurut taksiranku dari raut wajahnya)
Eko yang rupanya kenal baik dengan kedua wanita itu langsung menyambut dan membukakan pintu, lantas memperkenalkannya kepadaku
“Lisa ” seru tante itu disambut uluran tangannya padaku
“Inneke ” sahut gadis manis disampingnya
Singkat cerita, kami sudah mulai bernyanyi, berjoget dan minum-minum bersama, entah sudah berapa keping VCD Blue Dangdut yang kami putar Aku melihat Eko dan Adi mulai mendekati sudut ruangan, dan entah sudah berapa lama ceweknya orgasme karena oral yang mereka lakukan Sementara aku sendiri agak kaku dengan Lisa dan Inneke Kami pun tetap bernyanyi-nyanyi, meskipun syairnya awur-awuran karena desakan birahi akibat pertunjukan BF di depan kami
Aku sendiri duduk di dekat Lisa, sementara Inneke serius menyanyikan lagu-lagu itu Tante Lisa sendiri sudah habis satu Pak A-mild-nya, sementara aku melihat wajah Inneke yang merah padam dan kadang nafasnya terengah pelan karena menahan gejolak yang ia saksikan di layar 29 inch itu Tiba giliranku untuk mengambil /mike/ dari Inneke, aku bangkit mengambil mike itu dari tangan Inneke dan mengambil duduk di antara Inneke dan Lisa Pengaruh minumanku dan XTC yang mereka telan membuat kami jatuh dalam alunan suasana birahi itu
“Boy , I want your sperm tonight Honey ” bisik Lisa lirih di telingaku, sementara tangan kirinya meraba selangkanganku
Inneke yang sudah meletakkan /pet aqua/-nya mengambil sikap yang sama padaku Dia malah mulai memainkan ujung lidahnya di telinga Hangat nafas dan harum kedua wanita itu membuatku terbuai dalam alunan melodi birahi yang sudah aku rasakan menjalar menelusuri selangkanganku Perlahan namun pasti, kejantananku menegak dan kencang, sehingga /Lee Cooper/-ku rasanya tidak muat lagi, apalagi saat meneganggnya salah jalur dan sedikit melenceng
“Lho kok bengkok punyamu Say ?” tanya Lisa padaku pura-pura seperti seorang amatiran saja
Belum sempat aku menjawab, buru-buru Inneke membuka zipper dan CD-ku, lantas mengeluarkan isinya
“Gini lho Tan mintanya dilurusin, Mas Boy ini ” kata Inneke diikuti penundukkan kepalanya ke arah selangkanganku
“Aaakkhh ” pekikku tertahan saat Inneke spontan mulai mengulum kepala penisku ke dalam mulutnya dikombinaksikan dengan sedotan dan jilatan melingkar lidah
Spotan kedua kakiku menegang dan membuka lebih lebar lagi untuk memudahkan oral Ineke
“Oookh My Godd sshh aakk ” desahku
Seluruh tubuhku bergetar dan terasa disedot seluruh sumsun tulangku lewat lubang penisku Permainan Inneke betul-betul professional, sampai-sampai dentuman musik itu sepertinya tidak kudengar lagi, karena telingaku juga berdesir kencang Ujung penisku betul-betul ngilu, hangat, geli dan perasaan birahi bercampur jadi satu disana Lisa lantas membuka kancing kemeja Hawai-ku dan mundaratkan mulut indahnya di puting susu kiriku, sementara puting kanan dimainkan oleh telunjuk dan jempol kirinya agen poker
“Aaakk mmhh ” desahku tidak menentu
Aku betul-betul tidak tahan menikmati sensasi ini
“Gila , inilah penyelewenganku yang pertama dan dimanja oleh dua orang wanita sekaligus ” bisikku dalam hati
Aku semakin tidak tahan saja, lalu kurengkuh leher Lisa dan kudekatkan bibirku, kujulurkan lidahku menyapu seluruh rongga mulutnya dan sesekali kuhisap dalam-dalam bibir bawahnya yang sangaat menawan itu Ini karena
jujur saja, aku lebih bergairah dengan Tante Lisa, meskipun sudah hampir mencapai kepala 4 itu (dalam perbincangan kami, akhirnya aku tahu juga umur Lisa, meskipun tidak pasti segitu bahkan bisa lebih)
Badanku lantas kumiringkan dan bersandar pada sofa
Bukit indah Tante Lisa adalah tujuanku dan benar saja, berapa saat kemudian, “Oookkhh Nimaatthh Sayy seddootthh terruusshh ” desah Lisa terengah-engah
Sedotanku kukombinasikan dengan pelintiran jempol dan telunjuk kiriku, sesekali kuputar-putar putingnya dengan telapak tanganku
“Ssshh terusshh Sayy ” Lisa mendesis seperti ular
Tiba-tiba, “Teett ,” suara bel mengejutkan kami, pertanda sepuluh menit lagi akan berakhir
Aku melihat Adi dan Eko tersandar kelelahan, dan kulihat ada sisa sperma menentes dari ujung penis-nya yang mulai mengkerut
“Udahan dulu ya Tante , In ,” pintaku pada mereka
“Emmhh Oke ” jawab mereka dengan nada sedikit keberatan
Kami pun turun, aku berpisah dengan Adi dan Eko, entah kemana mereka melanjutkan petualangan birahinya Dan kami pun sudah masuk ke Civic Lisa
“Kemana Kita nich ?” tanyaku sok bloon seraya menghidupkan mesin
“Kita lanjutin di hotel yuk Ke !” ajak Tanta Lisa kepada Inneke
“Baik Tan Kita ke hotel **** (edited) yang punya /whirpool/ di kamarnya ” sahut Inneke
Rupanya Tante Lisa adalah seorang eksekutif, karena itu ia pesan salah satu President Suit Room yang mana seumur-umur aku baru mesuk ke dalamnya Kamarnya luas, kurang lebih 6 x 8 meter, beralaskan permadani coklat muda kembang-kembang dan dilengkapi /whirpool/ yang menghadap ke arah kehijauan lembah Kamar itu juga mempunyai sofa panjang di sebelah /whirpool/
Begitu masuk, Tante Lisa lalu mengunci pintu, aku dan Inneke mengambil tempat duduk di sofa sebelah /whirpool/ Aku melingkarkan lenganku ke pundak Inneke, alunan musik malam pun semakin menambah romantis suasana
“Inn ” bisikku mesra kepada Inneke mengawali percumbuanku
Inneke yang sudah /on/ berat itu langsung menyambut kecupanku, nafasnya terengah-engah, menandakan bahwa dia sangat menginginkan kehangatan, kenikmatan dan mengisi kekosongan ruang vaginanya yang terasa menggelitik dan lembab Dengan sedikit tergesa, aku melepas CD-nya, lalu kurebahkan kepalanya di sandaran sisi sofa dan keletakkan pinggulnya tepat diselangkanganku
“Sreett ” penisku mulai bereaksi saat pantatnya yang dingin menyentuh /Lee Cooper/-ku dan kulihat Inneke terpejam, sementara tangannya membetulkan rambutnya yang tergerai di sofa
Aku mulai memainkan jari telunjukku di bibir luar vaginanya yang sudah mulai melelehkan cairan bening dari hulunya Tidak ketinggalan, bibirku menghisap dalam-dalam dan sesekali kujepit putingnya dengan kedua bibirku lalu kutarik-tarik, sesekali kupilin-pilin dengan kedua bibirku
“Wuuaahh sshh terusshh nikkmatthh ” desah Inneke keras-keras saat kuperlakukan seperti itu
Tubuhnya kejang panas dan seluruh aliran darahnya kini memuncak Sengaja aku tidak memasukkan telunjukku, karena untuk menstimulasi lebih intens lagi Kami bercumbu dan sudah tidak ingat lagi apa yang dilakukan Lisa di kamar mandi yang begitu lama
“Bentar Inn , Aku pispot dulu yach ?” kataku sambil melepaskan cumbuanku
“Emmhh ” desah Inneke sedikit kesal
Akan tetapi, aku melihat Inneke melanjutkan birahinya dengan dua jari
Aku sendiri berlari kecil menuju ke kamar kecil dan sesampai di pintu, aku kaget karena mendapati Tante Lisa lagi meregang orgasmenya
“Aaakkhh sshh sshh ” desah Tante Lisa, matanya mendelik merem melek
Tampaknya vibrator mutiara itu masih bekerja, sehingga saat aku kencing, Lisa pun tidak melihatku
“Boyy ” sebuah panggilan lembut mengagetkan aku saat hendak meninggalkan kamar mandi itu
“I ii yaa Tan ?” sahutku agak kaget
“Sini doongg ! Hangatin vagina Lisa dengan penis Kamu yang , ookkhh ”
Tante Lisa terpekik saat vibrator itu ia cabut dari liang vaginanya
Aku hampiri Tante Lisa di Bath tub itu dan aku baringkan tubuhku disana
“Oh , nikmat sekali mandi air hangat dikelonin tante seksi ini ” bisikku dalam hati
Aku rengkuh lehernya dan kuberikan /french kiss/ yang begitu mesra dan Tante Lisa pun membalas dengan ganas seluruh rongga mulutku, leher dan kadang puting susuku di hisapnya Penisku yang terendam kehangatan air itu semakin maksimal saja Selama tiga menit kami bercumbu, Tante Lisa nampaknya tidak dapat mengendalikan nafsunya
“Mmmpphh ookkhh setubuhi aku Boy ! Cepeetthh !” pinta Tante lisa sambil menggeliat seperti cacing kepanasan
“Baik Liss Terima penisku yang panjaangg ” bisikku sambil memasukkan seluruh batang penisku pelan sekali
“Oohh mmpphh nikmatthh ” gumannya saat batang kejantananku mili per mili mulai menjejali rongga rahimnya
“Kocokkhh yaacchh terusshh aakhh nimat bangeetthh !” serunya ketika aku mulai mengosok-gosok pelan penisku
Aku keluarkan kira-kira empat senti, lalu kukocok lima atau enam kali dengan cepat dan kusodokkan dalam-dalam pada kocokan ke tujuh Rupanya usahaku tidak sia-sia untuk menstimulasi /G-spot/-nya
“Aaakkhh oohh nimatthhnyaa ookkhh Godd !” teriaknya mengawali detik-detik orgasmenya
Sepuluh detik kemudian, “Nngghh aakkhh sshhff ookkhh Boyy kocokk lebih intens lagi Yannk !” jerit Tante Lisa diiringi geliat liar tubuh indahnya
Payudaranya diremas-remasnya sendiri, sementara aku tetap berpegangan pada sisi /bathtub/ sambil mengocok lembut vaginanya
“Akkhh ” teriakku pelan saat Tante Lisa menggigit pundakku karena aku masih saja mengocok penisku di vaginanya
Rupanya Lisa sudah mulai ngilu
Aku memeras tegang otot lenganku dan Tante Lisa sepertinya minta /time out/ untuk mengatur nafas dan menghilangkan kengiluan di liang sengamanya Aku meraih lehernya, lalu aku berdiri pada dua lututku dan
Tante Lisa diam mengikuti apa yang akan kulakukan Aku memondong Lisa dan tetap menjaga penisku tertanam dalam-dalam di vagina Tante Lisa yang mengapit kedua tungakainya ke pinggangku Kami menghampiri Inneke yang juga lagi meregang orgasmenya dan Inneke tampaknya lebih liar dari pada Lisa, mungkin karena pengaruh XTC dan suasana yang penuh hawa birahi itu
“Aaaookkhh sshh aakkhh aakkhh ” jerit Inneke keras sambil menghujam-hujamkan kedua jari kanannya
Sementara tangan kirinya meremas dan memilin payudaranya dan sesekali ditekan serta diputar Aku terkesima sejenak dengan pemandangan yang diciptakan Inneke itu dan aku mebayangkan akan lebih histeris lagi pasti
jika yang keluar masuk itu adalah 15 cm penis kebanggaanku
“Booyy ayyook terusinn !” pinta Tante Lisa diiringi goyangan lembut pinggulnya
Ia tampaknya mulai bergairah kembali setelah melihat Inneke yang begitu histeris dan aku pun demikian ketika penisku hampir mengendor di Vagina Lisa Aku maju selangkah dan mendudukkan Tante Lisa dari arah belakang
sofa Aku sendiri mengambil posisi berdiri untuk memudahkan eksplorasiku Di lain pihak, Inneke yang sudah mengakhiri masturbasinya itu mengetahui kehadirna kami dan mengambil tempat di belakang Tante Lisa
“Ookkhh Terusin Kee !” pinta Tante Lisa saat Inneke menyibakkan rambutnya dan mulai mencumbui leher Tante Lisa
Tidak ketinggalan, kedua telapak tangan Inneke menggoyang, memutar puting dan kadang-kadang dipilin lembut
Aku sepertinya merasakan apa yang Tante Lisa rasakan, darahnya mulai hangat, birahinya sudah memanas
Tubuh lisa bagaikan daging /burger/ di antara aku dan Inneke, pinggulnya masih aktif menggoyang-goyang, kadang menghentak-hentak lembut
“Oooaakkhh nngghh ohh nngghh Kocok terushh yaa iyaa teruss !” desah Tante Lisa keras saat aku tepat menstimulasi /G-Spot/-nya
Nafasnya tersengal-sengal disela-sela lenguhan-lenguhan panjangnya, tubuh Tante Lisa menggeliat-geliat liar
Inneke masih aktif membantu Tante Lisa menggapai surgawinya, kecupan-kecupan di belakang tubuh, leher, pinggang dan tiba-tiba Tante Lisa melenguh panjang diiringi percepatan hentakan pinggulnya Aku semakin penasaran saja apakah yang dilakukan Inneke hingga Tante Lisa tampak lebih histeris lagi dari yang tadi Kuraba raba punggung Lisa sambil kukulum mesra bibirnya, tanganku mulai turun ke arah pantatnya, kutekan kedua sisi bokongnya yang padat itu dan kuulir-ulir Berawal dari situlah aku tahu rupanya telunjuk dan bibir Inneke memainkan peran di lubang anus Tante Lisa, telunjuknya yang berlumur vaselin itu keluar masuk lembut di vagina Tante Lisa
“Oookkhhghh Goddhh Ke truuss Yanng ookkhh, kontholl akkhh sshh ” ceracau Tante Lisa tidak beraturan, menjemput ambang orgasmenya
Kedua lubang Tante Lisa terasa pejal dan hangat Aku malah semakin terangsang oleh imajinasiku sendiri, aku lantas memeluk erat-erat Tante Lisa saat ia mulai mengencangkan lingkaran tangannya di tubuhku Darahku juga mulai bergerak cepat menuju ke ujung syaraf di kepalaku, kupingku tidak lagi menghiraukan lenguhan dan desahan-desahan Tante Lisa
“Oookkhh Lisshh nikmathh vaginamu Akkhh !” desahku saat birahiku kurasakan menjalar di seluruh tubuhku
“Booyy Akuu mmhh mauu ” seru Tante Lisa menyambut orgasmenya
Tubuhnya menegang, wajahnya merah merona, menambah cantiknya Tante kesepian ini, sementara bibirnya terkatup rapat
“Sssebentar Liss Kita keluar bareng ” bisikku yang kuiringi tempo kocokanku secara maksimal, yaitu kukeluarkan hampir sepanjang batangnya dan kubenamkan dalam-dalam di rahimnya
Rupanya darahku tidak bertahan lama di syaraf-syarafku, hingga berdesir kencang meluncur melalui seluruh nadiku dan bermuara pada sebuah daging pejal di selangkanganku
“Liss Aku nyammppaaii uuaakkhh aakkhh , aakhh ,” desahku sambi memutar-mutar penisku yang tertanam maksimal di vagina Tante Lisa, sehingga rambut-rambutku yang disana juga menggelitik klitoris Tante Lisa
“Sseerr serr ” kurasakan cairan Tante Lisa mendahului orgasmeku, dan seditik kemudian, aku dan Lisa meregang nikmat
Kami menjerit-jerit sensasional dan tidak khawatir orang lain mendengarnya Tante Lisa histeris seperti orang kesetanan ketika telunjuk Inneke juga mempercepat kocokan di anusnya
“Aaakkhhggh ” desah kami bersamaan mengakhiri nikmat yang tiada tara tadi dan juga baru kurasakan seumur hidupku
Maniku meleleh di sela-sela pejalnya bnatang kejantananku yang masih manancap dalam di rahim Tante Lisa Inneke tampaknya puas dengan hasil kerjanya, lalu ia memeluk Tante Lisa erat dan berbisik, “Enak khan Tann ?”
Tante Lisa sendiri sudah lemas dan terkulai di atara aku dan Inneke, aku mengecup mesra Tante Lisa dan beralih kepada Inneke untuk memberikan stimulan birahi dalam dirinya yang juga mulai mendidih
Kedua wanita itu memang hebat, yang tua histeris dan mampu menguasai diri dan yang muda histeris juga dan menuruti jiwa mudanya yang bergejolak Tante Lisa tampaknya tidak dapat menahan rasa di tubuhnya, sehingga lunglai lemas tidak bertenaga Inneke lantas membimbingnya melepas gigitan vaginanya dari penisku yang mulai mengendor ke arah ujung sofa untuk beristirahat Kulihat wajah Tante Lisa amat puas bercampur dengan letih, akan tetapi semua beban birahinya yang tertahan selama dua minggu meledak lah sudah
“Oookkhh sshh ” desis Tante Lisa saat penisku kutarik pelan dari gigitan vaginanya
Aku melangkahi sofa dan duduk di sandarannya, lalu kubuka kedua pahaku
Tampaklah oleh Inneke sebuah /meriam/ yang berlumur sperma masih setengah tegak
“Oookkhh gellii sshh teruss Kee !” pintaku pada Inneke saat ia mulai mengulum penisku dan hampir semuanya terkulum di mulutnya yang sedikit lebar namun seksi
“Oaakhh aakkhh sshhsshshh ” desisku saat aku mulai merasakan lagi
denyutan penisku di mulutnya
Inneke masih menghisap habis seluruh sperma yang tersisa dan kocokkannya semakin cepat, hingga kedua kakiku bergetar menahan ngilu bercampur nikmat
“Oookkhh teruss hisapphh Sayy !” pintaku sambil mendorong kepala Inneke untuk melakukan lebih dalam lagi
“Ooouakghh Plop ” tiba-tiba mulut Inneke melepas kulumannya dan langsung berdiri menjilat leher dan kedua telingaku bergantian
“Aku ingin di /whirpool/ Sayy !” bisik Inneke
/Whirpool/ itu sendiri sudah dilengkapi semacam sofa untuk berbaring, sehingga jika berbaring di situ, maka mulai dada sampai kaki akan terendam air hangat bercampur semburan air di sisi-sisi kolamnya Aku merebahkan Inneke disana dan memulai percumbuan kami, tubuh kami terasa hangat dan seperti di pijat-pijat, sehingga penisku yang sempat layu mulai menegang kembali Inneke tampak menikmati sensasi ini dan aku tahu bahwa Inneke akan menginginkan /melodi/ yang berbeda dengan Lisa
“Mass sshh ookkhh masukin Aku ookkhh mmpphh ” pinta Inneke sambil membuka pahanya lebar-lebar
Sejenak aku memainkan kehangatan air, kuayun-ayun tanganku di dalam air ke arah vagina Inneke yang membuatnya segera menarik tubuhku untuk menaikinya Kami memang sudah diselimuti nafsu sehingga rasanya
pemanasan Inneke melihat orgasme dari Tante Lisa sudah lebih dari cukup Tubuh kami hangat oleh air dan kehangatan dari pasangan kami serta semburan-semburan air dari sela-sela kolam membuat kami semakin terbuai
jauh ke awang-awang
“Bless ” 10 cm dari penisku mulai menjejali vagina Ineke diiringi desahan, “Aaakkhh mmpph ” guman Inneke yang membuat Tante Lisa tersadar dan menyusul kami di kolam
Kuhentakkan pelan, sehingga seluruh penisku mendesak dinding-dinding vaginanya yang terasa lebih perat dan berdenyut Lisa mengambil posisi memangku kepala Inneke di paha kanannya dan membelai lembut kening Inneke
“Aaawww ookkhh gelli Massh ” teriak Inneke saat aku memainkan otot lelakiku di leher rahimnya
“Mass dikocok pelaann yacch !” pintanya sambil membelai rambutku, membuatku jadi teringat saat-saat romantis dengan pacar-pacarku dulu
Aku mengangguk dan kuikuti apa yang Inneke mau, lalu kukocok perlahan dengan cara sepuluh senti aku kocok lima atau enam kali dan kubenamkan dalam-dalam, lalu kuputar pada kocokan ke-7 Cara ini efektif untuk menstimulasi /G-Spot/ seorang wanita Kurang lebih lima menit kemudian, Inneke mengangkat kepalanya dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di mulut dan leherku bergantian Tubuhnya sedikit menegang dan lebih hangat
kurasa, lalu aku memberi isyarat Tante Lisa untuk menyingkir ke arah bagian belakang kami
“Oookhh Masshh aakuu hammppirr !” bisik Inneke saat aku mulai menaikkan ritme kocokanku
“Tahan Ke !” pintaku, lalu aku memberi isyarat kepada Tante Lisa lagi
“Akkhhgghh sshh mmpphh ” desahku dan Inneke bersamaan saat telunjuk
Tante Lisa mulai memasuki lubang pantatku dan anusnya Inneke
Rasanya hangat mengelitik, apalagi jika di kocokkan di kedalaman anusku dan aku bisa membayangkan sensasi yang dialami Inneke Pasti akan terasa pejal dan nikmat serta sensasional pada kedua lubangnya
“Oookkhh Taan aakk kuu tak kuu atthh ” teriak Inneke mulai mengawali detik-detik orgasmenya
Para netters yang budiman, sudah bisa diduga, kami pun terbuai dengan alunan sensai jari Tante Lisa dan hisapan vagina Inneke bersamaan
Demikian pula Inneke Panasnya penisku dan gelitik telunjuk Tante Lisa membuatnya lupa daratan
“Aaagghh ookkhh ookkhh aakkhhg mm sshshh awww sshh ” ceracauku dan Inneke tidak beraturan
Dan kurang lebih sepuluh detik kemudian, aku dan Inneke meregang birahi yang dikenal dengan nama orgasmus secara bersamaan Aku memancarkan spermaku Terasa lebih banyak dari pada dengan Tante Lisa dan aku juga merasakan aliran mani Inneke dari rahimnya Aku menghempaskan tubuhku ke samping Inneke dan Tante Lisa mengambil tempat di sisi lainnya Hangat tubuh mereka dan kami becumbu seolah tiada hari esok Kami lanjutkan tidur mesra diapit dua tubuh sintal nan hangat berselimutkan sutra lembut Dan saat salah satu dari kami terjaga, kami mengulanginya lagi hingga spermaku betul-betul terasa kering
Khusus Dewasa 18++ Film Bokep Klik Disini
Minggu siang, kami baru terbangun, lantas kami mandi bersama dan kemudian sarapan pagi Kami meluncur ke Surabaya dan janji akan kencan lagi entah dengan Tante Lisa ataupun Inneke atau kadang mereka minta barengan lagi Aku akhirnya terlibat kisah asmara yang penuh birahi, namun aku puas karena dapat melampiaskan nafsuku yang meletup-letup itu Beberapa kali aku ditawari dan berkencan dengan teman Tante Lisa dan kadang ada yang aku tolak, karena prinsipku bukan jual cinta seperti gigolo, akan tetapi sebuah prinsip petualangan – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum Terbaru
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Cerita Sex Tante Girang
dengan judul " Cerita Sex Pengalaman Muhidin Dengan Banyak Tante". Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://ceritasexdewasapisan.blogspot.com/2015/07/cerita-sex-pengalaman-muhidin-dengan.html.







