Kamis, 23 Juli 2015

cerita Sex Bulu Ketiak Tante Rani Yang Merangsang

Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerisex Terbaru 2015 – Cerita Sex: Rumah Tante Rani – Sudah menjadi cita-citanya sejak kecil untuk bisa duduk di bangku perguruan tinggi  Apalagi kenyataan yang ada di kampungnya, masih dengan mudah dihitung dengan jari orang-orang yang telah duduk di bangku perguruan tinggi  Bukan karena tidak ada kemauan, tetapi dari semua itu dikarenakan kebanyakan dari mereka keluarga yang sangat sederhana dan rata-rata berada digaris kemiskinan

cerita-sex-rumah-tante-raniCerita Sex: Rumah Tante Rani

Selain itu jarak antara perguruan tinggi yang ada sangat jauh, sehingga bila ada yang berkeinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi harus berganti mobil angkot minimal 5 kali, itu juga dengan bantuan kendaraan roda 2 yaitu ojeg

Sangat beruntung bagi Arie bisa sampai menyelesaikan pendidikan di bangku SMA  Tapi lepas dari SMA kebingungan menyertainya, karena tidak tahu harus bagaimana lagi setelah menyelesaikan pendidikan SMA  Keinginan untuk melanjutkan kuliah tetap besar  Namun semua itu tentunya sangat berhubungan dengan biaya

Apalagi kalau kuliahnya harus pulang pergi, tentunya biaya akan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya kuliahnya  Dengan segala kegelisahan yang ada, akhirnya semuanya diceritakan dihadapan kedua orang tuanya  Mereka dengan penuh bijaksana menerangkan semua kemungkinan yang akan terjadi dari kemungkinan kekurangan uang dengan akan menjual sepetak sawah  Sampai dengan alternatif untuk tinggal di rumah kakak ibunya

Mendengar antusiasnya kedua orang tuanya, membuat semangat Arie bertambah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi  Memang keluarganya bisa dikatakan mapan untuk ukuran orang-orang yang ada di kampung itu  Kedua orang tuanya memiliki beberapa petak sawah dan menjadi salah satu tokoh di kampung itu

“Arie  ” sapa ibunya ketika Arie sedang merapikan beberapa pakaian untuk dibawa ke kota  Ini ada surat dari ayahmu untuk Oom di kota nanti  Sebuah surat yang mungkin penegasan dari ayah Arie untuk menyakinkan bahwa anaknya akan tinggal untuk sementara waktu di rumah Oomnya  Sebetulnya orang tua Arie sudah menelepon Tuan Budiman tetapi karena Tuan Budiman dan Arie sangat jarang sekali bertemu maka orang tua Arie memberikan surat penegasan bahwa anaknya akan tinggal di Bandung, di rumah Oomnya untuk sementara waktu

Oomnya yang bernama Budiman memang paling kaya dari keluarga ibunya yang terdiri dari empat keluarga  Oomnya yang tinggal di Bandung dan mempunyai beberapa usaha di bidang jasa, percetakan sampai dengan sebuah surat kabar mingguan dan juga bisnis lainnya yang sangat berhasil

Hubungan antara Oomnya yang bernama Budiman dan kedua orang tua Arie sebetulnya tidak ada masalah, hanya karena kedua orang tua Arie yang sering memberikan nasehat karena kelakuan Oomnya yang sering berganti-ganti istri dan akibat dari berganti-ganti istri itu sehingga anak-anaknya tercecer di mana-mana

Menurut ibu Arie, Oomnya telah berganti istri sampai dengan empat kali dan sekarang ia sedang menduda  Dari keempat istri tersebut Budiman dianugerahi empat anak, dua dari istri yang pertama dan duanya lagi dari istri-istri yang kedua dan ketiga sedang dari istri yang keempat Om Budiman tidak mempunyai anak

Anak Om Budiman yang paling bungsu di bawah Arie dua tahun dan ia masih SMA di Bandung  Jadi usia Om Budiman kira-kira sekarang berada di atas lima puluh tahun

Sesampainya di kota Bandung yang begitu banyak aktivitas manusia, Arie langsung masuk ke sebuah kantor yang bertingkat tiga  Kedatangannya ke kantor itu disambut oleh kedua satpam yang menyambutnya dengan ramah  Belakangan diketahui namanya Asep dari papan nama yang dikenakan di bajunya

“Selamat siang Pak,” Tegur Arie kepada salah satu satpam yang ada dua orang
“Selamat siang Dik, ada yang bisa dibantu,” jawab satpam yang bernama Asep
“Anu Pak, apa Bapak Budiman ada?”
“Bapak Budiman yang mana Dik,” tegas satpam Asep, karena melihat suatu keraguan bahwa tidak mungkin bosnya ada bisnis dengan anak kecil yang baru berumur dua puluh tahunan
“Anu Pak, apa ini PT  Rido,” tanya Arie menyusul keraguan satpam  Karena sebetulnya Arie juga belum pernah tahu dimana kantor-kantor Oomnya itu, apalagi bisnis yang digelutinya
“Iya   Benar Dik, dan Bapak Budiman itu adalah pemilik perusahaan ini,” tegas satpam Asep menjelaskan tentang keberadaan PT  Rido dan siapa pemiliknya
“Adik ini siapa,” tanya satpam kepada Arie, sambil mempersilakan duduk di meja lobby bawah
“Saya Arie Pak, keponakan dari Bapak Budiman dari desa Gunung Heulang ”
“Keponakan,” tegas satpam, sambil terus mengangkat telepon menghubungi Pak Dadi kepercayaan Tuan Budiman

Selang beberapa menit kemudian Pak Dadi datang menghampiri Arie sambil memberikan selamat datang di kota Bandung

“Arie   Apa masih ingat sama Bapak,” kata Pak Dadi sambil duduk seperti teman lama yang baru ketemu

Mimik Arie jadi bingung karena orang yang datang ini ternyata sudah mengenalnya

“Maaf Pak, Arie Sudah lupa dengan Bapak,” kata Arie sambil terus mengigat-ingat

Pak Dadi terus menerangkan dirinya, “Saya yang dulu sering mancing bersama Tuan Budiman ketika Arie berumur kurang lebih lima tahun ”

Arie jadi bingung, “Wah, Bapak bisa saja   mana saya ingat Pak, itukan sudah bertahun-tahun ”

Selanjutnya obrolan dengan Pak Dadi yang belakangan ini diketahui selain kepercayaan di kantor, ia juga sebagai tangan kanan Tuan Budiman  Bapak Dadi mengetahui apa pun tentang Tuan Budiman  Kadangkala anak Om Budiman sering minta uang pada Pak Dadi bila ternyata Om Budiman sedang keluar kota  Malah belakangan ini Om Budiman membeli sebuah rumah dan di belakangnya dibuat lagi rumah yang tidak kalah besarnya untuk Pak Dadi dan istrinya sedangkan yang depan dipakai oleh istri mudanya yang kurang lebih baru berumur 35 tahun

“Aduh Dik Arie, Bapak tadi dapat perintah dari Tuan Budiman bahwa ia tidak dapat menemani Dik Arie karena harus pergi ke Semarang untuk urusan bisnis  Dan saya diperintahkan untuk mencukupi keperluan Dik Arie

Nah, sekarang kamu mau langsung pulang atau kita jalan-jalan dulu,” sambung Pak Dadi melihat ekspresi Arie yang sedikit kecewa karena ketakutan akan tempat tinggal  Melihat gelagat itu Pak Dadi langsung berkomentar,

“Jangan takut Dik Arie pokoknya kamu tidak akan ada masalah,” tegur Pak Dadi sambil menegaskan akan tidur dimana dan akan kuliah dimana, itu semuanya telah diaturnya karena mempunyai uang dan uang sangat berkuasa di bidang apapun

Mendengar itu Arie menjadi tersenyum, sambil melihat-lihat orang yang berlalu lalang di depanya  Kebetulan pada saat itu jam masuk karyawan sudah dimulai  Begitu banyak karyawati yang cantik-cantik ditambah lagi dengan penampilannya yang mengunakan rok mini  Keberadaan Arie sebagai keponakan dari pemilik perusahan itu sudah tersebar dengan cepatnya  Ditambah lagi dengan postur badan Arie yang atletis dan wajah yang gagah membuat para karyawati semakin banyak yang tersenyum bila melewati Arie dan Pak Dadi yang sedang asyik ngobrol

Mereka tersenyum ketika bertatap wajah dengan Arie dan ia segaja duduk di lobby depan, meskipun tawaran untuk pindah ke lobby tengah terus dilontarkan oleh Pak Dadi karena takut dimarahi oleh Tuan Budiman  Memang tempat lobby itu banyak orang lalu lalang keluar masuk perusahaan, dan semua itu membuat Arie menjadi betah sampai-sampai lupa waktu karena keasyikan cuci mata

Keasyikan cuci mata terhenti ketika Pak Dadi mengajaknya pulang dengan mengendarai sebuah mobil sedan dengan merk Mercy terbaru, melaju ke sebuah kawasan villa yang terletak di pinggiran kota Bandung  Sebuah pemukiman elit yang terletak di pinggiran Kota Bandung yang berjarak kurang lebih 17 Km dari pusat kota  Sebuah kompleks yang sangat megah dan dijaga oleh satpam

Laju mobil terhenti di depan rumah biru yang berlantai dua dengan halaman yang luas dan di belakangnya terdapat satu rumah yang sama megahnya, kolam renang yang cantik menghiasi rumah itu dan sebagai pembatas antara rumah yang sering didiami Om Budiman dan rumah yang didiami Pak Dadi dan Istrinya  Sedangkan pos satpam dan rumah kecil ada di samping pintu masuk yang diisi oleh Mang Ade penjaga rumah dan istrinya Bi Enung yang selalu menyiapkan makanan untuk Nyonya Budiman

Ketika mobil telah berhenti, dengan sigap Mang Ade membawa semua barang-barang yang ada di bagasi mobil  Satu tas penuh dibawa oleh Mang Ade dan itulah barang-barang yang dibawa Arie  Bi Enung membawa ke ruang tamu sambil menyuruhnya duduk untuk bertemu dengan majikannya

Pak Dadi yang sejak tadi menemaninya, langsung pergi ke rumahnya yang ada di belakang rumah Om Budiman tetapi masih satu pagar dengan rumah Om Budiman  Pak Dadi meninggalkan Arie, sedangkan Arie ditemani oleh Bi Enung menuju ruang tengah  Setelah Tante Rani datang sambil tersenyum menyapa Arie, Bi Enung pun meninggalkan Arie sambil terlebih dahulu menyuruh menyiapkan air minum untuk Arie

“Tante sudah menunggu dari tadi Arie,” bisiknya sambil menggenggam tangan Arie tanda mengucapkan selamat datang
“Sampai-sampai Tante ketiduran di sofa”, lanjut Tante Rani yang pada waktu itu menggunakan rok mini warna

Merah  Wajah Tante Rani yang cantik dengan uraian rambut sebahu menampakkan sifatnya yang ramah dan penuh perhatian

“Tante sudah tahu bahwa Arie akan datang sekarang dan Tante juga tahu bahwa Om Budiman tidak dapat menemanimu karena dia sedang sibuk ”

Obrolan pun mengalir dengan penuh kekeluargaan, seolah-olah mereka telah lama saling mengenal  Tante Rani dengan penuh antusias menjawab segala pertanyaan Arie  Gerakan-gerakan tubuh Tante Rani yang pada saat itu memakai rok mini dan duduk berhadapan dengan Arie membuat Arie salah tingkah karena celana dalam yang berwarna biru terlihat dengan jelas dan gumpalan-gumpalan bulu hitam terlihat indah dan menantang dari balik CD-nya  Paha yang putih dan pinggulnya yang besar membuat kepala Arie pusing tujuh keliling  Meskipun Tante Rani telah yang berumur Kira-kira 35 tahun tapi kelihatan masih seperti gadis remaja

“Nah, itu Yuni,” kata Tante Rani sambil membawa Arie ke ruang tengah  Terlihat gadis dengan seragam sekolah SMP

Memang ruangan tengah rumah itu dekat dengan garasi mobil yang jumlah mobilnya ada empat buah  Sambil tersenyum, Tante Rani memperkenalkan Arie kepada Yuni  Mendapat teman baru dalam rumah itu Yuni langsung bergembira karena nantinya ada teman untuk ngobrol atau untuk mengerjakan PR-nya bila tidak dapat dikerjakan sendiri

“Nanti Kak Arie tidurnya sama Yuni ya Kak ” Mendapat pertanyaan itu Arie dibuatnya kaget juga karena yang memberikan penawaran tidur itu gadis yang tingginya hampir sama dengan Arie  Adik kakak yang sama-sama mempunyai badan sangat bangus dan paras yang sangat cantik  Lalu Tante Rani menerangkan kelakuan Yuni yang meskipun sudah besar karena badannya yang bongsor padahal baru kelas dua SMP  Mendengar keterangan itu, Arie hanya tersenyum dan sedikit heran dengan postur badannya padahal dalam pikiran Arie, ia sudah menaruh hati pada Yuni yang mempunyai wajah yang cantik dan putih bersih itu

Setelah selesai berkeliling di rumah Om Budiman dengan ditemani oleh Tante Rani, Arie masuk ke kamarnya yang berdekatan dengan kamar Yuni  Memang di lantai dua itu ada empat kamar dan tiap kamar terdapat kamar mandi  Tante Rani menempati kamar yang paling depan sedangkan Arie memilih kamar yang paling belakang, sedangkan kamar Yuni berhadapan dengan kamar Arie

Setelah membuka baju yang penuh keringat, Arie melihat-lihat pemandangan belakang rumah  Tanpa sengaja terlihat dengan jelas Pak Dadi sedang memeluk istrinya sambil nonton TV  Tangan kanannya memeluk istrinya yang bermana Astri  Sedangkan tangan kirinya menempel sebatang rokok  Keluarga Pak Dadi dari dulu memang sangat rukun tetapi sampai sekarang belum dikaruniai anak dan menurut salah satu dokter pribadi Om Budiman, Pak Dadi divonis tidak akan mempunyai anak karena di dalam spermanya tidak terdapat bibit yang mampu membuahinya

Hari-hari selanjutnya Arie semakin kerasan tinggal di rumah Om Budiman karena selain Tante Rani Yang ramah dan seksi, juga kelakuan Yuni yang menggemaskan dan kadang-kadang membuat batang kemaluan Arie berdiri  Arie semakin tahu tentang keadaan Tante Rani yang sebetulnya sangat kesepian  Kenyataan itu ia ketahui ketika ia dan tantenya berbelanja di suatu toko di pusat kota Bandung yang bernama BIP

Tante Rani dengan mesranya menggandeng Arie, tapi Arie tidak risih karena kebiasaan itu sudah dianggap hal wajar apalagi di depan banyak orang  Tapi yang membuat kaget Arie ketika di dalam mobil, Tante Rani mengatakan bahwa ia sebetulnya tidak bahagia secara batin  Mendengar itu Arie kaget setengah mati karena tidak tahu apa yang harus ia katakan  Tante Rani menceritakan bahwa Om Budiman sekarang itu sudah loyo saat bercinta dengannya

Arie tambah bingung dengan apa yang harus ia lontarkan karena ia tidak mungkin memberikan kebutuhan itu meskipun selama ini ia sering menghayalkan bila ia mampu memasukkan burungnya yang besar ke dalam kemaluan Tante Rani  Ketika mobil berhenti di lampu merah, Tante Rani dengan berani tiduran di atas paha Arie sambil terus bercerita tentang kegundahan hatinya selama ini dan dia pun bercerita bahwa cerita ini baru Arie yang mengetahuinya

Sambil bercerita, lipatan paha Tante Rani yang telentang di atas jok mobil agak terbuka sehingga rok mininya merosot ke bawah  Arie dengan jelas dapat melihat gundukan hitam yang tumbuh di sekitar kemaluan Tante Rani yang terbungkus CD nilon yang sangat transparan itu  Arie menelan ludah sambil terus berusaha menenangkan tantenya yang birahinya mulai tinggi  Ketika Arie akan memindahkan gigi perseneling, secara tidak segaja dia memegang buah dada tantenya yang telah mengeras dan saat itu pula bibir tantenya yang merekah meminta Arie untuk terus merabanya

Arie menghentikan mobilnya di pinggir jalan menuju rumahnya sambil berkata,

“Aku tidak mungkin bisa melakukan itu Tante,” Tante Rani hanya berkata,
“Arie, Tolong dong   Tante sudah tidak kuat lagi ingin gituan, masa Arie tidak kasihan sama Tante ” Tangan Tante Rani dengan berani membuka baju bagian atas dan memperlihatkan buah dadanya yang besar  Terlihat buah dada yang besar yang masih ditutupi oleh BH warna ungu menantang untuk disantap  Melihat Arie yang tidak ada perlawanan, akhirnya Tante Rani memakai kembali bajunya dan duduk seperti semula sambil diam seperti patung sampai tiba di rumah  Perjalanan itu membuat Arie jadi salah tingkah dengan kelakuan tantenya itu

Kedekatan Arie dengan Yuni semakin menjadi karena bila ada PR yang sulit Yuni selalu meminta bantuan Arie  Pada saat itu Yuni mendapatkan kesulitan PR matematika  Dengan sekonyong-konyong masuk ke kamar Arie  Pada saat itu Ari baru keluar dari kamar mandi sambil merenungkan tentang kelakuannya tadi siang dengan Tante Rani yang menolak melakukan itu  Arie keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun yang menutupinya

Dengan jelas Yuni melihat batang kemaluan Arie yang mengerut kedinginan  Sambil menutup wajah dengan kedua tangannya, Yuni membalikkan badannya  Arie hanya tersenyum sambil berkata, “Mangkanya, kalau masuk kamar ketok pintu dulu,” goda Arie sambil menggunakan celana pendek tanpa celana dalam  Kebiasaan itu dilakukan agar batang kemaluannya dapat bergerak dengan nyaman dan bebas

Arie bergerak mendekati Yuni dan mencium pundaknya yang sangat putih dan berbulu-bulu kecil  “Ahh, geli Kak Arie   Kak Arie sudah pake celana yah,” tanya Yuni

“Belum,” jawab Arie menggoda Yuni
“Ahh, cepet dong pake celananya  Yuni mau minta tolong Kak Arie mengerjakan PR,” rengek Yuni sambil tangan kirinya meraba belakang Arie
Melihat rabaan itu, Arie segaja memberikan batang kemaluannya untuk diraba  Yuni hanya meraba-raba sambil berkata, “Ini apa Kak, kok kenyal ” Mendapat rabaan itu batang kemaluan Arie semakin menegang dan dalam pikirannya kalau dengan Yuni aku mau tapi kalau dengan kakakmu meskipun sama-sama cantiknya tapi aku juga masih punya pikiran yang betul, masa tanteku digarap olehku

Rabaan Yuni berhenti ketika batang kemaluan Arie sudah menegang setengahnya dan ia melepaskan rabaannya dan langsung membalikkan badannya  Arie kaget dan hampir saja tali kolornya yang terbuat dari karet, menjepit batang kemaluannya yang sudah menegang

Tangan yang tadi digunakan meraba batang kemaluan Arie kembali digunakan menutup wajahnya dan perlahan Yuni membuka tangannya yang menutupi wajahnya dan terlihat Arie sudah memakai celana pendek  “Nah, gitu dong pake celana,” kata Yuni sambil mencubit dada Arie yang menempel di susu kecil Yuni  “Udah dong meluknya,” rintih Yuni sambil memberikan buku Matematikanya

Saling memeluk antara Arie dan Yuni sudah merupakan hal yang biasa tetapi ketika Arie merasakan kenikmatan dalam memeluk Yuni, Yuni tidak merasakan apa-apa mungkin karena Yuni masih anak ingusan yang badannya saja yang bongsor  Arie langsung naik ke atas ranjang besarnya dan bersandar di bantal pojok ruangan kamar itu  Meskipun ada meja belajar tapi Arie segaja memilih itu karena Yuni sering menindihnya dengan pantatnya sehingga batang kemaluan Arie terasa hangat dibuatnya

Dan memang seperti dugaan Arie, Yuni tiduran di dada Arie  Pada saat itu Yuni menggunakan daster yang sangat tipis dan di atas paha sehingga celana dalam berwarna putih dan BH juga yang warna putih terlihat dengan jelas  Yuni tidak merasa risih dengan kedaan itu karena memang sudah seperti itu hari-hari yang dilakukan bersama Arie

Sambil mengerjakan PR, pikiran Arie melayang-layang bagaimana caranya agar ia dapat mengatakan kepada Yuni bahwa dirinya sekarang berubah hati menjadi cinta pada Yuni  Tapi apakah dia sudah mengenal cinta soalnya bila orang sudah mengenal cinta biasanya syahwatnya juga pasti bergejolak bila diperlakukan seperti yang sering dilakukan oleh Arie dan Yuni

PR pertama telah diselesaikan dengan cepat, Yuni terseyum gembira  Terlihat dengan jelas payudara Yuni yang kecil  Pikiran Arie meliuk-liuk membayangkan seandainya ia mampu meraba susu itu tentunya sangat nikmat dan sangat hangat  Ketegangan Arie semakin menjadi ketika batang kemaluannya yang tanpa celana dalam itu tersentuh oleh pinggul Yuni yang berteriak karena masih ada PR-nya yang belum terisi  Memang posisi Arie menerangkan tersebut ada di bawah Yuni dan pinggul Yuni sering bergerak-gerak karena sifatnya yang agresif

Gerakan badan Yuni yang agresif itu membuat paha putihnya terlihat dengan jelas dan kadangkala gumpalan kemaluannya terlihat dengan jelas hanya terhalang oleh CD yang berwarna putih  Hal itu membuat nafas Arie naik turun  Yuni tidak peduli dengan apa yang terjadi pada batang kemaluan Arie, malah Yuni semakin terus bermanja-manja dengan Arie yang terlihat bermalas-malasan dalam mengerjakan PR-nya itu

Pikiran Arie semakin kalang kabut ketika Yuni menggerak-gerakkan badan ke belakang yang membuat batang kemaluannya semakin berdiri menegang  Dengan pura-pura tidak sadar Arie meraba gundukan kemaluan Yuni yang terbungkus oleh CD putih  Bukit kemaluan Yuni yang hangat membuat Arie semakin bernafsu dan membuat nafasnya semakin terengah-engah

“Kak cepat dong kerjakan PR yang satunya lagi  Yang ini, yang nomor sepuluh susah ”

Arie membalikkan badannya sehingga bukit kemaluan Yuni tepat menempel di batang kemaluan Arie  Dalam keadaan itu Yuni hanya mendekap Arie sambil terus berkata, “Tolong ya Kak, nomor sepuluhnya ”

“Boleh, tapi ada syaratnya,” kata Arie sambil terus merapatkan batang kemaluannya ke bukit kemaluan Yuni yang masih terbungkus CD warna Putih  Pantat Yuni terlihat dengan jelas dan mulai merekah membentuk sebuah badan seorang gadis yang sempurna, pinggul yang putih membuat Arie semakin panas dingin dibuatnya  Yuni hanya bertanya apa syaratnya kata Yuni sambil mengangkat wajahnya ke hadapanya Arie

Dalam posisi seperti itu batang kemaluan Arie yang sudah menegang seakan digencet oleh bukit kemaluan Yuni yang terasa hangat  Arie tidak kuat lagi dengan semua itu, ia langsung mencium mulut Yuni  Yuni hanya diam dan terus menghidar ciuman itu

“Kaak   apa dong syaratnya”, kata Yuni manja agresif menggerak-gerakkan badannya sehingga bukit kemaluannya terus menyentuh-nyentuh batang kemaluan Arie  Gila anak ini belum tahu apa- apa tentang masalah seks  Memang Yuni tidak merasakan apa-apa dan ia seakan-akan bermain dengan teman wanitanya tidak ada rasa apa pun
“Syaratnya kamu nanti akan kakak peluk sepuasnya ”

Mendengar itu Yuni hanya tertawa, suatu syarat yang mudah, dikirain harus push-up 1000 kali  Konsentrasi Arie dibagi dua yang satu terus mendekatkan batang kemaluannya agar tetap berada di bawah bukit kemaluan Yuni yang sering terlepas karena Yuni yang banyak bergerak dan satunya lagi berusaha menyelesaikan PR-matematikanya  Yuni terus mendekap badan Arie sambil kadang-kadang menggerakkan lipatan pahanya yang menyetuh paha Arie

Setelah selesai mengerjakan PR-nya, Arie menggerak-gerakkan pantatnya sehingga berada tepat di atas bukit kemaluan Yuni  Arie semakin tidak tahan dengan kedaan itu dan langsung meraba-raba pantat Yuni  Ketika Arie akan meraba payudara Yuni  Yuni bangkit dan terus melihat ke wajah Arie, sambil berkata,

“PR-nya sudah Kaak   Arie,” sambil menguap

Melihat PR-nya yang sudah dikerjakan Arie, Yuni langsung memeluk Arie erat-erat seperti memeluk bantal guling karena syaratnya itu  Kesempatan itu tidak dilewatkan oleh Arie begitu saja, Arie langsung memeluk Yuni berguling-guling sehingga Yuni sekarang berada di bawah Arie  Mendapat perlakuan yang kasar dalam memeluk itu Yuni berkata,

“Masa Kakak meluk Yuni nggak bosan-bosan ” Berbagai alasan Arie lontarkan agar Yuni tetap mau dipeluk dan akhirnya akibat gesekan-gesekan batang kemaluan Arie bergerak-gerak seperti akan ada yang keluar, dan pada saat itu Yuni berhasil lepas dari pelukan Arie sambil pergi dan tidak lupa melenggokkan pantatnya yang besar sambil mencibirkan mulutnya

“Aduh, Gila si Yuni masih tidak merasakan apa-apa dengan apa yang barusan saya lakukan,” guman Arie dalam hati sambil terus memegang batang kemaluannya  Arie berusaha menetralisir batang kemaluannya agar tidak terlalu tegang  “Tenang ya jago, nanti kamu juga akan menikmati kepunyaan Yuni cuma tinggal waktu saja  Nanti saya akan pura-pura memberikan pelajaran Biologi tentang anatomi badan dan di sanalah akan saya suruh buka baju  Masa kalau sudah dibuka baju masih belum terangsang ”

Arie memang punya prinsip kalau dalam berhubungan badan ia tidak mau enak sediri tapi harus enak kedua-duanya  Itulah pola pikir Arie yang terus ia pertahankan  Seandainya ia mau tentunya dengan gampang ia memperkosa Yuni

Ketegangan batang kemaluan Arie terus bertambah besar tidak mau mengecil meskipun sudah diguyur oleh air  Untuk menghilangkan kepenatan Arie keluar kamar sambil membakar sebatang rokok  Ternyata Tante Rani masih ada di ruang tengah sambil melihat TV dan meminum susu yang dibuatnya sendiri

Tante Rani yang menggunakan daster warna biru dengan rambut yang dibiarkan terurai tampak sangat cantik malam itu  Lekukan tubuhnya terlihat dengan jelas dan kedua payuadaranya pun terlihat dengan jelas tanpa BH, juga pahanya yang putih dan mulus terpampang indah di hadapannya  Keadaan itu terlihat karena Tante Rani duduk di sofa yang panjang dengan kaki yang putih menjulur ke depan

Ketegangan Arie semakin memuncak melihat keindahan tubuh Tante Rani yang sangat seksi dan mulus itu

“Kamu kenapa belum tidur Ari,” kata Tante Rani sambil menuangkan segelas air susu untuk Arie
“Anu Tante, tidak bisa tidur,” balas Arie dengan gugup

Memang Tante Rani yang cantik itu tidak merasa canggung dengan keberadaan Arie, ia tidak peduli dengan keberadaan Ari malah ia sengaja memperlihatkan keindahan tubuhnya di hadapan Arie yang sudah sangat terangsang

“Maaf ya, Tante tadi siang telah berlaku kurang sopan terhadap Arie ”
“Tidak apa-apa Tante, Arie mengerti tentang hal itu,” jawab Arie sambil terus menahan gejolak nafsunya yang sudah di luar batas normal ditambah lagi dengan perlakuan Yuni yang membuat batang kemaluannya semakin menegang tidak tentu arah
“Oom kemana Tante, kok tidak kelihatan,” tanya Arie mengisi perbincangan
“Kamu tidak tahu, Oom kan sedang ke Bali mengurus proyek yang baru,” jawab Tante Rani

Memang Om Budiman sangat jarang sekali ada di rumah dan itu membuat Ari semakin tahu akan kebutuhan batin Tante Rani, tapi itu tidak mungkin dilakukannya dengan tantenya

Arie dan Tante Rani duduk di sofa yang besar sambil sesekali tubuhnya digerak-gerakkan seperti cacing kepanasan  Tak diduga sebelumnya oleh Arie, Tante Rani membuka dasternya yang menutupi paha putihnya yang putih bersih sambil menggaruk-garukkan tangannya di seputar gundukan kemaluannya

Mata Arie melongo tidak percaya  Dua kali dalam satu hari ia melihat paha Tante Rani, tapi yang ini lebih parah dari yang tadi siang di dalam mobil, sekarang Tante Rani tidak menggunakan celana dalam  Kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu yang hitam tersingkap dengan jelas dan tangan Tante Rani terus menggaruk-garuk di seputar kemaluannya itu karena merasa ada yang gatal

Melihat itu Arie semakin gelisah dan tidak enak badan ditambah lagi dengan ketegangan di batang kemaluannya yang semakin menegang

“Kamu kenapa Arie,” tanya Tante Rani yang melihat wajah Arie keluar keringat dingin
“Nggak Tante, Arie cuma mungkin capek,” balas Arie sambil terus sekali-kali melihat ke pangkal paha putih milik Tante Rani

Setelah merasa agak baikan di sekitar kemaluannya, Tante Rani segaja tidak menutup pahanya, malah ia duduk bersilang sehingga terlihat dengan jelas pangkal pahanya dan kemaluannya yang merekah  Melihat Arie semakin menegang, Tante Rani tersenyum dan mempersilakan Arie untuk meminum susu yang dituangkan di dalam gelas itu

Ketegangan Arie semakin memuncak dan Arie tidak berani kurang ajar pada tantenya meskipun tahu bahwa tantenya segaja memperlihatkan kemulusan pahanya itu  “Tante, saya mau ke paviliun belakang untuk mencari udara segar ” Melihat Arie yang sangat tegang itu Tante Rani hanya tersenyum, dalam pikirannya sebentar lagi kamu akan tunduk padaku dan akan meminta untuk tidur denganku

Sebelum sampai ke paviliun belakang Arie jalan-jalan dulu di pinggiran kolam lalu ia duduk sambil melihat kolam di depannya  Sambil terus berusaha menahan gejolaknya antara menyetubuhi tantenya atau tidak  Sambil terus berpikir tentang kejadian itu  Tidak sengaja ia mendengar rintihan dari belakang yang kebetulan kamar Pak Dadi  Arie terus mendekati kamar Pak Dadi yang kebetulan dekat dengan Paviliun  Arie mengendus-endus mendekati jendela dan ternyata jendelanya tidak dikunci dan dengan mudah Arie dapat melihat adegan suami istri yang sedang bermesraan

Di dalam kamar yang berukuran cukup besar itu, Arie melihatnya leluasa karena hanya terhalang oleh tumpukan pakaian yang digantung dekat jendela itu  Di dalamnya ternyata Pak Dadi dengan istrinya sedang bermesraan  Istri Pak Dadi yang bernama Astri sedang asyik mengulum batang kejantanan Pak Dadi dengan lahapnya  Dengan penuh birahi Astri terus melahap dan mengulum batang kemaluan Pak Dadi yang ukurannya lebih kecil dari ukuran yang dimiliki Arie  Astri terus mengulum batang kemaluan Pak Dadi

Posisi Pak Dadi yang masih menggunakan pakaian dan celananya yang telah merosot ada di lantai dengan posisi duduk terus mengerang-erang kenikmatan yang tiada bandingnya sedangkan Astri jongkok di lantai  Terlihat Astri menggunakan CD warna hitam dan BH warna hitam  Erangan-erangan Pak Dadi membuat batang kemaluan Pak Dadi semakin mesra dikulum oleh Astri

Dengan satu gerakan Astri membuka daster yang dipakainya karena melihat suaminya sudah kewalahan dengan kulumannya  Terlihat dengan jelas buah dada yang besar masih ditutupi BH hitamnya  Pak Dadi membantu membuka BH-nya dan dilanjutkan dengan membuka CD hitam Astri  Astri yang masih melekat di badan Pak Dadi meminta Pak Dadi supaya duduk di samping ranjang  Lalu Pak Dadi menyuruh Astri telentang di atas ranjang dan pantatnya diganjal oleh bantal sehingga dengan jelas terlihat bibir kemaluan Astri yang merah merekah menantang kejantanan Pak Dadi

Sebelum memasukkan batang kemaluannya, Pak Dadi mengoleskan air ludahnya di permukaan bukit kemaluan Astri  Dengan kaki yang ada di pinggul Pak Dadi, Astri tersenyum melihat hasil karyanya yaitu batang kemaluan suaminya tercinta telah mampu bangkit dan siap bertempur  Dengan perlahan batang kemaluan Pak Dadi dimasukkan ke dalam liang kemaluan Astri, terlihat Astri merintih saat merasakan kenikmatan yang tiada tara, kepala Astri dibolak-balikkan tanpa arah dan tangannya terus meraba-raba dada Pak Dadi dan sekali-kali meraba buah dadanya

Memang beradunya batang kemaluan Pak Dadi dengan liang senggama Astri terasa cukup lancar karena ukurannya sudah pas dan kegiatan itu sering dilakukannya  Erangan-erangan Astri dan Pak Dadi membuat tubuh Arie semakin panas dingin, entah sudah berapa menit lamanya Tante Rani memainkan kemaluan Arie yang sudah menegang, ia tersenyum ketika tahu bahwa di belakangnya ada orang yang sedang memegang kemaluannya

“Tante, kapan Tante datang”, suara Arie perlahan karena takut ketahuan oleh Pak Dadi sambil berusaha menjauh dari tempat tidur Pak Dadi  Tangan Tante Rani terus menggandeng Arie menuju ruang tengah sambil tangannya menyusup pada kemaluan Arie yang sudah menegang sejak tadi  Sesampainya di ruang tengah, Arie duduk di tempat yang tadi diduduki Tante Rani, sementara Tante Rani tiduran telentang sambil kepalanya ada seputar pangkal paha Arie dengan posisi pipi kanannya menyentuh batang kemaluan Arie yang sudah menegang

“Kamu kok orang yang sedang begituan kamu intip, nanti kamu jadi panas dingin dan kalau sudah panas dingin susah untuk mengobatinya  Untung saja kamu tadi tidak ketahuan oleh Pak Dadi kalau kamu ketahuan kamu kan jadi malu

Apalagi kalau ketahuan sama Oommu bisa-bisa Tante ini, juga kena marah ” Tante Rani memberikan nasehat-nasehat yang bijak sambil kepalanya yang ada di antara kedua selangkangan Arie terus digesek-gesek ke batang kemaluan Arie

“Tante tahu kamu sekarang sudah besar dan kamu juga tahu tentang kehidupan seks  Tapi kamu pura-pura tidak mau,” goda Tante Rani, “Dan kamu sudah tahu keinginan Tantemu ini, kamu malah mengintip kemesraan Pak Dadi,” nasehat-nasehat itu terus terlontar dari bibir yang merah merekah, dilain pihak pipi kirinya digesek-gesekkan pada batang kemaluan Arie

Arie semakin tidak dapat lagi menahan gejolak yang sangat tinggi dengan tekanan voltage yang berada di luar batas kemanusiaan  “Tante jangan gitu dong, nanti saya jadi malu sama Tante apalagi nanti kalau oom sampai tahu ” Mendengar elakan Arie, Tante Rani malah tersenyum, “Dari mana Oommu tahu kalau kamu tidak memberitahunya ”

Gila, dalam pikiranku mana mungkin aku memberitahu Oomku  Gerakan kepala Tante Rani semakin menjadi ditambah lagi kaki kirinya diangkat sehingga daster yang menutupi kakinya tersingkap dan gundukan hitam yang terawat dengan bersih terlihat merekah  Bukit kemaluan Tante Rani terlihat dengan jelas dengan ditumbuhi bulu-bulu yang sudah dicukur rapi sehingga terlihat seperti kemaluan gadis seumur Yuni

Arie sebetulnya sudah tahu akan keinginan Tante Rani  Tapi batinnya mengatakan bahwa dia tidak berhak untuk melakukannya dengan tantenya yang selama ini baik dan selalu memberikan kebutuhan hidupnya  Tanpa disadari tantenya sudah menaikkan celana pendeknya yang longgar sehingga kepala batang kemaluan Arie terangkat dengan bebas dan menyentuh pipi kirinya yang lembut dan putih itu  Melihat Keberhasilannya itu Tante Rani membalikkan badan dan sekarang Tante Rani telungkup di atas sofa dengan kemaluannya yang merekah segaja diganjal oleh bantal sofa

Tangan Tante Rani terus memainkan batang kemaluan Arie dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang  “Aduh punya kamu ternyata besar juga,” bisik Tante Rani mesra sambil terus memainkan batang kejantanan Arie dengan kedua tangannya  “Masa kamu tega sama Tante dengan tidak memberikan reaksi apapun Riee,” bisik Tante Rani dengan nafas yang berat  Mendengar ejekan itu hati Arie semakin berontak dan rasanya ingin menelan tubuh molek di depannya bulat-bulat dan membuktikan pada tantenya itu bahwa saya sebetulnya bisa lebih mampu dari Pak Dadi

Mulut Tante Rani yang merekah telah mengulum batang kemaluan Arie dengan liarnya dan terlihat badan Tante Rani seperti orang yang tersengat setrum ribuan volt  “Ayoo doong Riee, masa kamu akan menyiksa Tante dengan begini   ayo dong gerakin tanganmu ” Kata-kata itu terlontar sebanyak tiga kali  Sehingga tangan Arie semakin berani menyentuh pantatnya yang terbuka  Dengan sedikit malu-malu tapi ingin karena sudah sejak tadi batang kemaluan Ari menegang  Arie mulai meraba-saba pantatnya dengan penuh kasih sayang

Mendapatkan perlakuan seperti itu, Tante Rani terus semakin menggila dan terus mengulum kepunyaan Arie dengan penuh nafsu yang sudah lama dipendam  Sedotan bibir Tante Rani yang merekah itu seperti mencari sesuatu di dalam batang kemaluan Arie  Mendapat serangan yang sangat berapi-api itu akhirnya Arie memutar kaki kirinya ke atas sehingga posisi Arie dan tantenya seperti huruf T

Tangan Arie semakin berani mengusap-usap pinggul tantenya yang tersingkap dengan jelas  Daster tantenya yang sudah berada di atas pinggulnya dan kemaluan tantenya dengan lincah menjepit bantal kecil sofa itu  “Ahkk, nikmat  ” Tantenya mengerang sambil terus merapatkan bibir kemaluannya ke bantal kecil itu sambil menghentikan sementara waktu kulumannya  Ketika ia merasakan akan orgasme

“Arie   Tante sudah tidak tahan lagi nich  ” diiringi dengan sedotan yang dilakukan oleh tantenya itu karena tantenya ternyata sangat mahir dalam mengulum batang kemaluannya sementara tangannya dengan aktif mempermainkan sisi-sisi batang kemaluan Arie sehingga Arie dibuatnya tidak berdaya

“Aduh  aduh   Tante nikmat sekalii  ” erang tantenya semakin menjadi-jadi  Hampir tiga kali Tante Rani merintih sambil mengerang
“Aduuh Riee   terus tekan-tekan pantat Tante  ” desah Tante Rani sambil terus menggesek-gesekkan bibir kemaluannya ke bantal kecil itu

Arie meraba kemaluan tantenya, ternyata kemaluan Tante Rani sudah basah oleh cairan-cairan yang keluar dari liang kewanitaannya

“Ariee   nah itu terus Riee   terus  ” erang Tante Rani sambil tidak henti-hentinya mengulum batang kemaluan Arie

“Kamu kok kuat sekali Riee,” bisik tante Rani dengan nafas yang terengah-engah sambil terus mengulum batang kemaluan Arie  Tante Rani setengah tidak percaya dengan kuluman yang dilakukannya karena belum mampu membuat Arie keluar sperma  Arie berguman,
“Belum tahu dia, ini belum seberapa  Tante pasti sudah keluar lebih dari empat kali terbukti dengan bantal yang digunakan untuk mengganjal liang kewanitaannya basah dengan cairan yang keluar seperti air hujan yang sangat deras ”

Melihat batang kemaluan Arie yang masih tegak Tante Rani semakin bernafsu, ia langsung bangkit dari posisi telungkup dengan berdiri sambil berusaha membuka baju Arie yang masih melekat di badannya  “Buka yaa Sayang bajunya,” pinta Tante Rani sambil membuka baju Arie perlahan namun pasti  Setelah baju Arie terbuka, Tante Rani membuka juga celana pendek Arie agar posisinya tidak terganggu

Lalu Tante Rani membuka dasternya dengan kedua tangannya, ia sengaja memperlihatkan keindahan tubuhnya di depan Arie  Melihat dua gunung yang telah merekah oleh gesekan sofa dan liang kewanitaan tantenya yang merah ranum akibat gesekan bantal sofa, Ari menelan ludah  Ia tidak membayangkan ternyata tantenya mempunyai tubuh yang indah  Ditambah lagi ia sangat trampil dalam memainkan batang kemaluan laki-laki

Masih dengan posisi duduk, tantenya sekarang ada di atas permadani dan ia langsung menghisap kembali batang kemaluan Arie sambil tangannya bergantian meraba-raba sisi batang kemaluan Arie dan terus mengulumnya seperti anak kecil yang baru mendapatkan permen dengan penuh gairah  Dengan bantuan payudaranya yang besar, Tante Rani menggesek-gesek payudaranya di belahan batang kemaluan Arie  Dengan keadaan itu Arie mengerang kuat sambil berkata,

“Aduh Tante   terus Tante  ” Mendengar erangan Arie, Tante Rani tersenyum dan langsung mempercepat gesekannya  Melihat Arie yang akan keluar, Tante Rani dengan cepat merubah posisi semula dengan mengulum batang kemaluan dengan sangat liar

Sehingga warna batang kemaluan Arie menjadi kemerah-merahan dan di dalam batang kemaluannya ada denyutan-denyutan yang sangat tidak teratur  Arie menahan nikmat yang tiada tara sambil berkata,

“Terus Tante   terus Tante  ”, Dan Arie pun mendekap kepala tantenya agar masuk ke dalam batang kemaluannya dan semprotan yang maha dahsyat keluar di dalam mulut Tante Rani yang merekah  Mendapatkan semburan lahar panas itu, Tante Rani kegirangan dan langsung menelannya dan menjilat semua yang ada di dalam batang kemaluan Arie yang membuat Arie meraung-raung kenikmatan  Terlihat dengan jelas tantenya memang sudah berpengalaman karena bila sperma sudah keluar dan batang kemaluan itu tetap disedotnya maka akan semakin nikmat dan semakin membuat badan menggigil

Melihat itu Tante Rani semakin menjadi-jadi dengan terus menyedot batang kemaluan Arie sampai keluar bunyi slurp  , slurp  , akibat sedotannya  Setelah puas menjilat sisa-sisa mani yang menempel di batang kemaluan Arie, lalu Tante Rani kembali mengulum batang kejantanan Arie dengan mulutnya yang seksi

Melihat batang kemaluan Arie yang masih memberikan perlawanan, Tante Rani bangkit sambil berkata, “Gila kamu Riee   kamu masih menantang tantemu ini yaah   Tante sudah keluar hampir empat kali kamu masih menantangnya ” Mendengar tantangan itu, Arie hanya tersenyum saja dan terlihat Tante Rani mendekat ke hadapan Arie sambil mengarahkan liang kewanitaannya untuk melahap batang kemaluan Arie

Sebelum memasukkan batang kemaluan Arie ke liang kewanitaannya, Tante Rani terlebih dahulu memberikan ciuman yang sangat mesra dan Arie pun membalasnya dengan hangat  Saling pagut terjadi untuk yang kedua kalinya, lidah mereka saling bersatu dan saling menyedot  Tante Rani semakin tergila-gila sehingga liang kewanitaannya yang tadinya menempel di atas batang kemaluan Arie sekarang tergeser ke belakang sehingga batang kemaluan Arie tergesek-gesek oleh liang kewanitaannya yang telah basah itu

Mendapat perlakuan itu Arie mengerang kenikmatan

“Aduuh Tante  ” sambil melepaskan pagutan yang telah berjalan cukup lama
“Clepp  ” suara yang keluar dari beradunya dua surga dunia itu, perlahan namun pasti Tante Rani mendorongnya masuk ke lembah surganya

Dorongan itu perlahan-lahan membuat seluruh urat nadi Arie bergetar  Mata Tante Rani dipejamkan sambil terus mendorong pantatnya ke bawah sehingga liang kewanitaan Tante Rani telah berhasil menelan semua batang kemaluan Arie  Tante Rani pun terlihat menahan nikmat yang tiada tara

“Ariee  ” rintihan Tante Rani semakin menjadi ketika liang senggamanya telah melahap semua batang kemaluan Arie  Tante Rani diam untuk beberapa saat sambil menikmati batang kemaluan Arie yang sudah terkubur di dalam liang kewanitaannya

“Riee, Tante sudah tidak kuat lagi   Sayang  ” desah Tante Rani sambil menggerakan-gerakkan pantatnya ke samping kiri dan kanan  Mulut tantenya terus mengaduh, mengomel sambil terus pantatnya digeser ke kiri dan ke kanan  Mendapatkan permainan itu Arie mendesir,
“Aduh Tante   terus Tante  ” mendengar itu Tante Rani terus menggeser-geserkan pantatnya  Di dalam liang senggama tantenya ada tarik-menarik antara batang kemaluan Arie dan liang kewanitaan tantenya yang sangat kuat, mengikat batang kemaluan Arie dengan liang senggama Tante Rani  Kuatnya tarikan itu dimungkinkan karena ukuran batang kemaluan Arie jauh lebih besar bila dibandingkan dengan milik Om Budiman

Goyangan pantatnya semakin liar dan Arie mendekap tubuh tantenya dengan mengikuti gerakannya yang sangat liar itu  Kucuran keringat telah berhamburan dan beradunya pantat Tante Rani dengan paha Arie menimbulkan bunyi yang sangat menggairahkan,

“Prut   prat   pret  ” Tangan Arie merangkul tantenya dengan erat

Pergerakan mereka semakin liar dan semakin membuat saling mengerang kenikmatan entah berapa kali Tante Rani mengucurkan cairan di dalam liang kewanitaannya yang terhalang oleh batang kemaluan Arie  Tante Rani mengerang kenikmatan yang tiada taranya dan puncak dari kenikmatan itu kami rasakan ketika Tante Rani berkata di dekat telinga Arie

“Ariee  ” suara Tante Rani bergetar, “Kamu kalau mau keluar, kita keluarnya bareng-bareng yaah”  “Iya Tante  ” jawab Arie

Selang beberapa menit Arie merasakan akan keluar dan tantenya mengetahui,

“Kamu mau keluar yaa ” Arie merangkul Tante Rani dengan kuatnya tetapi kedua pantatnya masih terus menusuk-nusuk liang kewanitaan Tantenya, begitu juga dengan Tante Rani rangkulannya tidak membuat ia melupakan gigitannya terhadap batang kemaluan Arie  Sambil terus merapatkan rangkulan  Suara Arie keluar dengan keras,

“Tantee   Tantee  ” dan begitu juga Tante Rani mengerang keras, “Riee  ”  Sambil keduanya berusaha mengencangkan rangkulannya dan merapatkan batang kemaluan dan liang kewanitaannya sehingga betul-betul rapat membuat hampir biji batang kemaluan Arie masuk ke dalam liang senggama Tante Rani

Akhirnya Arie dan Tante Rani diam sesaat menikmati semburan lahar panas yang beradu di dalam liang sorga Tante Rani  Masih dalam posisi Tante Rani duduk di pangkuan Arie  Tante Rani tersenyum, “Kamu hebat Arie seperti kuda binal dan ternyata kepunyaan kamu lebih besar dari suaminya dan sangat menggairahkan ”

“Kamu sebetulnya sudah tahu keinginan Tante dari dulu ya, tapi kamu berusaha mengelaknya yaa  ” goda Tante Rani

Arie hanya tersenyum digoda begitu  Tante Rani lalu mencium kening Arie  Kurang lebih lima menit batang kemaluan Arie yang sudah mengeluarkan lahar panas bersemayam di liang kewanitaan Tante Rani, lalu Tante Rani bangkit sambil melihat batang kemaluan Arie  Melihat batang kemaluan Arie yang mengecil, Tante Rani tersenyum gembira karena dalam pikirannya bila batang kemaluannya masih berdiri maka ia harus terus berusaha membuat batang kemaluan Arie tidak berdiri lagi  Untuk menyakinkannya itu, tangan Tante Rani meraba-raba batang kemaluan Arie dan menijit-mijitnya dan ternyata setelah dipijit-pijit batang kemaluan Arie tidak mau berdiri lagi

“Aduh untung batang kemaluanmu Riee   tidak hidup lagi,” bisik Tante Rani mesra sambil berdiri di hadapan Arie, “Soalnya kalau masih berdiri, Tante sudah tidak kuat Riee” lanjutnya sambil tersenyum dan duduk di sebelah Arie  Sesudah Tante Rani dan Arie berpagutan mereka pun naik ke atas dan masuk kamar-masing-masing

Pagi-pagi sekali Arie bangun dari tempat tidur karena mungkin sudah kebiasaannya bangun pagi, meskipun badannya ingin tidur tapi matanya terus saja melek  Akhirnya Arie jalan-jalan di taman untuk mengisi kegiatan agar badannya sedikit segar dan selanjutnya badannya dapat diajak untuk tidur kembali karena pada hari itu Arie tidak ada kuliah  Kebiasaan lari pagi yang sering dilakukan di waktu pagi pada saat itu tidak dilakukannya karena badannya terasa masih lemas akibat pertarungan tadi malam dengan tantenya

Lalu Arie pun berjalan menuju kolam, tidak dibayangkan sebelumnya ternyata Tante Rani ada di kolam sedang berenang  Tante Rani mengenakan celana renang warna merah dan BH warna merah pula  Melihat kedatangan Arie  Tante Rani mengajaknya berenang  Arie hanya tersenyum dan berkata,

“Nggak ah Tante, Saya malas ke atasnya ” Mendapat jawaban itu, Tante Rani hanya tersenyum, soalnya Tante Rani mengetahui Arie tidak menggunakan celana renang
“Sudahlah pakai celana dalam aja,” pinta Tante Rani  Tantenya yang terus meminta Arie untuk berenang  Akhirnya iapun membuka baju dan celana pendeknya yang tinggal melekat hanya celana dalamnya yang berwarna biru

Celana dalam warna biru menempel rapat menutupi batang kemaluan Arie yang kedinginan  Loncatan yang sangat indah diperlihatkan oleh Arie sambil mendekati Tante Rani, yang malah menjauh dan mengguyurkan air ke wajah Arie  Sehingga di dalam kolam renang itu Tante Rani menjadi kejaran Arie yang ingin membalasnya  Mereka saling mengejar dan saling mencipratkan air seperti anak kecil  Karena kecapaian, akhinya Tante Rani dapat juga tertangkap  Arie langsung memeluknya erat-erat, pelukan Arie membuat Tante Rani tidak dapat lagi menghindar

“Udah akh Arie   Tante capek,” seru mesra Tante Rani sambil membalikkan badannya  Arie dan Tante Rani masih berada di dalam genangan kolam renang

“Kamu tidak kuliah Riee,” tanya Tante Rani
“Tidak,” jawab Arie pendek sambil meraba bukit kemaluan Tante Rani  Terkena rabaan itu Tante Rani malah tersenyum sambil memberikan ciuman yang sangat cepat dan nakal lalu dengan cepatnya ia melepaskan ciuman itu dan pergi menjauhi Arie  Mendapatkan perlakuan itu Arie menjadi semakin menjadi bernafsu dan terus memburu tantenya  Dan pada akhirnya tantenya tertangkap juga  “Sudah ah   Tante sekarang mau ke kantor dulu,” kata Tante Rani sambil sedikit menjauh dari Arie

Ketika jaraknya lebih dari satu meter Tante Rani tertawa geli melihat Arie yang celana dalamnya telah merosot di antara kedua kakinya dengan batang kemaluannya yang sudah bangkit dari tidurnya  “Kamu tidak sadar Arie, celana dalammu sudah ada di bawah lutut  ” Mendengar itu Arie langsung mendekati Tante Rani sambil mendekapnya  Tante Rani hanya tersenyum  “Kasihan kamu, adikmu sudah bangun lagi, tapi Tante tidak bisa membantumu karena Tante harus sudah pergi,” kata Tante Rani sambil meraba batang kemaluan Arie yang sudah menegang kembali

Mendengar itu Arie hanya melongo kaget

“Akhh, Tante masa tidak punya waktu hanya beberapa menit saja,” kata Arie sambil tangannya berusaha membuka celana renang Tante Rani yang berwarna merah  Mendapat perlakuan itu Tante Rani hanya diam dan ia terus mencium Arie sambiil berkata, “Iyaa deh   tapi cepat, yaa   jangan lama-lama, nanti ketahuan orang lain bisa gawat ”

Tante Rani membuka celana renangnya dan memegangnya sambil merangkul Arie  Batang kemaluan Arie langsung masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Rani yang sudah dibuka lebar-lebar dengan posisi kedua kakinya menempel di pundak Arie  Beberapa detik kemudian, setelah liang kewanitaan Tante Rani telah melahap semua batang kemaluan Arie dan dirasakannya batang kemaluan Arie sudah menegang  Tante Rani menciumnya dengan cepat dan langsung mendorong Arie sambil pergi dan tersenyum manis meninggalkan Arie yang tampak kebingungan dengan batang kemaluannya yang sedang menegang

Mendapat perlakuan itu Arie menjadi tambah bernafsu kepada Tante Rani, dan ia berjanji kalau ada kesempatan lagi ia akan menghabisinya sampai ia merasa kelelahan  Lalu Arie langsung pergi meninggalkan kolam itu untuk membersihkan badannya

Setelah di kamar, Arie langsung membuka semua bajunya yang menjadi basah itu, ia langsung masuk kamar mandi dan menggosok badan dengan sabun  Ketika akan membersihkan badannya, air yang ada di kamar mandinya ternyata tidak berjalan seperti biasanya  Dan langsung Arie teringat akan keberadaan kamar Yuni  Arie lalu pergi keluar kamar dengan lilitan handuk yang menempel di tubuhnya  Wajahnya penuh dengan sabun mandi

“Yuni   Yuni   Yuni  ” teriak Arie sambil mengetuk pintu kamar Yuni  “Masuk Kak Ariee, tidak dikunci ” balas Yuni dari dalam kamar

Didapatinya ternyata Yuni masih melilitkan badan dengan selimut dengan tangannya yang sedang asyik memainkan kemaluannya  Permainan ini baru didapatkannya ketika ia melihat adegan tadi malam antara kakaknya dengan Arie dan kejadian itu membuat ia merasakan tentang sesuatu yang selama ini diidam-idamkan oleh setiap manusia

“Ada apa Kak Arie,” kata Yuni sambil terus berpura-pura menutup badannya dengan selimut karena takut ketahuan bahwa dirinya sedang asyik memainkan kemaluannya yang sudah membasah sejak tadi malam karena melihat kejadiaan yang dilakukan kakaknya dengan Arie  “Anu Yuni   Kakak mau ikut mandi karena kamar mandi Arie airnya tidak keluar ” Memang Yuni melihat dengan jelas bahwa badan Arie dipenuhi oleh sabun tapi yang diperhatikan Yuni bukannya badan tapi Yuni memperhatikan di antara selangkangannya yang kelihatan mencuat

Iseng-iseng Yuni menanyakan tentang apa yang mengganjalnya dalam lilitan handuk itu  Mendengar pertanyaan itu niat Arie yang akan menerangkan tentang biologi ternyata langsung kesampaian dan Arie pun langsung memperlihatkannya sambil memegang batang kemaluannya,

“Ini namanya penis   Sayang,” kata Arie yang langsung menuju kamar mandi karena melihat Yuni menutup wajahnya dengan selimut

Melihat batang kemaluan Arie yang sedang menegang itu Yuni membayangkan bila ia mengulumnya seperti yang dilakukan kakaknya  Keringat dingin keluar di sekujur tubuh Yuni yang membayangkan batang kemaluan Arie dan ia ingin sekali seperti yang dilakukan oleh kakaknya juga ia melakukannya  Mata Yuni terus memandang Arie yang sedang mandi sambil tangan terus bergerak mengusap-usap kemaluannya

Akhirnya karena Yuni sudah di puncak kenikmatan, ia mengerang akibat dari permainan tangannya itu telah berhasil dirasakannya  Dengan beraninya Yuni pergi memasuki kamar mandi untuk ikut mandi bersama Arie  Melihat kedatangan Yuni ke kamar mandi, Arie hanya tersenyum  “Kamu juga mau mandi Yun,” kata Arie sambil mencubit pinggang Yuni

Yuni yang sudah di puncak kenikmatan itu hanya tersenyum sambil melihat batang kemaluan Arie yang masih mengeras

“Kak boleh nggak Yuni mengelus-elus barang itu,” bisik Yuni sambil menunjuknya dengan jari manisnya  Mendengar permintaan itu Arie langsung tersenyum nakal, ternyata selama ini apa yang diidam-idamkannya akan mendapatkan hasilnya

Dalam pikiran Arie, Yuni sekarang mungkin telah mengetahui akan kenikmatan dunia  Tanpa diperintah lagi Arie langsung mendekatkan batang kemaluannya ke tangan Yuni dan menuntun cara mengelus-elusnya  Tangan Yuni yang baru pertama kali meraba kepunyaan laki-laki itu sedikit canggung, tapi ia berusaha meremasnya seperti meremas pisang dengan tenaga yang sangat kuat hingga membuat Arie kesakitan

“Aduh   jangan keras-keras dong Yuni, nanti batang kemaluannya patah ” Mendengar itu Yuni menjadi sedikit kaget lalu Ari membantunya untuk memainkan batang kemaluannya dengan lembut

Tangan Yuni dituntunnya untuk meraba batang kemaluan Arie dengan halus lalu batang kemaluan Arie didekatkan ke wajah Yuni agar mengulumnya  Yuni hanya menatapnya tanpa tahu harus berbuat apa  Lalu Arie memerintahkan untuk mengulumnya seperti mengulum ice cream, atau mengulumnya seperti mengulum permen karet  Diperintah tersebut Yuni langsung menurut, mula-mula ia mengulum kepala batang kemaluan Arie lalu Yuni memasukkan semua batang kemaluan Arie ke dalam mulutnya  Tapi belum juga berapa detik Yuni terbatuk-batuk karena kehabisan nafas dan mungkin juga karena nafsunya terlalu besar

Setelah sedikit tenang, Yuni mengulum lagi batang kemaluan Arie tanpa diperintah sambil pinggul Yuni bergoyang menyentuh kaki Arie  Melihat kejadian itu Arie akhirnya menghentikan kuluman Yuni dan langsung mengangkat Yuni dan membawanya ke ranjang yang ada di samping kamar mandi  Sesampainya di pinggir ranjang, dengan hangat Yuni dipeluk oleh Arie dan Yuni pun membalas pelukan Arie  Bibir Yuni yang polos tanpa lipstik dicium Arie dengan penuh kehangatan dan kelembutan

Dicium dengan penuh kehangatan itu Yuni untuk beberapa saat terdiam seperti patung tapi akhirnya naluri seksnya keluar juga, ia mengikuti apa yang dicium oleh Arie  Bila Arie menjulurkan lidahnya maka Yuni pun sama menjulurkan lidahnya ke dalam mulut Arie  Dengan permainan itu Yuni sangat menikmatinya apalagi Arie yang bisa dikatakan telah dilatih oleh kakaknya yang telah berpengalaman

Kecupan Yuni kadang kala keluar suara yang keras karena kehabisan nafas

“Pek   pek  ” suara bibir Yuni mengeluarkan suara yang membuat Arie semakin terangsang  Mendengar suara itu Arie tersenyum sambil terus memagutnya

Tangan Arie dengan trampil telah membuka daster putih yang dipakai Yuni  Dengan gerakan yang sangat halus, Arie menuntun Yuni agar duduk di pinggir ranjang dan Yuni pun mengetahui keinginan Arie itu  Bibir Yuni yang telah berubah warna menjadi merah terus dipagut Arie dengan posisi Yuni tertindih oleh Arie  Tangan Yuni terus merangkul Arie sambil bukit kemaluannya menggesek-gesekkan sekenanya

Lalu Arie membalikkan tubuh Yuni sehingga kini Yuni berada di atas tubuh Arie, dengan perlahan tangan Arie membuka BH putih yang masih melekat di tubuh Yuni  Setelah berhasil membuka BH yang dikenakan Yuni, Arie pun membuka CD putih yang membungkus bukit kemaluan Yuni dilanjutkan menggesek-gesekkan sekenanya  Erangan panjang keluar dari mulut Yuni

“Auu  ” sambil mendekap Arie keras-keras  Melihat itu Arie semakin bersemangat  Setelah Arie berhasil membuka semua pakaian yang dikenakan Yuni, terlihat Yuni sedikit tenang iapun kembali membalikkan Yuni sehingga ia sekarang berada di atas tubuh Yuni

Arie menghentikan pagutan bibirnya ia melanjutkan pagutannya ke bukit kemaluan Yuni yang telah terbuka dengan bebas  Dipandanginya bukit kemaluan Yuni yang kecil tapi penuh tantangan yang baru ditumbuhi oleh bulu-bulu hitam yang kecil-kecil  Kaki Yuni direnggangkan oleh Arie  Pagutan Arie berganti pada bibir kecil kepunyaan Yuni  Pantat Yuni terangkat dengan sendirinya ketika bibir Arie mengulum bukit kemaluan kecilnya yang telah basah oleh cairan

Harum bukit kemaluan perawan membuat batang kemaluan Arie semakin ingin langsung masuk ke sarangnya tapi Arie kasihan melihat Yuni karena kemaluannya belum juga merekah  Jilatan bibir Arie yang mengenai klitoris Yuni membuat Yuni menjepit wajah Arie  Semburan panas keluar dari bibir bukit kemaluan Yuni  Yuni hanya menggeliat dan menahan rasa nikmat yang baru pertama kali didapatkannya

Lalu Arie merasa yakin bahwa ini sudah waktunya, ditambah lagi batang kemaluannya yang sudah terlalu lama menegang  Arie menarik tubuh Yuni agar pantatnya pas tepat di pinggir ranjang  Kaki Yuni menyentuh lantai dan Arie berdiri di antara kedua paha Yuni

Melihat kondisi tubuh Yuni yang sudah tidak menggunakan apa-apa lagi ditambah dengan pemandangan bukit kemaluan Yuni yang sempit tapi basah oleh cairan yang keluar dari bibir kecilnya membuat Arie menahan nafas  Arie berdiri, dan batang kemaluannya yang besar itu diarahkan ke bukit kemaluan Yuni  Melihat itu Yuni sedikit kaget dan merasa takut Yuni menutup wajahnya dengan kedua tangannya  Melihat gejala itu Arie hanya tersenyum dan ia sedikit lebih melebarkan paha Yuni sehingga klitorisnya terlihat dengan jelas  Ia menggesek-gesekkan batang kemaluannya di bibir kemaluan Yuni

Sambil menggesek-gesek batang kemaluan, Arie kembali mendekap Yuni sambil membuka tangannya yang menutupi wajahnya  Melihat Arie yang membuka tangannya, Yuni langsung merangkulnya dan mencium bibir Arie  Pagutan pun kembali terjadi, bibir Yuni dengan lahapnya terus memagut bibir Arie  Suara erangan kembali keluar lagi dari mulut Yuni

“Aduhh   Kaak  ” erang Yuni sambil merangkul tubuh Arie dengan keras  Arie meraba-raba bukit kemaluan Yuni dengan batang kemaluannya setelah yakin akan lubang kemaluan Yuni, Arie mendorongnya perlahan dan ketika kepala kejantanan Arie masuk ke liang senggama Yuni  Yuni mengerang kesakitan, “Kak   aduh sakit, Kak  ”

Mendengar rintihan itu, Arie membiarkan kepala kemaluannya ada di dalam liang senggama Yuni dan Arie terus memberikan pagutannya  Kuluman bibir Yuni dan Arie pun berjalan lagi  Dada Arie yang besar terus digesek-gesekkan ke payudara Yuni yang sudah mengeras  Yuni yang menahan rasa sakit yang telah bercampur dengan rasa nikmat akhirnya mengangkat kakinya tinggi-tinggi untuk menghilangkan rasa sakit di liang senggamanya dan itu ternyata membantunya dan sekarang menjadi tambah nikmat

Kepala kemaluan Arie yang besar baru masuk ke liang kewanitaan Yuni, tapi jepitan liang kemaluan Yuni begitu keras dirasakan oleh batang kemaluan Arie  Sambil mencium telinga kiri Yuni, Arie kembali berusaha memasukkan batang kemaluannya ke liang senggama Yuni  “Aduh   aduh   aduh   Kak,” Mendengar rintihan itu Arie berkata kepada Yuni

“Kamu sakit Yuni,” bisik Arie di telinga Yuni  “Nggak tahu Kaak ini bukan seperti sakit biasa, sakit tapi nikmat  ”

Mendengar penjelasan itu, Arie terus memasukkan batang kemaluannya sehingga sekarang kepala kemaluannya sudah masuk semua ke dalam liang senggama Yuni  Batang kemaluan Arie sudah masuk ke liang senggama Yuni hampir setengahnya  Batang kemaluannya sudah ditelan oleh liang kemaluan Yuni, kaki Yuni semakin diangkat dan tertumpang di punggung Arie  Tiba-tiba tubuh Yuni bergetar sambil merangkul Arie dengan kuat

“Aduhh  ” dan cairan hangat keluar dari bibir kemaluan Yuni, Arie dapat merasakan hal itu melalui kepala kemaluannya yang tertancap di bukit kemaluan Yuni  Lipatan paha Yuni telah terguyur oleh keringat yang keluar dari tubuh mereka berdua

Mendapat guyuran air di dalam bukit kemaluan itu, Arie lalu memasukkan semua batang kemaluannya ke dalam lubang senggama Yuni  Dengan satu kali hentakan

“Preet  ” Yuni melotot menahan kesakitan yang bercampur dengan kenikmatan yang tidak mungkin didapatkan selain dengan Arie
“Auh   auh   auh  ” suara itu keluar dari mulut kecil Yuni setelah seluruh batang kejantanan Arie berada di dalam lembah kenikmatan Yuni
“Kak, Badan Yuni sesak, sulit bernafas,” kata Yuni sambil menahan rasa nikmat yang tiada taranya  Mendengar itu lalu Arie membalikkan tubuh Yuni agar ia berada di atas Ari  Mendapatkan posisi itu Yuni seperti pasrah dan tidak melakukan gerakan apapun selain mendekap tubuh Arie sambil meraung-raung kenikmatan yang tiada taranya yang baru kali ini dirasakannya

Yuni dan Arie terdiam kurang lebih lima menit

“Yuni, sekarang bagaimana badanmu,” kata Arie yang melihat Yuni sekarang sudah mulai menggoyang-goyangkan pantatnya dengan pelan-pelan
“Udah agak enakan Kak,” balas Yuni sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan  Mendapatkan serangan itu Arie langsung mengikuti gerakan goyangan itu dan goyangan Arie dari atas ke bawah

Lipantan-lipatan kehangatan tercipta di antara selangkangan Yuni dan Arie  Sambil menggoyangkan pantatnya, mulut Yuni tetap mengaduh, “Aduhh  ” Merasakan nikmat yang telah menyebar ke seluruh badannya  Tanpa disadari sebelumnya oleh Arie  Yuni dengan ganasnya menggoyang-goyangkan pantatnya ke samping dan ke kiri membuat Arie kewalahan ditambah lagi kuatnya jepitan bukit kemaluan Yuni yang semakin menjepit seperti tang yang sedang menjepit paku agar paku itu putus  Beberapa menit kemudian Arie memeluk badan Yuni dengan eratnya dan batang kemaluannya berusaha ditekan ke atas membuat pantat Yuni terangkat  Semburan panaspun masuk ke bukit kemaluan Yuni yang kecil itu  Mendapat semburan panas yang sangat kencang, Yuni mendesis kenikmatan sambil mengerang,

“Aduhh   aduh   Kak  ”

Selang beberapa menit Arie diam sambil memeluk Yuni yang masih dengan aktif menggerak-gerakkan pantatnya ke kiri dan ke kanan dengan tempo yang sangat lambat  Setelah badannya merasa sudah agak baik, Arie membalikkan tubuh Yuni sehingga sekarang tubuh Yuni berada di bawah Arie  Batang kemaluan Arie masih menancap keras di lembah kemaluan Yuni meskipun sudah mengeluarkan sperma yang banyak  Lalu kaki Yuni diangkat oleh Arie dan disilangkan di pinggul  Arie mengeluarkan batang kemaluannya yang ada di dalam liang senggama Yuni

Mendapat hal itu mata Yuni tertutup sambil membolak-balikkan kepala ke kiri dan ke kanan lalu dengan perlahan memasukkan lagi batang kemaluannya ke dalam liang senggama Yuni, turun naik batang kemaluan Arie di dalam liang perawan Yuni membuat Yuni beberapa kali mengerang dan menahan rasa sakit yang bercampur dengan nikmatnya dunia  Tarikan bukit kemaluan Yuni yang tadinya kencang pelan- pelan berkurang seiring dengan berkurangnya tenaga yang terkuras habis dan selanjutnya Arie mengerang-erang sambil memeluk tubuh Yuni dan Yuni pun sama mengeluarkan erangan yang begitu panjang, keduanya sedang mendapatkan kenikmatan yang tiada taranya

Arie mendekap Yuni sambil menikmati semburan lahar panas dan keluarnya sperma dalam batang kemaluan Arie dan Yuni pun sama menikmati lahar panas yang ada dilembah kenikmatannya  Kurang lebih lima menit, Arie memeluk Yuni tanpa adanya gerakan begitu juga Yuni hanya memeluk Arie  Dirasakan oleh Arie bahwa batang kemaluannya mengecil di dalam liang kemaluan Yuni dan setelah merasa batang kemaluannya betul-betul mengecil Arie menjatuhkan tubuhnya di samping Yuni  Arie mencium kening Yuni  Yuni membalasnya dengan rintihan penyesalan, seharusnya Arie bertanggung jawab atas hilangnya perawan yang dimiliki Yuni

Mendengar itu Arie hanya tersenyum karena memang selama ini Arie mendambakan istri seperti Yuni ditambah lagi ia mengetahui bila hidup dengan Yuni maka ia akan mendapatkan segalanya  Arie mengucapkan selamat bobo kepada Yuni yang langsung tertidur kecapaian dan Arie langsung keluar dari kamar Yuni setelah Arie menggunakan pakaiannya kembali

Arie masuk ke dapur, didapatnya tantenya sedang dalam keadaan menungging mengambil sesuatu  Terlihat dengan jelas celana merah muda yang dipakai tantenya  Tante Rani dibuat kaget karena Arie langsung meraba liang kewanitaannya yang terbungkus CD merah muda sambil menegurnya

“Tante sudah pulang,” tanya Arie  Sambil melepaskan rabaan tangannya di liang kewanitaan tantenya  Lalu Arie membuka kulkas untuk mencari air putih
“Iya, Tante hanya sebentar kok  Soalnya Tante kasihan dengan burung kamu yang tadi Tante tinggalkan dalam keadaan menantang,” jawab Tante Rani sambil tersenyum
“Bagaimana sekarang Arie burungnya, sudah mendapatkan sarang yang baru ya  ” Mendapat ejekan itu, Arie langsung kaget
“Ah Tante, mau cari sangkar dimana,” jawab Arie mengelak
“Arie kamu jangan mengelak, Tante tau kok   kamu sudah mendapatkan sarang yang baru jadi kamu harus bertanggung jawab  Kalau tidak kamu akan Tante laporkan sama Oom dan kedua orang tuanmu bahwa kamu telah bermain gila bersama Yuni dan Tante ”

Mendengar itu, Arie langsung diam dan ia akan menikahi Yuni seperti yang dijanjikanya  Mendengar hal itu Tante Rani tersenyum dan memberikan kecupan yang mesra kepada Arie sambil meraba batang kemaluan Arie yang sudah tidak kuat untuk berdiri  Melihat batang kemaluan Arie yang sudah tidak kuat berdiri itu Tante Rani tersenyum  “Pasti adikku dibuatnya KO sama kamu yaa   Buktinya burung kamu tidak mau berdiri,” goda Tante Rani  “Ahh nggak Tante, biasa saja kok ”

Tante Rani meninggalkan Arie, sambil mewanti-wanti agar menikahi adiknya  Akhirnya pernikahan Yuni dengan Arie dilakukan dengan pernikahan dibawah tangan atau pernikahan secara agama tetapi dengan tanpa melalui KUA karena Yuni masih di bawah umur  – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerisex Terbaru 2015
Like This Article ?

Pelanggan Sms Massal Web Betting

www.pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya 1 web 4 permainan Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15%join now!
Pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15% dapatkan jutaan rupiah setiap harinya
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Bola Jaya
www.bolajaya.com (Bonus deposit SPORTBOOK 25%; 5% Casino+Cashback 5%, Rollingan 0.5%) INFO BBM( 2B4C158D ); SMS( 081360284177 ) SMS balasan ke 081360284177
Master138
www.master138.com Situs Taruhan Bola Online Terpercaya, Promo Bonus : Member Baru 30% SBO / IBC / CASINO Join now! Pin BB : 2B5AF93F
MejaVip
Dapatkan bonus deposit dan turnover untuk permainan poker HANYA di WWW.MEJAVIP.COM/news.php?id=518
Togel Nusa
Bingung mau pasang togel? Dapatkan bonus deposit 30%!! Daftar di WWW.TOGELNUSA.COM
Bola Online
Kunjungi WWW.BOLAONLINE.COM dan dapatkan cashback untuk sportbook 6.2%, dan 0.6% untuk casino SELAMANYA..!!!
 
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork