Kamis, 23 Juli 2015

Cerita Sex: Gatelnya Memek Tante Risa

Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru – Cerita Sex: Aku Benar-Benar Nafsu – Minggu pagi ini, sambil meregangkan badan aku melepas selimut dan aku merasakan sentuhan kain satin dasterku di puting buah dadaku dan entah kenapa rasanya nikmat dan merinding kulitku dibuatnya   Terasa putingku membesar dan keras 
 
Cerita Sex: Gatelnya Memek Tante Risa

Cepat aku pergi mandi di shower, aku mandi air dingin   Air membuat kesegaran tersendiri dan aku merasa vaginaku merebak terkena air sejuk yang mengalir mengenai klitorisku   Kulitku meremang dan uuuhhh… aku tiba-tiba sadar bahwa aku menginginkan batang panas untuk mengisi lubang nikmatku   Aaahhhhh… 2 bulan tanpa garukan-garukan di situ   Lagi di tengah urusan itu kok tidak selera sekali ya 

Aku pakai handuk melilitkan di badanku dan menyisir   Dari jendela kamarku aku bisa melihat ke bawah dan Andi sedang mencuci motornya, ahh… keponakan jauhku (dari sisi sex-ku) itu memang rajin   Walau dia sibuk dengan kuliahnya di kedokteran dia suka dan rajin mengurus kebun luas di rumah ini juga   Tiba-tiba ia ke belakang pohon dan membuka celana pendeknya, mau kencing!

Aku berhenti menyisir dan mengamati, astaga besar banget batang penisnya   Ia tak sadar ada yang meperhatikan dan diguncang-guncangnya menghabisi sisa urinenya dan terasa kakiku melemah, lututku gemetar setelah 2 bulan tidak melihat penis lelaki   Aku cepat ganti daster tipis pendek, BH dan CD tak sempat lagi kukenakan, dan nafasku menderu berlomba dengan nafsu yang sudah tak tertahan lagi geloranya 

Kubuka jendela dan…

“Andi, tolong Mbak ya…” teriakku agak keras penuh rencana 

“OK, Mbak Asti…” sahutnya 

“Ini tolong dong ambilkan tas merah kecil di atas lemari tinggi itu, bawa tangga kecilnya Di  ”

Andi cekatan naik sambil memperhatikan pakaianku yang pendek menerawang, pahaku yang putih terlihat hampir sampai ke atas   Tapi ia tak berani langsung melihatnya   Aku tersenyum dan Andi naik ke atas tangga   Dicarinya di antara tas dan koper di atas (memang tidak ada ), dan…

“Yang mana sih Mbak koq tidak ada?”

“Masa sih tidak ada, coba Mbak yang naik, pegangin lho tangganya, Mbak takut jatuh  ”

Aku naik ke anak tangga yang atas dan Andi memegang sisi tangga   Dan mulutnya segera ternganga karena ia bisa melihat aku karena daster mini dan tanpa mengenakan CD   Aku pura-pura tak tahu dan sibuk mencari-cari di atas 

Aku naik satu anak tangga lagi dan melebarkan kedua kakiku di tangga dan membungkuk ke arah lemari sehingga Andi jelas bisa melihat semua itu dan dari sudut mata kulihat Andi terbelalak 

“Lihat apa Andi?” tegurku 

Ia malu dan menundukkan kepala 

“Mmaa     aaff… Mbak Asti…”

Aku geli melihat ia tersipu-sipu 

“Lha kamu kan sudah biasa di sekolah lihat yang gini kan”

“Wah… tapi Mbak Asti…”

“Tapi apa… ayoo…”

Aku turun lagi satu anak tangga   Lututku lemas sekali dan gelora nafsuku sudah menggelegak rasanya

“Mau lihat lagi Andi?” tantangku 

Andi terkejut dan parau ia berkata,

“Bbbolehh Mbak?”

Kutarik sedikit rok dasterku, pahaku yang putih dan berbulu halus sekali tersingkap dan bibir vaginaku pas di depan mulutnya 

“Ndi…” desahku, “Pernah mencium ginian tidak?”

“Bbbeelumm…” gemetarnya 

Suaranya tambah parau karena mulutnya terasa kering   Tiba-tiba aku tertawa karena dari sisi atas celana pendeknya mendesak keluar kepala penisnya, rupanya ia tak mengenakan celana dalam 

“Ini sih gara-gara Mbak Asti, aku jadi malu deh…”

Dia sudah tak kuat lagi dan disergahnya bibir vaginaku   Aku cepat mendekap kepalanya dan “Ssshhh… ahhh… Andi cium terus Ndi… Mbak ingin sekali…” Andi mencium kedua tepi bibir dan lidahnya mencari-cari dan menari-nari di atas tepi bibir vagina   Klitorisku yang sebesar kacang merah mengeras dan keluar dari ujung atas vaginaku dan “Ahhh… ahhh…” lidah Andi terasa melewati dan kasap sekali seperti amplas 

Aku sudah tak kuat lagi dan nafasku menderu-deru bak angin puyuh   Andi mendekap pantatku dan diangkatnya aku dari tangga   Dasar anak muda kuat sekali, dia menggendongku dalam posisi demikian   Aku pun tak takut jatuh lagi, pikiranku nanar menikmati sedotan mulutnya 

Dibawanya aku keranjang besar dan direbahkannya lembut di sana   Sambil jalan tadi mulutnya tak lepas dari vaginaku yang sudah kuyup dengan cairanku   Akhirnya dalam 2 menit aku menjerit, “Aaauhhh…” dan kutekan dengan pinggangku dan kulipatkan pahaku di sisi kepalanya dengan kuat   Mulut Andi menyedot kencang di klitorisku dan meletuslah orgasmeku yang pertama sejak 2 bulan ini   Mataku berkaca-kaca dan nanar   “Andi… Andi… enakkk… enakkk sekali… terus… terus… Ndi…” keluhku 

Kulihat Andi pun terengah-engah, “Mbak… Mbak… tolong lepas dong pahanya, Andi hampir tidak bisa nafas nih…” Kulepaskan kempitan pahaku dan segera kududuk bersimpuh di ranjang dan kutarik dasterku ke atas, terpana Andi melihat buah dadaku masih keras dan berdiri dengan sedikit pongah dalam ukuran 38C 

Diulurkan secara pelan tangannya takut-takut, langsung kusambar dan kuletakkan di atas putingku, segera diremas-remasnya bak tukang roti meremas-remas adonan terigu   Putingku terasa tertekan di telapak yang kasap sekali dan seketika nanar kembali pandanganku   Mataku berkaca-kaca   Nikmatnya langsung seperti listrik mengalir spontan ke arah vaginaku yang baru saja orgasme   Kutarik, kutindih si Andi dan sambil menarik ke bawah celana pendeknya, dan wess… batang penisnya yang sudah keras sekali terpental kena pipiku 

Di ujungnya terlihat cairan bening tanda ia sudah benar-benar bernafsu sekali   “Aduh… aduh… Mbak… aku tidak kuat lagi     mau keluar…” Aku terperanjat karena lupa bahwa anak muda seperti Andi belum bisa tentunya menguasai diri   Cepat kukulum kepala penisnya dan kusedot sambil kumasukkan sampai hampir ke belakang mulutku   Perlahan kugerakkan kenyotan dan lidahku terputar-putar di sekeliling kepala penisnya   Andi terguncang di ranjang dan mengejang, terasa menahan geli enak dan dalam 1 menit meledaklah mani dari buah zakarnya yang kuelus-elus 

Telapak tanganku yang satu meraba daerah antara zakar dan pantatnya, dan Andi tambah nikmat mengeluarkan orgasmenya   Wah maninya banyak sekali dan memenuhi mulutku   Aku telan semua mani Andi tak bersisa sedikitpun, kupijat batang penisnya yang masih keras itu sampai akhirnya bersih semua   Kukeluarkan penisnya dan kelihatan berkilat merah darah tua gundulnya itu   Berkilap-kilap basah   “Aduhhh… luar biasa enak sekali Mbak, maaf ya saya tidak kuat lagi…” Matanya sayu dan masih sambil menikmati ketelanjanganku 

Aku menerkamnya dan memeluknya dan buah dadaku terasa kempes di atas dadanya yang keras   Andi memerah wajahnya karena kemesraan yang kulakukan   Di pahaku terasa penisnya mulai mengeras lagi, aku geli merasakannya, segera membesar… membesar… dan kuremas lagi dengan tanganku   “Tuh Andi, apa itu tuh…? Tidak apa kamu keluar tadi itu normal, sekarang mulai mekar lagi tuh…”

Vaginaku kuletakkan di atas batang penisnya dan… “Lihat nih Andi…” Aku mulai menggosok- gosokkan dan menggeser-geser ke atas dan ke bawah dengan mulut bibir vaginaku di atas batang penisnya   Terasa rambut kemaluannya menggelitik ke bibir vagina dan ke batang panas itu   Andi ternganga dan tergagap-gagap menyaksikan dan di depan matanya berayun-ayun buah dadaku, ia masih tak percaya apa yang sedang terjadi   “Ndi, remas-remas buah dadaku lagi dong…” keluhku keenakan menggosok vagina itu 

Kuarahkan klitorisku dan terasa belakang kepala penisnya menggaruk-garuk, enaknya tak terkira nikmatnya   Cairan dari lubang vaginaku mengalir dan aku mulai jongkok   Kupegang penisnya dan kuarahkan ke mulut lubang kenikmatan itu   Perlahan kuturunkan pinggangku dan… “Aahhh…” kepalanya kugaruk-garukkan di bibir vaginaku sebelum perlahan kumasukkan   Andi terbalik-balik matanya menahan nikmat yang tak terkirakan itu 

Sengaja aku berhenti setelah kepalanya masuk sedikit, dan senut-senut kupermainkan otot bibir vaginaku (ilmu ini kudapat dari si Mbok Inem)   Andi merasakan betapa kepala penisnya seakan dipijat-pijat dan dinding bibir vagina itu seolah menyedot dan menghimpit dengan halus   Lekukan bibir vagina itu pas sekali ke kepala penisnya 

Dia mencoba mengangkat pinggulnya akan memasukkan lebih dalam dan aku terdiam saja masih jongkok, dan… “Bless…” masuk lagi beberapa inci, dan akhirnya aku duduk di atas pinggang Andi   Pahaku menganga di kiri kanan dengan seksi sekali, dan akhirnya seluruh penis sudah amblas ke dalam lubang vaginaku   Rambut kemaluanku tersibak ke kiri dan ke kanan di antara batang penisnya 

Aku terpejam menikmati betapa panas dan kerasnya batang itu meregangkan seluruh lubangku yang sempit sekali   Agak sakit memang, karena lama sudah tak dikunjungi daging keras itu   Perlahan-lahan kunikmati dan aku mulai menggerakan naik-turun, kemudian teratur aku gerakkan pinggangku ke depan dan ke belakang   Andi pun merasa penisnya seolah-olah diperah dan kepala penisnya terutama 

Enak luar biasa, ia mengimbangi dengan gerakan naik-turun juga   Aku sudah seperti penunggang kuda   Buah dadaku tak dilupakan Andi, aku membungkuk sedikit sehingga kedua melonku bisa diremas-remasnya dan… “Niiikmaaatt…” Aku percepat gerakanku dan sekarang aku mulai gerakan penari Hawaii, hanya pinggulku yang bergoyang dan gerakannya memutar lingkaran 

“Hehhh… ahhh…” garukan kepala penis di dinding vaginaku terasa luar biasa, seluruh lekuk-lekuk lubangku terasa digaruk   Aku ingin tahu berapa lama Andi kuat menghadapi manuverku, kukerahkan otot-otot vaginaku dan kulihat lagi mata Andi sudah terpana, terbeliak-beliak sehingga kelihatan hanya putih biji matanya saja dan mulutnya mengeluarkan suara seperti tak ada artinya   “Ahhh… ahhh… akkkhh… Mbak Asti… Mbak Asti… enakkk…”

Tangannya sekarang memegang dan meremas bukit pantatku   Dan aku sendiri merasa orgasmeku mulai bergelora menuju puncaknya   Aku seperti penunggang kuda menaiki kuda liar dan naik-turun putar… putar… putar… Buah dadaku terasa bebas sekali terpental pental, rambut kemaluanku dan rambut kemaluan Andi terasa bersatu tiap aku meremas memutar di atasnya, “Ahhh ahhha ahhh…” Akhirnya meletuslah orgasmeku dan aku masukkan dalam-dalam penis Andi dan kulebarkan pahaku di sisinya dan kugosok keras keras bibir kemaluanku di atas rambut kemaluannya, dan… dan… dan… Andi pun meletus lagi orgasmenya, “Srottt… serrr…” terasa maninya menyemprot di dalam lubangku tapi tak kuperhatikan lagi   Aku sendiri seperti lupa diri memutar mutar pinggangku dalam gerak melebar dan meremas kuat batang penis Andi 

Akhirnya aku lemas rebah di atas dadanya 

“Mbak Asti luar biasa deh… aku senang sekali bisa diperawani oleh Mbak Asti…”

“Apa? Oh kamu tuh belum pernah toh… Di… Aku kira kamu sering sama-teman mahasiswi atau suster-suster di rumah sakit, kan pada cantik-cantik…”

Andi memerah wajahnya dan berkata,

“Aku pemalu Mbak… jadi tidak pernah dapat   Sekarang aku dapat sama Mbak Asti, aku senang sekali… boleh lagi tidak…?”

Aku cubit zakarnya 

“Tentu     tentu     boleh Ndi… asal kamu tidak bosen saja, Mbak kan sudah tua,” godaku sambil meremas-remas buah zakarnya 

Ayo kita mandi saja bareng 

Siang itu aku selesai dengan Andi, lalu aku berbenah dan pergi ke rumah Mbak Nani di seberang   Ia seorang janda seumurku, tapi aku tahu juga ia suka menerima laki-laki   Nani sebenarnya teman aerobikku di tempat senam   Dengan Mbak Nani aku sama-sama berdagang berlian untuk tambahan penghasilan, karena ia banyak relasinya di Dharma Wanita sewaktu suaminya masih ada 

Badannya tinggi, hampir sama dengan aku yang 178 cm dan buah dadanya pun ukurannya 38D   Nani tidak punya anak dan di rumah ia tinggal bersama 2 sepupu wanita dan adik-adik suaminya yang masih pada sekolah, ada yang SMA dan ada yang sudah kuliah   Aku jarang ke rumahnya selama ini karena dulu suamiku dulu tak suka aku bergaul dengan dia   Entah kenapa 

“Mbak, Mbak Nani…” panggilku sambil mengetuk pintu 

Kok sepi ya? Aku masuk dari pintu samping dan rupanya sedang pada pergi karena motor anak-anak pada tidak ada 

“Mbak…?”

“Ohh… Ibu Asti,” sambut pembantunya, Mbok Warsih 

“Ibu Nani kemana ya? tadi sih ada, mungkin mandi… maaf ya Bu, Mbok lagi nyuci piring nih, Bu Asti masuk saja  ”

Aku masuk ke ruang tengah dan duduk di sofanya, dan aku tiba-tiba mendengar suara sayup-sayup mendesah-desah   Jantungku berdegup seketika mendengar suara yang amat familiar kukenal itu   Perlahan-lahan kucari sumber suaranya, dan ternyata datang dari kamar atas, kamar Mbak Nani 

Aku naik berjingkat-jingkat, aku masuk ke lorong di atas dan benar! Dari kamar Mbak Nani, lagi ngapain dia? Lututku terasa lemas lagi mengingat Andi tadi pagi, dan terasa bibir vaginaku melembab dan empuk lagi   Nafsuku mulai berkobar-kobar membayangkan apa yang mungkin sedang berlangsung di kamar Nani 

Nahh… kamarnya tidak tertutup, pintunya masih terbuka sedikit, perlahan kudorong dan kusingkap gordin kamar dan astaga… Mbak Nani sedang disetubuhi dan posisinya ia berlutut menungging, pantatnya tinggi ke atas dan goyang pinggulnya kencang   Aku tak bisa melihat jelas siapa laki-laki itu, tapi mataku terbelalak dari posisiku jelas melihat penisnya keluar masuk cepat ke lubang vagina, dan saking pasnya terlihat bibir vagina itu tertarik keluar setiap batangnya ditarik keluar 

Batang itu… oh… batang itu basah berkilap-kilap keluar-masuk keluar-masuk dan buah zakarnya bersih sekali kemerahan tak ada rambut sama sekali   Paha Mbak Nani pun basah dengan aliran cairan dari vaginanya berkilat kilat kena cahaya 

Lututku benar-benar lemas, dan celana dalamku membasah   Aku hampir jatuh saking lemasnya, dengkulku dan aku berpegang pada amban pintu   Perlahan kudorong lagi pintunya lebih lebar dan keduanya benar-benar kerasukan, sehingga tidak melihat pintu membuka lebih lebar   Kakiku benar-benar terasa seperti agar-agar jelly, lemas   Aku berpegang pada amban pintu dan Mbak Nani pun dalam badai nafsunya terlihat memutar pinggulnya mengikuti enjotan dari lelaki itu 

Buah dadanya terpental-pental dan desahnya benar-benar menghanyutkan, sepeti suara binatang sedang birahi   “Ahhh… shh ssshhh Mas Mas…   enakkk… Uhhh uhhh… hmmm…” seru Nani   Tiba-tiba mereka meregang dan meletup-letuplah orgasme mereka dan terbadai-badai buah dada Mbak Nani karena binalnya ia menjepit penis itu   Dan terpuruk ia dipelukan lelaki tadi dari belakang 

Nafas mereka memburu terengah-engah seperti pelari maraton   Siapa lelaki itu? Perlahan aku mundur dan terduduk di kursi tamu di beranda kamar itu   Nafasnya masih tak terkendali dan celana dalamnya kuyup   Aku bingung mesti ngapain dan aduh gatalnya lubang vaginaku, gila aku tadi baru dengan Andi, kok sekarang sudah begini lagi   Kurapatkan pahaku kencang dengan harapan sedikit terbantu 

Masih tetap membara dan akhirnya aku tidak kuat lagi dan aku buru-buru pulang berharap Andi masih di sana   “Andi… Andi…” seruku dengan parau   Begitu masuk ke rumah, kok tidak menjawab, pikirku   “Andii…” aku mencari ke paviliun, wah kosong semua, sudah pergi dia, keluh kecewaku   Aku naik ke atas dan segera membuka semua bajuku   Mandi, pikirku untuk meredakan ini 

Aku terdiam di bawah shower, aduhhh… aliran air malah tambah merangsangku   Bagaimana ini, bagaimana, ah masturbasi saja, dan kuraba klitorisku yang sudah nongol keluar, “Shhh… shhh enakkk…” tiba-tiba terdengar suara bel pintu   “Aduh siapa lagi… Andi pulang?” harapku   Aku segera mengambil handuk dan kulibatkan di sekeliling tubuhku yang sintal, wah… kurang besar   Kugenggam saja handuk itu biar tidak copot 

Bel berbunyi tak sabar lagi, dan aku cepat turun, kupikir lihat dulu siapa dan kalau tidak kenal biar tak kubuka, aku mau masturbasi, kesalku   Dari jendela kulihat, wah ternyata anak pengantar koran, anaknya Pak RT di ujung jalan   Aku bimbang apakah mau membuka pintu atau tidak? Bagaimana aku, hanya handukan saja 

Entah kenapa, impulsif kubuka juga dan aku melihat anak lelaki dengan mulut ternganga terbesar begitu dia melihatku hanya berhanduk dan masih basah kulitku dan rambutku   Dalam hati, aku senang karena berarti aku OK dong 

“Ya…?” tanyaku 

“Oh maap Mbak… eh Ibu… mau nagih uang koran  ”

Ihh sialan, hanya mau nagih, batinku 

“Bisa lain kali?” ujarku 

“Oh eh… bis bis… bisaa…” paraunya 

Lho kok ia menutup-nutupi depan celananya   Tiba-tiba aku sadar bahwa anak ini sudah lumayan besar, mulai deh aku berpikir lain 

“Eh iya deh, aku bayar saja, masuk dulu deh… aku baru mandi,” kataku 

“Ah biar di sini saja Mbak, eh Ibu…”

Kuulurkan tanganku dan kutarik saja masuk dan ia jalan agak membungkuk-bungkuk, rupanya mencoba menyembunyikan sesuatu 

“Kenapa sih?” tanyaku, “Kamu sakit pinggang?”

“Ah     ah… eh… tidak… tidak…” katanya 

Mukanya merona merah sekali 

“Ya sudah ayo masuk ke sini!”

Kutarik lagi dan kubawa ke ruang tamu 

“Duduk deh…” lau dia duduk, “Namamu siapa?”

Aku masih berdiri di depannya dan tetesan air masih mengalir di pahaku   Si anak itu matanya terbelalak melihat paha mulusku di depan mukanya 

Apa… apa… apa Mbak…” gelagapan terus dia 

Aku tambah geli saja 

“Oh saya namanya Banu…” jelasnya hampir berbisik 

Matanya masih menatap pahaku yang basah, pori-poriku masih menggremeng sehingga bulu-bulu halus di situ kelihatan berdiri 

“Banu mana bonnya?” tanyaku 

“Oh oh… iya ini…”Tangannya menggapai tas yang ditaruhnya di atas pahanya dan aha… rupanya ia berusaha menutupi penisnya yang sudah tegang berat   Ha ha ha, aku mau menikmati siang ini untuk melepas dahaga gara-gara Nani tadi   Biar deh anak Pak RT sudah besar juga kok   Tapi aku mesti hati-hati supaya dia tidak shock 

“Ini buat bulan lalu ya Ban?” tanyaku sambil mengambil kwitansi dan aku jalan ke buffet tempat aku menaruh dompetku 

“Ii     iiiya… Tante eh Ibu eh… iya…” katanya 

Dari kaca di atas buffet aku melihat matanya mengikuti goyang pantatku di balik handuk yang nyaris tak menutupi pantatku dan pasti bulu di sela-sela pahaku bisa dilihatnya   Sengaja kuregangkan kakiku dan matanya membesar dan membesar 

Aku pura-pura mencari-cari dompet dan membelakangi dia dan matanya sudah terkunci ke pantatku yang sintal   Lalu aku berjinjit dan pura-pura mencari di atas lemari tepi buffet sehingga handukku naik ke atas juga   Ha ha ha, pasti dia melihat lebih jelas lagi ujung vaginaku sekarang 

Aku tiba-tiba membalik dan Banu sudah pucat dan seperti orang dihipnotis saja   Aku balik membawa dompetku dan sengaja aku duduk di seberangnya   Kukangkangkan kakiku sehingga handukku naik ke atas paha   Aku pura-pura meneliti rincian kwitansi dan Banu matanya menjalang mencoba mencari apa yang akan bisa dilihatnya   Aku sendiri sudah basah kuyup, vaginaku lemas membayangkan mau menikmati anak ini 

Tiba-tiba aku bertanya,

“Eh kamu hari Minggu koq tidak pergi main-main sih? kan bisa besok nagih  ”

“Aa     aku pengen beresin ini Bu…” katanya 

“Masih banyak yang mesti ditagih?” tanyaku lagi 

“Tidak, ini terakhir  ”

“OK, ini uangnya dan terima kasih ya,” kataku sambil berdiri 

Terlihat mukanya kecewa karena mungkin inginnya sih apa ya? (mana aku tahu dia mikir apa, yang jelas tegangnya masih tuh di balik celana pendek jeansnya) 

Dia berdiri dan cepat ditutupkannya lagi tasnya di depan kemaluannya 

“Eh Banu, mau bantu Mbak tidak?” tanyaku 

Dengan sergap ia menjawab, “Mau…” katanya senang 

“Ini Mbak mau pakai krim tapi susah kalau di belakang punggung   Mau tidak kamu bantuin oleskan  ”

Wah kalian mesti lihat ekspresi mukanya, seperti orang menang lotere 1 juta dolar tuh 

“Ayo sini naik ke kamar Mbak deh!” ajakku 

Berdebar-debar aku membayangkan ini semua   Lubang vaginaku sudah bukan main gatelnya   Aku berbaring telungkup tanpa melepas handuk setiba di kamar 

“Itu Ban, ada di meja hias yang warna putih botolnya  ”

“Ini ya Mbak?” katanya cekatan 

Ia sudah lupa dengan tasnya dan celananya seperti sebuah tenda dengan tonggak tegak lurus 

“Yep…     itu dia Banu   Ini mulai dari pundak atasku ya Ban 

Ia duduk di pinggirku dan nafasnya terdengar terengah-engah   “Srr…” duh dinginnya krim itu ketika ia mulai mengoles pundakku   Tangannya terasa hangat sekali dan gemetar 

“Banu kamu pernah tidak ngolesin body cream gini?” tanyaku untuk membuat ia relaks 

“Ahhh… nggak pernah   Mbak cantik sekali dan kulitnya halus bener deh,” katanya sambil terus mengoleskan krim 

Ah enak, dan pahanya terasa menempel pada sisi tubuh atasku 

“Eh Mbak, ini handuknya ngehalangin,” katanya lebih berani 

Aku berdebar dan… “Oh iya… dorong saja…” tangannya mendorong sisi atas haduk di punggungku dan ditambahkannya krim dan dioleskannya ke punggungku 

“Mbak     eeeh… saya buka saja ya handuknya  ”

Ah… batinku, berani juga anak ini   Kuangkat sedikit badanku dan ditariknya handuk dan jadi longgar dan copot   Buah dadaku terasa sedikit pedih waktu ditariknya handuk itu dan telanjang bulatlah aku   Dari kaca meja hias aku lihat Banu ternganga lagi melihat tubuh mulus dan montok tersaji di depan matanya   Ia lupa mesti memberi krim   Aku pun menahan nafsuku dan tetap terlungkup 

“Eh Banu ayo dong! ngeliatin apa sih kayak belum pernah ngeliat wanita,” desahku merangsang 

“Oh iya iya…”

Dia mengoles lagi dengan sigapnya, tangannya teasa tambah hangat 

“Hmm, pantatnya juga tidak Mbak Etty?”

Hi hi hi dia panggil aku pakai nama Etty, lucu rasanya karena sudah lama tidak dipakai nama itu 

“Iya,” ujarku 

Dan “Seerr…” rabaan tangannya membuatku mendesah keenakan dan suasana di kamar itu sudah penuh dengan hawa nafsu saja   Rabaan tangannya mulai mengcengkeram kedua bukit sintal, dan aku pelan-pelan merenggangkan pahaku dan kuangkat sedikit pantatku   Banu pindah ke dekat pahaku dan aku geli karena pasti dia ingin lihat vaginaku   Sengaja kuangkat terus dan kulebarkan lagi pahaku dan tangannya masih meremas-remas (bukan ngolesin lagi cing) 

Kulihat ia menjilatkan lidahnya ke bibirnya dan tangannya mendekat ke arah paha dan jempolnya kiri dan kanan mendekat ke vaginaku sambil tetap meremas-remas pantatku sebelah bawah   Aku pun tak sadar mendesah-desah keenakan dan terasa di sebelah dalam pahaku mengalir cairan dari vaginaku   Aku diam saja supaya Banu tidak malu dan kuintip terus dari kaca kelakuannya   Diulurnya jempolnya dan terasa sentuhan halus di tepi bibir vaginaku 

Enak dan aku angkat lagi pantatku dan jempolnya menyentuh lebih berani   Aku menahan terus nafsuku, maunya sih aku sudah berbalik dan kuterkam saja si Banu ini tapi itu akan mengurangi nikmat   Banu melihat aku diam saja dan jempolnya tambah ke dalam pahaku dan ia kelihatan terkejut merasakan lincir dan hangat, basah sekali bibir vaginaku   Ia melihat aku tetap terdiam, aku menggigit bantal yang kupeluk dan terasa puting susuku gatal sekali juga   Kutahan nafsuku dan kubiarkan dia eksplorasi dulu 

Nak Banu… aduhh…” keluhku, “Shhh… enak sekali…”

Dan kakinya tambah dikangkangkannya lebar-lebar, pantatnya naik sedikit sehingga vaginaku sudah terpampang di mata Banu yang terbelalak   Tenggorokannya kering sekali dan tangannya dingin   Bulu kemaluanku sudah menempel karena kuyup   Jari Banu meremas-remas pantat dan paha atas   Dilihatnya vagina merekah dan bau khas seperti laut begitu merambah hidungnya membuat suasananya tambah merangsang   Dasar anak masih “ijo” dia tak tahu mau ngapain   Aku biarkan jarinya mendekat ke bibir vaginaku dan kutahan nafas mengantisipasi enak yang bakal kurasakan 

Kutinggikan lagi pantatku dan terasa jarinya menyentuh dan mulai menggosok dengan rasa ingin tahu sambil takut dimarahi   Aku berbisik, “Terus Banu… paha dalam ibu itu perlu juga,” aku memberanikan dirinya, dan aku lebarkan lagi pahaku sehingga betul betul sudah bebas terlihat belahan vaginaku dari belakang situ   Jari-jari Banu mulai mendekat lebih jauh ke lubang dan bibir-bibir kiri dan kanan vaginaku dan mengorek-ngorek 

“Aduhhh… nikmat sekali…” Jari tengah Banu masuk ke lubang basah dan keluar-masuk, ia mengorek-ngorek tanpa tahu apa yang harus dikerjakan   Kutuntun tangannya dan kutangkupkan pada vaginaku dan jari telunjuknya aku letakkan di atas klitorisku “Gosok dan gelitik Banu!” kataku   Pantatku tambah tinggi sehingga aku hampir berlutut   Pantatku sudah hampir setinggi mulut Banu yang ternganga selebar pintu Tol 

Dengan pelan tanganku meraba paha Banu, seperti orang kena listrik ia mengejang   “Jangan takut Banu, Ibu tidak apain kok  ” Aku naikkan lagi dan penisnya yang sudah keras luar biasa terasa di luar celana pendeknya   Aku elus-elus dan ia seperti orang kesurupan, matanya terbalik-balik keenakan, dan kutarik celananya ke bawah, ia berdiri dan bebas merdeka batangnya itu 

Kugenggam erat-erat dan aku bilang, “Banu kamu ke belakang situ dan tempelkan penismu ini ke mulut lubang vagina  ” Aku menungging berlutut, pantatku tinggi ke atas dan posisi vaginaku sudah terbuka lebar   Banu mendekat dan sambil memegang penisnya ia mengarahkan ke vaginaku 

“Ahhh     ahhh… enak Banu…”

“Iya Mbak enak sekali…”

Aku pegang penisnya dan pelan-pelan kuamblaskan ke dalam lubang vaginaku   Gila panas sekali batangnya itu   Dan aku mulai berayun-ayun ke depan dan ke belakang   Banu pegangan pada pinggulku, buah dadaku berayun-ayun menggelantung bebas   Dan pelan sekali kusedot penis Banu dalam vaginaku, kugerakkan otot dinding vaginaku bergelombang-gelombang 

Di kaca aku melihat posisiku dan Banu, sungguh pemandangan luar biasa   Anak masih “ijo” itu antusias sekali dan kelihatan ia masih bingung-bingung   Terus kugenjot dan Banu mulai pintar mengikuti gerakannya, dan terasa batangya maju-mundur menggaruk-garuk dinding vaginaku dengan nikmat sekali 

Dan 2 menit kemudian meledak-ledak orgasmeku dan ia kujepit dengan kencang dalam vaginaku sampai terasa seperti kuperas batangnya sampai kering dari spermanya   Terdampar Banu di atas punggungku dan aku rebah ke ranjang   Penisnya masih setengah tegang dan terasa berdenyut denyut   Itu pengalaman Banu pertama 

Aku tertidur setelah itu dengan enak sekali, sungguh segar   Besoknya aku sibuk di kebun sampai sore, dan siangnya aku tidur lagi sebentar, rencanaku anak kostku yang lain akan kupetik perjakanya   Jam 06  00 sore aku mandi dan dandan sedikit, aku kenakan daster tipis   Setelah itu aku duduk di kamar tamu membaca koran sore menunggui anak-anak kost pulang kuliah sore 

Ketukan di pintu menyadarkan aku dan aku bilang, “Iya…” Andi masuk dan ia senyum-senyum 

“Ada apa Andi? nggak jadi nginap di rumah Anwar ya?” kataku manis 

Aku tak bangkit dari ranjang, dasterku agak tersingkap kubiarkan   Mata Andi segera melihat itu dan senyum lagi 

“Anu Mbak Etty   Perlu apa-apa tidak?” katanya sambil mendekat 

“Oh ini Mbak Etty…” katanya sambil duduk di sampingku dan tangannya memegang tanganku 

“Tapi tidak boleh marah ya… Herman, Toni kan masih SMA, mereka baru dapat pelajaran biologi dan sering nanya-nanya, aku tapi sulit juga menjelaskan kalau tidak ada peragaan  ”

“Lha iya, kamu kan di kedokteran bisa dong ngejelasin,” kataku 

Elusan tangannya membuat hatiku berdesir lagi dan vaginaku langsung mendenyut   (Gila nafsuku besar sekali sih batinku) 

“Lalu kenapa?”

“Ini lho, tapi bener ya tidak boleh marah?” kata Andi lagi 

“Iya sudah, apa sih susah banget mau ngomong   Kamu perlu uang buat beli peta biologi?”

“Eh tidak, sebenernya sudah ada tapi perlu bantuan Mbak Etty,” kata Andi lagi 

“Gini Mbak, mereka ingin tahu tubuh wanita dan aku pikir paling gampang kalau Mbak Etty tidak keberatan aku pakai tubuh Mbak buat peragaannya  ”

“Ha     ha     ha… Andi kamu ada-ada saja, malu ah,” kataku sambil berdebar-debar dengan pengalaman baru ini 

“Boleh tidak Mbak?” desak Andi lagi 

“Iya dah, tapi gimana? aku mesti apa?”

Baru aku bilang begitu pintu kamar sudah terbuka dan masuk Herman dan Toni   Kurang ajar dari tadi mereka nguping di pintu   Aku agak menjerit karena kaget   Herman dan Toni malu-malu dan mukanya merah   Andi mengajak mereka ke tempat tidurku dan katanya, “Mbak saya lepas ya dasternya  ” Aku malu, karena aneh rasanya ada 3 lelaki muda di kamarku 

Tapi gemuruh di dadaku menggebu-gebu membayangkan tubuh ke-3 anak muda ini   Aku hanya bisa manggut-manggut, lidahku kelu dan duh vaginaku sudah langsung melembab dan lembek terasa hangat bibir vaginaku   Aku duduk dan kuangkat dasterku dan waktu tanganku ke atas buah dadaku langsung bebas menggelinjang sintal dan kulihat mata ke-3 anak itu membelalak   Aku menutup buah dadaku dengan daster yang sudah lepas dan Andi mendekat lagi   “Mbak baring ya, tangannya ke atas   Ini kita serius kok Mbak, mereka besok ujian 

Jadi Mbak tidak usah malu karena membantu nih  ” Tanganku ditariknya kedua-duanya ke atas dan buah dadaku munjung dengan bebas dan seksi sekali   Kulirik dan duh mereka sudah pada tegang   Aku berbaring hanya bercelana dalam segitiga kecil sekali hampir tak bisa menutup vaginaku dan di depannya jelas sekali basah sudah 

Andi juga suaranya bergetar karena menahan nafsu, aku rasa   “Ton, Man sini kamu di sisi sana biar aku jelaskan tentang buah dada,” katanya sok seperti dosen   Herman dan Toni berdesak-desak dengan gesit mendekat   Andi memegang buah dadaku dan menjelaskan bahwa ini adalah buah dada yang sehat dan terpelihara baik katanya sambil meremas, dan katanya,

“Nah kamu coba pegang dan remas-remas! Herman kamu perah yang sini dan Toni kamu coba kekenyalan yang satunya, kemudian gantian dan bandingkan  ” Mata mereka jalang sekali dan kedengaran desah nafas mereka yang sudah tak beraturan   Aku sendiri begitu diremas Andi tak sadar mendesah enak   Dan seketika kedua anak itu rebutan meremas-remas kedua buah dadaku, dan banjirlah cairan di vaginaku 

“OK     OK     sudah sudah cukup!” seru Andi, “Sekarang lihat ini, ini adalah puting susu dan di sekitarnya ini disebut aerola,” katanya sambil memelintir putingku ke kiri dan kanan, aku menggelinjang geli   “Ini kalau sehat akan bereaksi bila disentuh atau dirangsang sehingga mengeras,” lanjutnya   “Nah coba kamu pegang puting seorang satu ya… dan pelintir seperti ini!” katanya sambil mencontohkan dijepitnya puting susuku di antara jempol dan jari telunjuknya dan diputarnya putingku 

Aduh seketika aliran syarafku ke vagina tambah enak rasanya   Vaginaku terasa kuyup dan mengalir ke sisi pahaku   Celana dalamku tak dapat menampung lagi cairan itu   Herman memelintir puting susu kiri dan Toni di buah dada kananku   Aku tak sadar kakiku sudah mengempit dan bergoyang-goyang menahan rasa geli dan pinggulku bergeser-geser di ranjang   Andi sendiri memperhatikan kedua anak itu praktikum di puting susuku dan keduanya asyik sekali   Diremasnya vaginaku dari luar celana dalam sehingga aku sudah kehilangan sadar dan rasa malu   Gelinjang-gelinjangku sudah seperti kuda liar 

“Andi… Andi… ooohh… Gila kalian ayo dongg…” Pelintir-pelintiran tangan Tony dan Herman masih terus dan mereka seperti anak kecil dapat mainan   “OK OK, stop dulu!” muka keduanya kecewa dan mereka menurut sekali   “Sekarang kita beralih ke bagian sini,” katanya sambil meremas vaginaku   Aku senang sekali serasa akan mendapat pelepasan   Mereka semua jelas-jelas sudah ereksi penisnya tapi masih menahan diri   Sebenarnya aku yang sudah tidak tahan ingin sekali vaginaku dimasuki batang panas dan aku gembira sekali membayangkan ada 3 penis panas 

“Ini namanya vagina,” kata Andi sambil meremas-remas terus dari luar CD-ku yang sudah kuyup   “Mas Andi, kenapa kok basah gitu sih?” tanya Toni dengan polos sambil agak bergetar dan parau suaranya   “Oh ini,” kata Andi sambil memegang depan CD-ku   “Ini biasa kalau wanita sedang birahi maka akan keluar cairan-cairan seminal seperti ini   Dan maaf Mbak Etty, saya turunkan ya celananya!” Lagi aku tak bisa menjawab kelu lidahku dan aku hanya manggut cepat dan kuangkat pantat dan pinggulku   Andi menyelipkan tangannya ke samping CD-ku dan menariknya turun, seketika terbukalah vaginaku dan Herman maupun Toni tambah besar saja belalak mata mereka 

Andi mengelus-elus vaginaku dan mengatakan, “Ayo kalian pindah ke sini dekat paha Mbak Etty biar jelas,” katanya   Nafas Andi pun mendengus-dengus, aku rasa kalau dibiarkan ia sudah mau menancapkan penisnya ke dalam lubangku   Andi menjepitkan jarinya pada bibir vaginaku yang tebal, empuk panas dan menyibak bibir vaginaku dan menariknya keluar, “Nah ini namanya labia, bibir vagina,” kata Andi   “Coba kalian rasakan, dielus-elus seperti ini!” katanya lagi   “Ahhh… nikmat sekali…” Herman dan Tony dengan gemetar memegang seorang sebelah dan menariknya 

Kemudian mengelus-elus dengan ujung jari-jari mereka   Gila geli sekali, dan aku senang karena mereka serius dan semangat sekali (iya lah mana tidak semangat melihat vagina begitu cantik)   Ada dua menit mereka menarik-narik pelan dan mengintip-intip dari dekat, dengus nafas mereka geli sekali kena pahaku di atas   Dan Andi menghentikan mereka   “OK, berikutnya perhatikan bentuknya ini,” katanya sambil menyibak rambut kemaluanku yang sudah kuyup oleh cairan vaginaku 

Aduh, itu cairan mengalir kemana-mana terasa sampai ke lubang duburku   “Ini adalah klentit atau klitoris,” katanya sambil menarik kacangku yang sudah keras sekali   Di dorongnya keluar di antara kedua jarinya dan lihat…!” katanya lagi   “Ini kalau disenggol akan mengeras seperti ini  ” Dan dimain-mainkannya dengan ujung jarinya klitorisku itu 

Mataku gelap rasanya seperti mau pingsan karena enak sekali   “OK, kamu coba Man,” katanya ke Herman, dan Herman dengan semangat menggoyang klitorisku dan ia juga bereksperimen menjepit klitorisku dengan kedua jari dan memilin-milin   Pantatku menggelinjang-gelinjang liar dan Tony aku lihat sepintas ternganga melihat kelakuanku   Andi sementara itu tak tinggal diam, ia memeperhatikan kedua anak itu sambil meremas-remas memerah buah dadaku 

Aku lemas dengan nafsu yang sudah memuncak sekali   Pahaku sudah ngangkang lebar sekali dan bau mesum dari vaginaku memenuhi kamar   Badanku terasa hangat sekali dan betapa lubang vaginaku mengharapkan batang panas, tapi aku masih mengikuti semua permainan anak-anak ini   “OK, sudah!” katanya setelah Toni juga mendapat giliran   “Sekarang seperti ini kalian harus tahu bahwa lubang vagina ini sangat sensitif jadi tidak boleh kasar kalau mau memeriksa  ” Andi memasukkan jari tengahnya yang kasap ke dalam lubang vaginaku dan begitu masuk dinding vaginaku langsung mendenyut mencengkeram, “Senut… senuttt…”

“Usahakan kuku kalian harus sudah digunting dan tidak tajam, karena kalau sampai luka sulit nanti sembuhnya,” katanya sok tahu seperti dosen sungguhan   “OK, kalian coba masukkan dan gosok gosok seperti ini keluar-masuk,” katanya   Aku terbadai saja di ranjang dan kedua anak ini bergantian memasukkan jari tengahnya memasturbasi aku, entah berapa kali sudah aku orgasme   Seprei ranjang sudah kusut seperti kapal pecah   Andi terus meremas-remas buah dadaku sambil memainkan puting susuku   “Nah sekarang kita harus mengerti juga bau vagina yang sehat seperti ini,” kata Andi 

Ia mendekatkan hidungnya ke lubang vaginaku dan hembusan nafasnya yang panas menambah bara nafsuku   Kalau aku tidak menahan diri sudah kuterkam si Andi ini dan kutunggangi penisnya   Aku masih play along dengan mereka   Kemudian Andi berbicara lagi   “Dan kita juga perlu menjilati untuk tahu rasanya cairan ini,” katanya sambil bibirnya langsung menerkam vaginaku   “Ahhhh…” jeritku keenakan   Dan lidah kasapnya segera bermain di sekitar situ, kira-kira semenit ia dengan berat hati melepaskan dan…”OK, sekarang Toni kamu coba!” Toni dengan cekatan mendekat dan memasukkan mukanya di antara selangkanganku yang sudah kubuka lebar-lebar 

Aku ambil bantal dan kuganjal pantatku sehingga vaginaku munjung keluar   Mulut Toni terasa panas sekali dan dengan semangat ia menciumi dan seruput-seruput ia menjilati   Aku terbadai lagi dan orgasmeku memuncak untuk kesekian kalinya   Lidah Toni berkali-kali masuk ke lubang vaginaku dan cairan demi cairan dihisapnya   Kadang kadang ia menghisap dengan kencang dan pahaku sudah tak sadar mengempit kepala Toni   “Sudah Ton!” kata Herman menarik Toni dan membuka paksa pahaku, dia juga tidak sabaran jadinya   “Dan gantian Herman!” Aduh, gila digigitnya bibir kemaluanku, rupanya saking semangat tergigit sedikit bibir vaginaku, tapi ia juga semangat dan terasa lidahnya lebih panjang dan kasar lagi dari lidah Toni dan Andi 

Aku menggeruskan vaginaku ke mulutnya dan pahaku mengempit kepala Herman di antara kedua pahaku yang sintal putih   Sementara Andi sudah membuka celananya dan penisnya sudah keras sekali, disorongkannya ke mulutku dan dengan rakus aku menerkam dan mengelomohi kepala penisnya   Toni juga tadi melihat Andi, ia meremas-remas buah dadaku dengan semangat   Kadangkadang aku agak menjerit karena sakit juga, mungkin gemes si Toni ini 

Herman masih asyik menyeruput vaginaku dan klitorisku, dia cari dan disedot   Toni tadi tidak sampai mengisap-isap klitorisku   Tak lama Andi meletup orgasmenya dan dengan rakus aku hisap kencang sambil meremas-remas batangnya dan mengocok-ngocok supaya spermanya keluar semua   Kutelan habis semua sperma itu 

Toni ternganga lagi melihatku ganas seperti itu dan binal sekali   “Man, Man sudah Man!” kata Andi   Herman dengan segan mengangkat kepalanya dari vaginaku   Andi mengatakan, “Mbak Etty, kami perlu membuat eksperimen lanjutan, boleh tidak?” Aku sudah tidak bisa berpikir karena ingin sekali penis-penis ini kuremas dalam vaginaku 

Andi mengeluarkan pisau cukur Gillette dan katanya, “Man kamu ambil itu sabun untuk cukur kita cukur jembut Mbak Etty!” Toni masih terus meremas-remas buah dadaku dan kadang mempermainkan puting susuku, dan dihisap-isapnya juga   Tanganku memegang batang penisnya dari luar celana   Kemudian aku bilang, “Kalian tidak fair masak aku sendiri yang telanjang bulat kalian semua buka juga dong!” Aku rasa aku mesti lapor ke Jaya Suprana di MURI karena kalau ada rekor buka baju pasti mereka menang 

Dalam sekejab sudah telanjang semua   Herman dan Toni bulu kemaluannya masih halus-halus, mereka baru SMU kelas I, kalau tidak salah ingatanku   Herman mengoleskan sabun di bulu-bulu kemaluanku sambil jarinya iseng mencubiti klitorisku   Dan Andi mulai mencukur dari mulai perut bawahku dengan hati-hati sekali, dan terasa bulu kemaluanku berjatuhan dan dingin di tempat yang sudah bersih   Terus Andi maju dan sekitar bibir tepi-tepi vaginaku juga 

Ditariknya lembar bibir vaginaku dan dicukurnya pelan-pelan   Dan dalam beberapa menit gundul sudah vaginaku   Andi mengambil kaca kecil dan menyuruhku duduk   Aku mengangkang sambil duduk dan Andi meletakkan kaca itu di depan vaginaku, ha ha ha lucu sekali dan klitrosisku tampak jelas nongol, bibir vaginaku merekah dan kelihatan seperti kerang mentah 

“OK, sekarang giliranku,” kataku, “Kalian bertiga tiduran, kita lihat siapa yang paling kuat, Mbak akan tunggangi kalian satu persatu dan yang paling kuat lama malam ini boleh tidur sama Mbak sampai pagi hadiahnya,” kataku sambil senyum dengan buas dan binalnya   Ketiganya cepat berbaring dan aku bilang, “Ambil bantal semua, taruh bantal di bawah pantatnya!” Aku merasa liar sekali melihat ketiga tiang bendera dari daging itu sudah berdiri tegak lurus 

Hmm, aku mulai dari Toni, dia berbaring di tengah dan aku jongkok di atas penisnya, kugenggam batang itu dan kugosok-gosok kepalanya di mulut vaginaku   Pelan-pelan aku jongkok lebih dalam dan kepala penisnya mulai masuk   Toni merem menikmati dan mulutnya terbuka dan mendesah-desah keenakan   “Bless…” masuk semua dan aku turun terus sampai terbenam dan aku mulai bergoyang berputar tanpa naik-turun dengan cepat, genggaman vaginaku kukerahkan dengan kuat, terus kuputar searah jarum jam 

Buah dadaku yang montok bergoyang, satu di kiri diremas Andi dan yang kanan diremas Herman, mereka juga ikut terengah-engah   Aku mulai mengulek penis Toni ke depan dan ke belakang, berayun-ayun, pinggulku berputar-putar, dan terasa hangat dan kerasnya penisnya di dalam vaginaku dan mata Toni terbelalak ke atas sehingga kelihatan putihnya saja, dan badannya melengkung kejang 

Dalam 2 menit sudah orgasme dia dan semprotan maninya di dalam vaginaku panas sekali   Dan aku sendiri karena buah dadaku diremas-remas kedua anak ini di kiri dan di kanan juga tak lama ikut meledak   Suasana yang cabul ini menggelorakan birahi, dan aku mengejangkan badanku menikmati orgasme entah keberapa   Kempitan vaginaku membuat Toni agak kesakitan karena kuatnya otot dinding vaginaku 

Terasa klitorisku menyentuh rapat ke penis Toni, dengan terengah-engah aku berlutut dan kucabut vaginaku dari penis Toni yang kuyup dengan sperma dan cairan kewanitaanku   Aku merangkak pindah menungging di atas penis Herman, buah dadaku bergantung bebas, aku ingin mengisap penis Herman dan menelan sumber awet muda, tadinya aku juga maunya Toni aku sedot dulu spermanya yang penuh protein itu, hanya vaginaku gatal sekali tadi 

Dan setelah digaruk oleh kepala penis itu, enak sekali, agak mending walau aku masih penuh birahi   Terasa Andi menggosok vaginaku dengan tissue untuk melap mani Toni yang berleleran dan aku sudah tak perduli   Kuraih batang penis Herman yang kulihat agak gemetar menahan gejolak senangnya, ia membayangkan penisnya bakal aku sedot   Kuciumi dulu sepanjang batang penis dari satu sisi ke sisi lain   kemudian kulekatkan lidahku di bagian bawah kepala penisnya yang sudah berkilat-kilat basah dan kuputar sekitar penis itu dengan lincah dan seketika menggelinjang Herman keenakan 

“Aduh Mbak Ettyyy…” dan tangannya seketika mencengkeram rambutku dan mendorong agar penisnya masuk ke mulutku   Aku sengaja hanya menyentuh dengan ujung lidahku di atas kepala penisnya, dan tanganku mengelus-ngelus buah zakarnya yang sudah padat itu   Kuremas-remas buah pelir itu dan ciuman-ciuman ke batang penis sekitar pelir membuat ia tambah liar dan sudah seperti kuda liar 

Menggeram minta agar aku menyedot   Ah anak muda perjaka   Aku masukkan kepala penisnya saja ke dalam mulutku dan kukelomoh seperti makan es krim Walls saja laiknya atau Lolipop   Pembaca wanita yang belum pernah nyoba anda kehilangan cara-cara yang menakjubkan ini untuk memberi nikmat pada pasangan anda (pasangan di rumah maupun di luar) 

Dan tanganku tetap menggocok pelir dan batang Herman sementara itu dari belakang Toni memelukku dan memerah-merah buah dadaku dan eh gila si Andi masuk ke selangkanganku yang sudah di lapnya dan ia menarik pantatku sehingga aku terduduk dengan vagina di atas mulut Andi   “Uihhh geli sekalii…” dan Andi karena sudah lebih pengalaman (siapa dong gurunya) memberiku kenikmatan selangit   “Aahhh…”

Gila deh aku dan tiga anak muda-muda dan telanjang bulat semua   Sayang tidak ada kamera video waktu itu   Kuhisap kencang sampai pipiku kempot dan lidahku menyambar-nyambar kepala penis di dalam dan akhirnya Herman mengangkat tinggi-tinggi pantatnya dan aku hampir tersedak penisnya masuk ke dalam rongga mulutku yang dalam, dan… “Srot… srott…” Bertubi-tubi spermanya muncrat dan kusedot dan kutelan habis   Mbak-Mbak, ini dia obat awet muda, rahasia lho 

Dan Andi menyedot terus klitorisku sehingga aku pun orgasme dan saking naik ke otak, mataku gelap dan aku duduk menekan vaginaku di mulut Andi sambil berputar di situ   Aku tumbang ke samping dan Andi bangun, mulutnya berbuih putih di sekitar bibirnya sehingga aku tertawa melihatnya sambil terengah-engah   Dan Toni sudah ereksi lagi, Andi juga dan Herman masih mencari nafas, penisnya separuh tegang 

Kuambil air di gelas dan sambil menenangkan nafas aku minum, eh lagi duduk gitu susuku sudah diremas-remas lagi dan idih ini anak-anak, entah tangan siapa masuk mengorek-ngorek vaginaku dan aku dipeluk dari belakang, siapapun aku sudah tidak perduli 

Aku menikmati mereka malam ini   Ujian biologi? Hmm aku tahu mereka hanya buat alasan saja   Telingaku dicium dan dijilat entah oleh siapa, perutku juga diciumi salah satu anak, dan aku langsung spanning”Ayo Ton, maju-mundur, Mbak kepit dengan tetek nih penismu, enak tidak  ”

“Eeenakk… Mbakkkk…” gumamnya bingung 

Dia dengan canggung maju-mundur, keringat di buah dadaku menjadi pelincinnya 

“Man kamu berlutut di atas mulut Mbak dan sinikan penismu ke dalam mulut Mbak lagi,” kataku 

Lalu akhirnya Andi menyemprotkan spermanya ke dalam vaginanya, dan disusul Herman sambil mengerang kuhisap teras penisnya dan muncratlah spermanya memenuhi mulutku   Toni masih terus menggesek-gesek penisnya dikepit buah dadaku, lalu dia menyemprotkan spermanya sampai mengenai dagu dan muka 

Tontonan Khusus Dewasa 18++ –> Film Bokep 2015

Mereka lalu lemas berbaring di samping kanan dan kiriku, mereka benar-benar puas, dan ilmu mereka jadi bertambah, ilmu yang mana? Ah aku tidak perduli, pokoknya aku puas dan dapat pengalaman uang bermacam-macam   Sampai sekarang aku masih membutuhkan seks terutama yang muda-muda, agar awet muda, dan aku benar bahagia menikmati semuanya ini   – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru
Like This Article ?

Pelanggan Sms Massal Web Betting

www.pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya 1 web 4 permainan Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15%join now!
Pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15% dapatkan jutaan rupiah setiap harinya
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Bola Jaya
www.bolajaya.com (Bonus deposit SPORTBOOK 25%; 5% Casino+Cashback 5%, Rollingan 0.5%) INFO BBM( 2B4C158D ); SMS( 081360284177 ) SMS balasan ke 081360284177
Master138
www.master138.com Situs Taruhan Bola Online Terpercaya, Promo Bonus : Member Baru 30% SBO / IBC / CASINO Join now! Pin BB : 2B5AF93F
MejaVip
Dapatkan bonus deposit dan turnover untuk permainan poker HANYA di WWW.MEJAVIP.COM/news.php?id=518
Togel Nusa
Bingung mau pasang togel? Dapatkan bonus deposit 30%!! Daftar di WWW.TOGELNUSA.COM
Bola Online
Kunjungi WWW.BOLAONLINE.COM dan dapatkan cashback untuk sportbook 6.2%, dan 0.6% untuk casino SELAMANYA..!!!
 
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork