Jumat, 24 Juli 2015

Cerita Sex Nikmat nya Itil Ibu Angkatku

Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru – Cerita Sex: Ibu Angkatku – Aku terdiam melamun di ruang kerja eksekutif kantor pusat X group ini sambil memandangi satu-satunya foto masa SMA yang kumiliki  Saat ini, diperusahaan milik seorang Konglomerat ternama di Nusantara itu aku menduduki jabatan yang begitu strategis, aku direktur SDM, umurku tak lebih dari 29 tahun

cerita-sex-ibu-angkatku Cerita Sex: Nikmat nya Itil Ibu Angkatku

Di ruangan sebelah kiri dari ruanganku adalah ruangan Direktur Utama group bisnis besar yang berkantor di sebuah pencakar langit bilangan MH Thamrin, ia tak lain adalah ibu angkatku sendiri  Orang memanggilnya Bu Siska, nama lengkapnya Francisca Katherine S  Beliaulah yang sejak aku berumur 14 tahun mengangkatku sebagai anak dan mengantarkan aku pada kehidupan maha mewah seperti saat ini  Umurnya sudah memasuki 47 sekarang, perawakannya bongsor, putih, sedikit gemuk sesuai tinggi badannya yang 169cm

Saat itu hari minggu pagi dan aku baru saja menyelesaikan tugas dari beliau yang memang mendesak untuk dikerjakan karena keesokannya ada recruitment cukup besar untuk sebuah pabrik kami di Jababeka  Biasanya hari minggu kuisi dengan jalan-jalan bersama beliau, tapi minggu ini kami semua sibuk dan beliau harus berada langsung kantor cabang kami di Tangerang untuk mengawasi langsung persiapan kerja senin keesokannya  Karyawanku di bagian SDM sudah kuperintahkan utk pulang setelah merampungkan tugas-tugasnya  Jam menunjukkan pukul 10 30 WIB, tinggal aku sendiri diruanganku yang luas ini, melamun membayangkan review perjalanan hidupku sejak 15 tahun yang lalu

Rasanya aku hampir tak mempercayai dengan umur yang dini ini hidupku begitu sesak dengan dinamika  Terlahir dari sebuah keluarga miskin di propinsi kaya minyak bagian timur Indonesia, Bapakku meninggal saat aku masih dalam kandungan, menyusul setahun kemudian ibuku sakit keras dan meninggal, jadilah aku yatim piatu  Kakak perempuanku yang mengasuhku waktu itu berumur 18 tahun menikah dengan seorang PNS di propinsi itu yang mengasuh aku sejak bayi

Aku tumbuh dalam keluarga kakakku yang miskin juga, namun sukurlah kakakku mampu menyekolahkan adik-adik dan anaknya hingga aku SMP  Setelah itu kakakku merasa bebannya terlalu berat hingga aku diserahkan pada keluarga kaya Bu Siska yang pada waktu itu tinggal di daerah sama  Bu Siska dan Suaminya, pak Jimmy, memang berasal dari daerah itu  Mereka punya perusahaan tambang yang cukup berkembang hingga saat ini menjadi salahsatu yang terbesar di Indonesia bahkan di dunia

Karena hanya memiliki dua anak yang semuanya perempuan, Bu Siska dengan senang hati menerima aku untuk tinggal dan sekaligus menjadi saudara angkat kedua anaknya, Rani dan Rina  Rani berumur sama denganku sedangkan mbak Rina lebih tua 5 tahun  Keluarga itu memang sangat menginginkan anak laki-laki, namun oleh sebuah masalah kesehatan, Papa Jim (begitu aku memanggil bapak angkatku) tidak mampu lagi memberikan keturunan  Mbak Rina dan Rani juga sangat menyayangiku  Kehadiranku ditengah keluarga mereka semakin membuat cerah kondisi keluarga itu, hingga pada suatu saat tragedi keluarga (yang sebenarnya menurutku adalah anugerah) itu terjadi

Ketika aku dan Rani berusia 15 tahun, setamat dari SMP, keluarga itu memutuskan untuk pindah ke Jakarta  Om Jim memiliki beberapa rumah mewah di Menteng dan Pondok Indah  Bisnis keluarga itu juga telah berkembang pesat hingga kebanyakan transaksinya harus dilakukan di Jakarta  Sebelum itu, aku dan Rani sudah sering pula diajak dalam perjalanan bisnis Bu Siska ke Jakarta  Om Jim lebih sering bepergian sendiri ke luar negeri sehingga aku dan Rani lebih dekat dengan Bu Siska daripada dengan Om Jim, sedangkan Rina waktu itu sudah kuliah di London

Aku dan Rani bersekolah di tempat yang sama di Jakarta, SMA di kawasan elite Menteng tempat anak-anak pejabat tinggi negara dan konglomerat bersekolah  Aku dan Rani dekat sekali, kami tidak saja merasa seperti saudara, tapi sudah lebih jauh dari itu  Ia merasa aku pacarnya, sebaliknya aku juga merasa Rani adalah pacarku  Bu Siska tahu itu dan tak pernah mempermasalahkannya  Ia mengerti, aku dan Rani tidak memiliki hubungan darah, lagi pula keluarga itu sangat mengerti bahwa akau adalah anak yang baik  Prestasiku di sekolah sangat bagus, tak pernah meleset dari rangking 1 yang membuat mereka semua bangga padaku

Kalau di rumah aku lebih sering membaca buku dan mengajari Rani pelajaran yang ia tidak mengerti dengan baik  Kadang-kadang aku tertidur di kamar Rani yang berada persis di samping kamarku  Lantai 3 rumah luas itu  Di luar kamarku juga ada teras yang menghadap kebun belakang halaman rumah, aku dan Rani sering ?pacaran? disana  Dan Bu Siska sering menggoda kami dengan mengatai ?romeo dan juliet mabok!?  Tapi ia tidak marah, malah seringkali di waktu luangnya, Bu Siska membuatkan jajanan utk kami berdua  Sesekali ia juga sempatkan untuk bergabung ngobrol maslah-masalah ringan seputar study kami

RANI, CINTA DAN SEKS PERTAMA
Aku ingat hari itu di bulan November, aku dan Rani sedang berduaan di teras kamar Rani, kami ngobrol lepas soal teman-teman centil kami di sekolah  Aku dan Rani waktu itu duduk di kelas 2 SMA, Rani jurusan Biologi dan aku di kelas Fisika  Rani duduk di pangkuanku, aku memeluk sambil sesekali menciumi rambut hitam sebahunya dari arah belakang

?Say, kamu tadi ada di perpustakaan ya?? tanyaku pada Rani, oh ya sejak dua tahun sebelumnya, aku mulai memanggil Rani dengan sebutan ?sayang?  Itu pula yang menyebabkan keluarga itu menyebut kami ?Romeo & Juliet?
?Iya, emang kenapa? Kamu cemburu?? jawabnya enteng,
?Ngga sih, hanya saja kalau aku yang begitu pasti udah disemprot? ,?
?Iya?iya?maaf, aku ngga ngapain kok?,? Ia mendaratkan sebuah ciuman di pipiku  Dan untuk pertama kali dalam hidupku aku membalas ciuman itu di bibirnya, bukan ciuman tapi melumat  Hanya beberapa detik tapi cukup untuk membuatnya gemas dan melotot penuh arti

Selepas ciuman pertama itu ia menatapku, tatapan serius yang cukup sulit untuk diartikan  Ada senyum terbersit di bibir tipisnya namun warna muka yang berubah merah itu bisa mengacaukan perasaan orang yang ditatapnya

?Kamu marah say?? aku mengeratkan pelukan di pinggangnya
?mmm? hhh,? ia bangkit dan berbalik menghadap aku, tapi kemudian memeluk  Ada beberapa titik air mata terasa menetesi belakang leherku  Kulepaskan pelukan dan menatapnya, ah si cantik saudara angkatku, pacarku, cantik sekali !
?Kamu jahat?,? ia memberanikan diri memelukku lagi
?Kenapa sayaaaang?? aku jadi tidak mengerti
?tadi kamu juga duduk bareng sama si Mira, aku lihat waktu jalan ke perpustakaan, kamu ngerayu dia kan? Kamu ngga sayang aku lagi! Kamu jahat!?
?ya ampuuun? sayang?gitu aja dicemburuin? iiiihhh, kan dia cuman minta tolong ditulisin rumus kimia itu,? aku membelai rambutnya
?sedekat itu untuk sekedar nanya rumus??
?Iya?iya aku minta maaf lagi deh, tapi sumpah demi Allah aku ngga ada apa-apa ama dia,? kucium lagi pipinya, terus ke bibir
?mmmhhhh? benar?? ia melepaskan lumatanku sambil merengek manja
?Beneerr?sueeerrr?!!!? aku melumat lagi, kali ini ada desiran geli di bawah sana  Sehari-hari aku memang sering memeluknya, tapi kali ini terasa lain, ada gelora dan sayang yang lebih terasa  Kami terus berciuman, melumat, tanganku masuk ke dalam bajunya yang berkancing depan
?Boleh?? kataku meminta ijin
?he eh?,? Rani mengangguk lemah, dan inilah pertama kali dalam hidupku merasakan penjelajahan tubuh wanita dengan tanganku

Kancing pengait BH nya yang juga di depan itu kulepas dan tergapailah bukit payudaranya yang cukup ranum  Rani memang memiliki payudara besar seperti ibu dan kakaknya, mungkin secara genotip keluarga ini punya bentuk payudara yang besar membusung

?Auuuhhhffff?  sayaaangg? kamu yakin ?? ia menatapku sejenak untuk meyakinkan bahwa ini pasti akan lebih jauh dari sekedar petting

Ini yang pertama bagi kami, aku menariknya ke kamar, kami menuju tempat tidurnya yang luas  Ranilah yang lebih dulu melepas celana pendekku, lalu baju kaus putih yang keukenakan, dan terakhir Cdku  Kini aku bugil dihadapannya, Rani langsung mendekap

?Aku pasrah sayang,? sejenak ia menghentikan eksplorasi itu, mencium pipi dan melumuri wajahku dengan lidahnya
?aku yakin kita memang dijodohkan untuk ini, dan hari ini, detik ini, jadilah orang pertama yang??? ,? ia terdiam tak melanjutkan

Kemudian ia terduduk di hadapanku
aku meloloskan daster tipis itu dari tubuhnya, lalu Cdnya, Bhnya dan hmmm, saudara angkatku, pacarku, kekasihku, alangkah indahnya tubuhmu

?untuk cinta kita, sayang, kamu harus janji nggak akan ninggalin aku,?
?Aku bersumpah, sayang?  ,? Dan terjadilah peristiwa itu, pelan dan lembut sekali, Rani menghantarkan aku ke daerah pangkal pahanya yang ternyata sudah banjir itu, dengan pasrah Rani menyerahkan seluruh jiwa raganya untukku, aku juga mengakhiri keperjakaanku

Penis ku yang baru kali ini merasakan hal itu otomatis mendorong masuk, Kami sama-sama mabuk asmara  Dengan penuh kasih sayang kusetubuhi saudara angkatku yang telah begitu baik padaku itu  Saat itu, dengan air mata berderai, diiringi rintihan Rani dan cumbuanku, darah perawannya mengalir deras, aku jadi tak tega pada awalnya

?kenapa nangis sayang?,? kuhentikan gerakanku, penisku masih terbenam dalam liang vagina yang baru saja tertembus penis untuk pertama kalinya itu
?yang pelan aja sayang, punyaku sakiiit banget,?
?apa kita berhenti dulu??
?jangan say, aku rela, aku bahagia bisa mempersembahkan kehormatanku buat kamu,? tangisnya terus mengalir seiring kata-kata mesra itu  Aku yang tak tahan untuk terus berdiam, kugoyang perlahan sambil terus mengecup bibir indahnya
?iyyyaaahhhh sayaaaanggg?oooouuuffff?? pelaaan-pelaaaann?yyyaaahhh uuhhhhff mulai?enaaakkkhhh ooouuhhh?  aku sayang kamuuuuhhh??,?
?akuuuuhhh jugaaahhhh? sayaaaanggg?oooohhhhhh, kaaalaaauuuu sakiit?hhhh biiill aangg yaaaahhh?? sambil terengah-engah menikmati goyanganku aku mencoba menjawab cumbuan kata-kata mesra dari bibir mungil itu
?Boleh aku diatas, yang?? pintanya setelah beberapa saat aku menindihnya dengan gaya konvensional
?iyaaahh?sayang, ayo? kamu juga harus puas? ,?
?kamu masih lama, kan??
?hk  ehh,? kuangkat tubuhnya sambil merebahkan diriku ke samping, kemaluan kami masih terpaut  Kini ia berada diatasku, mengangkang disana, betapa menggairahkannya posisi ini kalau dilihat dari bawah, susunya berayun-ayun mengundang tanganku menjamahnya, aku meremas, rani sudah tak merasa sakit lagi  Ganti ia yang banyak mendesah, malah kini berteriak-teriak histeris sambil menghempaskan pantatnya dengan keras, aku pasif saja menikmatinya, hanya tangan dan bibirku terus memainkan payudaranya yang kencang dan ranum itu

?aku?  uuuuoooohhhmauuuuhhhh saaaammmm??aaahhh saaaammmpaaaaiiii?oou uuhhhh? aaaaahhhhh?keluuuaaaarrrr? sayaaaaanggggg? ? hhhhhh,? Rani menjerit keras, diiringi dengan hempasan yang sangat kuat kearah pinggangku, penisku otomatis menghujam keras dan mentok di dasar liang rahimnya  Berdenyut disitu dan dengan segala sisa tenaganya Rani menjambak rambutku, menunduk dan menyedot bibirku keras, lalu pindah ke dadaku, ia menggigit disitu

?aku juuuugaaahhhhhh? keluuuaaarhhhhhh oooohhh??  saaaayaaaanggg?? ,? jerit ku panjang karena mendadak penisku seperti tersedot nikmat dalam vaginanya, tak dapat lagi kutahan cairan spermaku meluncur dengan deras di dalam liangnya

?saaaaamaaahhhh? saaamaaa? saaayaaaangggggg aaaakuuu ngggaakkkk kuaaat lagiii iiiihhhhh aaaaahhhhhhh,?
?yessss??? Raaaaaannnnnn?? iiiiii? saaayaaaanggggg ???yaaaahhh?,?

Tergolek lemas kami berdua, masih berpelukan, berebut mengambil nafas kepuasan yang terpancar di wajah kami berdua  Rani Bahagia sekali  Dan dasar pemula, kami masih saling merangsang, lagi dan lagi, seperti tak ada hari esok  Waktu merayap tak terasa selama 4 jam lebih kami melakukannya  Sore hingga malam harinya kami saling tindih, saling rengkuh, darah perawannya berceceran di sprei, di karpet dan di sofa  Akhirnya kami tertidur

Sejak saat itu aku dan Rani jadi semakin ketagihan, hubungan kami tak lagi seperti saudara, tapi lebih sebagai suami istri  Di sekolah kami saling mengawasi, kasih sayang kami jadi benar-benar tak bisa dipisahkan, walaupun kami masih melakukannya secara sembunyi-sembunyi  Rupanya Bu Siska mengetahui perubahan pada diri anaknya, namun tetap saja ia menyayangi kami berdua  Bahkan sesekali ia menyuruhku tidur di kamar Rani saat ia tidak dirumah

Dan kalau kami makan bersama, Rani selalu mengambilkan makanan dimeja itu untukku  Ia tak lagi canggung di depan keluarganya, bahkan kini Papa Jim seringkali menyindirku dengan bertanya, ?istrimu sehat, bud?? maksudnya tak lain adlah anaknya sendiri si Rani  Kalau bicara denganku Papa Jim memang lebih sering menggunakan terminologi ?istrimu? daripada ?anakku si Rani?  Sewaktu dia mendapatkan lembar ulangan Rani yang buruk nilainya malah dia langsung menelponku dengan mengatakan ?aduh bud, gimana istrimu itu, nilai kok hancur begitu??  Ah beruntungnya aku

Tapi aku yakin, keluarga itu tidak pernah tahu bahwa aku dan Rani sudah melakukan hubungan badan layaknya suami istri  Mereka paling hanya melihat tingkah kami yang mesra itu tanpa tahu sejauh mana hubungan kami

Dua bulan setelah itu keluarga itu mengalami ujian yang sangat berat  Dari Rani aku mengetahui rahasia keluarganya yang sebelumnya gelap gulita bagiku  Ternyata Papa Jim memiliki simpanan yang cukup banyak, perjalanan bisnisnya keluar negeri atau keluar daerah selama ini hanya jadi kesempatan baginya untuk menjalin affair dengan banyak wanita  Bu Siska sebenarnya sudah mengetahui semua itu sejak awal namun ia tak kuasa begitu memikirkan keharmonisan keluarganya  Sebagai seorang ibu yang mencintai keluarganya ia lebih mementingkan keutuhan rumahtangga daripada ego pribadi kepada suaminya itu

Ternyata selama itu pula keluarga Bu Siska menyembunyikan disharmoni keluarganya dariku, bahwa kemesraan antara Bu Siska da Papa Jim hanya sandiwara untukku saja  Rani mengakui ia telah kehilangan figur bapak pada diri papanya dan oleh karena itulah ia begitu mendambakan saudara pria, dan begitu aku memasuki kehidupannya ia langsung menumpahkan segala perasaan sayangnya kepadaku  Mbak Rina juga memutuskan utk study luar negeri karena merasa muak dengan papanya, mereka bertiga sudah merasa tak lagi memiliki ayah atau suami sejak mengetahui rahasia papanya itu

Ternyata pula perusahaan besar itu adalah milik keluarga Bu Siska, Papa Jim awalnya hanyalah seorang karyawan disana yang karena pernikahannya dengan Bu Siska mendapat jabatan direktur  Entah kenapa semenjak mengetahui cerita tersebut dari Rani, aku jadi ikut-ikutan menjustifikasi Papa Jim  Kini ia tak lebih baik dari seorang bajingan tengik yang tak tahu diri  Akhirnya pada bulan itu juga, aku lupa tanggalnya, terjadi pertengkaran yang hebat antara Bu Siska dan suaminya  Banyak kata-kata sumpah serapah yang keluar dari mulut Papa Jim, sedang Bu Siska tampak lebih bisa menguasai diri  Tapi ujungnya mereka memutuskan untuk bercerai dan Papa Jim tidak diperkenankan lagi menduduki jabatan diperusahaan itu, alias dipecat!

Aku menghela nafas panjang mendengar penuturan Rani, sore itu setelah semua hal yang berkaitan dengan perceraian dan kepergian Papa Jim dari rumah itu, kami (aku, Rani dan Bu Siska duduk santai di beranda belakang lantai dua rumah itu  Bu Siska segaja membiarkan anaknya menuturkan semua rahasia itu padaku, ia hanya terdiam sambil menyandarkan kepalanya di dadaku  Kami bertiga memang lebih akrab lagi sejak peristiwa perceraiannya  Aku dan Rani sepakat untuk saling membantu menghibur mamanya agar cepat melupakan kenangan buruk itu  Aku duduk berselonjor kaki di lesehan empuk beranda itu, bersandar di tembok  Di pundak kananku ada kepala Bu Siska sedang Rani tiduran dengan kepalanya diatas pahaku

Tak ada perasaan apa-apa waktu itu karena hal yang sangat lumrah bagi kami bertiga yang hampir tiap sore curhat ditempat itu  Sampai kemudian Bu Siska menyuruh Rani agar masuk tidur karena terlihat matanya yang sembab menahan tangis ketika bertutur tadi  Rani pun mengiyakan dan beranjak ke kamarnya  Tinggal aku dan Bu Siska disana, ia masih bersandar di bahuku, lama kelamaan mungkin karena pegal, ia pindah dan berbaring di pahaku  Akupun sudah terbiasa dengan hal itu, kubelai rambutnya yang sebahu, lebat dan hitam terawat  Keharuman tubuhnya menyeruak seketika ia mengangkat tangannya membelai pipiku

?Bud? ,? panggilnya pelan sekali
?Iya Bu?,?
?Ibu sayang sama kamu, ibu sudah menganggap kamu seperti anak ibu sendiri,?
tangannya masih membelai pipi kiriku dengan lembut,
?Terimakasih Bu, Budi juga sangat sayang pada ibu, Mbak Rina dan Rani,?
?Dan ibu juga ingin kamu benar-benar menjaga Rani dengan baik, ibu tahu kalian tak sekedar main-main dengan hubungan kalian kan??
?Bu, dari mana ibu tahu hubungan kami?? aku terkejut juga, wajahku berubah pucat membayangkan apa yang akan ia katakan kepadaku mengetahui hubunganku dengan Rani  Aku khawatir sekali jangan-jangan ia marah dan memutuskan hubungan itu, lebih parah lagi jika ia mengusirku dari rumahnya  Wah bakalan buyarlah masa depanku

Tapi melihat sikapnya yang biasa saja aku jadi sedikit tenang dan berharap tak akan ada apa-apa saat itu  Bu Siska masih memejamkan mata dan membelai pipiku manja

?Ibu juga pernah muda Bud, ibu tahu hubungan kalian sudah jauh  Kalian sudah layaknya suami istri, itu ibu bisa mengerti

Dan ibu tidak mempermasalahkan itu karena ibu sangat menyayangi kalian berdua,? katanya lirih  Aku meraih telapak tangan Bu Siska dan menciumnya sebagai rasa hormatku kepadanya  Sebenarnya waktu ia mengatakan tahu hubunganku sudah jauh itu, jantungku terasa mau copot, namun kelembutan belaian tangannya di pipi kiriku membuat aku jadi mengerti betapa ia sebenarnya benar-benar merestui hubungan kami

?Terimakasih bu, saya berjanji jika diberi umur panjang maka sayalah orang yang akan menjaga dan bertanggungjawab untuk Rani, sebenarnya saya malu mengatakan itu kepada ibu

Karena tanpa masalah itupun saya merasa sangat berhutang budi kepada ibu dan keluarga,? aku membelai kepalanya dan mencium kening wajah cantik jelita itu

?ada satu hal yang mengganjal dihati ibu Bud, itu yang ingin ibu katakan kepada kamu  Tapi besoklah, ibu tidak ingin Rani atapun Rina mengetahui hal itu dulu

Sebaiknya kita bicarakan besok saja di kantor, karena hal ini butuh waktu yang lama untuk kita bicarakan,? ia beranjak bangun dan merapikan dasternya, Bu Siska lalu mencium pipiku dan beranjak pergi

?ibu mau siapkan bahan kerja dulu, besok sepulang sekolah tolong kamu telpon ibu ke kantor ya? Tuh temeni istrimu bobo dulu,? katanya mengakhiri pembicaraan,
?Trims Bu,? aku mengangguk sambil berfikir apa yang akan dibicarakan oleh Bu Siska besok hingga harus merahasiakannya pada ?istriku? si Rani

Adakah rahasia lain lagi yang akan ia katakan kepadaku? Ah, aku melangkah gontai ke kamar ?kami?, sejak sebulan ini aku memang tak pernah lagi tidur di kamarku  Sejak perceraian Bu Siska aku tiap malam menemani Rani tidur, dan kami tentu saja secara rutin melakukan ?ritual-ritual? layaknya suami istri di kamarnya  Kami sudah banyak punya koleksi blue film yang setiap habis belajar malam kami tonton berdua untuk selanjutnya dipraktekkan langsung

Kami yang dulunya melakukan hubungan badan karena rasa cinta itu kini tak sekedar meresapinya tapi mengembangkannya dengan berbagai variasi  Aku yakin, dibandingkan pasangan lain di dunia ini mungkin aku dan rani adalah pasangan yang paling aktif, bayangkan sehari rata-rata kami bermain 3 sampai 6 kali yang dalam tiap rondenya paling cepat 45menit  Dan Rani yang kutahu adalah tipe wanita yang multi orgasme, dalam satu ronde permainan yang nonstop ia sanggup meraih 3 sampai 4 kali orgasme

BU SISKA, MY FAVE SEX PARTNER
Keesokannya saat sedang belajar di kelas, aku menjadi tak konsentrasi  Pikiranku berkecamuk dan bertanya-tanya apa yang akan dikatakan oleh ibu angkatku itu nanti  Beberapa item pelajaran bahkan tidak sama sekali masuk dalam otakku, padahal sebulan lagi kami akan menghadapi ujian akhir yang akan sangat menentukan koordinat arah pendidikan tinggi yang diinginkan

Akhirnya jam satu siang tiba juga, aku yang biasanya menunggu Rani untuk pulang bersama (karena kami pakai satu mobil antar jempt yang sama) kini harus berbohong dengan mengatakan bahwa aku harus ke tempat temanku yang lagi sakit keras dan absen beberapa hari  Rani memang tak satu kelas denganku, jadi ia tidak mungkin tahu hal itu, dan ia selalu percaya padaku

Taksi membawaku menyusuri jaran lebar dan padat di Kawasan Thamrin, memasuki sebuah gedung pencakar langit, mungkin yang tertinggi di Jakarta  Aku sampai juga di kantor ibu yang ada di lantai 28 gedung itu  Seorang petugas keamanan rupanya sudah dipesan untuk mengantarku dari loby ke ruangannya yang luas  Masih dengan seragam sekolah lengkap dengan tas pundak penuh buku, aku masuk dengan perasaan yang masih bertanya-tanya, apa yang akan dikatakan ibu angkatku ini

Pintu ditutup perlahan dan dengan penuh hormat, satpam perusahaan tadi pamit melangkah keluar ruangan ibu  Tinggal aku dan dia di dalam ruangannya

?Duduk dulu Bud, ibu ke toilet sebentar,? katanya menyambutku dengan nada datar sambil berlalu membuka pintu kamar mandi yang ada disana  Tinggal aku yang masih termenung menebak-nebak apa yang akan dibicarakan ibu denganku

Namun hanya 5 menit kemudian ibu sudah keluar dari kamar mandinya, dengan senyuman yang penuh misteri ia langsung duduk disampingku, memeluk, hal yang sangat biasa ia lakukan terhadap satu-satunya anak angkat pria yang ia miliki ini

?sebenarnya ini bukan kehendak ibu untuk membicarakannya, tapi sebagai orang tua, ibu merasa tertuntut untuk mengjak kamu musyawarah,? itu kata pembuka dari ibu setelah mendaratkan ciuman hangat di pipi kananku
?dan karena kedekatan kalian, ibu merasa tak ada orang lain yang lebih berhak untuk diajak bicara tentang Rani selain kamu, sebab kamulah orang yang paling dia sayangi saat ini,? lanjut ibu  Tangan kanannya masih merangkul pundakku  Sebuah cara yang selama ini yang menunjukkan bahwa aku adalah anak lelaki kesayangannya

?jadi ini tentang Rani, Bu? Tapi kenapa ibu bilang ini rahasia kita berdua? Saya bingung,? jawabku sambil menundukkan kepala kearah dada ibu
?ini memang pendapat ibu sendiri yang ibu pikir tak boleh diketahui oleh Rani, dan ibu melakukannya karena ibu tahu kalau Rani sendiri takkan sanggup mengatakannya kepada kamu,?
?tentang apa sih bu?? aku tambah tak mengerti  Giliran aku memeluk pinggul ibu  Kami jadi berdekapan
?ini tentang pendidikan Rani, sejak SMP dulu, dia ingin sekali melanjutkan pendidikannya di luar negeri???,?
?Haaah !!!? aku terhenyak kaget  Tapi ibu yang mempererat pelukannya, kini malah membelai lembut kepalaku yang bersandar di dadanya
?Reaksi kamu itulah yang ditakutkan oleh Rani, dia sangat sayang sama kamu tapi kamu kan tahu juga kalau dia itu orangnya sangat haus ilmu, kalian punya kemiripan  Sama-sama haus ilmu, sama-sama anak pintar dan itu membahagiakan ibu,?
?jadi Rani takut mengatakan ini kepada saya langsung, bu? Kenapa??
?Rani takut mengecewakan kamu dan ibu,?
?apa hubungannya bu? Bukankah saya akan selalu menemaninya kemanapun?? aku memotong sebelum ibu melanjutkan
?Ia ibu tahu itu, tapi Rani juga memikirkan ibu yang akan ditinggal sendiri disini, dia sangat memikirkan keadaan ibu disini sehingga merasa kasihan kalau harus meninggalkan ibu sendiri disini,?
?ah?saya baru mengerti bu, jadi Rani takut ibu kesepian tidak ada yang menemani disini kalau saya juga ikut ke luar negeri, tapi? hmmmm, gimana ya? Sulit juga masalahnya, saya juga tidak tega kalau harus membiarkan ibu sendiri disini, saya merasa wajib menjaga ibu? ,?
?terimakasih sayang, itulah masalahnya, ibu pasti kesepian jika ditinggal sendiri, tapi ibu juga tidak boleh menghalangi niat anak-anak ibu untuk mendapatkan pendidikan yang kalian inginkan  Jadi ibu bingung??, ibu sangat menyayangi kalian, ibu pikir tak akan sanggup jauh dari kalian,? kembali ibu mencium pipiku

?jadi bagaimana solusinya Bu? Saya rasa Rani juga berpikiran sama dengan ibu, dia pasti tidak mau meninggalkan ibu sendiri disini,?
?tapi Rani juga sangat sayang pada kamu?  dan dia pasti sedih kalau?mmmmm,?
?kalau apa bu? Kalau kami berpisah?? aku tahu arahnya meski ibu canggung sekali mengatakannya
?itu juga masalah, Bud  Kalian sudah sangat dekat, Rani sepertinya takut kalau kalian jauh, kamu akan??? ibu tak melanjutkan  Canggung lagi rupanya, karena jelas itu adalah tuduhan untukku

Aku juga termenung sesaat memikirkan hal itu  Bagaimana tidak, aku dan Rani sudah layaknya suami istri, bagaimana hari-hariku tanpa Rani? Apa iya aku bisa tahan rasa kangenku pada ?istriku? itu? Apa iya aku sanggup hanya membaca emailnya saja? Dan apa iya aku sanggup menahan rasa ingin melakukan ?ritual rutin? kami? Ah aku bingung juga! Sepertinya ibu membaca pikiranku

?yang paling ibu takutkan adalah kalau hal ini sampai merusak hubungan pribadi kalian, bud  Ibu tidak mau itu terjadi, ibu sangat berharap hubungan kalian ini bisa dipertahankan?  ,? berhenti lagi  Ibu yang sekarang menaikkan kepalaku dari dadanya, dengan telapak tangannya yang lembut ia mendongakkan wajahku kearahnya seolah meyakinkan aku untuk secara tegas menjawab pertanyaannya

Akupun semakin mengeratkan pelukanku di pinggang ibu  Sesaat kami saling diam sambil menatap, dengan pandangan penuh misteri  Aku yang kemudian memindahkan pelukan tanganku ke pundak ibu  Kepalaku bersandar di pangkal lehernya, menghindari tatapan ibu

?Ayo, sayang, putuskan sekarang  Apakah kamu mau meninggalkan ibu untuk menemani istrimu? Atau kamu nggak tega meninggalkan ibu dan memilih menemani ibu dan melanjutkan kuliah disini??
?siapa yang akan menjaga Rani disana Bu??
?kan ada Rina, daftarnya juga di Universitas yang sama?  ,?
?Ooo, begitu? ? Aku terdiam lagi  Membayangkan ?istriku? yang kurang dua minggu lagi akan meninggalkanku
?saya yang takut kehilangan Rani, Bu  Saya memang tidak bisa melupakan Rani, tapi apa iya Rani juga begitu??
?sebenarnya pertanyaan itu juga yang ada dalam benak Rani, kalian memang saling menyayangi, Rani juga takut kehilangan kamu, dia takut kamu berpaling dari dia,?
?ah?nggak ada alasan?  ,? kataku keluar setengah bergumam sambil mencium pipi kanannya
?ih anak ibu, kamu tuh nggak PD banget sih? Liat tuh di cermin, hmm?cakep kan? Perempuan mana sih yang nggak mau sama kamu?? ibu mencubit kedua pipiku dan mengarahkan wajahku kearah cermin lebar di salahsatu dinding ruangan
?iih ibu, bikin GR aja? ,? aku berpaling kearahnya dan mencubit, bukan di lengannya seperti kebiasaanku kalau bercanda  Tapi di pantatnya, cukup keras karena aku gemas juga
?auuuu? sakit sayang!!? ibu menjerit, menatapku lucu sambil memonyongkan bibirnya,
?hehehe? ibu cantik deh kalau monyong begitu,? candaku

Tangan ibu meraih remote control audio dari atas meja kerjanya  Menyalakan audio ruangan itu, dan jadilah kami berdansa pelan diiringi beberapa symphony bethoven & mozart yang romantis  Aku memeluk pinggulnya dan ibu mendekap erat dadaku keatas sehingga otomatis dada besarnya tersaji sedikit dibawah daguku  Bu Siska memang lebih tinggi 3-4cm dari aku  Entah karena romantisnya dansa kami atau gerakan ibu yang kadang menggoyang dadanya itu, penisku yang sedari tadi tidur itu mulai beranjak bangun dan mengeras hingga menimbulkan cembungan yang rupanya dirasakan juga oleh Bu Siska  Tapi ia diam saja, saat aku membuka mata malah kulihat ia terpejam seperti menikmati suasana itu  Pinggulnya justru semakin sengaja digerakkan menggesek cembungan ditengah selangkanganku itu

Aku bingung harus bagaimana, apalagi aku adalah tipe pria yang cepat sekali terangsang  Biasanya kejadian semacam ini hanya berlangsung sesaat saja dan ibu biasanya langsung mengelak kalau menyadari aku mulai terangsang  Tapi inikali berbeda, ibu malah semakin membiarkan dadanya menggencet ketat di dadaku  Adakah ini berarti Bu Siska juga sedang birahi? Sudah beberapa bulan hampir setahun setahuku ibu tak mendapat sentuhan lelaki

Ditengah batinku bertanya-tanya tentang keanehan itu, tiba-tiba ibu membuka matanya  Lalu entah apa yang menggerakkan wajah itu mendekat ke arah bibirku  Aku masih penasaran dan bingung, kukecup pipi kirinya, namun wajahnya seakan mengarahkan gerak yang lebih sensual dari biasanya, telapak tangannya kini mendekap kedua pipiku

Aku terdiam, memejam, dan hanya sesaat setelah itu kurasakan sebuah kelembutan menyentuh bibirku, aku pasrah saja tak berani menolak, tapi tak hanya sampai disana  Sekujur badanku merinding merasakan gejolak aura lidahnya yang berusaha memasuki rongga mulutku, bibirnya menjepit bibirku  Aku biarkan saja ketika bibir itu kini berhasil menjepit dan menyedot lidahku  Pikiranku masih berkecamuk antara percaya atau tidak terhadap apa yang kami lakukan saat ini  Bu Siska sudah mulai mendesah, terdengar nafasnya mulai memburu  Dekapan tangannya di kepalaku sudah terlepas, entah kapan dan aku tak menyadari ketika membuka mataku, belahan jas kerja Bu Siska ternyata sudah terbuka, sebelah tangannya menuntun tanganku kearah gundukan payudara berlapis BH putih berenda yang ukurannya my God, diatas rata-rata!

? Bu?  mmm,? aku mencoba bicara namun secepat itu pula ia kembali menyumbat mulutku dengan sebuah ciuman

Dan lebih ganas dari sebelumnya, Bu Siska sudah tidak lagi menahan desahannya  Kali ini ikat pinggangku ia lepaskan, lalu zipper celana sekolah itu dan tasss? celana abu SMA itu melorot sampai setengah paha

?Ibu? please? ,? aku kembali bicara  Tapi tanganku malah memberi remasan lembut pada buah dadanya
?terussskan sayang aaauuuffffhhh?  ,? hanya itu yang terdengar dari desahannya yang semakin keras saja

Aku jadi tak berani lagi bicara, kubiarkan ibu bertambah liar dengan melukar pakaianku  Dan kalaupun aku mampu menolak, hal itu tidak akan aku lakukan  Karena beberapa saat kemudian otakku mulai dikuasai oleh egoisme birahi yang seakan bersorak; ?Ayo, Bud, setubuhi perempuan cantik didepanmu!!! Bukankah selera seksualmu lebih besar pada wanita paruhbaya seperti ini???? Dan kapan lagi kamu akan membalas jasa Bu Siska yang telah memberimu kehidupan mewah seperti ini???

Petanyaan-pertanyaan tadi seperti menuntun tanganku untuk lebih jauh menuruti nafsu Bu Siska yang sudah pasti tidak dapat lagi dibendung  Dan seperti mencari pembenaran atas kejadian itu, batinku yang lain menjawab; ?sudah lah, Bud  Nikmati saja  Bukankah kamu juga tak kalah sayang pada Bu Siska? Kamu juga mencintainya kan? Lupakan sejenak istrimu itu, dua lebih baik daripada satu dan yang ini adalah kunci masa depanmu!!!? Aku tak mampu lagi berpikir logis, segala bayangan tentang Rani hilang entah kemana, yang ada kini adalah kemolekan tubuh calon mertuaku, ibu angkatku yang mungkin juga akan segera jadi kekasih gelapku!!!

Pakaianku terlepas sudah seluruhnya, entah kapan Bu Siska mempretelinya dari tubuhku  Aku telanjang dan terduduk di sofa panjang ruang kerja yang luas itu  Kupejamkan mata, tak berani melihat Bu Siska yang baru saja beranjak dari mengunci pintu ruang kerjanya  Dan bak penari striptease, dari arah pintu ia berjalan sambil melepaskan satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya  Uhhfff? kini aku yang terbelalak, sebelum melepaskan roknya, Bu Siska sudah melepas celana dalam putih, dan sesampainya didepanku dengan sekali langkah tubuh montok dan sedikit gemuk itu terpampang jelas di depanku

Ia berjongkok tepat dihadapan tempat aku duduk, lalu kembali memeluk  Kali ini aku yang menyambut dengan ciuman penuh kerinduan  Kunikmati bibir Bu Siska yang terus mendesah  Tanganku meraba dan sesekali meremas bongkahan payudara besarnya  Memilin putingnya bergiliran, lalu mencium dan menjilati lehernya

?aaauuuuhhh??sssssshhhhh aaaahhhh? hmmmmm?oooohhhh  terussss saaayaang  ohhhh,? hanya desahan itu yang bisa diucapkannya

Tangan kiri Bu Siska meraih batang kemaluanku dan meremas lembut

?ooooohhhh??  Bu?  ssshhhh?aaaauuhhhh,? desahanku juga mulai keras  Dan kami semakin liar  Kutarik tubuh ibu ke sofa  Ia berbaring sambil tersenyum, sepertinya mengundang aku untuk segera memuaskan dahaga asmara yang sesungguhnya terlarang itu

Baiklah, ibu angkat, aku bertekat akan membuatnya berteriak-teriak dan memohon supaya aku segera dan lagi dan lagi menyetubuhinya, akan kubuat calon mertuaku ini mengemis untuk dipuasi oleh calon menantu sekaligus anak angkatnya ini!!! Akan kusetubuhi engkau dengan keras?!!!! Dan sekarang terimalah birahi anak angkatmu ini!!! Bersiaplah untuk menampung cairan sperma yang biasanya hanya ditampung oleh anakmu!!!

?Ayo?sayang, kemari, sentuhlah ibu, ibu mau sayang ayooouuuhhh? ,? kali ini ibu memohon agar aku segera menindihnya  Tapi nanti dulu, bukankah ibu mau dipuaskan lebih dari apa yang saya berikan pada anakmu?

Aku meraba pangkal paha Bu Siska, sudah basah dan becek disana, kasihan ibuku ini, mungkin delapan bulan ini pemenuhan birahi tak sebanding dengan produksi sel telurnya  Aku merunduk disitu dan dengan buas langsung membuka pahanya, menjulurkan lidahku dan menjilat permukaaan vagina yang berbulu sangat lebat itu

?Oooowwwhhhhh?  yessss?  sayaaangggg? aaaahhhh? ss hhhhhhhh,?

Jari-jariku sibuk mengucel-ucel bibir kemaluannya, lidahku terus menusuk-nusuk dan membelai dinding kemaluan wanita paruhbaya yang ternyata tak kalah menariknya dengan istriku itu  Sesekali bibirku menggigit pinggiran bibir kemaluannya yang cembung dan gemuk, memberikannya sensasi kebuasan birahi anak angkatnya yang polos ini

?aaaauuuuwww?? uuuoooooooohhhh geliiiiiiii??sssshhhh?naaakaaallll? kamu sayang??aaaaaaahhhhhhh???,? jeritnya saat aku menggigit biji klitorisnya yang membengkak karena rangsangan hebat itu

Aku tak peduli lagi pada teriakan histerisnya, aku yakin dinding ruangan itu sedemikian tebalnya sehingga kalaupun ada yang menembakkan pistol disini pasti akan terdengar sayup-sayup saja

?oooooohhh? yeeesshhhhh?gigit sayang oooohhh gigit lagi yyyyaaaahhh?  ,? ia malah minta aku meneruskan mengulum biji clitorisnya

Aku asik saja, cairan yang terus semakin deras mengalir dari liang vaginanya habis kusedot dan kuminum  Seperti daerah vagina milik Rani, kemaluan Bu Siska juga tampak sangat terawat  Tak tampak noda kotor setitikpun pada bagian itu  Hanya saja baru kali ini aku mengetahui bahwa ternyata lebatnya bulu kemaluan Bu Siska membuat penialainku pada bentuk vaginanya lebih baik dari milik istriku itu

?Ayo sayang, setubuhi ibu sekarang, hooooouuuhhh? ibu sudah ngga tahaan? ,? pintanya memelas  Aku menuruti meskipun biasanya kalau aku melakukannya dengan Rani, tentu aku minta di-karaoke dulu sebagai imbalan aku menjilati vaginanya  Tapi kali ini aku canggung untuk meminta, karena dalam keadaan begini aku masih menaruh rasa hormat pada ibu angkatku itu

Kuambil posisi diatasnya, Bu Siska mengangkang, sebelah kakinya menjutai jatuh, sebelah lagi dinaikkan ke sandaran sofa  Kemaluanku memang sudah keras sejak tadi, kini sudah menempel dan siap masuk dan mengoyak bibir vagina Bu Siska  Telapak tanganku memegang kedua buah dada besar itu dan seketika ia menarik pinggulku mendekat  Lalu dengan keras aku menghujamkan penisku sejadi-jadinya dan sreeeeppp? bleesssss?? untuk pertamakalinya aku merasakan sensasi menyetubuhi wanita paruhbaya yang selama ini mengasuhku itu

?aaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh??? ,? jerit Bu Siska keras sekali sampai menghentikan tusukanku yang baru masuk itu
?uuuffff?kenapa bu?? aku terhenyak juga
?punya kamu besar sekali, uuuuhhhh?  ibu nggak pernah mengalami dimasuki segede ini sayang?  tapi coba yang pelan sayang, ibu agak nyeri,? katanya masih mendekapku  Sepasang kakinya mengikat pinggulku hingga penisku tertahan didalam

Kuberikan ia ciuman untuk merangsang nafsunya, bibirku menyedot putting susunya, dan beberapa detik setelah itu jepitannya melonggar  Tangannya malah menuntun pinggulku naik turun secara perlahan  Bu Siska mulai mendesah dan menikmati goyanganku

?Oooouuhhh?sayaaaangggg?  ooooouuhhh?besarnya aaauuuuff?  tariiiikhh aaaaahh enaaaakkkhhhh?? teeekaaaan lagiiihhh aaaahhhh niiiiikmaaaattttt? uuuuhhhh, yang pelan aja sayaaaaanggg oooouuuffff? enaaaknyaaaahhhh?  ooooooohhhhhh, saayaaaang?  ,? tak henti-henti ia memuji kenikmatan dari penis besarku yang kini menggesek dinding-dinding vaginanya  Aku juga sebenarnya tak kalah nikmat  Apa yang selama ini kurasakan dari Rani memang enak juga, tapi sensasi kenikmatandari liang vagina dan tubuh montok Bu Siska memberiku pelajaran berharga bahwa ternyata kepiawaian dan pengalaman lebih mampu menciptakan sensasi kenikmatan yang lebih dahsyat ketimbang besaran liang vagina  Hehehe itu teori baru!

Aku terus menggenjot dengan perlahan dan teratur, Bu Siska membuat suasana romantis dengan memberi ciuman mesra bertubi-tubi, mengulum bibirku dengan sepenuh hati  Matanya yang terpejam semakin mengguratkan warna kecantikan alami seorang ibu  Akupun terlena dengan pesona itu, baru aku sadar bahwa ternyata kecantikan ibu angkatku ini benar-benar luar biasa, bahkan kalau mau jujur, Bu Siska jauh lebih cantik dari kedua anaknya  Rasa nikmat dari pertautan kelamin kami terus menjalari seluruh urat sarafku, memenuhi rongga sanubariku dengan berjuta kenikmatan biologis  Tak terasa waktu berlalu hampir tigapuluh menit  Pelukan kaki dan tangan Bu Siska di pinggangku yang semakin erat dan tiba-tiba itu menunjukkan tanda sesaat lagi ia akan mencapai orgasme

?uuuuuuffff?  sayaang, boleh hhhhhh? ibu?hhhh minta diatas?? pintanya setengah mendesah  Aku mengerti dan segera menghentikan kocokan penisku di vaginanya
?ooooouuuuhhhh??baaaiiikkkk?aaahhhh?Bu,?

Kali ini aku yang berbaring, Bu Siska langsung mengangkangi pahaku, liang vaginanya yang sudah becek itu menganga tepat diatas kemaluanku yang mengacung-acung seperti tak sabar ingin segera masuk  Punggungku bersandar pada sandaran sofa sehingga dengan mudah mulutku meraih putting susu Bu Siska yang sedang berusaha memasukkan kembali penisku kedalam vaginanya  Saat sedang asik meremas dan menghisap putting susu Bu Siska itulah dengan cekatan ibu menggenggam penisku dan mengarahkannya tepat di bibir kemaluannya dan sreeep bleesss? 

?aaaaahhhhh?? nikmatnyaaaaakkkkkhhh? aaahhhh? saaa yaaanggg? ooouuhh  ,?
?mmmmhhhhh??ibuuuu?aaaaauuuhhhh?enaaaakhhhh?ssshhh hh,? jeritku tak kalah seru dengan jeritannya

Bu Siska yang kini asik menaik turunkan pinggulnya untuk meraih kenikmatan dari gesekan relung kelaminnya  Sesekali gerakannya berubah dari turun naik menjadi maju mundur, lebih nikmat lagi saat ia memutar-mutar dengan poros kelaminnya yang terpaut dengan penisku  Alangkah sensualnya ketika aku melirik kearah kelaminku yang terjepit bibir vagina Bu Siska yang ikut keluar masuk dan membelai, vagina itu penuh sesak oleh buah pelirku yang berukuran diatas rata-rata itu

?hooohhh?  saaayannng? kamuhhhh masih aaahhhh lama aauuufff sayaaaang??
?Iyaaah Buuuhhh, ooohhh kenapaaahhh, aaaahhh, enaaakkkhhh ooohhh,?
?Ibuuu?ooooohhh sudaaahhhhhhh?mmmmmhhh ngggaaa? kkkhh  tahaaan, ooohhf yeeessss? ooooohhh?punyaaaahh kaaaamuuuhhh mennnntthooookkhhhh? aaauuuhhhh ibuuu ngggaaaaaa? aaaaakkkhhhh tahaaannnnn?oohhh?ohhh?ooohh? ooohhh?yyaaa?yaaa  u h uuuhhh?  ibuuuu? ngaaa?taaaahhhh?haaaann  oooooooo ooohhh?  ,? lolongnya panjang

sekali seketika itu tiba-tiba Bu Siska menggenjot keras sekali, semakin cepat, dan rupanya ia mengalami orgasme yang begitu dahsyat

?Reeeeeeeemeeeeshhh? suuuuusuuuu? iiiibuuuu sayaaaanngggg  ooouuhhhh, remassh terussshhhh

Buudddiiii?aaahhhhh?  ennaaakkkhhh iiiibuuuu nggaaaaaa taaaaahaaannn?ibu keluuuuuaaaarr  keeeeeeeeelllllluuuuuaaarrr?hhhhaa aaahhhhhhh??yesssssshhhhhhh,? jeritan panjang diiringi hempasan keras pangkal pahanya kearah penisku  Aku yang sudah tahu hal itu dari kebiasaanku dengan Rani segera memberikan remasan yang keras pada kedua buah dada Bu Siska  Kira-kira semenit kemudian badannya jatuh menimpaku  Nafasnya tersenggal-senggal, tubuhnya lemas lunglai terkapar sudah  Kelaminku yang masih mengeras mengganjal dalam vaginanya yang banjir

?ooouuhhhh? sayang, kamu belum keluar ya? Maapin ibu ya, Bud  Ibu egois, maklum sudah delapan bulan lebih ibu tidak merasakannya,?

Bu Siska mulai berbicara setelah nafasnya agak teratur

?Nggak apa-apa Bu, yang penting ibu puas dulu,? aku menciumnya
?Jangan gitu dong, sayang  Beri ibu kesempatan beberapa menit lagi ya? Ibu akan buat kamu puas sebentar lagi,? ia balas mencium mesra
?Kamu kok bisa lama ya, sayang? Ibu nggak nyangka kamu sekuat itu,?
?Ngga tau deh, Bu, mungkin karena saya suka dan sayang ibu kali ya??
?ahhh?masa? Bisa aja kamu, sayang, benar kamu suka sama ibu? Suka apanya ayo??
?Suka yang ini,? jawabku singkat sambil menerkam buah dadanya  Mungkin benar karena buah dada ini aku jadi begitu semangat, ukurannya yang besar dan ranum dengan bentuk yang sangat menantang itu membuatku jadi merasa lain saat ini, apalagi dengan ?penemuan? bahwa ternyata wajah ibu jauh lebih cantik dari kedua anaknya itu  Atau aku memang punya selera yang lebih pada wanita STW seperti Bu Siska

Gara-gara sensasi STW itu, tanpa sadar penisku bangkit lagi, berkedut-kedut didalam sana  Ibu rupanya merasakan juga

?Say, bangun lagi tuh? Ibu sudah siap nih, yuk,? ajaknya seraya melepas gigitan vaginanya pada penisku  Cropss?aku terhenyak
?Duuuhhh?besarnya sayang, pantas tadi punya ibu rasanya hampir robek,? ujarnya sambil menggenggam batang penisku  Ia terus memujinya dan mengocok lembut
?Ayo dong, Bu, nggak tahan nih,? ajakku  Aku berdiri dibelakangnya, maksudku agar Bu Siska menunduk dan aku masuk dari belakang

Rupanya ia mengerti  Kakinya dilebarkan dan tangannya menjangkau sandaran sofa  Bu Siska menunduk dan tampaklah belahan vagina wanita paruhbaya itu menganga ke belakang  Sejenak aku sempatkan untuk menjilatinya, tak tahan dengan pemandangan yang menggoda birahi itu

?aaaduuuhhh sayaaang, ayo dong masukiiin, ntar ibu keluar lagi lho??
aku tak menjawab, tapi langsung meraih pinggulnya dengan tangan kanan, tangan kiriku mengarahkan kepala penisku menuju liang vagina yang merah itu dan sreeeeppp?

?uuuuhhhh?  kocok yang keras sayang, ibu mau yang keras aaaahhhhhh,?

aku menuruti apa maunya, kusodok sekuat tenaga, kutarik hingga hampir lepas, Bu Siska memundurkan pantatnya seperti tak mau melepaskan penisku, tancap lagi terus begitu berulang-ulang sehingga menimbulkan decakan yang cukup keras, plaak  plak?plak?plak?sreeepp?   plaak? sreeep?crreeekkk? ada sekitar sepuluh menit kami melakukannya dengan posisi itu sampai ibu bilang lelah berdiri  Kuminta ia duduk santai dan bersandar di sofa lalu dengan segera kukangkangkan kakinya dan segera menusuk keras dalam posisi setengah berdiri  Tanganku sibuk dengan kedua buah dada besar itu  Sesekali aku menunduk agar dapat menjangkau susunya untuk menyedot  Bu Siska mendesis dan mendesah kegirangan  Cairannya semakin membanjir

?Aooooohhhh? yessshhh?yeeesss?yesss?genjooot yaaang kerasshhh saayaaang,?
?ooouuhhh buuu? iiiibuuuuu? aaauuhhh ennnnaaaakhhhnyaaaahhh?ssshhhh, saaa yaaa? hhhhaaaaaahhh haaaammmmpiiirrr ooouuffff???,?
?iibuuuu juuuuhhhhhggggaaaaa aaaahhhhh haaampiiirrr saaaaa?  yyyyaaaaangg?aaahh yyeeeesss? oooohhhh niiikkkmaaaattttnyyyaaaahhhhh?yeeessss  yeeesss,ye eesss,?

selama sepuluh menit kemudian akupun mulai tak dapat menahan, sarafku menegang, meluncur ke satu titik di ujung penis, dan?

?oooooohhhhhhhhh????? ,? aku rebah menimpa ibu dan memeluknya, mengujamkan kemaluanku sejadi-jadinya  Mentok didalam sana hingga dasar liang vagina ibu dan berteriaak panjang
?aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa????hhhhhhhh??????? yeeeee esssshhhhh?? keluuuu aaaarrrrr???buuuuuu?  oooohhhhh?yeeeeshhhhh?oooooo oooooohhhhhhhhhh,? aku berteriak histeris sambil menyemprotkan banyak sekali cairan sperma kedalam vagina Bu Siska

Ia pun demikian  Kakinya menjebit keras, tangannya menjambak rambutku dengan geras, dan giginya mengatup rapat

?hhhhhhhhhhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaahhhhhh iiiiibuuuuu juuuu gaaaaaaaahhhhhh?keeeellluuuuuaaaarrrr  laaaaggggii ihooooooohhhhhhhh?yeeeshhhhhh?  ,?

Ibu mendekapku erat, aku ambruk keatas tubuh montok ibu angkatku itu  Kami sibuk mengatur nafas masing-masing
Pelan-pelan kulepaskan penisku yang mulai melemas, Bu Siska masih memejamkan mata, kelelahan rupanya

?Luar biasa sayang!!?
?Trims Bu, ibu juga luar biasa nikmat? ? aku menciumnya, lalu beranjak memunguti pakaian kami yang berserakan, kutumpuk diatas meja tamu ruangan
?Mau kemana sayang??
?mandi, Bu  Penat,?
?ibu boleh ikut??
?Boleh,? aku mengulurkan tangan dan membimbingnya ke kamar mandi
?Kamu tadi benar-benar hebat,? tak habisnya dia memuji
?Pasti kalau sama Rani, bisa lebih dari itu ya?? seketika Bu Siska menyebut nama istriku, aku jadi tersadar apa yang aku lakukan tadi
?Bu? Please? jangan sebut nama Rani dulu, saya masih shock,?
?Eh iya, maaf?   Ibu juga nggak ngerti kenapa kita bisa seperti ini ya? Mungkin ibu yang terlalu sayang sama kamu sehingga ibu lupa kalau kamu adalah suami anak ibu,? katanya meralat sambil memberiku ciuman
?Nggak apa-apa Bu, saya juga tadi salah nggak bisa menahan nafsu, bagaimana kalau Rani tahu hal ini?? kami masuk ke bathtube yang sudah terisi air hangat  Sambil berendam dan menyabuni tubuh montok Bu Siska
?ibu mau terus terang sama kamu, Bud  Tapi jangan marah ya? Ibu harap kamu mau memenuhi permintaan ibu ini,? katanya, tangan Bu

Siska menggenggam penisku yang menyisakan sedikit ketegangan pasca klimaks tadi  Sementara tanganku asik mempermainkan buahdadanya, bukan menyabuni, tapi meremas-remas  Gemas aku dibuatnya karena bentuk dan ukurannya

?Mana mungkin saya marah sama ibu, ibu kan sudah sedemikian baik sama saya  Apa mungkin saya akan menolak keinginan ibu??
?Tapi ibu mau ini datang dari hati kamu tanpa paksaan, Bud ?
?Tentang apa sih, Bu??
?Tentang kita,?
?Maksud ibu??
?Bud??,? kini ia meraih tubuhku sehingga posisiku jadi mendudukinya, ibu memangku aku yang bersandar di dada bersusu besar itu  Aku menurut saja
?Sejak ibu punya masalah dengan mantan suami, ibu sangat mendambakan kehadiran pria yang benar-benar menyayangi ibu dengan tulus dan ihlas

Beberapa kali sejak mengetahui sumai ibu berselingkuh dengan wanita lain, ibu juga menjajaki kemungkinan untuk mencari pengganti  Tapi apalah mau dikata, tiga orang yang pernah berkenalan dengan ibu tak satupun memenuhi syarat lelaki yang setia,?

Aku diam saja tak berani memotong  Takut ibu tersinggung

?Dan semenjak mengetahui kamu dan Rani sudah berhubungan jauh layaknya suami istri, ibu jadi semakin merasakan kebutuhan akan pria

Akhirnya ibu mengamati kehidupan kamu  Ibu mempelajari semua celah kehidupan kalian dan menemukan bahwa kamulah tipe lelaki yang paling sempurna di mata ibu ?

?Jadi Bu? Apakah ibu akan memisahkan kami?? sergahku
?dengar dulu sayang, ibu tak bermaksud sejauh itu, hanya saja, ibu ingin kamu juga membagi kasih sayang itu sama ibu,? ia mempererat pelukannya  Aku masih terdiam tak bereaksi
?ibu juga tak ingin merusak hubungan kalian atau melukai perasaan anak ibu sendiri,?
?lalu apa yang harus saya lakukan Bu??
?untuk sementara, sebelum ibu menemukan cara terbaik, kamu mau kan merahasiakan hubungan kita ini dari istrimu??
?iya Bu, itu pasti, mana mungkin saya bisa mengatakan hal ini pada Rani, bisa bubaran saya? ,?
?itulah sebabnya kenapa ibu mau kamu tinggal di Jakarta menemani ibu, terus terang ibu sangat memerlukan kamu, Bud,?

sesaat kemudian kami terdiam, aku memikirkan hal ini  Aku memang sayang pada Rani, ia cinta pertamaku, orang yang membawaku kedalam dunia kedewasaan dan kami sudah bertekat akan menjalani kehidupan rumah tangga setamat Rani kuliah nanti  Tapi aku juga tak mengelak kenyataan bahwa pesona dan kecantikan calon ibu mertuaku ini begitu hebatnya, saat ini aku bahkan tak mau memikirkan hubunganku dengan Rani

Yang ada dalam benakku hanyalah mereguk kenikmatan dari Bu Siska seperti ang barusaja kami lakukan, aku bahkan tak ingin ritual nikmat ini berakhir cepat  Betah sekali rasanya berada dalam pelukan wanita paruhbaya ini  Dan yang terpenting adalah, bagaimana lagi aku harus membalas kebaikan Bu Siska yang telah membawaku kedalam kehidupan seperti saat ini

Saat aku tersadar dari lamunan, tangan bu Siska telah menggenggam batang penisku yang kembali tegang  Barangku yang satu itu memang cepat sekali bangun, apalagi yang menyentuhnya adalah wanita idamanku ini

?ibu mau lagi?? aku menatapnya,
?hek eh? ,? ia mengangguk senang
?ngga disisain buat Rani??
?hmmm, ibu tahu kamu mampu sampai enam kali sehari, jadi ibu yakin, sesampai di rumah nanti, pasti kamu main lagi sama istrimu, iya kan??
?koq ibu tahu sih??
?kan sering ngintip kamu ama Rani?  ,?
?haah? Jadi? Ibu lihat apa aja??
?banyak, dari gaya kalian, samapai berapa lama dan berapa kali sehari?,?

Gemas juga aku dibuatnya, dengan sekali gerak aku berbalik menghadap ibu dan langsung menyerbu buah dadanya, ibu menjerit, aku tak peduli

?aaaampuuun geliii sayaaang, aaauuuhhh?? ,?
?rasain! Ini untuk ulah orang yang suka ngintip,?

Kukenyot keras buah dadanya bergiliran, kiri, kanan, kiri, kanan terus begitu, sampai menimbulkan bercak merah cupang mulutku  Bu Siska hanya bisa kelonjotan sambl teriak-teriak

Kupaksa ibu berdiri membungkuk, lau dengan segera setelah kudapati liang vagina merah itu terkuak, langsung kucoblos dan bleeessss?  aku segera mengocok keras  Bu Siska semakin kelonjotan  Sengaja kubuka kran shower, kami main sambil berdiri ditengah guyuran air  Ahhhh nikmatnya ibu angkatku

Dan seperti sebelumnya, aku keluar setelah membuatnya orgasme dua kali  Kemudian kami kembali ke ruang kerjanya, setelah mengeringkan badan, dengan mesra aku membantu Bu Siska mengenakan pakaian kerja jas biru tua dan rok bawahan berwarna putih itu

Entah kenapa, ketika hendak membantunya memasang CD, ibu menolak dan langsung membantu memasangkan pakaianku yang tercecer di meja kerjanya

?dasar maniak, lutut ibu rasanya mau patah,? gerutunya dengan wajah lucu
?siapa yang mulai ayo?? jawabku sekenanya sambil meremas buah dadanya
?iiihhhh ngeriiii??,? Ibu menjerit kecil saat tangannya balas menggenggam punyaku
?tahu rasa!!!? aku mengecupnya

Bu Siska melangkah kedepan cermin lebar dan merias kecil wajahnya disana, kupandangi wanita itu dari belakang  Luar biasa! Tubuh yang kini terbungkus rapi pakaian kerja itu tampak begitu ?menghebohkan!?, masih kuat bayangan bagaimana sesaat yang lalu aku menggumulinya, menindihnya, menggoyangnya, menusuk-nusukkan penisku dalam vaginanya yang oh my God, luar biasa nikmat! Tak sadar bayangan vulgar dibalik gaun itu kembali mengundang gelak birahiku  Niat nakalku muncul, bagaimana sensasinya kalau sekarang kusetubuhi Bu Siska dengan tanpa melepas penutup tubuhnya itu? Ah rasanya pasti lebih nikmat, dan tanpa penetrasipun vaginanya masih becek oleh dua kali tumpahan spermaku yang menyembur sepuluh menit yang lalu?

?Buu?  ,? panggilku
?hmmm?? ia menoleh, ah cantik sekali
Aku mendekat dan memeluknya dari belakang, kutuntun ia berjalan kearah meja kerjanya  Sampai disana ibu masih belum sadar apa yang akan aku perbuat
?apa an sih sayang??

aku tak menjawab, sebelah tanganku sudah berhasil melorotkan celana dalamku sampai atas lutut  Dan dengan sekali dorongan lembut, posisi ibu yang membelakangiku menjadi membungkuk dengan tangannya bertumpu pada meja  Dan sebelum ia sempat tersadar dari ulah usil itu, aku sudah dengan secepat kilat menyingkap rok putihnya, dan yessss!!! Cdnya belum ia pasang sehingga aku langsung menempelkan penisku di bibir vagina Bu Siska yang masih saja mengalirkan cairan sperma sisa tadi  Breeesss? creeepppp? 
?aaaooooooowww??Budiiiiiii? aaaaahhhhhhhhhh,? jeritnya histeris saat tanpa memberinya kesempatan aku langsung menggenjot maju mundur

?oooouuuufff? aaahhhh?ahhhhh?  ahhhh?aahhhh, kkaaamuuu naaakaallll?? oohh yessss? mmmmmmm? aaahhhhh?  aaammmpuuunnnn tuhaaannn?   Buuuudiiiii aahhh ibuu nggaaakkk aaaaahhhh ngggaaak kuuuuaaaattt?  laaagiiiiiihhhhh??,? Bu Siska terus menjerit, tapi tak mampu menolak goyangan pinggulku yang menghempas di permukaan pantatnya yang semok itu  Tanganku kedepan dadanya, meraih buah dada yang kini masih terlapis pakaian dan BH itu

?Ibu cantik sekali dengan baju dan rok kerja ini, saya jadi terangsang lagi, nikmati saja bu,? aku memberikannya sejenak jeda untuk mengatur nafas
?oohh uuuufff?awas kalau nanti Rani sudah tak lagi di rumah, kamu harus melakukannya dengan ibu enam kali sehari juga,?

telapak tanganku menyusup lewat celah Bhnya, meremas disitu dan bergoyang maju mundur lagi  Kali ini dengan tenaga yang lebih kuat lagi sehingga bunyi keciplak pertemuan pangkal pahaku dan daerah sekitar vagina itu semakin terdengar nyaring

?oooohhh? ssshhhh?yeeessshhh?mmmmhhh??enakhhh sayaaangg teruuussss oooh hhhh? ssshhhh?  genjot yang keras sayang oooohhh ibu mau sampai saaaayyaaangggg?  uuu uuuuuhhh? mmmmmm aaahhhh?  setubuhi ibu dengan kerasshhh sayaanggg ooohhh nikmaat nyaaaahhh? oooohhh yessss yessss yessss yesss?  genjot sayang ayo teruuussss awas jangan lepaskan punyamu sayaaaaaaaaaaaangggg aaaaaahhhhh? ibuuuu hammmmpiiiiirrrr? ,? vaginanya terasa menjepit nikmat hingga beberap menit kemudian terasa rahimnya menyembur

?oooooooohhhhhhhh?? yeeeeessss ibuuuu keluuuaaarrrrrrrrr aaaahhhhhhhhh, aaahhhh aahhh keluuuaaarrrr? ooohhhh??,?

aku tak ingin berlama-lama lagi dan dengan penuh semangat aku berkonsentrasi agar secepatnya juga orgasme

?sayaaaa juga buuu oooohhh saya jugaaa aaahhhh aaaahhhh?  aaaaaaaaaaaaahhhhh,? akhirnya beberapa kali semprotan yang keras dalam liang rahim Bu Siska mengahiri pertahananku

Kupeluk Bu Siska dan menuntunnya ke sofa  Crooopp?  lepas sudah penisku dari liang nikmat ibu angkatku itu, aku terduduk, Bu Siska mengambil CD yang tadi ia kantongi

?kan ada tissue Bu??
?nggak sayang, ibu mau simpan bekas spermamu di CD ibu ini, supaya kamu nggak bisa lupa sama ibu, hihihi?  ,?
?ibu bisa aja,? aku menciumnya  Ibu membalas dan kami berdekapan lama sekali

Jam telah menunjukkan pukul 4 sore  Tak terasa sudah 3 jam lebih kami bermain  Aku lelah sekali  Kami santai sejenak minum energy drinks dari minibar Bu Siska  Tiba-tiba Hpku berdering, kulihat nomor Rani di monitor

?iya say??
?nggak ini aku baru nyampe di kantor ibu, aku numpang ibu aja, kebetulan ibu minta bantuan buat beli tinta printer tadi, Jadi aku mampir ke Com center dulu,? seperti dugaanku, Rani pasti penasaran dan menelpon karena tak biasanya aku belum pulang sore hari
?Iya, ntar aku pesan sama ibu, kamu sehat kan say??
?Iya, I love you too, daaaahh,? kututup HP
?Yeee?mesranya, Ibu jadi cemburu,? goda Bu Siska
?Eh, bu  Rani pesan sate senayan tuh, ngidam katanya,? candaku
?Wuiiihh? kamu pintar banget bo?ongnya? Kemarin kan Rani datang bulan, masa sekarang ngidam, weeekkk,? Ibu mengejek
?Iya iya tapi sate senayannya beneran lho,?
?Ok, deh  Ntar kita mampir ke resto, yuuk dah sore nih, ntar istrimu cemberut lagi,? Ibu menarik tanganku ke arah pintu

Ternyata benar juga kata Bu Siska kalau aku ini memang hiper! Buktinya waktu di mobil, padahal aku Cuma ngelirik betisnya aja sudah langsung on! Jadi sepanjang jalan ke rumah, aku dipelototin terus oleh Bu Siska yang takut kalau mang sopir yang duduk di depan itu curiga pada ulah tanganku yang suka menyusup ke selangkangan ibu

Sampai dirumah, aku masih ?on? gara-gara terangsang betis Bu Siska  Ketika Rani membuka pintu kamar, aku langsung menerkam dan menggumulinya  Dan jadilah aku bertempur untuk keempat kali dalam sehari ini  Luarbiasa, spermaku masih sanggup membanjiri vagina Rani sehingga ia tak curiga samasekali kalau sebagian besar spermaku sudah tumpah dalam rahim ibunya dari siang sampai sore ini

Dua minggu kemudian, aku dan Rani membuat kesepakatan tentang study kami  Tepat seperti yang diinginkan Bu Siska, aku tetap di Jakarta dan Rani menyusul Mbak Rina ke London  Otomatis hari-hari sebelum keberangkatannya tiba, aktivitas seksual kami meningkat tajam, setiap pulang sekolah, aku dan Rani langsung mengurung diri di kamar

Kami menumpahkan semua hasrat yang ada  Ibu malah sengaja menjadwalkan diri keluar daerah, sehingga di rumah hanya ada aku dan Rani  Lainnya para pembantu yang tinggal di kamar belakang kebun rumah kami  Jadi selama dua minggu itu pula aktifitas seks ku dengan ibu jadi tidak ada  Sebelum pergi ke luar kota, ibu malah berpesan agar aku puas-puasin dulu dengan Rani karena kami tak bisa mengantarnya ke London  Aku harus sibuk mengurus pendaftaranku di Universitas Indonesia

Hari terakhir menjelang keberangkatannya, aku dan Rani melakukan persetubuhan yang begitu romantis  Kami berdua berjanji akan memelihara benih kasih sayang  Rani malah bilang hanya kematian yang dapat memisahkan kami  Aku terharu sekali, sekaligus merasa berdosa padanya  Bagaimana tidak, sejak pertamakali bersetubuh dengan ibunya aku hampir setiap minggu pagi, saat Rani olahraga, Bu Siska selalu minta ?jatahnya?

Aku bingung, satu sisi aku menyayangi Rani sebagai istriku, tapi disisi lain harus juga kuakui bahwa pesona dan kasih sayang Bu Siska padaku juga tak dapat kutolak  Sentuhan hati dan tubuh wanita paruhbaya itu begitu membutakan mata hatiku  Namun sebagai manusia yang pragmatis, aku jalani saja keduanya  Mereka punya kelebihan masing-masing, Rani punya kemaluan yang menjepit sedangkan Bu Siska punya permainan yang kreatif, vagina empot-empot  Dua-duanya menyayangi aku

Hari minggu sore, Aku dan Bu Siska mengantar Rani ke Bandara  Dalam perjalanan, Rani seperti tak mau melepaskan pelukannya padaku  Dan saat memasuki ruang tunggu keberangkatan, ia menciumku sambil menangis  Setelah juga mencium ibunya, Rani berlalu sambil menunduk, aku melambaikan tangan hingga Rani menghilang dibalik pintu garbarata

Sampai hari ketiga sejak kepergian Rani, aku mencoba mengurangi perasaan gundah dengan menyibukkan diri, jadwal pendaftaran mahasiswa baru cukup membantu  Ibu membelikan aku sebuah BMW yang kukendarai sendiri kemana-mana  Siang setelah acara pendaftaran, aku berkunjung ke rumah teman-teman SMA seangkatanku  Sore hari aku pulang dan biasanya langsung menyendiri di kamar, memandangi foto-foto Rani dan aku yang memenuhi beberapa sisi kamar kami

Aku jadi banyak melamun di malam hari, padahal ujian tes masuk perguruan tinggi tinggal seminggu lagi  Bu Siska seperti mengerti kalau perasaan sedihku bulum habis, ia tak mau menggangguku  Kami hanya ngobrol waktu sarapan pagi, sebelum ia pergi ke kantor  Tapi lama-kelamaan aku jenuh juga, kupikir tak ada gunanya sedih berkepanjangan

Malam keempat, aku mencoba turun ke lantai dua, ke kamar ibu  Kulihat ia telah lelap tertidur pulas  Lelah dari seharian bekerja rupanya, aku mencium bibirnya  Kupandangi wajah manis yang kini tertidur lelap itu, cantik, elegan dan begitu menggoda birahi  Perempuan sempurna dengan buah dada besar yang telah berulangkali memberikan kepuasan seks berbeda dari apa yang kudapatkan dari anaknya

Yah, anaknya, anak yang lahir dari rahim melewati vagina yang begitu nikmat, yang terus terang saja mungkin terindah bentuknya dengan hiasan bulu-bulu lebat pertanda pemiliknya berlibido tinggi, bersih dan tentu saja terawat  Selalu mengundang nafsu untuk menyentuhnya, menmpermainkan jari di celahnya, menjilatnya dan memasukkan penis kedalamnya  Huuuhhhh?aku jadi tegang sendiri  Kubaringkan tubuhku di depannya, langsung mendekap  Ibu belum bereaksi ketika aku juga menyingkap selimut tebal itu, kupeluk tubuh bongsornya sambil menggesek-gesek buah dadanya yang hanya berlapis baju tidur tipis itu  Dengan lembut aku mengecup bibir sensual Bu Siska

?mmmmm?  hhuuuufff?,? ibu membuka mata tersadar akibat ciumanku tadi  Ia balas mencium dan memelukku
?belum tidur sayang??
?Ngga bisa tidur, Bu??,?
?iya ibu ngerti??  , jam berapa ini?? tangannya menggapai switch lampu kamar di samping tempat tidur  Dan jelaslah sudah pandanganku

Bu Siska dengan baju tidur sebatas dada kini tergolek semakin merangsang  Kemaluanku sudah tegang dari tadi, sejak melihat buah dada ibu yang putih mulus dan besar itu  Aku langsung menjamahnya, melepas tali pengikat daster itu dan uhhh? seperti bayi yang kehausan, aku langsung menetekinya

?kamu suka sekali susu ibu, sayang?? Bu Siska membelai kepalaku dengan lembutnya  Aku tak mampu menjawab, karena mulutku sibuk menggilir payudaranya kiri dan kanan
??ssssshhhhh?  mmmmm?  ,? desisan Bu Siska mulai terdengar  Keciplak bunyi mulutku yang menyedot putting payudaranya berpadu suara nafas ibu yang mulai memburu
?tumpahkan semua nafsumu sama ibu, say  Malam ini ibu akan layani kamu sampai kamu benar-benar tidak mampu lagi? uuuhhhh?ssshhhhh? ooouuuhhhh?  ,?

Akhirnya memang pesona dan keindahan tubuh Bu Siska mampu membawaku menjauh dari ingatan kepada Rani  Wanita paruhbaya itu kini benar-benar bak dewi asmara yang membutakan nurani  Tubuh bongsor dengan payudara besar itu terus mengundang lidah dan mulutku untuk menjelajahi centi demi centi setiap permukaannya yang lembut dan halus  Sementara pemiliknya seperti tak mampu mengeluarkan suara selain rintih dan desah nikmat yang terus saja mengundang birahiku untuk meraup semua kenikmatan seksual darinya  Bahkan ia yang jauh hari sebelumnya kutahu adalah wanita penuh sopan santun dan cenderung sedikit aristokrat , kini tak tanggung-tanggung lagi mengeluarkan semua kosa kata jorok untuk sekedar mengimbangi kenikmatan dari permainan haram antara anak dan ibu angkatnya ini

?Oooouuhhhh yeesssshhhh?  jilaatinnnnn?memeeekk? ibuuuu sayaaang?oooohhhh geliiiinyaaa? ooouuhhh yessss? tussssuuuukkk deeeengaaannn aaahhh jariiiihhh kamuuuhhh sayaaangggg oooohhhhh? koooocooookkkkk? hhhhhhhhhh ooouuuuhhhhh??kamuuuhhh senaaaaangggg? memeeeekkkk uuhhhh ibbuuuu saaaayaaaaangg? hhhhh??
?iyaaaahhh?buuuu,? srupppp?  aku asik menjilati bibir vagina berdinding merah itu
?ooohhhh?  yyyaaaahhhh?iiiyyaaaahhh?  mmmmmmhhhhhh ??  ibuuuuhhhh mauu uuuhhh?

Keluuu? aaarrrrkkkkk? aaahhhh?  sedooootttt? memee ekkk?kuuuuuhhh ooohh seddddooootttthhhhh aaahhhh?  ennnaaaakkkhhhh sayaaaaangggg??? ,? ibu menjerit histeris, pertanda orgasmenya tiba  Padahal baru 10 menit saja aku menjilati kemaluannya

Mungkin sedotanku yang keras dan bertubi-tubi pada clitorisnya yang menyebabkan ibu secepat itu  Pahanya menjepit kepalaku keras, sampai sesak nafasku dibuatnya  Hanya sesaat, lalu melemah dan aku kembali dengan perlahan menjilati cairan yang mengalir dari rahim ibu, kutelan habis seperti orang yang kehausan

?oooohhhh? sayang, ibu nggak tahan, maaf ya? Sekarang giliran ibu yang memuaskan kamu  Sini sayang, ibu mau coba penis kamu?  ,?
?iiihh ibu, jorok ngomongnya!? sahutku sambil mencubit

Tapi aku tak menolak saat ibu meraih batang kemaluanku mendekat ke arah wajahnya, kini aku berdiri di lututku, menyodorkan penis besar dan keras itu ke wajah ibu yang sudah menganga  Kedua tanganku malah berpegangan pada kedua belahan dada yang empuk itu  Sambil meremas-remas lembut

?kan sekarang ibu istri kamu??hmmm?? ibu langsung menyambut dengan mengulum batang itu, mengocok dengan jari-jari lentiknya dan ?
?aaaaaaaaauuuh ibuuuuuuhhhh? ennnaaakkkkhhh,?
sreeppp?  prrrrrtttttt?  clik clik clik bunyi penisku yang disedot mulut seksi Bu Siska 

?ooouuhhh?buuuuhhhh?ennaaakkk? oooohhhhh??ibuuuuhh hh?  hhhhhh?  yes sshhhhh?? hhhhhhaaaaaaaooooooohhhhhh? yeeesssss??



ooohhhh?seddoooottthhhh tee ruuuusssshhhhhh buuuuu? ibuuuuuhhhhiiiiibbbuuuuuhhhhhoooohhhhhhh,? jeritku tak henti menikmati permainan lidah ibu yang menggelitik permukaan tepat di bawah kepala penisku  Tanganku semakin keras pula meremas buah dadanya  Aku berteriak  – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru
Like This Article ?

Pelanggan Sms Massal Web Betting

www.pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya 1 web 4 permainan Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15%join now!
Pokerwin88.com - Situs Poker Online Terpecaya Poker , Domino , Ceme , Blackjack Promo bonus: Member Baru 10% Rolingan 0.5% Referal 15% dapatkan jutaan rupiah setiap harinya
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Istana77.com Situs Poker
Agen Judi Poker Online Terpercaya yang berpengalaman ,minimal deposit 15rb ,promo cash back 10% ,Kunjungi : Istana77.comU
VIVAQQ.COM - Pin bb : 277BDA4D
Nikmati Permainan Poker + Kiukiu + Capsa. Bonus 10rb tiap Deposit 100Rb .Khusus Member VIP Dapatkan Bonus Roling 0.3% !!!! Info Kunjungi : - VIVAQQ.COM
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
* INCLUBE : - FREE LIVESCORE - FREE HIGHLIGHT DAILY - FREE SOCCER BABE GALLERY - FREE BERITA TERKINI - FREE ONLINE TV - FREE SOCCER TABLE All free in : http://goo.gl/sx3euJ
MYSPORT88 - http://goo.gl/sx3euJ
Pokerwalet.com - pin bb : 51678078
Agen domino dan poker online dalam satu web, minimal depo 15rb. Bonus 10% depo & Cashback 0,5 %!!!! Kunjungi : - Pokerwalet.com
Inulpoker.com - Pin BB : 7F31F4D4
Agen poker, domino & ceme online terpercaya, MINIMAL DEPO 15 rb. Nikmati Promo freeChip Cuma-Cuma. Website : Inulpoker.com
Bola Jaya
www.bolajaya.com (Bonus deposit SPORTBOOK 25%; 5% Casino+Cashback 5%, Rollingan 0.5%) INFO BBM( 2B4C158D ); SMS( 081360284177 ) SMS balasan ke 081360284177
Master138
www.master138.com Situs Taruhan Bola Online Terpercaya, Promo Bonus : Member Baru 30% SBO / IBC / CASINO Join now! Pin BB : 2B5AF93F
MejaVip
Dapatkan bonus deposit dan turnover untuk permainan poker HANYA di WWW.MEJAVIP.COM/news.php?id=518
Togel Nusa
Bingung mau pasang togel? Dapatkan bonus deposit 30%!! Daftar di WWW.TOGELNUSA.COM
Bola Online
Kunjungi WWW.BOLAONLINE.COM dan dapatkan cashback untuk sportbook 6.2%, dan 0.6% untuk casino SELAMANYA..!!!
 
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork